Sunday, 3 September 2017

REFLEKSI EMPAT TAHUN MENGAJAR

Assalamualaikum wr wb Bapak Ibu Guru,

2 September 2013, empat tahun yang lalu. Saat itu saya ingat benar hari pertama saya masuk kerja untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Berniat kuat untuk bisa kerja jauh dari rumah dan hidup secara mandiri, saya meloncat di provinsi lain, teman. Akhirnya masih bergelar 'fresh graduated', saya diterima di salah satu English Course di Cibubur. Dan mulai hari itu, banyak pengalaman yang akhirnya mengubah cara berpikir, cara hidup,cara bersosialisasi dan cara mengajar saya tentunya.

Hari pertama dalam melakukan apapun, pasti menjadi hari terberat. Saya juga ingat betul di hari itu saya menelepon teman saya dan menangis sepulang kerja. Karena apa? Karena saya baru saja mengajar dua anak kecil. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mengajar anak SD kelas satu, dua biji. Yang satu cowok dan lainnya cewek. Di tengah tengah saya mengajar, eh yang cewek matanya berkaca kaca, sedangkan yang cowok malah bobo'an dan sedang akan bobo beneran. Karena saya terlalu berambisi untuk bisa melakukan apapun dengan hasil sesuai harapan, dan kenyataan ini jauh dari harapan, pulang ngajar saya justru yang menangis.

Dan empat tahun kemudian, saya mengajar di salah satu sekolah islam dan saya mengajar adek adek imut kelas 1, 2, dan 3. Jika empat tahun yang lalu saya hanya mengajar dua anak saja dan saya menangis setelahnya, sekarang saya mengajar 20 anak per kelas. Dan apakah saya menangis??

Saya sangat bahagia, teman. Melihat mereka bernyanyi, lalu menebak nebak gambar yang saya perlihatkan, atau berjoget dengan penuh semangat, atau mampu menjawab soal soal dari saya sangat membahagiakan. Hidup saya berwarna karena setiap hari mengajar mereka. Lalu, apa bedanya saya empat tahun yang lalu dan saya empat tahun setelahnya??


PENGALAMAN.

Pengalaman mengajarkan saya segalanya, teman. Dari pengalaman demi pengalaman, saya belajar banyak hal; dari tidak bisa menjadi bisa dan terbiasa, dari tidak suka menjadi cinta, dari tidak percaya diri menjadi yakin mampu dan bisa. Bahkan, pengalaman empat tahun ini juga mengajarkan hati saya untuk lebih tegar dan kuat.

Empat tahun. Ini adalah tahun yang tergolong masih sangat pemula dibandingkan dengan teman teman saya yang bahkan sudah mengajar lebih dari sepuluh tahun.Bahkan, mereka sudah menjadiguru saat saya masih menjadi murid. Namun, sungguh, teman. Empat tahun ini adalah empat tahun yang sangat berharga dalam pengembangan karier saya.

Bila ditanya,

"Dari banyak hal yang bisa kamu lakukan, hal apa dalam hidup kamu, yang paling bisa kamu lakukan menurutmu?"

"Mengajar."

Beberapa tahun yang lalu, salah satu keinginan saya adalah bisa mengajar SEMUA LEVEL. Saya ingin bisa mengajar anak anak, remaja, remaja tanggung, dan dewasa. Empat tahun kemudian, saya pernah mempunyai pengalaman mengajar balita, murid SD bawah, murid SD atas, anak SMP dan SMA, juga mengajar pekerja, beberapa di antaranya adalah ibu ibu yang bekerja sebagai CS di sala satu tempat wisata terkenal di daerah Cibubur, dokter di salah satu rumah sakit, dan juga bapak bapak yang akan tinggal di luar negeri dan membutuhkan Bahasa Inggris untuk daily conversation nanti.

Bahkan, saat saya masih menjadi anak kuliah semester akhir, saya nekat mengajar bapak bapak dari Perusahaan Jamu di Ungaran. Saya mulai mengajar sejak pertengahan kuliah. Saat itu,  beliau akan test TOEFL untuk mengejar beasiswa S2. And I made it!!

Menjadi guru,buat saya, tidak hanya mengajarkan tentang cara mengajar itu sendiri, tetapi juga mengajarkan saya banyak hal daripada itu. 

Saya pernah ada di masa masa bingung harus bersikap seperti apa dengan teman sesama guru yang culas, saya pernah ada di masa penuh kebaperan karena diperlakukan dengan tidak baik. Tapi, saya bersyukur. Dengan banyak pengalaman tak mengenakkan itu, saya jadi belajar.

Belajar untuk mengendalikan hati dan belajar untuk tidak membiarkan sembarang orang menyakiti hati kita. Karena toh tidak ada satu orang pun yang bisa menyakiti hati kita kecuali bila memang kita mengijinkan orang itu untuk melakukannya. And I won't let people to do so over and over again.

Dari pengalaman itu juga, saya tahu bagaimana cara mengatasi teman temen seprofesi. Saya tidak baper lagi. :)

Karena toh gesekan gesekan dalam melancarkan tugas sebagai sesama pengajar pasti sudah biasa terjadi. 

Sekarang, empat tahun dari hari pertama mengajar yang diwarnai gundah gulana tak terhingga itu saya dipercaya menjadi koordinator guru Bahasa Inggris SD periode tahu ajaran 2017/2018. Jobdesk saya adalah membuat program peningkatan pembelajaran Bahasa Inggris selama setahun ke depan untuk anak anak SD beserta gurunya. Saya mengajar anak anak SD dan saya juga mengajar materi Bahasa Inggris seperti Grammar, Speaking, dan lain lain untuk wali kelas dan guru kelas SD setiap Selasa pagi. Dan ini adalah tahun kedua saya mengajar di sana. Setelah dua tahun yang lalu, saya tidak dipercaya menjadi koordinator sebuah Les Bahasa Inggris.

Apa yang ingin saya katakan sekarang dan menjadi pelajara hidup saya nomor 3 adalah, 

"JANGAN PUTUS ASA. Yakinlah pada diri kita,walau orang lain tidak. Dan akan tiba saatnya, Alloh akan menggantikan keyakinan dan kesungguhan itu berlipat lipat ganda. "

Dan bila saya menengok lagi ke belakang, saya belajar untuk berpikir positif.

"Mungkin, saat itu saya memang kurang cakap menjadi pemimpin. Dan teman saya itu lebih ideal untuk menjadi seorang koordinator. And it's ok. I'll struggle more then"

Dan bahkan, saya bersyukur. Andaikan saat itu saya yang menjadi koordinator karena saya yang lebih lama bekerja di sana, sedangkan koordinator baru itu (yang kemudian menjadi sahabat saya dan bahkan dia juga yang memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan di sekolah saya sekarang) yang baru enam bulan dengan pengalaman mengajar yang hampir sama karena toh kami seusia dan saya lulusan Pendidikan Bahasa Inggris sedangkan dia tidak, bisa jadi saya jadi tidak punya ambisi untuk mencari lahan mengajar yang lain dan sampai sekarang saya masih mengendap di situ.

Nyatanya, setelah itu, saya mengajar dengan sungguh sungguh dan akhirnya diterima di salah satu Sekolah swasta dengan pendapatan yang juga alhamdulillah lebih dan kepercayaan yang lebih. 

See?

Dari mengajar dan menjadi guru, saya belajar banyak hal dalam hidup ini. Diremehkan dan dipercaya bisa jadi hanya berbatas lapisan tipis saja. Maka, jangan menyerah dan tunjukkan!!

Bukan tunjukkan pada orang tentang bagaimana hebatnya kamu sebenarnya,tapi buktikan dan tunjukkan kepada dirimu sendiri bahwa kamu bisa berkembang. Hidup terus berjalan, dan kita harus berkembang, teman.

Empat tahun pertama ini adalah empat tahun yang luar biasa untuk saya. Dan inshaAllah akan ada empat tahun empat tahun berikutnya dengan pencapaian yang lebih dan lebih lagi. Semoga suami akan terus mendukung dan Allah akan terus merihoi saya untuk bisa ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Aamiin Ya Rabb,

4 years ago

4 years later :D


SEMANGAT MENCERDASKAN KEHIDUPAN ANAK BANGSA,







7 comments:

  1. Waduhhhh pengalaman berharga banget yaa menjadi guru. Terkadang memang kalau ambisi terlalu besar tapi realitanya gak kayak gitu jadi sakit sendiri yaa. but its ok. Kan dari sana bisa belajar juga.

    Ada juga nih ambisi buat bisa jadi pengajar di semua kalangan umur hihi. doain yaa ;)

    ReplyDelete
  2. Dulu cita-citaku selain pengen jadi bidan, pengennya guru. Sekarang kerjanya gak di bidang pendidikan. Cuma pernah hampir ngelamar guru multimedia. Sayang pas mau persiapin berkas, dikabarin bahwa posisi guru multimwdia sudah terisi.
    Yaahh.. padahal aku semangat banget. Moga rejeki dan bisa seperti Meykeeee :3

    ReplyDelete
  3. Guru yang paling baik memang pengalaman. Jadi, walaupun kita merasa diri kurang baik, yah kita jalanin aja dulu dan belajar. Pengalaman membawa semuanya beriringan dengan itu.

    Jadi, haru liat cerita 4 tahun lalunya Mba Meykke~

    ReplyDelete
  4. Cita-cita jaman SD ku dulu, pingin jadi guru, tapi nyatanya g jadi guru sekarang, hahaha
    Salut sama mey, punya keinginan kuat mencerdaskan anak-anak. Semoga senantiasa langkahnya diridhoi Allah mey, agar kemuliaan dan kebaikan yang kamu sebar bisa diterima semua kalangan. Semangat terus mey!

    ReplyDelete
  5. ngajar bapak bapak :D padahal masih kuliah...
    hal yang luar biasa

    aku sendiri sih dulu pernah di suruh jadi guru di sekolahku, tapi ku tolak...
    ya karna emang aku belum bisa buat ngajar hahahaha
    hal yang susah tu buat ngejelasin biar murid paham :D

    jadi guru bukan hal yang mudah juga sih menurutku...
    apa lagi sampe bisa ngajar semua kalangan :D
    tapi yaki deh kalo kamu bisa :D....

    ReplyDelete
  6. keren banget ya pengalamannya, ngajar pertama pengalamannya cuma 2 orang tapi mental guru tetaplah guru. Dedikasinya oke bingit dari 4 tahun yang lalu, saya bisa banget bayangin emosinya saat pertama kali ngajar sampai2 air mata netes begitu..

    ReplyDelete
  7. Haiii Meyk, selamat ya udah jadi miss yang keren. 4 tahun mengajar akhirnya banyak refleksi yang di dapat. Smg mjd guru yg lebih baik.

    Iya aku dl taunya km adalah guru di les2an

    ReplyDelete