Thursday, 12 May 2016

RECOMMENDED MOVIE : MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta)


Udah ke cinema bulan ini belum, gaes? Pasti udah nonton AADC atau Civil War dong, tontonan 'wajib' nasional yang paling ngehits sekarang ini. Di mana mana pada update status berikut foto tiket bioskopnya. Tapi, kali ini gue nggak ngomongin AADC2 yang temanya gagal move on atau pun Civil War yang perangnya sama temen sendiri. Kali ini gue akan ngebahas soal film yang baru baru ini dirilis dan gue rasa kalian wajib nonton. Ini adalah salah satu film bagus yang bisa jadi referensi tontonan selain dua film tersebut di atas yang juga bagus.


MARS. Jangan salah menduga! Film ini bukan tentang planet planet apalagi Avengers perang sama planet planet. Biarkan mereka menyelesaikan keretakan di tubuh personilnya. Semoga nantinya nggak ada personil Avengers yang keluar dari grupnya biar nggak kayak One Direction. Ini adalah film bergenre drama, mengulik tentang masalah pendidikan di Indonesia, setipe dengan Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi.


Bermula dari Uma, sahabat gue yang udah lebih dulu nonton film ini, gue jadi tahu kalau film ini tentang bagaimana perjuangan Ibu buta huruf untuk menyekolahkan anak gadisnya. Mereka tinggal di pedalaman Gunung Kidul, Jogja yang bahkan listrik pun masih alpa. Nah, karena gue tertarik banget, begitu pulang kerja gue ngomporin temen temen kerja gue yang ternyata juga temen temen kost gue.

"Ini film bagus, Miss. Tentang pendidikan! Kita sebagai guru harus nonton. Biar kita juga nanti terketuk hatinya untuk bisa membantu pendidikan Indonesia. Wah, ini jelas wajib, Miss. Nggak boleh disia siakan. Kita harus melakukan sesuatu!" Dengan metode persuasif ala mbak mbak jualan tas yang tasnya bisa dicek di Instagram @mayz.id, gue ngajakin mereka nonton. Dan, berhasil!



siap nonton!

Menurut gue film ini recommended banget, gaes. Kenapa?

Film ini sangat menyentuh. Di tengah munculnya film film action, drama percintaan, komedi dan horor, film ini bisa dibilang anti-mainstream. Di awal film gue sudah dibawa masuk ke cerita saat Sekar Palupi yang diperankan oleh Acha Septriasa berpidato di depan bule bule saat kelulusannya dengan bercucuran air mata, mengisahkan tentang Ibunya yang walau baca saja tidak bisa tetapi semangat untuk terus menyekolahkannya sekuat baja. Scene scene yang ditampilkan di film ini juga mengharu biru. Miss Ivy yang duduk di sebelah gue juga tiba tiba pilek.

"Cie nangis cieeee......" Gue bisikin Miss Ivy. Miss Ivy cuman bisa ngusap ngusap pipi sambil mimbik mimbik.

Lalu tibalah satu scene ini.

"Kenapa Nak??"

"Sekar nggak bisa ngerjain PR, Mbok..."

"Kenapa?"

"Pensil Sekar ilang, Mbok. Udah Sekar cari di mana mana tapi ndak ada..."

"Yowes, Simbok carikan pensil buat Sekar sekarang ya, Nduk..."

Dengan membawa sepeda onthel, Bu Tupon keluar rumah buat beliin pensil Sekar. Cuman pake caping doang. Dan yang bikin sedih karena malam itu hujan. Gue bayangin andaikata Ibu gue naik sepeda ujan ujanan mana udah malam demi beliin gue pensil biar gue bisa belajar dan bikin PR. 

Miss Ivy tiba tiba ngeliatin gue. 

"Ciee...gue nangis juga cieee..." Sebelum keduluan Miss Ivy, gue cie cie diri sendiri.

Film yang mengharu biru

Tapi, emang sedih banget, gaes. Gue kayak ngerasain sendiri kalau gue jadi Sekar terus liat Ibu gue ujan ujanan nyariin pensil, atau nganterin gue pake sepeda buntut sejauh 14 km ke sekolah, atau banting tulang demi beli buku sekolah. Tragis banget, gaes..

Film ini juga bisa membuka mata kita bahwa memang fakta seperti inilah yang masih merongrong rakyat Indonesia di pedalaman. Untuk mereka, pendidikan itu barang super mewah! Untuk sekolah saja mereka harus bersusah payah. Bahkan, mereka harus rela jalan berkilo kilo, melewati sungai dan kalian juga pasti liat banyak di antara adek adek bermental baja yang harus atraksi dulu merayap di jembatan putus atau berjalan di seutas tali melewati sungai deras demi bisa duduk di bangku sekolah. Bu Tupon, Ibu di film ini yang diperankan oleh Kinaryosih juga harus mengayuh sepeda 14 kilometer tanpa alas kaki demi mengantar dan menjemput anaknya sekolah. What a hard life! Gue jadi lebih bertekad untuk bisa melakukan sesuatu. Nggak perlu gue bangun sekolah dulu baru membantu karena gue juga belum punya banyak uang. Lakukan dulu dari yang gue bisa sekarang. 

Film ini sarat pelajaran hidup! Film ini mengajarkan gue tentang kesederhanaan, berani bermimpi, pantang menyerah sebelum berkembang, dan selalu bersyukur. Ada lagi poin penting yang diangkat di film ini. Tentang IBU. Perjuangan seorang Ibu. Jadi, film ini cocok banget ditonton oleh anak anak jaman sekarang. Yang berangkat dan pulang sekolah bisa enak tinggal duduk doang udah sampe. Itu juga sekolahnya kadang males malesan, apalagi sering bolos. Tontonannya GGS dan Manusia Harimau. Film ini hukumnya wajib a'in buat mereka. Daripada mereka harus tutup mata saat Rangga dan Cinta ciuman di Jogja dan di tengah salju, mendingan mereka liat ini dan buka mata serta hati lebar lebar. Betapa mereka harus bersyukur karena hidup mereka berkecukupan.

Jadi, film ini cocok ditonton oleh semua umur, baik anak kecil maupun orang tua. Menurut gue ini adalah salah satu film Indonesia yang mendidik di tengah maraknya film Indonesia yang mengangkat percintaan dengan pemain yang masih kelewat muda atau film horror yang setannya hobi keramas.

Tak ada gading yang tak retak, gaes. Ada beberapa jalan cerita di film ini juga yang menurut gue ganjil. Juga, Mungkin karena film ini harus ditamatkan dalam sekali putar berdurasi 2 jam dengan alur cerita dari kecil sampai dewasa, ada beberapa bagian film yang menurut gue alurnya terlalu cepat.  

"Sedih banget ya Miss hiks....."

"Iya, gitu banget ya..."

Akhirnya kita pulang dengan kelopak mata segede jengkol. 

6 comments:

  1. Hhmmm. Baru tahu kalo ada film indo baru judulx MARS ini. Hehehe.
    Film pendidikan sperti ini sangat bagus ditonton.

    Salam kenal mbak. Happy blogger.

    ReplyDelete
  2. Hm, ngebayangin kayaknya kalau aku nonton sendiri, juga bakal mewek nonton film ini, apalagi ada scene tentang perjuangan ibu, aku gak nahan kalau ngeliat tentang perjuangan ibu :')

    Bener kak, di tengah maraknya film cinta-cintaan sama perang antar saudara, anak muda harus kita ajak nonton film sarat makna kayak ini. Biar mereka makin semangat sekolah, biar mereka bisa mendapatkan yang terbaik di akhir :') *flashback hasil UN sama SNMPTN beberapa waktu lalu*

    ReplyDelete
  3. Hadeeeuh gue biasanya nggak tahan nih sama film-film beginian. Hohohohoh. Takut jadi kayak di foto juga. Muahahaha. \:p/

    ReplyDelete
  4. Sebelum baca postingannya kak Mey, aku udah sempat nontonin trailernya kemarin. Penasaran aja kok judulnya MARS, apalagi yang meranin Acha, yaudah aku tontonin trailernya, eh ternyata kemarin langsung baper juga. Filmnya ternyata mengisahkan perjuangan seorang ibu yang mati-matian pengen anaknya sukses bersekolah.

    Perjuangan seorang Ibu itu tegar banget yaa. Mungkin masih banyak Ibu-Ibu di indonesia ini yang punya nasib sama seperti Ibunya Sekar. Pendidikan di pelosok sana memang masih sulit sekali.

    Kayaknya aku wajib nonton nih biar ngebuka mata dan hati buat lebih bersyukur. semoga nanti setelah nonton, mataku nggak bengkak kayak Kak Mey dan temen-temen deh, biar baper ntar aku tahan aja biar nggak nangis sesenggukan haha.

    ReplyDelete
  5. Wah... klo gue nonton bakalan ikutan kelopak mata segede jengkol nih. Haha

    Wah. Kayaknya ini wajib deh untuk anak muda yang kebanyakan nonton anak jalanan atau GGS. Yang hidup dan gak mikirin sekolah.
    Biar gue dan anak muda lain semakin sadar pentingnya pendidikan. Sangat menyentuh sih.. Semoga aja film ini sukses dan membuat dampak positif bagi indonesia!

    ReplyDelete
  6. Aku baru aja baca sinopsis film ini kwmarin dan sekarang dapat review-nya. Huahhh aku makin pengen nonton film ini. Makin makin makin makin inginnnnn.

    Apalagi ngeliat foto before after kalian sehabis nonton.

    ReplyDelete