Monday, 9 January 2017

Tulisan Perdana, Setumpuk Asa

Assalamualaikum wr wb, gaes...

Fiuh!! Finally gue nulis juga di tahun 2017 ini, gaes. Gue udah berencana nulis perdana ini dari beberapa hari yang lalu tapi selalu gue urungkan dengan berbagai alasan. Kali ini gue nggak akan nulis cerita tentang travelling gue, atau tentang pandangan gue akan hidup, atau pun cerpen syahdu cenderung kelabu. Kali ini gue akan nulis tentang gue sendiri.

Kali ini gue nulis di lab Bahasa, tempat gue kerja setiap harinya. Hari ini gue udah kelar ngajar 4 kelas dan tinggal menunggu jam pulang. Oh ya, hari ini adalah hari pertama gue kerja di tahun 2017. Dan gue kerja dengan penuh semangat. Semangat yang gue punya ini bukannya tanpa sebab, gaes. Semangat ini di antaranya berasal dari seseorang yang sekarang ada di seberang pulau. Semangat ini tumbuh dari dukungan dari seseorang yang akan menulis cerita cerita berikutnya bareng gue, seseorang yang akan melebur sedemikian rupa dan membentuk masa depan bersama bernama kita. Bahasa gue berat banget ya. Tapi, ini nyata.




Gue nggak sabar menceritakan ke kalian semua tentang misi dan visi terbesar dalam hidup gue ini. Tapi, kalian harus bersabar, karena gue juga harus bersabar selama berbulan bulan sampai akhirnya semua yang gue impikan membentuk kenyataan. Nanti. Insha Alloh.

Pernah nggak sih kalian merasa hanya terus berjalan tanpa tahu jalan kemana dan menuju siapa, lalu datang seseorang yang di persimpangan dan menawarkan tangan? Dan pada saat itu juga jalan terasa terang dan beban terasa ringan. Lalu, kalian merasa begitu semangat menggerakkan kaki selangkah demi selangkah karena tujuan kalian menjadi jelas. Lalu kalian mengenyahkan segala keraguan, ketakutan akan masa depan yang selama ini seakan menyumbat jalan kalian untuk berkembang. Gue merasakannya.

Hari hari gue terasa lebih cerah. Malam malam gue nggak lagi dibayangi masa lalu yang mengumpul dan datang sebagai mimpi buruk. Dada gue terasa lebih longgar dengan nafas yang tak lagi berat. Gumpalan rasa bersalah, penyesalan dengan segenap kalimat berawalan 'andai' menguap tak bersisa. Karena sekarang gue bisa memulai lagi, dengan awalan yang lebih baik dan bersama orang yang bersamanya gue merasa begitu nyaman dan aman.

Pernahkah kalian mendengar perkataan seseorang,

Jodoh akan datang di waktu yang tepat, bersama orang yang tepat dan dengan cara yang tepat. Gue membumbungkan doa dengan segenap asa. Kali ini gue nggak ingin jatuh cinta. Bersamanya, gue ingin membangun cinta.

Ini adalah postingan perdana yang bahasanya teramat sungguh berat ya, gaes. Time flies and now I've grown up. And I'll make a brand new story with someone I love in the sake of Allah SWT.

#cihuy #udahgede #berat #bahasanya #tolongbilangamin #happynewyear

Wassalamualaikum wr wb

2 comments:

  1. Deg. Mbak Mey mau nikah, ya?

    ReplyDelete
  2. "Kali ini gue nggak ingin jatuh cinta. Bersamanya, gue ingin membangun cinta."
    Cieee, keren abis kalimatnya. Tapi kalo gua taksirkan isi postingan ini, intinya lu lagi bahagia, lagi berbunga-bunga, lagi jatuh cinta, iya kan?
    Nikmatilah masa-masa indah ini, karena yg namanya cinta itu gak selamanya selalu penuh dengan bunga =)

    ReplyDelete