Saturday, 23 September 2017

MENJAJAL JEMBATAN SURAMADU DAN MENIKMATI MALAM DI TAMAN BUNGKUL-SURABAYA!

Saturday, September 23, 2017 7 Comments



"Mas, tolong foto macam siluet berlatar belakang jembatan suramadu begitu Mas.."
"Kayak begini, Dek?"
"Kok nggak kayak di instagram gitu ya Mas..coba kalau aku hadap sana biar kena cahaya."

"Begini dek?"
"Duh, macam ndak artistik pisan begitu. Kok banyak kerikilnya, nggak ada airnya juga."
"Ingat dek apa kata Mas?"
"Oh iya, ingat. Jadilah orang yang pandai bersyukur. Alhamdulillah sudah sampai di sini ya Mas."
"Ayo mie gorengnya sama kopinya habiskan."
"Baik."
Minggu, 9 Juli 2017

Setelah kami  sholat Ashar di Surabaya Plaza plus mengisi perut demi perjalanan yang belum usai, kami segera menuju ke daerah Tambak Wedi, Kenjeran.


Kali ini kami akan ke pulau seberang. Biasanya orang menyeberang laut menggunakan kapal, tapi kali ini kami akan menyeberang laut, ehm...selat lebih tepatnya, dengan naik sepeda motor.

KAMI AKAN MENJAJAL JEMBATAN SURAMADU!

Ide ini digagas oleh suami. Rasanya kurang lengkap saja begitu kalau udah di Surabaya tapi nggak mencoba jembatan Suramadu. Atas dasar mumpung lagi di sini dan mumpung masih muda, sore itu kami ke Madura dengan melintasi selat Madura via jembatan terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai 5,43 km yang menghubungkan antara Pulau Jawa (Surabaya) dan Pulau Madura (Bangkalan); JEMBATAN SURAMADU!

Wednesday, 20 September 2017

MENJELAJAHI LIMA WISATA ALAM NGE-HITS DI BEKASI BERSAMA AIRY ROOMS!

Wednesday, September 20, 2017 3 Comments


Hello Traveler!!

Apa yang muncul di benak kalian saat mendengar kota Bekasi?
Berdebu? Jauh? Jalanan rusak? Panas dan Macet?

Hm...tunggu dulu, Sobat. Itu dulu. Karena sekarang Bekasi sudah mulai membenahi diri. Bahkan, mungkin tidak sebagian orang tahu kalau di Bekasi ternyata menyimpan banyak wisata alam yang memanjakan mata tanpa menguras isi kantong. Berbeda sekali dengan label Bekasi selama ini, bukan?

Lalu, apa saja sih keistimewaan alam Bekasi yang wajib kita kunjungi?

Monday, 18 September 2017

BAHASA INGGRIS SERU BINGITS! EDISI : "FIND SOMEONE WHO.."

Monday, September 18, 2017 10 Comments
Assalamualaikum wr wb,

Apa kabar Miss? Masih semangaaaat???

Bagaimana sih meningkatkan speaking skill murid murid kita? Plus confidence mereka untuk belajar berbicara dalam bahasa Inggris?

Jawabannya hanya 1, pak.

LET THEM SPEAK.

Cuma yang jadi perkara adalah bagaimana caranya? Nah, itu dia.

Salah satu cara mereka belajar speaking adalah macam interview. Hanya saja interview sendiri ada bermacam macam caranya.

Saya pernah mempraktekkan interview klasik seperti yang ini.


Tapi kali ini saya akan membahas bentuk interview yang berbeda.

Saturday, 16 September 2017

BAHASA INGGRIS SERU BINGITS! EDISI : "INTRODUCTION BERJAMAAH"

Saturday, September 16, 2017 5 Comments
Assalmualaikum wr wb,

"Murid kelas saya itu banyak. Tapi, saya ingin mereka bisa latihan speaking semuanya."

"Saya ingin murid murid saya bisa punya waktu untuk belajar speaking dan listening. Tapi waktu yang ada terbatas."

Oke, bapak Ibu guru. Ada banyak trik mengajar yang bisa kita terapkan saat kita dihadapkan pada :

1. Jumlah murid yang banyak

2. Waktu yang terbatas

3. Tenaga pengajar yang juga terbatas, alias Anda sendiri.

-----

Yang saya yakini adalah belajar itu bukan melulu tentang menulis sepanjang waktu. Jaman semakin berkembang, mencatat dari papan tulis sudah semakin ditinggalkan karena toh kita punya in-fokus. Kita bisa menonton video edukasi, kita bisa melakukan listening exercise, membaca langsung dari pancaran proyektor dan lain sebagainya.

Nah, bagaimana kalau kita ingin murid murid kita aktif, sedangkan kita dihadapkan dengan tantangan di atas??

Semoga solusi ini membantu ya, Bu Ibu!


Wednesday, 13 September 2017

ICIP ASIK PESTA KULINER DI FESTIVAL KULINER SERPONG 2017

Wednesday, September 13, 2017 10 Comments

"Wah, Ta. Aku mau seblak ta!! Eh itu juga ada Pentol Pedes, Ta...Es Duren juga nikmat dan syegar sekaleeeeeh....Ya udah yang pertama aku mau Es Pisang ijo aja!"

Saya jadi gelap mata karena sejauh mata memandang hanya lautan kedai makanan berjuta macam sajian yang saya dapatkan. Tengok ke kanan, kiri, balik belakang atau pun depan lagi. Mau apa? Main course serupa sate Madura dan sate Padang, Kwetiaw siram atau pun goreng, Nasi jamblang, Ayam Betutu, Nasi Goreng, Bakmi dan Mie Ayam serta Bakso dan lainnya bertebaran di mana mana. Masih ditambah lagi macam macam snacks tradisional macam kue cubit, roti bakar es krim (bingung khan, roti bakar kok malah eskrim?), seblak, pentol pedas, otak otak spesial, dan banyak rupa rupanya saling berjajar memenuhi area  parkir selatan Mall Summarecon Serpong.  Food is all around you!!

Saturday, 9 September 2017

MENCICIPI SENSASI BERADA DI LAMBUNG KAPAL SELAM, MONKASEL-SURABAYA!

Saturday, September 09, 2017 28 Comments
"Liat apa dek, macam serius sekali?"
"Wah, cerah kok. Terang. Shine bright like a diamond"
"Apa?"
"Our future. "
"Aamiin"
Kami disambut oleh dua kakak berseragam di pintu masuk sebuah ruangan yang akan baru pertama kali ini kami berdua sambangi. Dan begitu kaki kami melangkah masuk, apa yang kami lihat?

Suasana di dalam agak pengap dengan penerangan yang cenderung temaram walau lampu LED menancap berjajar. Kami masuk ke dalam dinding melengkung dan mengerucut sedemikian rupa dengan ribuan tuas dan panel yang menancap di sekujur sisi dinding. Ada pemutar yang berbentuk macam setir mobil, kabel kabel yang mengular bertubrukan di mana mana, lalu para pipa besi yang juga melengkung di masing masing sisi. Peralatan navigasi bertebaran. Di depan kami terpampang lubang lingkaran sebesar lubang hula hoop yang ternyata menjadi pemisah ruangan demi ruangan. Kami harus melipat badan sedemikian rupa dan merayap barang sedikit untuk bisa sampai di ruangan sebelah. Ruang kerja, ruang baterai 1 dan baterai 2, ruangan mesin listrik, mesin diesel dan terminal mesin, dan ruangan ramping lainnya  saling berjajar di sebuah tempat raksasa berbentuk macam kapsul.  Kami sekarang sedang ada di lambung, sob! Lambung sebuah kapal selam milik Indonesia tercinta!!

Kok bisa???

Jadi, begini ceritanya....

---

THE BEGINNING OF THE STORY : HAD A VISIT TO KENJERAN BEACH, SURABAYA

Minggu, 9 Juli 2017

Hari ini kami sepakat untuk traveling berkeliling Surabaya, di tempat-tempat wisata terdekat saja yang mampu dijamah dengan sepeda motor. Teman baik hati suami bernama Mas Rohman sudah bersedia untuk meminjamkan motornya sehari penuh karena dia akan pulang kampung di hari itu. God is good!

Tapi, kami tak serta merta langsung menuju ke Museum Kapal Selam itu. Bahkan, kami tidak mencantumkan tempat itu sebagai salah satu destinasi kami di bucket list. But, later we know that this place is really worth-visiting!!

Pagi pagi sekali, begitu bangun tidur pace Alfrets sudah ngajakin pergi main. 

"Adek kita pergi main sekarang"
"Kemana?"
"Yang penting ikut saja sudah."
"Baiklah"

Setelah mengambil motor, kami melajukan motor menelusuri jalan Surabaya sampai di sebuah jajaran kedai kaki lima. Sudah banyak orang makan di sana, kami lalu bergabung. Menu pagi ini adalah soto dan susu sapi segar endessss. 

Warung kaki lima rasa bintang lima. Enak, cuk rek!
Selain endes, porsinya juga banyak. Dan berapakah harga soto tersebut? 14ribu plus susu segar seharga 4.500 satu gelas.

Setelah menamatkan sarapan, kami melanjutkan perjalanan ke salah satu destinasi yang sebenarnya destinasi ini adalah yang paling saya inginkan, tapi tidak diinginkan oleh suami.

"Mas, aku pingin ke Pantai Kenjeran."

"Itu jelek Dek, pantainya."

"Nih, di Google bentuknya bagus kok. Tuh, lihat aja."

Image result for pantai kenjeran

"Itu hanya fatamorgana, Dek. Kata Elvis, jelek pantainya. Lebih bagus pantai di Merauke. Nanti aja kalau kamu ke sini lagi ya."

"Kenapa harus nunggu ke sini lagi? Iya kalau ke sini lagi? Kalau ndak? Ah, pace tuh emang nggak  pernah ngertiin aku." Segera saya mengeluarkan jurus pamungkas sambil mata dibuat berkaca kaca.

Tapi, siapakah Elvis? Temukan jawabannya di sini.
Baca juga "Mendadak Panen di Wisata Petik Apel - Batu, Malang "

Lalu, apa yang saya lihat sesampainya di sana setelah membayar 15ribu pagi pagi begini mana mandi juga belum?

Jalan menuju ke tepi lautnya agak jauh dan harus melewati kawanan buaya, Teman, macam Laskar Pelangi saja.

Sebelah kiri saya adalah lapak tempat makan dan ssebelah kanan saya adalah laut. 

"Gimana menurutmu, dek?" tanya suami sambil memandang ke laut lepas dari pinggir pantai yang bahkan bibir pantainya pun tak ada dengan laut berhiaskan sampah mengambang yang airnya bikin bingung.

"Ini laut apa kolam susu plus sereal?"

"Hehe...Ya....kan kalau sudah dikunjungin khan jadi tahu bentuknya kayak apa...hehe...Ya udah ndak papa ya Mas...hehehe"

Dari Pantai Kenjeran akhirnya saya mendapatkan pelajaran hidup nomor 91

"Listen to your husband."

Terimakasih Pantai Kenjeran.

Walau pun banyak kedai makanan dan lapak cenderamata yang berjajar di sepanjang jalan tepat di tepi laut, tetapi banyak sekali sarana prasarana pantai yang terkesan kurang terawat. Banyak sarana bermain yang sudah rusak dan dibiarkan teronggok di sana. Pantainya sendiri juga kurang menarik karena airnya cenderung coklat dengan banyak sampah mengapung. Entah karena kami masuk masih terlalu pagi, tetapi suasana di pantai ini juga sepi. 

Kami sempat ditawari naik kapal menuju ke tengah laut, tetapi kami kurang begitu berminat dan hanya jalan jalan saja di pinggir pantai sambil beberapa kali mengabadikan momen seperti ini.

Berlatar belakang jalan panjang tepat di tepi lautnya.

Kami juga sempat mampir di sebuah patung raksasa yang masih terletak di lokasi Pantai Kenjeran. Patung ini mengingatkan saya dengan Thailand walau pun saya juga belum pernah ke Thailand. Nah, bingung khan?

Patung ini bernama Patung Budha Empat Wajah, sob. Patung ini memiliki 4 wajah yang menghadap ke seluruh penjuru mata angin, dan melambangkan 4 sifat baik sang Buddha, yaitu welas asih, murah hati, adil, dan meditasi. Patung ini digambarkan memiliki 8 tangan, yang melambangkan kehadiran dan kekuatan Sang Buddha. Salah satu dari tangan kanan memegang dada, sedangkan di 3 tangan kanan yang lain memegang cupu berisi air suci, tongkat kebesaran dan cakram (sejenis senjata berbentuk piringan). Air suci merupakan perlambang energi penciptaan semesta. Adapun tangan kiri patung terlihat sedang memegang tasbih, teratai, kitab suci dan kerang. Teratai merupakan lambang kekuatan yang memunculkan alam semesta.




Sayang seribu sayang saat saya dan suami melongok ke sebuah kolam di depan patung itu. Kolam yang dulunya merupakan kolam air mancur kini airnya sudah surut tergantikan oleh buanyak sampah plastik dengan air hijau keruh.

Iyuh.

"Sudah ya pulang."

"Baik, suami. Terimakasih."

----


THE WORTH-VISITING PLACE, PASOPATI SUBMARINE MONUMEN!

Penampakan Monumen anti-mainstream. Begitu masuk, kita berasa kayak di dalam kapal selam, Sob.
Nah, siang harinya setelah mandi dan makan seblak, kami memulai perjalanan. Tiba di Jalan Pemuda kami menyaksikan sebuah bangunan tak biasa tepat di sisi sebuah sungai yang ternyata namanya adalah Sungai Kalimas.

"Waduh, coba kau lihat apa itu Mas?'

"Sepertinya kapal selam itu."

"Oh iya, khan itu ada plang namanya, Mas."


Image result for kapal selam surabaya

Nama kapal selamnya adalah KRI Pasopati 410, Teman. Kapal Selam dengan jenis SS Type Whiskey Class dibuat di Vladi Wosotk -  Rusia pada tahun 1952 digunakan dalam kedinasan TNI Angkatan  Laut sejak 15 desember tahun 1962. Kapal selam itu memiliki panjang keseluruhan 76 meter dan lebar 6,30 meter . Kapal Selam yang 'terdampar' di sisi sungai Kalimas, Jalan Pemuda yang juga dekat dengan Surabaya Plaza ini merupakan kapal selam yang sangat berjasa dalam mempertahankan negara kita. Kapal Selam inilah bersama dengan 10 kapal selam lainnya yang bertempur saat membebaskan Irian Barat tahun 1960.

"Ya udah yuk kita ke sana."

"Yuk."

Cekring!! Untuk menikmati sensasi menjelajahi kapal selam itu, kami hanya butuh dana sebsar 20.000 saja untuk dua orang. Jalan jalan hematt!

Begitu kami berdua masuk ke monumen, saya langsung membayangkan saya sedang berada di kedalaman laut, dikelilingi oleh banyak tuas dan panel di dalam perut Paus karena kalau dilihat lihat dia memang mirip paus raksasa. Suasana di dalam jelas agak pengap dengan penerangan yang agak temaram walau pun lampu penerangan sudah ditancapkan di mana mana.

Apa saja yang bisa kami lihat di dalam??

BANYAK, teman.




Related image

foto para pejabat Komandan KRI Pasopati


Untuk ke ruang selanjutnya harus melewati pintu ala hola hoop dulu, teman.


Image result for monumen kapal selam




Sambil berjalan menuju ke kepala kapal selam, banyak ruang ruang kecil yang kami jelajahi. Di dalamnya banyak terdapat panel-panel dan tuas sebagai peralatan dan perlengkapan kapal selam. Selain itu juga terdapat peralatan navigasi, Ruang kerja, tempat tidur kru kapal selam yang cukup kecil dan bersusun, dapur , Ruangan Baterai I dan baterai II, Ruang Mesin Listrik, Mesin Diesel dan terminal Mesin, dan sebagainya. Ada juga Ruangan Komandan yang cukup sempit  berukuran sekitar 2 x 1,5 meter dengan hanya ada dipan, lemari, meja dan kursi di dalamnya.

Suami juga sibuk meneliti benda benda sambil membaca tulisan tulisan yang ada di permukannya. Tak lupa dia juga sibuk mengarahkan gaya.

"Ikuti aku..."

"Ke sini kalau bisa..."

"Tapi Mas, ini kapal selam kan harusnya dia di dasar lautan. Lha dia kok bisa sampai di sini gimana caranya ya?"

"Ini misteri, Dek."

Kami kemudian berpikir keras.

Dan ternyata butuh perjuangan sangat luar biasa untuk bisa mengantarkan para rakyat Indonesia untuk menikmati sensasi masuk ke kapal selam ini. 

KRI Pasopati harus dipotong menjadi 16 bagian dan selanjutnya dibawa ke area Monkasel (Monumen Kapal Selam) kemudian dirakit kembali menjadi sebuah monumen. Niat sekali, bukan??

Dan kita juga harus berbangga hati karena Monkasel di sisi Sungai Kalimas ini disebut-sebut merupakan Monkasel terbesar di kawasan Asia. Bahkan pengelola wisata dan pemandu dari Turis Information Centre Surabaya, Sultan mengatakan yang memiliki museum kapal selam, kurang dari lima negara di dunia.

WOW WOW WOW!!

Kami keluar dari lambung Kapal Selam Pasopati denga hati gegap gempita.

sudah selesaiiii....

Eits, tapi area ini tidak hanya menyodorkan sensasi masuk ke dalam kapal selam, tapi kami juga bisa melihat video dokumenter tentang Kapal Selam ini lho. Dan jangan sampai dilewatkan karena tiket masuk ke theaternya GRATIS.

Image result for monumen kapal selam
source

Tak hanya menonton sejarah kapal selam saja, tapi kami juga bisa duduk duduk tepat di tepi sungai Kalimas sambil bercengkrama menunggu Ashar. Sangat berbeda dengan Pantai Kenjeran, sungai Kalimas ini sangat bersih. Bahkan, sesekali kami bisa menangkap keberadaan ikan ikan kecil yang berenang di permukaan sungai. Udaranya juga tidak terlalu panas, kok. 

Sungai bersih dengan banyak tempat duduk di tepinya. Cucok sekali

Fasilitas lainnya :

Kolam renang untuk anak anak

Playground.
Museum kapal senam ini memang children-friendly alias ramah anak.
Bisa banget untuk wisata keluarga. Ilmu dapet, keseruan pun dapet :D

Tapi, karena kami masih berdua saja, kami menepi di tepi sungai sambil mengumpulkan memori.


Sambil liat sungai, sambil ngobrol ngobrol. Syahduuuu


"Ternyata ke museum/monumen seru juga ya Mas."

"Iya to. Bisa menambah wawasan kita."

"Dulu aku juga pernah ke Museum anti-mainstream yang ada di Jogja."

"Apa itu?"

"Museum Dirgantara. Museum pesawat dan kendaraan perang Angkatan Udara."

Baca juga "Mencoba Terbang, Museum Dirgantara - Jogjakarta " 

"Eh, sudah Ashar. Mampir makan ke Surabaya Plaza sekalian sholat di sana ayo. Nanti habis itu kita lanjutkan perjalanan."

"Kemana Mas?"

"Kita mau ke MADURA!"

"Wowwww..."

Lalu kami berjalan keluar dan menuju Surabaya Plaza. Lalu, bagaimana caranya kita ke Madura sore sore begini ya?

MISSION COMPLETED. MOVE TO THE NEXT  MISSION!


-Bersambung-

Salam jalan jalan,




References :
http://www.kompasiana.com/jelajah_nesia/serunya-berwisata-di-monumen-kapal-selam-surabaya_5529969af17e617f0ad623e1
http://travel.kompas.com/read/2017/06/22/142100627/monumen.kapal.selam.surabaya.bukti.kejayaan.maritim.indonesia

Friday, 8 September 2017

BAHASA INGGRIS SERU BINGITS! EDISI : "HAPPY FAMILY GAME"

Friday, September 08, 2017 15 Comments


Asslamualaikum wr wb :)

Apa yang bapak dan Ibu bayangkan saat bapak ibu mendengar kata "Happy Family?"

Saya membayangkan keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, satu putra dan putrinya yang hidup bahagia. Happy Family yang ideal biasanya terdiri dari empat anggota keluarga inti itu. Dan mungkin filosofi ini juga yang kemudian memunculkan game yang satu ini, Miss. 

Yap, kali ini saya akan menceritakan tentang sebuah game yang betul betul disukai oleh murid murid saya. Sebut saja Gyan (salah satu murid "School of Human" yang saya ajar di sebuah lembaga les Bahasa Inggris)

"Miss, please play Happy Family Game miss....play ya miss...pleaseeeeeeee...." Dia merajuk.

Atau dengan murid saya yang lain, Sashi. Dia adalah murid private saya yang bersekolah di Al-Azhar. Tiga puluh menit terakhir di sesi les, saya lihat dia sudah tidak bergairah. Lalu, saya mengeluarkan tumpukan kartu dari tas.

"Ok, Sashi. Do you want to play?"

"What's that?"

"HAPPY FAMILY!!"

"YEAAAAAYYYYYY!!" Bola matanya membesar, tanda bahwa dia sekarang menjadi penuh semangat. 

Nah, ada lagi murid saya yang bernama Raffi dan Naufal. Mereka juga murid saya di salah satu lembaga bimbingan belajar. Mereka bersekolah di Al-Jannah School. Tiap kali mereka malas belajar, mereka seakan menodong.

"Happy Family aja lah Miss..."

"Okeeeeyyyy..." Di sela sela bermain, mereka akan riang gembira dan mengganti kata 'happy family' tiap kali mereka berhasil menemukan 4 kartu dengan topic yang sama dengan 

"MISS, HOREEE....HAPPY HOLIDAAAAYYYY!"

Sambil menyusun keempat kartu yang berhasil dikumpulkan.

"Yowes, sakkarepmu.." ucap saya dalam hati. 

See? Happy Family Game telah membuat pekerjaan kami sebagai seorang guru itu terasa lebih indah dan menyenangkan. Apalagi yang bisa membuat kami riang gembira kalau bukan melihat murid murid juga riang gembira??

PERMAINAN MACAM APA INI?

Penampakan kartu kartunya, Pak.

Ini adalah permainan yang menggunakan modal, bu. Kalau games lain yang pernah saya bahas di sini hanya bermodalkan semisal papan tulis dan marker saja, nah ini adalah game yang membutuhkan modal lumayan. Pertama kali saya mendapat inspirasi permainan ini adalah dari web yang akan saya share nanti. Huehehehehe...

Jadi, keberhasilan game ini adalah saat murid mampu mendapatkan empat kartu dengan topik yang sama yang tertera di atas gambar, di masing masing kartu. Caranya bagaimana???

CARA BERMAIN

1. Suruh anak anak duduk melingkar. Berdasarkan pengalaman, permainan ini idealnya dimainkan oleh 3-7 murid. Kalau hanya 2 terasa tidak seru dan kalau terlalu banyak akan bosan karena giliran bermain per murid menjadi lama.

2. Kocok kartu yang sudah disiapkan. Nah, Ide pertama kali datang dari sini, bapak ibu.

FOOD AND DRINK HAPPY FAMILY
Lalu, kami mulai memutar otak dan menciptakan kartu happy family sendiri. Topiknya pun bisa lebih bervariasi, semacam nama nama hewan, karakter kartun, baju, tempat umum, atau negara/tempat dan karakteristiknya seperti yang akan kami mainkan sekarang.

Dan kartu happy family kali ini telah diciptakan oleh Miss Ayu dan Ms Nyndia! Dan memang di zaman dengan perkembangan teknologi dan metode mengajar yang berubah cepat seperti sekarang ini, kita juga dituntut untuk menjadi guru yang up-to-date. Oke sip

3. Bagikan kartu yang sudah dikocok ke masing masing pemain. Satu pemain mendapat 4 kartu.

4. Nah, now game begins!! Setelah scissors-rock-paper alias pingsut, murid pertama yang menang akan mulai bermain.

"Do you have a Fried Chicken from Washington?"

Di kartu mereka, mereka akan mendapat topik tertentu, semisal Washington. Nah, akan ada empat pilihan di sana yang merupakan karakteristik dari topik tersebut, dan pilihan dengan font berwarna merah adalah apa yang mereka punya. Itu berarti mereka harus mencari 3 poin lagi yang mereka belum punya. Serupa ini :

Nah, karena yang dicetak merah itu adalah "Apple Pie" plus gambar Apple Pie di atas, berarti yang saya punya adalah Apple Pie dan saya harus mencari tiga lainnya yaitu, White House, Lincoln Memorial, dan Fried Chicken biar bisa jadi Happy Family. 

5. Kalau teman yang lainnya punya kartu yang ditanyakan, temannya harus memberikan kartu tersebut, dan bila tidak ada yang punya kartu tersebut, penanya harus mengambil satu kartu di tumpukan kartu yang disediakan di depan mereka.

Kalau teman yang lain punya, kasihkan ya...
Kalau nggak ada yang punya berarti harus ambil satu kartu dari tumpukan kartu.

Sampai sini paham ya, Pak? Coba konsentrasi lagi kalau masih kurang paham dan baca ulang :D

6. Nah, permainannya akan serupa itu dan gilirannya akan diulang secara memutar. Selain mendapatkan vocabulary baru, mereka juga harus menyiapkan strategi lho, Bu. Permainan ini mengajarkan mereka untuk berpikir kritis.

Misal ada kartu dengan topik :

WASHINGTON ==>  White House, Lincoln Memorial, Fried Chicken, Apple Pie.

A : "Wah, gue punya kartu Fried Chicken sama Apple Pie nih..." (batinnya)

B : "Do you have White House?"

ALL : "NOOOOO...."

A : "Oh jadi dia lagi nyari White House. Itu berarti dia pasti punya Lincoln Memorial...Hahahaha.."

Pas giliran si A...

A : "B, Do you have Lincoln Memorial?"

B : "Loh, kok tau?? Kamu ngintip kartu aku ya?"

A : "Nggak. Aku nebak pake tenaga dalam"

See?? Critical thinking....

Permainan ini juga mengajarkan kejujuran lho, Bu. Bisa jadi khan pas temennya tanya...

"Do you have Gamelan from Jogjakarta?"

Semuanya bilang NO padahal salah satu dari mereka ada yang punya itu kartu. Tapi bilangnya nggak. Jadi, sebelum permainan make sure kalau anak anak itu harus jujur.

"Guys, but before we play this game, you have to promise me that you MUST be ho.....????"

"NEEEEESSSSTTTT...." jawab anak anak serentak.

"Iya, karena walau pun semuanya nggak bisa melihat masing masing kartu kalian, tapi ada yang Maha Melihat. Dan ada juga yang mencatat. Raqib di pundak kanan kalian, Atid di pundak kiri kalian. Understand?"

"UNDERSTAAAAAAAND"

Karena saya mengajar di sekolah bernuansa islami saya menggunakan malaikat pencatat amal baik dan buruk sebagai pengingat. Bisa lebih general lagi kalau mengajar murid yang berbeda keyakinan. Ya, dibuat sesantay dan se-mengenanya aja Bu.

Itu dia murid murid soleh solehah saya, Pak.


7. Pemenangnya akan ditentukan dengan banyaknya happy family yang mereka kumpulkan! 

I've got two happy families! They are New York City and Manado!! Yeayyy

FOLLOW UP GAME!!

Apa itu follow up game?? Semacam game extra setelah Happy Family Game selesai dimainkan.

Serupa ini, bu!

video


Nah, jadi gurunya sekarang akan mengadakan quiz dadakan tentang vocabulary di dalam Happy Family tadi.

Teacher : "Ok. I'll mention one of the options and you have to mention the topic as fast as possible. One point for the one who can answer correctly!"

Kira kira yang jawab bener siapa yang ngaco siapa nih, Pak?

Jadilah secara nggak sadar wawasan dan kosa kata mereka berkembang. Mereka jadi tahu kalau Empire State Building it berasal dari New York City, atau date yang ternyata artinya kurma itu berasal dari Mecca. See??

We teach vocabulary, critical thinking and characters at the same time!!

Jadi, mau mencoba membuat sendiri, Bapak Ibu guru? DIJAMIN SERU!!

SEMANGAT MENCERDASKAN KEHIDUPAN ANAK BANGSA,








Sunday, 3 September 2017

REFLEKSI EMPAT TAHUN MENGAJAR

Sunday, September 03, 2017 7 Comments
Assalamualaikum wr wb Bapak Ibu Guru,

2 September 2013, empat tahun yang lalu. Saat itu saya ingat benar hari pertama saya masuk kerja untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Berniat kuat untuk bisa kerja jauh dari rumah dan hidup secara mandiri, saya meloncat di provinsi lain, teman. Akhirnya masih bergelar 'fresh graduated', saya diterima di salah satu English Course di Cibubur. Dan mulai hari itu, banyak pengalaman yang akhirnya mengubah cara berpikir, cara hidup,cara bersosialisasi dan cara mengajar saya tentunya.

Hari pertama dalam melakukan apapun, pasti menjadi hari terberat. Saya juga ingat betul di hari itu saya menelepon teman saya dan menangis sepulang kerja. Karena apa? Karena saya baru saja mengajar dua anak kecil. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mengajar anak SD kelas satu, dua biji. Yang satu cowok dan lainnya cewek. Di tengah tengah saya mengajar, eh yang cewek matanya berkaca kaca, sedangkan yang cowok malah bobo'an dan sedang akan bobo beneran. Karena saya terlalu berambisi untuk bisa melakukan apapun dengan hasil sesuai harapan, dan kenyataan ini jauh dari harapan, pulang ngajar saya justru yang menangis.

Dan empat tahun kemudian, saya mengajar di salah satu sekolah islam dan saya mengajar adek adek imut kelas 1, 2, dan 3. Jika empat tahun yang lalu saya hanya mengajar dua anak saja dan saya menangis setelahnya, sekarang saya mengajar 20 anak per kelas. Dan apakah saya menangis??

Saya sangat bahagia, teman. Melihat mereka bernyanyi, lalu menebak nebak gambar yang saya perlihatkan, atau berjoget dengan penuh semangat, atau mampu menjawab soal soal dari saya sangat membahagiakan. Hidup saya berwarna karena setiap hari mengajar mereka. Lalu, apa bedanya saya empat tahun yang lalu dan saya empat tahun setelahnya??


PENGALAMAN.

Pengalaman mengajarkan saya segalanya, teman. Dari pengalaman demi pengalaman, saya belajar banyak hal; dari tidak bisa menjadi bisa dan terbiasa, dari tidak suka menjadi cinta, dari tidak percaya diri menjadi yakin mampu dan bisa. Bahkan, pengalaman empat tahun ini juga mengajarkan hati saya untuk lebih tegar dan kuat.

Empat tahun. Ini adalah tahun yang tergolong masih sangat pemula dibandingkan dengan teman teman saya yang bahkan sudah mengajar lebih dari sepuluh tahun.Bahkan, mereka sudah menjadiguru saat saya masih menjadi murid. Namun, sungguh, teman. Empat tahun ini adalah empat tahun yang sangat berharga dalam pengembangan karier saya.

Bila ditanya,

"Dari banyak hal yang bisa kamu lakukan, hal apa dalam hidup kamu, yang paling bisa kamu lakukan menurutmu?"

"Mengajar."

Beberapa tahun yang lalu, salah satu keinginan saya adalah bisa mengajar SEMUA LEVEL. Saya ingin bisa mengajar anak anak, remaja, remaja tanggung, dan dewasa. Empat tahun kemudian, saya pernah mempunyai pengalaman mengajar balita, murid SD bawah, murid SD atas, anak SMP dan SMA, juga mengajar pekerja, beberapa di antaranya adalah ibu ibu yang bekerja sebagai CS di sala satu tempat wisata terkenal di daerah Cibubur, dokter di salah satu rumah sakit, dan juga bapak bapak yang akan tinggal di luar negeri dan membutuhkan Bahasa Inggris untuk daily conversation nanti.

Bahkan, saat saya masih menjadi anak kuliah semester akhir, saya nekat mengajar bapak bapak dari Perusahaan Jamu di Ungaran. Saya mulai mengajar sejak pertengahan kuliah. Saat itu,  beliau akan test TOEFL untuk mengejar beasiswa S2. And I made it!!

Menjadi guru,buat saya, tidak hanya mengajarkan tentang cara mengajar itu sendiri, tetapi juga mengajarkan saya banyak hal daripada itu. 

Saya pernah ada di masa masa bingung harus bersikap seperti apa dengan teman sesama guru yang culas, saya pernah ada di masa penuh kebaperan karena diperlakukan dengan tidak baik. Tapi, saya bersyukur. Dengan banyak pengalaman tak mengenakkan itu, saya jadi belajar.

Belajar untuk mengendalikan hati dan belajar untuk tidak membiarkan sembarang orang menyakiti hati kita. Karena toh tidak ada satu orang pun yang bisa menyakiti hati kita kecuali bila memang kita mengijinkan orang itu untuk melakukannya. And I won't let people to do so over and over again.

Dari pengalaman itu juga, saya tahu bagaimana cara mengatasi teman temen seprofesi. Saya tidak baper lagi. :)

Karena toh gesekan gesekan dalam melancarkan tugas sebagai sesama pengajar pasti sudah biasa terjadi. 

Sekarang, empat tahun dari hari pertama mengajar yang diwarnai gundah gulana tak terhingga itu saya dipercaya menjadi koordinator guru Bahasa Inggris SD periode tahu ajaran 2017/2018. Jobdesk saya adalah membuat program peningkatan pembelajaran Bahasa Inggris selama setahun ke depan untuk anak anak SD beserta gurunya. Saya mengajar anak anak SD dan saya juga mengajar materi Bahasa Inggris seperti Grammar, Speaking, dan lain lain untuk wali kelas dan guru kelas SD setiap Selasa pagi. Dan ini adalah tahun kedua saya mengajar di sana. Setelah dua tahun yang lalu, saya tidak dipercaya menjadi koordinator sebuah Les Bahasa Inggris.

Apa yang ingin saya katakan sekarang dan menjadi pelajara hidup saya nomor 3 adalah, 

"JANGAN PUTUS ASA. Yakinlah pada diri kita,walau orang lain tidak. Dan akan tiba saatnya, Alloh akan menggantikan keyakinan dan kesungguhan itu berlipat lipat ganda. "

Dan bila saya menengok lagi ke belakang, saya belajar untuk berpikir positif.

"Mungkin, saat itu saya memang kurang cakap menjadi pemimpin. Dan teman saya itu lebih ideal untuk menjadi seorang koordinator. And it's ok. I'll struggle more then"

Dan bahkan, saya bersyukur. Andaikan saat itu saya yang menjadi koordinator karena saya yang lebih lama bekerja di sana, sedangkan koordinator baru itu (yang kemudian menjadi sahabat saya dan bahkan dia juga yang memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan di sekolah saya sekarang) yang baru enam bulan dengan pengalaman mengajar yang hampir sama karena toh kami seusia dan saya lulusan Pendidikan Bahasa Inggris sedangkan dia tidak, bisa jadi saya jadi tidak punya ambisi untuk mencari lahan mengajar yang lain dan sampai sekarang saya masih mengendap di situ.

Nyatanya, setelah itu, saya mengajar dengan sungguh sungguh dan akhirnya diterima di salah satu Sekolah swasta dengan pendapatan yang juga alhamdulillah lebih dan kepercayaan yang lebih. 

See?

Dari mengajar dan menjadi guru, saya belajar banyak hal dalam hidup ini. Diremehkan dan dipercaya bisa jadi hanya berbatas lapisan tipis saja. Maka, jangan menyerah dan tunjukkan!!

Bukan tunjukkan pada orang tentang bagaimana hebatnya kamu sebenarnya,tapi buktikan dan tunjukkan kepada dirimu sendiri bahwa kamu bisa berkembang. Hidup terus berjalan, dan kita harus berkembang, teman.

Empat tahun pertama ini adalah empat tahun yang luar biasa untuk saya. Dan inshaAllah akan ada empat tahun empat tahun berikutnya dengan pencapaian yang lebih dan lebih lagi. Semoga suami akan terus mendukung dan Allah akan terus merihoi saya untuk bisa ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Aamiin Ya Rabb,

4 years ago

4 years later :D


SEMANGAT MENCERDASKAN KEHIDUPAN ANAK BANGSA,







Sunday, 27 August 2017

Mendadak Panen di Wisata Petik Apel - Batu, Malang!

Sunday, August 27, 2017 8 Comments
"Dek, coba kau pose sok sok ketawa tapi candid begitu kayak yang lagi ngehits."
"Begini Mas?"
"Oke sip."
Hawa dingin tidak menghalangi niatan kami untuk turun dari mobil.  Lalu kami ke sebuah kebun. Tapi ini kebun bukan sembarang kebun. Begitu masuk,  di depan kami banyak jalan setapak yang mengular di sela sela rimbunan pohon apel dengan apel hijau yang menggelantung di segala sisi. 

"Wah, keren ini Mas."

Depan, belakang, sisi kanan dan kiri dijejali dengan banyak pohon berbatang rendah dengan banyak apel saling menggelayut di masing masing dahan. Hijau ranum berkilatan. Udara yang sejuk dan pemandangan yang indah di segala penjuru memberikan sensasi tersendiri untuk kami hari ini. Apalagi perkataan bapak penjaga kebun ini, 

"Di sini boleh petik apel sendiri lalu makan buah apel sepuasnya, Mas..." Bapak penjaga kebun jelas saja mampu membuat bibir suami saya mengembang. Kami lalu dibekali dengan plastik untuk tempat hasil panen. 

"PARTY TIMEEEEEEEE!!!!" 



Apalagi saat kami menemukan satu kebun lagi di sisi kiri kebun apel. Kebun yang seolah olah melemparkan kami sekonyong konyongnya ke Jepang. Eits, tapi ini Indonesia teman, bukan Jepang. Ijo royo royo, Gemah ripah loh jinawi. Lihat saja bunga bunga cantik bertabur warna pink dan putih yang menguncup beberapa dan mengembang di antaranya. 

"Let's freeze the moments of our youth, Mas"

"Iyo, dek. Alhamdulillah" Lalu dengan bantuan Kak Erna, kami bisa membekukan kebersaman di kebun bunga apel.



Tapi, siapakah Kak Erna tersebut??

Mari kita bahas bersama sama.

----- 


THE JOURNEY HAS BEGUN.....


Kamis, 6 Juli 2017

Dengan mengemban misi mengantar suami tinggal sementara di Surabaya demi masa depan yang lebih cerah, setelah tamat melakoni drama kabut maut kemarin di Dieng,


kami pamit Bapak Ibu untuk meneruskan petualangan kami ke Surabaya. Suami berangkat dua hari lebih cepat disusul saya. Dan begitu sampai di Surabaya, saya diajak silaturahmi dan menginap di sahabatnya yang memang sudah lama tidak bertemu. Namanya Elvis Presley. 

Mari kita dendangkan lagu "Can't Help Falling in Love". Tapi saya serius. Nama sahabat suami saya itu memang Elvis Presley. Kalau Elvis Presley yang kita kenal adalah "The King of Rock and Roll", kalau si masnya adalah "The King of Small Family" karena dia ternyata baru saja menikah dan akan segera punya dedek bayi imut.

Sarapan dulu kita.
"Terimakasih untuk Mas Elvis dan Mba Linda serta Bapak Ibu sudah mengijinkan kami menginap. See you again next time!!"


Dan keesokan harinya, kami segera menuju ke Mojokerto by train.

Ngopi dulu di stasiun sebelum naik kereta.

Untuk apa ke Mojokerto?? Untuk menuju rumah teman suami yang lain. Ini saya juga bingung perasaan teman suami ada di mana mana. Namanya kak Erna. Bahkan, kami juga dijemput oleh sepupu Kak Erna, bernama kak Eko. Tak hanya dijemput, kami juga diajak ke Puncak Mojokerto demi menyantap rawon special yang saya rasa cuman ada di Mojokerto saja. Rawon biasanya berkuah hitam pekat dengan irisan daging sapi keci kecil. Lah kalau ini gaes, nggak cuman daging saja tapi setulang tulangnya alias iga yang gedenya hampir melampaui mangkoknya. Bayangkan, betapa maknyus sekali hidup kami berdua. Sudah dijemput di stasiun, diajak jalan jalan mana ditraktir lagi.

Tornuwun nggih, Mas dan mbak...

Sampai di Mojokerto langsung makan rawon Daplang bersama Mas Eko dan teman temannya.
"Tornuwun Mas dan Mbak.."

Sesampainya di rumah Kak Erna, kami disambut hangat di sana dan diperbolehkan untuk menginap dua hari. Alhamdulillah



Nah, dan berkat Mama Kak Erna ini juga kami bisa menginjakkan kaki di Batu, Malang dan memetik apel sepuasnya!! Panjang khan ceritanya....

---

THE REAL JOURNEY

Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya sehingga tak heran jika negeri ini juga menyimpan sejuta tempat wisata yang indah. Tempat wisata petik apel Batu adalah salah satunya, teman. Kota Batu terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya 15 km sebelah barat Kota Malang.
Kota ini merupakan wilayah pegunungan yang mempunyai udara yang sejuk dengan suhu udara rata-rata 15 sampai 19 derajat celcius. Pemandangan alamnya yang indah merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal, luar kota, maupun asing.
Nah, bersama dalam satu mobil, kami berangkat menuju ke Batu, Malang sekitar jam 2 siang di hari berikutnya. Memang, perjalanan Mojokerto-Malang hanya memakan waktu sekitar 1-2 jam saja. Serunya lagi adalah kami bisa menyusuri jalan berkelok kelok dengan tebing  di sisi kanan dan kiri, lalu bukit yang saling mencuat di kejauhan. Kami juga melintasi sebuah jembatan dengan air terjun tepat di samping kanan kami!! Begitu kami menengok ke kiri, lereng menganga dengan banyak pohon di antaranya. Syahdu banget pokoknya. Nggak heran banyak motor yang parkir sembarang di situ demi mengabadikan momen foto di depan air terjun cantik.

Uniknya lagi, kami sering mampir untuk sekedar menyapa teman teman kami di pinggir jalan.

Salah seorang teman sedang santay di pinggir jalan.
Kami melanjutkan perjalanan melintasi kebun kebun sayur dengan jalan yang masih berkelok kelok super curam. Bahkan, saya sampai pusing. Untunglah sebelum saya -muntah- mengeluarkan hal hal yang tidak diinginkan, kami sudah sampai di salah satu kebun apel yang apelnya sedang berbuah. Jelas kami bisa melihat dari pinggir jalan karena kebunnya berada di terasering yang lebih rendah dari jalan raya.

Ada dua kebun, satu kebun dengan apel hijau, dan yang lain adalah kebun dengan apel merah.

"Lebih manis yang hijau lho malahan, Bu. Yang merah itu ada asam asamnya"

Ah, bisa aja mbak yang jualan. Mentang mentang kebun apel hijau yang punya dia. Okelah Mbak, kami lalu masuk ke kebun apel hijau.

Cekring!!!!

Untuk masuk plus petik plus makan buah sepuasnya, kami hanya dibebani biaya sebesar 15ribu saja!!!! Nanti hasil panen kami juga hanya seharga 15ribu/kilo saja. Extremely cheap!

Penampakan para pohon apel.
Sebelum masuk, kami dibekali plastik untuk menyimpan buah apel hasil petikan. Dan tugas ini saya percayakan kepada suami karena sepertinya dia yang lebih fasih dalam hal pilih memilih. Tugas saya hanya memfotonya memetik buah apel. Oke sip.

Pilih apel aja serius bingit apalagi pilih yang lain ya.
Tanpa babibu, suami langsung sigap memilah milah apel dari pohonnya langsung lalu memetik beberapa di antaranya. Satu apel langsung dia makan, dan beberapa dia masukkan ke dalam plastik. 

"Nih, coba. Enak dek."

Keras. Satu hal yang paling saya ingat dari apel malang. Dia keras sekali sampai gigi saya susah gigitnya. Tapi, makan apel langsung dari pohonnya memang memberikan sensasi tersendiri, jauh lebih segar dan juicy.

Kami mulai menyebar. Kak Erna bersama Mama Kak Erna dan keponakannya, sedangkan saya jelas bersama siapa lagi kalau bukan suami saya. Haha. 

"Biar nggak masam, coba pilih yang kulitnya mengkilat Mas. Nih, seperti ini. Ini pasti manis." Ucap Pak penjaga kebunnya.

Nah, di sini kalian juga pasti akan dijelaskan mana buah yang sudah matang dan mana buah yang belum. Jadi, inshaAlloh nggak akan salah pilih.

Mama Kak Erna sibuk memilin dan memilih apel mana yang sekiranya manis. Dan cucunya sibuk berfoto di sela sela pohon apel. Sedangkan suami saya sibuk makan buah apel. Pak penjaga kebun sibuk memetik apel banyak banyak demi kilogram yang berat dan untung yang banyak. Kalau saya? jelas sibuk memfoto mereka.


Bersama keponakan, Mama Kak Erna, dan Kak Erna di sela sela 'panen'

Pak penjaga kebun yang sibuk milihin apel buat kami

"Nah, di sini kita bisa petik langsung makan. Saya sudah makan banyak :D"
Memang, tempat wisata paling terkenal di Kota Batu dan paling banyak diminati adalah tempat wisata petik apel Batu. Buah apel bahkan sudah menjadi ikon di Kota Wisata Buah Apel ini. Rasanya tidak lengkap jika berkunjung ke Malang atau Kota Batu tanpa melakukan wisata petik apel. Perkebunan apel di Kota Batu dikelilingi oleh pegunungan sehingga menyajikan pemandangan alam yang asri serta udara yang sejuk. 


Apel apel ranum yang siap dipetik membuat kami berdua riang gembira!
Puas memetik apel, kami move on ke sebuah kebun yang pohon pohonnnya masih berbunga. Indah sekali!

Saya jadi berasa sedang berada di Jepang, bersamaan dengan para bunga sakura walau pun sekali pun juga belum pernah lihat bunga Sakura. Tapi bunga apel memang indah banget, gaes. Mereka bergerombol di masing masing dahan dan menjalar di sekujur pohonnya, memberikan sentuhan warna pink-putih di sela sela hijau daun. Indaaaaahh!!



Well, this place is so instagramable! Tak ingin rugi, kami mendadak jadi model dengan fotografer andalan, Mas Alfrets.


Flowery hearts in a flower garden. Alhamdulillah

Apel sudah di tangan, saatnya pulaaaaang!!
Selesai berfoto dan memetik buah, kami memutuskan untuk segera kembali ke mobil. Sebelumnya, kami harus menimbang hasil petikan kami. Well, apel milik kami yang paling berat, teman. 4 kilogram!! Tapi kami hanya perlu merogoh kocek sedalam 6oribu saja. Yuhuuuuu!!!!

WHAT DID WE GET FROM THIS JOURNEY?

Sore itu kami pulang lagi ke Mojokerto, rumah kak Erna dengan suka cita. Kami juga sempat mampir di sebuah kedai makan nasi jagung yang endesss banget. Pengalaman memetik buah apel ini adalah pengalaman pertama untuk kami berdua.

Dan perjalanan kali ini membawa pelajaran hidup nomor 78 
"Berusaha untuk berbuat baiklah pada sesama, maka kebaikan akan selalu datang menghampirimu."

Betapa orang orang baik di sekeliling kita itu nyata adanya. Dan pengalaman yang paling berharga dari jalan jalan kali ini adalah bisa bertemu dan bertukar cerita serta berbagi moment bersama mereka yang lalu saya coba abadikan di sini dan saya ceritakan kembali kepada para pelita hati esok hari.

----------

"Nduk, Nang. Dulu bapak sama ibu itu suka jalan jalan. Nih lihat, Ibu sama Bapak pernah jalan jalan ke Surabaya dan Malang."

"Kok bisa Bu?"

"Iya berkat orang orang baik macam Om Elvis dan Tante Erna ini. Makanya, banyak banyak lah berbuat baik. Alloh pun menyuruh kita untuk berlomba lombalah dalam kebaikan. Niscaya kita juga akan dikelilingi oleh orang orang baik juga, InshaAllah..."

"Super sekali Ibuku ini."

"Iya, diajari sama Bapakmu."

Saya sudah tidak sabar melakukan percakapan jenis ini. :D


---------

Bagaimana man teman??? Seru khan?

Nah, kalau kalian sedang mengunjungi kota Malang, harus banget nih mampir ke Wisata Petik Apel Malang dan nikmati sensasi menjadi petani apel dadakan.

Makasih pak sudah bantu pilih pilih apel malang nan manis. Semoga sehat selalu :)


Salam jalan jalan,







Preference :
http://www.naturalsunrisetour.com/kusuma-agrowisata-wisata-petik-apel-di-kota-batu