Tuesday, 25 April 2017

Menikah!

Assalamualaikum wr wb,
Holla!! Ini adalah postingan pertama gue sejak resmi menjadi istri Mas Alfrets. Gue baru saja menikah tanggal 16 April kemarin. Dan sejak saat itu hidup gue begitu berubah! 



Bahkan, kalau gue mengingat kembali masa masa awal jumpa kita, it was just so fast!! Dan nanti akan gue ceritakan ke kalian semua. Tapi, di pernikahan ini gue juga membuktikan lagi bahwa mimpi, doa dan usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Dulu gue pernah punya angan angan untuk bisa menikah di usia 25 tahun. Bahkan saat itu gue juga belum punya pandangan tentang siapa yang kira kira bisa gue nikahi. 

"Pokoknya gue pingin bisa menikah pada umur 25 atau 26 tahun."

Wednesday, 22 March 2017

LAGU INDIA ITU KEREN NGGAK SIH?

Bollywood. Apa yang kalian pikirkan begitu kalian denger kata Bollywood?

Anak 90an mungkin akan menjawab,

"Kuch Kuch Hotahai!"

"Shah Rukh Khan!"

"Dangdut!!"

Nah, ini...yang terakhir ini... Beberapa orang menganggap kalau Bollywood itu rada rada norak karena musiknya yang cenderung ke-dangdut dangdutan, walau sebenarnya Dangdut sendiri juga nggak norak. Kata Project Pop malah dangdut itu "It's the music of my country..my country..oh my country..."

Cuman kadang penyanyinya yang bikin keliatan norak; yang goyang sampe pantat kemana mana, nari sama ular sampai digigit, sampai yang ekstrim manjat tiang panggung gelantungan udah macam kelelawar.

Lupakan soal Dangdut sejenak, gue adalah salah satu penggemar lagu lagu Bollywood, gaes. Mengapa? Pertama, karena dari SD gue udah terpapar film film India sebangsa Kuch Kuch Hotahai, Dil To Pagal Hai, Kal Ho Na Ho, Devdas, dan masih buanyak lagi. Bahkan, dulu jaman SD gue paling demen nonton drama India berjamaah di rumah Fina, teman semasa kecil gue.

Masih melekat banget dulu jaman SD kita ngumpulin uang 500 rupiah buat ke rental CD. Per judul film India yang isinya ada 3 keping itu dihargai 1.500 gaes. Jadi, kita harus masing masing mengeluarkan uang 500 rupiah. Gue saat SD dikasih uang saku 1000-1.500 per hari jadi kalau waktunya mau nonton drama India, gue bela belain nggak beli susu sapi anget di pagi hari. 

Nah, kalau anggap saja 6 orang yang ikut iuran, kita bisa pinjam 2 judul film India. Saking niatnya, kita pun jalan dari desa kita sampai ke rental VCD di desa seberang sana, kira kira......... 4 kilometer. Kita harus lewat hutan kecil dulu, semak semak, lalu jalan di pingir jalan raya, sampai lewat rel kereta api juga kita lakuin.

Kalau di facebook kita liat banyak anak anak sampai renang menyeberang sungai, meniti jembatan putus sebelah sampai nungguin buaya lewat demi sampai ke sekolah kalau kita jalan jauuuh gila, melewati hutan, lalu mlipir di jalan raya demi liat film India. Rada nggak berguna emang. Tapi dari sini gue jadi meresapi pelajaran hidup nomor 97, gaes...

"BERJUANGLAH UNTUK MENDAPATKAN APA YANG KAMU MAU!"

Tuesday, 14 March 2017

BAHASA INGGRIS SERU BINGITS! EDISI : "PICTIONARY"

Oke, Bu. Masih semangat mengajar ya Bu? Toh mengajar itu bisa termasuk dalam ilmu yang bermanfaat. Kata Pak Bayan, guru ngaji saya jaman SD dulu, mau seberapa banyak harta kita di dunia ini, toh nggak akan dibawa mati. Yang dibawa mati itu hanya 3 perkara, pak.

1. Amal Jariyah
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Anak soleh solehah

Nah,  buat bapak ibu guru jomblo ngenes single, bolehlah kita nyicil yang nomor 2 dulu karena nomor 3 sangat mustahil kalau belum ada yang bisa diajak kerja sama. Mohon bersabar ya pak, ini ujian.

Tapi, kali ini saya nggak akan bahas tentang ujian. Saya akan bahas tentang belajar bahasa Inggris asik yang bisa banget diikuti oleh bapak Ibu sekalian. Game kali ini mungkin banyak di antara pak bu yang udah tahu/ sudah mengenal. Namanya apa coba??

PICTIONARY

Saturday, 11 March 2017

Tantangan Hari 1 : Cinta Monyet Kelas 3 SD


Cinta Monyet. 

Begitu gue mendengar kata ini, ingatan gue langsung terbang ke banyak banyak tahun yang lalu saat gue kelas 3 SD. Cinta monyet gue kali ini juga merangkap sebagai cinta pertama. Dan gue udah terjangkit cinta sejak kelas 3 SD. Bayangkan, sedini itu.

Sebut saja namanya Budi. Gue lupa entah kenapa gue bisa suka sama dia. Tapi, setelah gue pikir pikir juga emang nggak ada alasan kenapa gue suka sama dia. Gue suka sama dia karena ya.....gue suka sama dia. Rasa suka emang harus ada alasannya? Anak kelas 3 SD lho. Sekarang tiap kali gue inget masa masa itu, gue geleng geleng kepala sendiri.

Friday, 10 March 2017

Curhat Sore

Kalau salah satu manfaat menulis itu buat terapi, kali ini aku akan menggunakan opsi itu. 

Dan bahkan sudah berapa kali aku menulis satu kalimat pembuka lalu aku hapus lagi. Aku tulis lagi, kemudian aku hapus lagi. Tulis dan hapus lagi. Untuk hidup serupa ini, aku benar benar bersyukur, gaes. Demi hidup hari demi hari yang aku jalani sampai hari ini, sering aku mengucap syukur hingga ujung mukena basah semua. 

Thursday, 9 March 2017

BAHASA INGGRIS SERU BINGITS! EDISI : SIT-BACK-TO-BACK GAME

Saking semangatnya nih pak, begitu selesai nulis edisi perdana tentang Belajar Bahasa Inggris Asik Bingits, sekarang saya langsung meneruskan ke edisi ke-2!!

Kalau Target Questions Game itu lebih mengarah speaking skill, game kali ini lebih mengarah untuk belajar listening dan juga writing at once!!

Baca juga Belajar Bahasa Inggris Seru Bingits! Edisi 'Target Questions"

Karena dictation/dikte itu sudah sangat mainstream, bu maka mari kita memikirkan cara bagaimana belajar listening dan writing dengan cara yang lebih inovatif. Jadi, begini.

SIT-BACK-TO-BACK GAME!!

BAHASA INGGRIS SERU BINGITS! EDISI : TARGET QUESTIONS

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata "Belajar Bahasa Inggris?"

Kalau pertanyaan itu dilontarkan ke saya saat saya masih sekolah dulu, yang terlintas di pikiran saya adalah 'ngapalin kata kata'. Jadi, hobi guru saya dulu adalah ngasih list kata kata dalam bahasa Inggris yang harus dihafalin. Lalu, kita dipanggil satu satu. Dan itu adalah momen paling mendebarkan, bu. Kenapa? Karena kalau sampai kita khilaf barang satu kata saja, habislah kita sudah.

Guru       :   "MEYKKE!"

Kalau sudah seperti ini, suasana sudah mencekam, pak. Saya buru buru berdiri lalu maju ke depan kelas. Ini giliran saya harus setor hafalan kosa kata bahasa Inggris. Doakan.

Guru       :   " Sudah hafal belum????"

Saya        :   "Yes, mam."

Guru       :    "AIR!!"

Saya        :    "WATER!"

Guru       :    "UDARA!!"

Saya        :    "AIR!"

Guru       :    "RUMPUT!"

Saya        :    "Uhm....."

Guru       :     "RUMPUUUTTT!!!"

Walau pun saya berpikir keras tapi tetep saja nge-blank, bu. Padahal saya liat bu Guru mulai memicingkan matanya, lalu mengangkat sesuatu yang begitu panjang dan mulai mengarahkan ke atas saya. Wajah saya mulai pucat dan keringat mulai bercucuran. 

Saya        :     "Astaghfirullah rumput itu apa ya Alloh," 

Guru      :      "1...2..." Kalau Bu Guru mulai ngitung begini, itu tandanya saya enggak akan selamat, pak.

Guru       :     "TI.....GA!"

CETOK!! Saya diketok pake tuding bambu. Dan itu terjadi berkali kali jaman SMP dulu karena nggak tau kenapa saya susah sekali menghafal kosa kata Bahasa Inggris yang seringnya malah bikin lidah saya kram dan kesleo.

Lalu, kenapa sekarang saya malah menjadi guru Bahasa Inggris? Ceritanya panjang, bu. 

Yang ingin saya ulas sekarang adalah, berangkat dari pengalaman getir nan perih tentang Belajar Bahasa Inggris itu, saya bercita cita untuk bisa menjadikan anak anak didik saya menjadi anak yang mencintai Bahasa Inggris. Toh, Bahasa Inggris itu penting banget!! Kalau Bahasa Indonesia itu adalah bahasa pemersatu bangsa, Bahasa Inggris itu serupa bahasa pemersatu dunia. Salah satu bentuk komunikasi yang harus para generasi muda miliki.

Dan, bagaimana cara menanamkan kecintaan anak anak terhadap Bahasa Inggris? MELALUI SESUATU YANG MENYENANGKAN. Of course. Selama saya menjadi guru Bahasa Inggris, saya bersama teman teman guru sudah mempraktekkan beberapa game yang bisa menjadi media bagus untuk mengajar Bahasa Inggris yang interaktive dan menyenangkan.

Dan setelah saya pikir pikir, sepertinya menarik dan berguna sekali kalau saya bisa menulis game game apa saja yang bisa digunakan oleh bapak ibu guru di blog saya ini. Itung itung biar blog saya ini ada gunanya, toh?

Dan untuk mengawali postingan tentang cara asik belajar bahasa Inggris ini, saya ingin menulis tentang satu game yang baru baru ini kita lakukan.

Apakah itu???????????

TARGET QUESTION!!

Permainan ini sangat bagus untuk mengajarkan tentang speaking skill karena anak anak harus bertanya dan menjawab dalam Bahasa Inggris, tapi dengan cara yang lebih menarik.

Monday, 27 February 2017

"Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya" - Parenting Seminar by Bu Ida S dan Ustadz Agus Sudjatmiko

Setelah gue menghadiri seminar Pra-Nikah di Masjid UI Salemba oleh Kang Abay; seorang motivator pernikahan sekaligus singer lagu lagu Rohani dan Oki Setiana Dewi, kali ini gue menghadiri sebuah seminar yang tak kalah mencengangkan, gaes.

Baca juga Segenggam Pencerahan dari Kang Abay dan Oki Setiana Dewi tentang "Menikah Penuh Berkah"

Gue ikut seminar ini!

Smart Islamic Parenting oleh Bu Ida, S ; seorang penulis tentang parenting

Ustadz Agus Sudjatmiko, bapak dari 8 anak yang 6 di antaranya Hafiz Al-Qur'an


Kali ini gue nggak harus bayar, justru gue dapat undangan dari sekolah tempat gue ngajar. Dan sama seperti kemarin, banyaaaaak sekali hal yang bisa gue pelajari dari sini.

PARENTING! NGURUS ANAK. Apa yang ada di benak kalian tentang ngurus anak?

"Ya elah Mey, ngurus idup gue aja belum bener mau ngurus anak segala."

"Ya udah, urus diri dulu lo deh." Ternyata yang baca ini masih anak kuliah. Ok, fine.

Tapi buat orang yang menginjak 25 taun ke atas dan siap berumah tangga serta meneruskan generasi masing masing, ilmu mendidik anak itu sangat penting.

Friday, 24 February 2017

Segenggam Pencerahan dari Kang Abay dan Oki Setiana Dewi tentang "Nikah Penuh Berkah"

Hari Minggu kemarin adalah salah satu hari bersejarah buat gue. Kenapa? Karena hari sabtu kemarin gue datang di suatu acara yang sepanjang hidup gue, baru kali itu gue datangin. 

Gue datang di acara ini, gaes.....

Image result for seminar pra nikah UI salemba

Ya. Sekarang gue telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang jelas butuh wawasan tentang ini. Dan gue adalah orang yang percaya bahwa segala hal di dunia ini ada ilmunya. Dan karena gue masih terbilang sangat cetek ilmu tentang ini, maka gue mendaftar bersama teman kerja gue, Miss Irma Nurmala namanya. Dengan selongsong niat untuk bisa meraih keberkahan di masa depan, gue mengamini dan mencerna tiap tiap poin yang dikatakan Kang Abhay dan Oki Setiana Dewi.

Pernikahan. Apa yang ada di benak kalian tentang pernikahan? Mungkin bagi kalian yang masih belasan tahun, pernikahan adalah sesuatu yang masih jauuuuuh di sana. Walo beberapa di antara kalian udah punya pacar pun pasti berpikiran, "I have long way to go, I have many adventures to explore." alias belum pingin. Dan bagi kalian yang sudah menginjak 20an masih ada di tahap sedikit pingin, sedikit membayangkan tapi tetep...jalan untuk kalian mengeksplorasi diri masih terbentang. "I want freedom" Karena itu yang gue rasain juga di umur umur segitu.

Tetapi sekarang, gue ada di titik dimana gue udah siap untuk melebur dengan seseorang dan menamai ikatan itu menjadi 'kita'. Gue sudah ada di titik,

Related image
"Oke, I want a marriage, the happy one." 



Dan jelas kebahagiaan yang nantinya akan kita rengkuh nggak serta merta langsung instan ada di depan mata. Karena ini tentang dua orang yang berbeda dari latar belakang, pola pengasuhan sampai pola pikir dan perilaku. Lalu, yang menjadi pertanyaan gue selanjutnya setelah gue sudah yakin dengan pilihan gue untuk siap menikah adalah,

"Bagaimana menjadi bagian dari keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah?"

Thursday, 23 February 2017

Sejumput INSPIRASI ROMANTIS dari Endah and Rhesa


Sabtu kemarin gue ikutan acara Blogger Day Workshop di Mall Kasablanka bareng temen gue, gaes. Dan di situ gue nonton mini concert Endah and Rhesa sebagai penutup acara. Dan itu ciamik abis. Mereka kereeeeeeeeeeeen maksimal walopun mereka termasuk penyanyi indie which is apa apa sendiri. Dan gue yang dulu cuman tahu lagu mereka yang judulnya When You Love Someone. Nih, kayak begini,


Baru kali ini gue tahu penampakan mereka secara langsung. Dan yang bikin gue tercengang adalah ternyata mereka adalah suami istri. (Well, mungkin kalian pecinta musik Indie juga pasti tahu. Gue aja yang kudet kali ya)




Satu kata buat performance mereka : KEREEEEN MAKSIMAL!!! Diguyur lampu sorot dengan bumbungan asap yang menambah syahdu tiap dentingan gitar mereka berdua, gue seakan terhipnotis. Gue jadi mendadak ngefans sama mereka. Gue suka tiap tiap detail, kayak baju yang mereka pake berkiblat retro retro klasik gimana gitu, cara mereka ngetik gitarnya, cara Endah ambil nada nada tinggi yang memekik mekik dan keren tak terhingga, sampai cara mereka melempar pandang satu sama lain. Dan begitu gue pulang dari konser itu pun gue langsung kepo mereka berdua di Youtube. Mereka udah main di banyak acara dan tak jarang di tengah tengah lagu, Endah mencurahkan perasaan cintanya ke Rhesa. Kayak bilang,

"Do you know I love you so, you are so kind and sweet and I won't leave youuu..." Dibuat kayak berirama diiringi petikan gitarnya. Gue yang liat jadi baper. 

Dan dari ngeliat betapa mereka menikmati kebersamaan dan merayakan 'kesamaan' mereka di atas panggung, gue jadi mikir. Keren pasti ya kalau kita punya pasangan yang menyukai hal yang sama dengan kita.  

Thursday, 16 February 2017

SURAT CINTA SIMALAKAMA EPS. 2

PS. Ini adalah mantan calon cerita cerita gue yang ingin gue bukukan 2 taun lalu. Namun, karena tiba tiba hiatus melanda dan gue nggak bisa menyelesaikan cerita cerita berikutnya serta hidup gue makin lama makin nggak selucu itu, jadilah buku itu tinggal harapan dan kenangan saja. Jadi, daripada teronggok di folder, mendingan gue post aja di sini ya, gaes. Selamat membaca!!


Image result for love letter

SURAT SIMALAKAMA EPS. 1


Di dalam bayangan gue, surat cinta itu seperti ini :


Aku suka kamu.
Aku suka kamu.
Aku suka kamu.
Aku suka kamu.
Nilai :
Paraf :

“Lah, lo pikir bikin PR belajar nulis latin di buku tegak bersambung pake berapa kali? Surat cinta itu ehm...pokoknya isinya ada tulisannya aku suka kamu. Lainnya sih bebas, kayak bikin surat yang diajarin bu Demi kemarin” Kata Fita sok ngerti.

“Ya udah nanti pulang sekolah anterin beli kertas binder dua di abang depan sekolah ya..”

Malam itu gue tertegun di sebidang kertas bergambar barbie di sisi kanan dan kiri dengan dominan warna pink bergaris. Gue baru beli nih kertas binder tadi pagi seratus per lembar. Gue sudah mengorbankan 1/5 uang jajan gue buat beli kertas ini. Gue meneguhkan niat untuk bisa mengutarakan hati gue kepadanya. Andai saat itu HP sudah menyemarakkan dunia fana ini, gue pasti SMS ke Fita.

“Fit, gue kira...gue akan melakukannya sekarang....mohon do’anya ya...kalau selama ini gue ada salah, gue minta maaf...”

Lalu gue sadar kalau gue akan nulis surat cinta, bukan surat wasiat.

Gue mulai mencari cari kalimat pembuka yang tepat. Gue bubuhkan kata “To : Budi” di pojok kanan biar keren. Dan gue mulai menulis.

Sunday, 5 February 2017

Titian Sarat Makna Hidup



Seorang teman bertanya padaku,

"Apa kamu nggak takut?"

"Takut." Aku menjawab.

"Tapi, kenapa kamu nekat mencobanya?"

"Bukankah hidup juga menyodorkan sensasi yang serupa? Bukankah segala ketakutan yang menjangkiti hanya akan memaku kita dan tidak membawa kita kemana mana?"

Thursday, 2 February 2017

SURAT CINTA SIMALAKAMA

PS. Ini adalah mantan calon cerita cerita gue yang ingin gue bukukan 2 taun lalu. Namun, karena tiba tiba hiatus melanda dan gue nggak bisa menyelesaikan cerita cerita berikutnya serta hidup gue makin lama makin nggak selucu itu, jadilah buku itu tinggal harapan dan kenangan saja. Jadi, daripada teronggok di folder, mendingan gue post aja di sini ya, gaes. Selamat membaca!!


Image result for love letter

Perihal : Surat Cinta

Dengan cinta,
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Hai...apa kabar?
Kemarin ulangan Matematikanya bisa atau tidak? Aku yang nomor 9 nggak bisa, soalnya aku lupa caranya...semoga kamu bisa ya...
Oh iya, aku mau bilang sesuatu.....”

Itu adalah penggalan awalan surat yang gue tulis saat tubuh jangkung yang cenderung terdiri dari unsur kulit, tulang berkolaborasi dengan kentut ini masih berbalut seragam merah putih. Iye, saat gue SD. Seperti anak Indonesia lainnya, saat saat SD adalah saat dimana hal hal baru bertaburan di hidup gue. Salah satunya adalah tahu kalau monyet itu juga punya cinta, cinta monyet.
Adalah Budi, temen gue sekelas. Kita mulai sekelas saat gue menginjak bangku kelas 4. Tapi, guru gue tiba tiba marah marah,

“Meykkeeee!!! Bangku kok diinjak injak!!!”

Lalu, gue ganti. Kita mulai sekelas saat gue duduk di bangku kelas 4.

“Nahhh, gitu...baru namanya anak sopan....”

Dia lebih tua dua tahun daripada gue, tertampar keadaan kalau dia pernah gagal move on sebanyak dua kali. Gue juga heran, Budi masih kecil tapi move on aja susah. Gue nggak bisa bayangin saat dia beranjak dewasa. Dia pasti nyanyi lumpuhkanlah ingatanku karena dia ngerasa menjadi butiran debu. Tapi, kata buku “Cara Berternak Lele Jumbo” yang pernah gue pinjem di perpustakaan, cinta itu buta. Iye, nggak peduli dia gagal move on dua kali, tak peduli lima kali lima adalah misteri yang belum terpecahkan untuknya, atau pun bacaan en a na es i si adalah bubur, toh jantung gue tetep berdegup kencang tiap kali gue ngintipin dia makan gorengan sambil glesotan. Kadang, gue lihat dia makan gorengan sambil kayang. Tapi, intinya dia mau makan gorengan dengan apapun gayanya, gue yakin minumnya teh Botol Sastro. Dia mau kayak apaaaa aja, gue tetep suka. Nah, itu dia. Itu dia perbedaan anak kecil dan dewasa saat mencintai atau menyukai seseorang.

Selain gagal move on dua kali, Budi juga suka ketiduran di kelas. Bahkan, saking asiknya gue pernah liat dia bikin sungai Amazon mana cabangnya kemana mana. Tiap kali musim pancaroba, hidung Budi berlinangan.

“Buseeet, itu hidung apa air terjun?”

Gue kadang suka bingung saking derasnya. Tapi, Budi emang cowok cool. Sebagai cowok gentleman, dia nggak pernah bawa tissue ataupun sapu tangan. Tinggal dia usap pake punggung tangan, beres semua perkara. Walau pun pada akhirnya gue liat semburat semburat kuning di pipinya. Sisa air terjun yang telah mengering. Tapi, bagaimana pun Budi, di mata gue dia yang terbaek. Apapun yang dia lakukan, dia selalu terlihat ganteng maksimal di mata gue.  Dan kalau saat itu, saat gue kelas 4 SD ditanya perihal,

“Kenapa kamu suka Budi?”

Thursday, 26 January 2017

Ini Soal NAMA episode 3

ni adalah karya gue 2 tahun yang lalu. Saat itu, gue lagi ngumpulin materi buat bikin buku solo bergenre Komedi. Dua tahun berselang, dan si buku tak terlahirkan. Now, daripada mengendap di folder, I'll share all the stories I've made for you!! Happy reading!!


Baca juga Ini Soal Nama Episode 1
Baca juga Ini Soal Nama Episode 2

Tapi ini gue serius banget. Gue nggak pernah bercanda. Nama gue memberikan kesulitan tersendiri. Pernah waktu itu gue magang jadi guru SD selama dua bulan di SD dekat rumah. Saat gue perkenalan, gue memasang muka unyu biar mereka ngira gue seumuran sama mereka. Nanti kita bisa main petak umpet bareng. Gue kebetulan ngajar anak SD kelas satu dan dua. 

“Halloooo selamat pagiii semuanyaaaaaaaa....nama Ibu adalah Ibu Me-ik-ke...Mulai hari ini Ibu Me-ik-ke akan mengajar bahasa Inggris di kelas kalian yaaa...”

Nah, sejak saat itu gue mulai mengajari kalau buku adalah book dan pensil tidak lain tidak bukan adalah pencil kepada anak anak unyu itu. Namun, ada satu hal yang bikin gue geli cenderung nyeri setiap kali mereka manggil gue.

“Bu Mekel, ini huruf apa??” Ucap salah satu murid bernama Ardan sambil menjinjit dan mencoba menyentuh huruf j yang setelah gue liat tampak kayak bentuk cacing kepanasan.


Friday, 20 January 2017

Menyibak Keindahan Hutan Mangrove, PIK-Jakarta Utara!



Gue berada di pucuk perahu, mengamati jejalan pohon Mangrove yang ada di sisi kanan kiri, dan tengah. Mereka mengumpul sedemikian diri sampai membentuk batas di tiap tiap sisi mata angin. Gue seakan ingin merasakan angin yang cenderung sepoi sedikit sambil menahan serbuan panas matahari. Tapi, terik matahari apalah artinya dibandingkan dengan pengalaman yang gue tunggu tunggu ini. Gue pingin membuka lengan lebar lebar dan menghirup nafas dalam dalam; menangkap para angin yang melewati celah celah dahan Mangrove, yang menjalar di akar akarnya dan membelai belai pucuknya. Gue berasa kayak lagi syuting videoklip. Di sekitar gue adalah jajaran Mangrove yang lebat nan rimbun dengan hamparan air kecoklatan bak kolam susu. Ini adalah Jakarta anti-mainstream, gaes!

Image result for hutan mangrove
source

"Udah miss berkhayalnya, gantian dayung nih."

"Baik pak." Gue bubarkan imajinasi lalu segera bergeser dan menyambut gayung dari temen gue. 

Pelan tapi nggak pasti karena kita juga bingung mau sampai mana, perahu mengambang dan berjalan.

"Kanan kanan kanan, awas nabrak pohon..."

"Sekarang kiri tapi mendayung ke depan."

"Awas awas ada perahu. Mundur mundur dayung ke depan sebelah kanan!"

"Direm direm, awas direm!" Dikira kita lagi naik bajaj pakai direm segala. Karena kita semua terlampau awam dalam hal mendayung, baik mendayung perahu maupu mendayung biduk rumah tangga, kita mengalami kesulitan. Tapi, dengan kekuatan bulan persatuan kita bisa mulai menemukan arah tujuan dan cara menghadapinya. Indahnya kebersamaan.

Monday, 9 January 2017

Tulisan Perdana, Setumpuk Asa

Assalamualaikum wr wb, gaes...

Fiuh!! Finally gue nulis juga di tahun 2017 ini, gaes. Gue udah berencana nulis perdana ini dari beberapa hari yang lalu tapi selalu gue urungkan dengan berbagai alasan. Kali ini gue nggak akan nulis cerita tentang travelling gue, atau tentang pandangan gue akan hidup, atau pun cerpen syahdu cenderung kelabu. Kali ini gue akan nulis tentang gue sendiri.

Kali ini gue nulis di lab Bahasa, tempat gue kerja setiap harinya. Hari ini gue udah kelar ngajar 4 kelas dan tinggal menunggu jam pulang. Oh ya, hari ini adalah hari pertama gue kerja di tahun 2017. Dan gue kerja dengan penuh semangat. Semangat yang gue punya ini bukannya tanpa sebab, gaes. Semangat ini di antaranya berasal dari seseorang yang sekarang ada di seberang pulau. Semangat ini tumbuh dari dukungan dari seseorang yang akan menulis cerita cerita berikutnya bareng gue, seseorang yang akan melebur sedemikian rupa dan membentuk masa depan bersama bernama kita. Bahasa gue berat banget ya. Tapi, ini nyata.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...