5 Tips Anti Baper ala Ibu Muda


Melahirkan hanyalah pekerjaan sekali seumur hidup. Tetapi menjadi Ibu adalah pekerjaan seumur hidup.”

Ah, benar sekali cuplikan kalimat dari film Dua Garis Biru yang baru aku tonton beberapa hari yang lalu. Memang, Menjadi orang tua khususnya Ibu sungguh bukan perkara yang mudah ya, moms.

Kita yang mengandung sembilan bulan, masih Juga melahirkan dengan susah payah. Begitu anak lahir juga kita yang mengurus dari pagi sampai pagi, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Nggak ada kata cuti atau bolos karena memang pekerjaan ada di depan mata. Katakanlah memberi ASI, mengganti popok, memandikan bayi, menggendongnya, eh masih Juga harus dengerin omongan kanan kiri. Aduh, nggak Cuma rindu aja yang berat. Menjadi Ibu, sungguh jauuuuh lebih berat.

Baca juga :



Ingat sekali dulu sampai capeknya aku selalu memangku Julio sambil tidur. Kepala udah mobat mabit mau jatuh. Tiap kali mau tidur di kasur, eh Julio bangun dan maunya digendong/dipangku. Secapek itu kalau masih aja ngurusin omongan orang kan bisa bisa aku kena baby blues bahkan bisa lanjut ke postpartum depression.

Untungnya, aku tinggal bersama keluarga besar yang selalu membantu saat aku capek dan terus mendukungku. Walau masih ada aja orang orang yang bikin aku baper.

Dan ini adalah tips ala aku untuk mengatasi kebaperan yang nggak perlu.

1.Bersyukur dulu

“Kok caesar sih? Kenapa? Males ngeden ya?”

Sebelum orang bikin baper dengan perkataan serupa itu, aku selalu siap siap hati dulu. Caranya? Bersyukur. Iya. Menjadi Ibu itu udah anugerah yang tak ternilai harganya Khan, yang di anti nanti oleh banyak orang tua di luar sana. 

Lah kenapa aku harus baper Cuma dikatain males ngeden selama ada anak sehat wal afiat dengan tubuhku yang juga sehat ini. Mau lahiran normal atau caesar, toh aku tetap menjadi Ibu kok.

Yang paling penting itu Khan anak dan Ibunya selamat, bukan? Kalau memang harus caesar ya itu memang yang terbaik yang harus terjadi lah.

Jadi, apapun omongan orang saat kita menjadi Ibu baru, apapun itu, tetap lah bersyukur karena kita telah menjadi Ibu. Dengan bersyukur kita akan melihat sesuatu dari berbagai sisi, nggak hanya satu sisi aja.


2. Hadapi dengan senyuman

Apa kita juga harus balas nyinyir dengan berkomentar buruk tentang orang yang udah bikin baper kita? Atau kita harus marah? Atau malah kita nggak mau temenan lagi?

Oh jangan. Itu namanya buang buang energi, Karena faktanya membenci orang itu Juga butuh energi lho. Jadi, ketimbang energi terbuang sia sia untuk balas dendam atau ngebenci orang, mending Hadapi saja dengan senyuman sambil tarik nafas dalam dalam.

Kok sekarang gendutan?”

Senyumin aja, nggak perlu bales jawab, 

“Namanya Juga habis melahirkan, oncooom. Liat tu sekelas Nia Ramadhan juga kalau habis melahirkan tubuhnya melaaaar.”

3. Ingat bahwa mereka bukan dokter

Netijen emang kadang maha benar, apalagi kalau komentar soal anak atau tubuh. Udah macam dokter aja. Padahal yang diomongin belum tentu beneeer.

Pernah saat itu Julio masih 3 bulan dan aku memang belajar tentang menggendong M-shaped, yaitu menggendong bayi dengan posisi seperti dia di kandungan, jadi kakinya terlihat serupa bentuk M begitu. Teman teman yang belum tahu boleh banget deh search di Google tentang ini. Biasanya kita pakai SSC atau soft structured carrier gitu.

Ada tetangga dong bilang,

“Aduh, bayi kok dipekeh gitu kakinya. Nanti jalannya jadi V lho, nanti kakinya nggak bener lho. Masih muda sih ya udah punya anak. Jadi sembarangan”

Oke, kasih senyum dulu sambil tarik napas dalam dalam. Nggak perlu kok jelasin teori ini dan itu karena nggak penting untuk mereka. Tinggal santai dan sabar dan meyakini bahwa mereka bukan dokter. Toh justru aku yang mengikuti anjuran dokter untuk menggendong M-shaped untuk kenyamanan bayi dan pertumbuhan tulang yang optimal. InsyaAllah. 

4. Menjadi pemicu untuk bisa lebih baik

Justru ada kalanya kata kata yang bikin kita baper itu bisa jadi pemicu untuk bisa menjadi lebih baik lho! 

Misal nih beberapa bulan yang lalu tu BB ku masih 58 kilogram. Dulu saat puncak kehamilan malah sampai 68. Padahal sebelum aku hamil, BBku hanya 50 saja dan aku termasuk langsing.

“Sekarang kok masih gendutan ya.”
Oke fine. Aku Juga ngerasa sih kalau pas gendut itu aku Juga nggak nyaman, ditambah kalimat begitu aku jadi cari tahu gimana caranya supaya tubuhku go back in shape lagi.
Akhirnya aku nemu caranya; zumba. Beberapa bulan kemudian akhirnya BB aku turun jadi 50 lagi dong. Walaupun nyinyiran orang bukan menjadi alasan Utama untuk bisa langsing lagi tapi memang itu bisa menjadi pemantik semangat kita untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Kalau alasan utamanya jelas kesehatan. 

5. Sabar

Terbaca cliché, but it works. Kalau ada kalimat yang bikin baper, ya udah sabar aja dan meyakinkan diri kalau belum tentu orang yang nyinyir in kita itu lebih baik dari kita. So, why do we have to care a lot? 

Banyak hal yang harus kita pikirin daripada sekedar baper karena omongan orang aja. Aku pun juga orang yang termasuk jarang banget baper sama omongan orang, tapi baper bangettttt sama omongan suami sendiri. Dikit dikit baper gitu, haha. 

Nah, kalau tips anti baper ala kamu apa, moms? 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Challenge Indiscript Writing "Wanita Menulis Bahagia"



No comments

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)