3 Kunci Menjadi Ibu Pembangun Peradaban




Sebagai Ibu newbie, rasanya banyak sekali hal yang harus diubah, diperbaiki dan dipelajari. Setahun yang lalu saat Julio lahir, pertanyaan yang langsung menyembul dalam benakku adalah :

"Mau aku apakan anak ini? Bagaimana mendidiknya dengan benar? Bagaimana cara mengurusnya supaya bisa menjadi anak yang soleh? Aku harus menjadi Ibu yang seperti apa?"

Banyak sekali pertanyaan yang lalu mengikuti pertanyaan sebelumnya. Karena memang bagi saya, Menjadi seorang Ibu adalah pekerjaan paling berat sekaligus anugerah yang paling mulia. Dan Menurutku ada 3 koentji untuk seorang Ibu supaya dia bisa membangun anak yang soleh solehah, cerdas dan berguna bagi sesama. Karena sesungguhnya dari anak itulah peradaban mulai dibangun.

Baca juga:


1. Iman

Seorang Ibu harus sadar betul bahwa dia kini adalah seorang Ibu. Ibu yang memang wajib untuk melayani suami dan keluarganya. Ibu yang kini pekerjaan utamanya adalah mengurus anak dan suaminya. Ibu yang akan menjadi madrasah Utama dan pertama bagi anak anaknya.

Dan kesabaran itu timbul karena iman. Iman yang meyakini bahwa itulah pekerjaan seorang Ibu dan istri. Imannya lah yang sadar betul bahwa itulah perintah dari Allah SWT untuk seorang Ibu.

Ngomong mah gampang ya, tapi untuk mengaplikasikannya MasyaAllah susah sekali memang. Kita harus meredam segala ego, membungkam ambisi masa muda, dan meninggalkan kepentingan diri sendiri demi keluarga. Semoga kita semua bisa dikuatkan dan menjalani hidup sebagai seorang Ibu dengan ikhlas dan penuh syukur.

2. Tekad

Tak hanya meyakini dalam hati bahwa Ibulah yang menjadi madrasah pertama dan Utama, kita juga butuh tekad untuk merealisasikannya.

Toh anak anak kita adalah investasi dunia akhir at kita, investasi masa depan yang nantinya juga akan menjadi penyelamat kita, orang yang me doakan kita saat kita sudah tiada.

Tekad bisa kita tunjukkan dengan cara kita bersikap setiap harinya, cara kita menperlakukan anak anak kita dan cara kita menghadapi persoalan dan keluarga kita. Ah, termasuk  bagaimana kita menghormati ayah anak anak kita.

Lagi lagi, semua itu memang susah sekali. Dan memang dibutuhkan tekad yang kuat untuk bisa menjadi madrasah Utama, Menjadi role model untuk anak anak, Menjadi Sahabat dan tempat keluh kesah untuk anak anak kita nanti, Menjadi orang terpercaya anak kita dimana mereka bisa menceritakan apa saja ke kita. Dan bonding itu harus dibangun sejak anak masih di kandungan.

3. Ilmu

Sebagai Ibu pembangun peradaban, tak ada hari tanpa belajar. Apa gunanya iman dan tekad jika kita miskin ilmu.

Ilmu ini yang nantinya akan menjadi guidance untuk bisa mengerti dunia anak anak, mengerti bagaimana mereka tumbuh dan seharusnya tumbuh sampai mengerti cara menghadapi segala persoalan yang ada.

Thanks to technology karena jaman sekarang untuk bisa update ilmu tentang pernikahan dan pengasuhan / parenting itu mudah sekali ya moms.

Banyak kulwap, online class bertebaran baik yang free ataupun berbayar. Merasa butuh ilmu, saya pernah mengikuti online class dari Sekolah Rumah Tangga dan Bengkel Diri yang sangat berguna untuk saya sebagai pribadi, istri, dan Ibu. 

Sekarang saya Juga baru saja bergabung di Ibu Profesional demi mendapatkan lebih banyak ilmu tentang parenting dan membiasakan pola hidup yang baik demi Julio tercinta. 

Sebagai Ibu, kita memang wajib mengupdate diri dan terus menggali ilmu demi menjadi Ibu yang terbaik yang kita bisa dan melahirkan generasi penerus bangsa yang bermanfaat. InsyaAllah. 

Siap menjadi Ibu Pembangun peradaban, moms?

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Challenge Indiscript Writing "Wanita Menulis Bahagia" 

No comments

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)