5 BUCKET LIST YANG MASIH DI WAITING LIST



Setiap orang pasti punya bucket list/keinginan yang mau dilakukan; entah mau melakukan sesuatu atau mau pergi ke suatu tempat tertentu. Sama seperti saya. Masih banyak sekali poin di bucket list yang harus saya katamkan; karena hidup hanya sekali. Justru bucket list itu yang membuat hidup saya makin hidup karena masih menyimpan harapan harapan di masa depan.

Dan kali ini saya ingin menulis lima bucket list yang menjajaki posisi teratas.


1. MENJADI BLOGGER PROFESSIONAL DAN MENULIS BUKU


Setahun ke depan, saya ingin mengalokasikan waktu saya untuk si buah hati plus fokus dengan blog saya ini. Saya ingin menambah konten konten berkualitas seputar pendidikan, parenting, gaya hidup dan traveling. Target saya adalah mengejar DA dan PA di atas 30 (widiih) karena sekarang DA saya hanya 21 dengan PA 26. Toh menjadi blogger sekarang bisa banget menghasilkan. Saya akan mengikuti lebih banyak kompetisi blog juga. Dan challenge ini membantu saya untuk menulis lebih banyak. Aduuh, terimakasih Blogger Perempuan!

Duluuu, saya sempat menulis sampai beberapa chapter tulisan bergenre komedi tentang kehidupan sehari hari saya sebagai anak kampus berlanjut anak kost ala ala Raditya Dika. Lama nggak dikerjain,kini masa itu sudah berlalu. Di masa mendatang, saya ingin menulis buku entah tentang keseharian saya menjadi istri da Ibu yang mengasuh Julio atau buku tentang cerita cerita inspirasi menjadi guru. Bisa saya mulai dengan ikut kembali projek buku Antologi. Padahal dulu saya sempat ikut menulis di 33 buku antologi. Sayang, saya berhenti di tengah jalan.


2. BERLIBUR KE AUSTRALIA


Suami alhamdulillah mendapatkan beasiswa S2 di salah satu universitas di Aussie. Otomatis dia masih akan tinggal di sana setahun ke depan untuk menyelesaikan semester ketiga dan keempat. Nah, mumpung suami di sana nih, saya dan Julio pingin bisa ikut walau pun menggunakan paspor wisata. Nantinya,kami bisa tinggal di sana paling lama tiga bulan. Saya ingin sekali bisa mendampingi suami saya di momen kelulusannya nanti dan ikut menikmati saat saat terakhir tinggal di Aussie.

Yang paling bikin excited karena saya harus mengajak Julio yang InshaAllah nanti sudah genap berusia satu tahun. Itu akan menjadi liburan pertama Julio ke luar negeri!! Dan liburan kedua keluar negeri setelah sempat ikut Tante ke Malaysia sebelum Julio ada. Hihi


3. MENDAPATKAN BEASISWA S2 KE AUSTRALIA


Suami saya adalah inspirasi saya. Keuletannya, kerja kerasnya, usahanya yang selalu maksimal dalam belajar itu bikin saya terpacu untuk bisa kayak dia. Dari dulu saya juga pingin melanjutkan sekolah dan menyabet gelar master of education. Begitu bertemu dan menikah dengan suami, bucket list saya bergeser menjadi mendapatkan beasiswa S2, jadi nggak perlu bayar sendiri. Hehehe

Jadi, saya juga harus terus belajar TOEFL atau IELTS selama di rumah karena itu salah satu tiket untuk bisa melaju dan mendapatkan beasiswa itu. Diaminkan ya, gaes. Saya ingin melihat Julio dan adiknya  bangga mempunyai ayah dan Ibu yang bisa meraih pendidikan tinggi dan penjadi panutan plus inspirasinya kelak. InshaAllah..

4. MENJADI FAMILY TRAVELER



Kalau dulu saya dan suami hanya traveling berdua saja,macam pergi ke Malang, Surabaya atau mengeksplorasi kota Jakarta.


Nah,begitu ada Julio saya ingin sekali berlibur bersama Julio juga. Jelas, destinasinya juga nanti harus disesuaikan. Banyak hal yang harus kami pelajari dan kondisikan karena harus mengajak Julio; mulai dari destinasi dan penginapan yang children-friendly, cuaca, keamanan sampai transportasi untuk menjangkau tiap destinasi.

Melihat teman teman blogger yang juga menjadi family traveler makin mematik niat dan keinginan saya untuk melakukan hal serupa. Traveling traveling itu nantinya juga akan memberikan banyak pengalaman berharga untuk Julio dan kami, orang tuanya. Ah, membayangkan saja kayaknya seru walau pun,I know, pasti repot sekali. Yang penting ada suami yang kuat mengangkat beban banyak, everything would be fine,I guess. Hahaha

5. MENCOBA BUNGEE JUMPING


“Pace,nanti aku mau coba bungee jumping macam itu ya..”
“Jangan...”

Suami saya kurang setuju saya mencoba bungee jumping karena khawatir. Hehehe..Tapi,ya...siapa tahu nanti suami berubah pikiran dan mengikhlaskan saya untuk mencoba wahana pemacu adrenalin ini. Walau pun sekarang saya sudah Ibu Ibu tapi saya ingiiiiin sekali mencoba bungee jumping; merasakan sensasi jatuh dari ketinggian dan hanya bergantung pada seutas tali. Setiap kali saya melihat aksi serupa di My Trip My Adventure atau acara TV sejenis saya jadi mupeng pingin nyoba. Semoga nanti sebelum saya beranjak tua, suami bisa setuju dan saya bisa mencobanya.Hehehe

YES!Itu tadi 5 bucket list yang InshaAllah satu demi satu nanti bisa terlaksana; berkat dukungan suami, doa yang tiada henti dan usaha gigih tak tertandingi. Harus selalu semangat, penuh percaya diri dan bercita cita setinggi langit.

Benar kata Andrea Hirata yang juga menjadi pelajaran hidup nomor 5 untuk saya,
“Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi mimpimu.”
dan saya pikir,
“Lalu bangun dan berusahalah,maka mimpi mimpi akan beralih dari pelukan Tuhan ke pelukan sendiri.”    



2 comments

  1. Insyaallah, suami bisa berubah pikiran dan mnegikhlaskannya, dalam waktu dekat, biar bisa ikutan bungee jumping, kalau saya orangnya acrophobia, mbak.... Kalau naik pesawat saja duduknya di tengah...:D

    ReplyDelete
  2. Wahhh bungee jumping..ngebayanginnya horor saya 😂 Keren2 sekali bucket list nya mbak..apalagi S2 hingga ke negeri kangguru..semoga terwuujud dgn segera mbak..

    ReplyDelete

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)