Tuesday, 29 November 2016

INI SOAL NAMA eps 2



Ini adalah karya gue 2 tahun yang lalu. Saat itu, gue lagi ngumpulin materi buat bikin buku solo bergenre Komedi. Dua tahun berselang, dan si buku tak terlahirkan. Now, daripada mengendap di folder, I'll share all the stories I've made for you!! Happy reading!!

Baca Juga Ini Soal Nama Eps. 1


 Like father, like daughter. Ayah gue ternyata nggak belajar dari pengalaman. Saat gue lahir, dengan serta merta Ayah gue bertapa di kaki Gunung Slamet dan pulang pulang demi membawa satu nama.

“Meykke Alvia Yuntiawati.” Rumit sekali dan panjangnya kayak kereta Fajar Hidayah. Lagi lagi dibandingkan dengan nama temen temen gue yang minimalis dan berima, kayak Fita Listiyani, Nita Wulandari, Kosasih.

Bahkan, saat gue kecil gue nggak tahu kalau nama gue Meykke. Di daerah gue, orang orang lazim punya nama panggilan yang terdiri dari dua suku kata saja, semisal Si-ti, I-na, Fi-Ta, I-nem. Ibu gue yang memang kreatip nggak kehabisan akal untuk mempersingkat nama gue. Setahu gue dulu, nama gue adalah Ike. Ayah, Ibu, dan tetangga manggil gue Ike. Semuanya berubah saat gue kelas 1 SD. 

“Minah?” Teman gue yang kepangan rambutnya sampai ke pantat angkat tangan.

“Tiwi?” Teman gue yang rambutnya dikucir dua angkat tangan.

“Meke?” Suasana hening.

“Ehm, Meke? Siapa?” Hening.


Friday, 18 November 2016

INI SOAL NAMA


Ini adalah karya gue 2 tahun yang lalu. Saat itu, gue lagi ngumpulin materi buat bikin buku solo bergenre Komedi. Dua tahun berselang, dan si buku tak terlahirkan. Now, daripada mengendap di folder, I'll share all the stories I've made for you!! Happy reading!!




Nama gue termasuk nama yang anti-mainstream. Nama yang jelas jelas tidak biasa dan tidak termasuk dalam golongan nama standard atau yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia. Namun, yang namanya anti-mainstream itu belum tentu anti cobaan karena selama 23 tahun gue hidup dengan menyandang nama ini, banyak sekali cobaan yang mendera gue.


Semua ini dimulai dulu saat gue masih SD, tiap kali ada guru SD yang lagi ngabsen di depan kelas, dia nggak pernah membaca nama gue dengan mulus tanpa mengernyitkan dahi dengan lidah terbelit tak karuan.

“Andang Rudiyanto?”
“Hadir...”

“Joko Susilo?”
“Hadir..”

“Kosasih?”
“Hadir..”

“Me...me?? Meke? Ehm...meka..ehm...”
“TOTTTTTT!! Jawaban salah!! Saya lempar ke yang lain, silahkan!”

Thursday, 10 November 2016

I am no longer that fish

I was a fish
in the big deep sea
Wandering around, alone
Swimming so fast and hard
day by day, night pass by

I was a fish
in the big deep sea
Lack of direction
No destination
I have no conclusion

Then you came
all the way here
bring me a hope
to give me a direction
to lead me to the destination

The destination that you called 'us'

Looking straight to your deep deep eyes
Then I said yes.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...