Friday, 27 May 2016

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Marjinal) PIKNIK KE RAGUNAN, KAK!


KOPAJA goes to Ragunan. Mungkin yang ada di benak kalian adalah gue bersama angkot angkot biru yang salah satunya baru saja nabrak kereta itu berbondong bondong menuju ke Ragunan. Anda salah! Tapi, kalau kalian mikir kita ke Ragunan naik Kopaja, Anda benar!! Tapi, kali ini gue nggak akan bahas siapa yang salah dan benar.Semua orang udah tau cewek selalu benar dan cowok selalu salah.

KOPAJA kali ini bukanlah KOPAJA biasa. Ini bukan angkot, walau kebanyakan dari mereka akrab dengan angkot angkot sejenis Kopaja. Kopaja ini adalah sebuah komunitas.

Kalian pasti tau kan komunitas besutan Anies Baswedan; Indonesia Mengajar? Atau Komunitas Jendela yang berpusat di Jogja? Atau yang sedang ngehits Komunitas 1000 Guru dan sudah membuka cabang di banyak provinsi dengan banyak kegiatan seperti Teaching and Travelling? Atau Akademi Berbagi? Nah, KOPAJA dan komunitas komunitas ini memiliki kesamaan. Membantu anak anak Indonesia yang mempunyai keterbatasan hak untuk sama sama mengenyam pendidikan seperti anak anak Indonesia lainnya.

KOPAJA adalah Komunitas Anak Jalanan yang diketuai oleh Mba Lisfa (yang gue sendiri juga belum pernah ketemu karena dia sedang tinggal di tempat lain). Kakak dan abang KOPAJA akan datang ke lapak, rumah dari bambu yang digunakan untuk belajar tiap Sabtu dan Minggu.







"kalem, bung..kalem. Mau soal lagi? Sini kakak kasihlah..."
Lalu, kita akan belajar menulis,membaca,menggambar, dan lainnya. Ada beberapa di antara mereka yang bersekolah, ada pula yang memang tidak bersekolah. Bahkan, gue pernah ngajarin anak cewek berumur sekitar 10 tahun yang masih mengeja. Bahkan, huruf pun dia masih suka lupa...

“Oke, ayo ini dibaca! Be A???” Di buku tertera B A B I

“A....” jawab si anak.

“Bukaaaaan... Be A....BA!!”

“Kalau ini...Es A???” Di buku tertera S A P I

“Es A........Aaaaaa...”

"Pe I........Iiiiiiiiii.." 

Yang harusnya sapi, jadinya cuman ai. Gue sedih.

Tragis, gaes... Saat teman seusia dia duduk berseragam rapi berhitung matematika, dia harus balik jungkir di kerasnya jalanan Ibu kota, berhitung uang hasil jualan tissue plus ngamen.

Nah, untuk merayakan ulang tahun KOPAJA yang ke-4, para kakak dan abang KOPAJA berinisiatif untuk mengajak adek adek KOPAJA jalan jalan ke Ragunan. HOREEEEEEE!!! Saking excitednya gue sampai nggak bisa tidur.

1 Mei 2016

Jam 7.30 saat gue baru saja tiba di sana bersama kak Ivy yang adalah nona Manado temen kerja gue sekaligus merangkap sebagai teman kost gue juga, adek adek udah siap sedia booking seat di bis KOPAJA. Yes, kita menuju ke Ragunan naik kopaja. Dan ini adalah kali kedua gue naik Kopaja. Gue liat kak Ivy bercucuran keringat di samping gue.

“Mey, kita nggak bakal nabrak kereta khan?”

“Kita khan mau ke Ragunan, bukan stasiun Gambir, apalagi Stasiun Balapan kutho Solo sing dadi kenangan, kowe karo aku...”

---
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit, sampailah kita di destinasi; Ragunan. Salah satu kakak Kopaja bernama Kak Tomy –Kurniawan- segera menggolongkan mereka ke masing masing kelompok kecil dengan dua kakak sebagai penanggung jawab. Gue dan kak Ivy kemudian menjadi kakak kelompok 1 dengan adek berjumlah 9 orang. Mereka adalah Mia, Charles, Slamet, Wulan, Puti, Ria, Nur Maulida (oke, yang 2 gue lupa namanya. maapin ya Dek..) Tak lupa gue mengabadikan kebersamaan kita.





 Karena hari itu adalah hari Minggu, banyak sekali pengunjung memadati kebun binatang, gaes. Ada yang liat gajah, ada yang liat kijang dan rusa, ada yang cuman jalan jalan aja. Nah, kita..........lomba. Iya, kita cari lapangan yang agak lebaran dan kita adakan lomba macam 17 agustusan. Pesertanya anak anak plus kakak pendampingnya. Gue yang entah udah berapa tahun nggak ikutan lomba agustusan di kampung jadi girang mendadak. Kita akhirnya lomba mewarnai dan ngasihin karet gelang pake mulut sama sedotan.

siap siap lomba yaaaak

Pihak Gramedia juga datang ngasih donasi berupa alat alat sekolah. Yeay!!
AND THE COMPETITION BEGINS!!



serius







Walaupun di antara dua lomba itu kelompok gue nggak ada yang menang, tapi kita tetep kalem, gaes. Yah...namanya juga lomba. Ada kalah dan menang. Nggak papa ya, Adek adek. Maapkan kakak..(lagi)

Gue jadi inget 2 tahun yang lalu. Gue juga ke sini bersama anak anak Steps2Success; tempat di mana gue mencari nafkah. Waktu itu banyak yang kita lakukan. Kita juga sempat liat beberapa pentas/pertunjukan hewan kayak yang gue ceritain di SINI.

Dan piknik kali ini juga nggak kalah serunya. Cuman, kalau sekarang gue dan kakak pendamping lainnya lengah dikit, tau apa yang anak anak lakukan?

Main di selokan.

Sekalian nyuci kaki karena pas lomba mereka nggak pake alas kaki, mereka serta merta masuk setubuh tubuhnya ke selokan besar. Untung gue nggak lepas kendali. Coba kalau gue lepas kendali, pasti gue –ikutikutan- marahin mereka. Lagian gue inget apa kata Rinso bilang, berani kotor itu baik. Yang penting hatinya nggak kotor. Gitu.

Nah, berkat fieldtrip dua tahun lalu juga gue jadi punya ide ngajakin adek adek liat kembaran kita. Tapi,sebelum kita jenguk dia, kita keliling Ragunan dulu naik kereta yuk!!  Adek adek juga keliatan antusias banget naik keretanya,gaes. Apalagi kakaknya. Bahagia tiada tara. Kita lalu naik kereta mengelilingi Kebun Binatang Ragunan. 

Puas berkeliling sambil liat macam macam hewan naik kereta dan jalan kaki, sekarang saatnya lah kita mencari kembaran kita. Dia ada di sebuah tempat yang terjaga rapi. Untuk masuk ke sana,kita harus membayar 7ribu per orang. Tapi, buat adek adek Mr Dave siap bayar tiketnya. Nah,siapakah Mr Dave? Mr Dave itu temen Miss Ivi yang siap sedia memotret tiap tiap gerak gerik kita untuk nantinya dijadikan oleh oleh jaman muda. Berkat Mr Dave ini juga adik adik makin seneng. Gimana nggak seneng jalan jalan ditemenin Mr. Bule? Mereka selalu nanya...

“Kak, namamu siapa bahasa Inggrisnya apa?”

“What is your name?”

Lalu,mereka mempraktekannya.

"Mr Dave, What's your name?"

"My name is Mr Dave" 

“Kak, bahasa Inggrisnya aku ganteng apa?Gue ajarin.


Dia bilang ke Mr Dave.

“Mister, I am handsome.”

Laaaaah...piye.
---

Yeayy!! Setelah membayar tiket, kita segera masuk ke Pusat Primata. Dan jangan lupa foto foto foto gaes..taken by still-mr-Dave.


Dan gue nggak nyangka kalau bisa jadi ini foto piknik kita yang terakhir.

Tak butuh waktu lama, kita langsung naik tangga dan bersiap berpetualagan di Pusat Primata! Kita berbondong bondong masuk dan begitu sampai didalam, terpampang nyata banyak sekali jenis primata. Kita jalan dari satu kandang ke kandang lainnya dengan berbagai jenis primata yang sangat beragam dan beda! Mereka teliti dan komentarin satu per satu.

“Kak, itu kok warnanya merah ya?”

“Ih, kak. Itu dia gelantungan lagi mainan ya kak? Makan daunnya itu ya?”

“Kak, itu masih bayi coba lihat! Monyetnya masih bayi.”

“Kak...kak. Lihat. Kok yang itu mirip kakak ya?”
--------------

Ya gitu. Menurut gue yang paling disukai adik adik adalah saat masuk ke sini, gaes. Mereka antusias bangett!! Dan yang paling bikin antusias adalah saat mereka bisa ngeliat sendiri seekor gorilla!! Itu juga yang bikin gue amazed banget pas tahun 2014 ke sini. Dia gede banget dan emang sekilas kayak gue, gaes. Kayak kita I mean. Cuman bedanya dia berbulu.


Puas nontonin Gorilla, kita kembali ke meeting point! Udah jam 3. Kita juga janjian akan kumpul lagi jam 3. Akhirnya kita melangkah keluar dari pusat Primata dengan hati penuh suka cita. Having a picnic together with them is really something, gaes. Muka polos mereka, rasa ingin tahu mereka, gurauan mereka, genggaman tangan mereka pas lagi jalan, gelendot gelendot manja mereka itu bikin hidup gue berasa ada gunanya juga. Dan gue nggak nyangka sama sekali kalau setelah ini musibah akan datang.



17 Mei 2016


bangkai buku

Yes. Kalian bisa tahu apa yang terjadi. Lapak KOPAJA se-kampung kampung pemulungnya terbakar. Rumah bambu dua lantai tempat kita belajar ludes tak tersisa.Padahal bisa dibilang KOPAJA sedang banyak donaturnya dan berkembang. Terakhir gue liat ada juga kelas PAUD GRATIS setiap Selasa dan Kamis. Dan sekarang semuanya jadi arang!

Bahkan, tahun ini gue juga baru ke KOPAJA sekali doang pasca insiden kaki dijahit nggak sembuh sembuh. Dan sekalinya gue ke KOPAJA di minggu terakhir kemarin, dua hari kemudian semuanya ludes. Walau pun gue juga bukan penggiat atau yang berkontribusi penuh terhadap KOPAJA, begitu gue tahu pagi pagi Lapak KOPAJA terbakar, hati gue kayak diiris tipis tipis. Perih. Gue langsung inget muka muka polos adik adik saat belajar. Mereka paling suka matematika. Alasannya sederhana.

“Kak, soal lagi kak. Tambahan sama kurangan”

“Belajar baca dulu, Dek.”

“Nanti aja kak,soal lagi sekali.”

“Kenapa sih Puan suka matematika??”

“Biar bisa ngitung uang,kak.” Di usia dia yang baru menginjak 8 tahun udah mikirin uang. Tuntutan hidup, gaes. Saat murid gue di tempat gue kerja, umur 8 tahun sekolah dianter sopir, makan tinggal pilih menu di mall mau Takoyaki apa Spaghetti, dan les nya seambreg kayak Lumpur Lapindo, adek adek gue di sini sibuk mikirin laba penjualan tissue di Lampu Merah Pemuda. Dan bahkan bagi mereka, diciduk Satpol PP itu.................biasa.

“Apaan lo, kemarin coba nggak gue bantuin pas diciduk satpol PP. Udah dipenjara lo!!”

“Apaan sih lo!”

“Iya ini kak,masa dia ditangkep sama satpol PP larinya nggak kenceng ya ketangkep. Aku ke rumah bilang sama ortunya baru deh dibawa pulang.”

“Pas itu ditangkep densos malah dikasih minum.”

“Emangnya kenapa ditangkep satpol PP?” gue penasaran.

“Pas mulung, kak.”

Dan mereka menceritakan hal itu dengan nada yang sama kayak dulu kalau gue cerita ke temen gue.

“Duh, tadi aku ketangkep!”

“Kenapa?”

“Pasaku mau masuk lubang pagar, udah keburu nggak muat. Udah ditutup!”

“Makanya,besok lagi jangan telat masuk sekolah.”

Tapi, mereka ini berhadapan dengan SATPOL PP lho! Dan mereka menceritakannya seolah olah mereka berhadapan dengan SATPAM SEKOLAH. Padahal kalian pasti udah pernah liat di tipi saat satpol PP menciduk orang orang di jalan kan? Hidup mereka sekeras itu. And really,they don’t deserve it at all!!!!!!!

Banyak di antara mereka yang pintar. Bahkan, adek Puan bernama Jesika di umur 4 tahun udah bisa megang pensil dengan benar dan bisa tracing/menyatukan garis garis menjadi pola tertentu. Sayang, mereka harus meringkuk di rumah berbahan triplek dan dus. Bagi mereka, jangankan sekolah. Bisa makan hari ini aja udah syukur alhamdulillah.

Dan kini, apa yang kita liat? Satu satunya harapan mereka untuk bisa mengenyam pendidikan at least seminggu sekali pupus sudah. Lalu, kemana mereka harus berteduh? Lalu, bagaimana nasib mereka selanjutnya? Lalu, apakah mereka bisa belajar matematika lagi? Sukur sukur sekolah?

Semua ada di tangan kamu, kamu, dan kamu, gaes. Semua ada di tangan kita sebagai seorang anak Indonesia. Yang penting mah niatnya.

 πŸ’Call for Your Heart!

RUMAH KOPAJA terbakar, tapi jangan biarkan MIMPI mereka terbakar! ..🏑 apa itu Rumah Kopaja? Rumah Kopaja ada sekolah darurat yg digunakan utk mengajar anak2 jalanan dan pemulung yg terletak di Jl. Pemuda, Rawamangun (tepat samping Pascasarjana UNJ) ..😒

malam tadi (16/5/16) Rumah Kopaja terbakar termasuk rumah anak2 didik Kopaja. Seluruh fasilitas belajar dan buku2 hangus terbakar. Meskipun begitu, jangan biarkan mimpi adik2 kami ikut hilang. Kami memanggil Kakak2 sekalian utk menjadi bagian dari Tangan Langit dan membantu adik2 Kopaja agar tetap belajar. ..

🎁Bantuan yg dibutuhkan:

πŸ‘• baju layak pakai (anak dan dewasa)πŸ‘” seragam sekolahπŸ‘ž sepatu sekolahπŸŽ’ Tas sekolahπŸ’ selimut🍞 makanan dan minuman🚿 Perlengkapan mandiπŸ’° donasi uang..

Bantuan bisa dikirim a.n. KOPAJA JAKARTA ke:πŸ•―Jl. Kp Pertanian Selatan Rt 07/03 no 6 Klender Jakarta Timur 13470 ..

Donasi bisa dikirim ke:BCA a.n Erni Anggraini 2291830627BSM a.n Erni Anggraini 0867044140..Konfirmasi donasi ke:085777769719..

Terima kasih. Sekecil apapun bantuan kakak2 akan sangat berarti utk mewujudkanKopaja Jakartaopaja Jakarta
Abis gajian kan, gaes?? Kata guru ngaji gue, saat kita meninggal nanti, kita cuman bawa tiga bekal kekal. Amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh solehah. Selagi masih mencari calon bapak/ibu anak anak kalian yang belum juga ketemu ketemu, bisalah nyicil dulu amal jariyahnya. Nanti, begitu bertemu dengan calonnya bapak/calonnya ibu dari anak anak, insha Alloh kita bisa membentuk anak soleh solehah ya, gaes.

Aamiin.


26 comments:

  1. Benar-benar pejuang sosial sejati, Sy boleh ya berkunjung ke sana
    Salam dari prime foundation

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kak Azmi,bisa banget.Bisa hubungi nomor di atas itu ya..Salam dari KOPAJA! :)

      Delete
  2. huah... hai meyke udah lama gak mampir :D

    ketawa-ketawa kecil pas baca bagian atas... asyik ya bercanda sama anak2 kayak mereka.
    tapi gue merinding pas tau kalau KOPAJA kebakar...sekarang masih belum tau mey KOPAJA punya tempat lagi apa belum ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih kemane aja dah.

      iya, emang musibah inshaAlloh membawa berkah.Doain biar KOPAJA segera dapet tempat belajar baru ya Tip

      Delete
  3. Astaghfirullah. Aku miris liatnya. Satu-satunya tempat mereka belajar harus ludes terbakar. Liat senyum bahagia anak-anak itu pas lagi diragunan bikin aku pengin ngajar juga disitu. Semoga anak-anak itu bisa belajar lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya udah sok ayo ke sini ngajar. hehehe..iya aamiin

      Delete
  4. Boleh lah ini saya dikabari kalau ada acara lagi =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh Ning, ternyata lo nggak cuman keningnya aja yang lebar, hati juga.

      Delete
  5. Gue dengan komunitas-komunitas seperti ini, saling membantu anak-anak untuk memperoleh jendela pendidikan yang lebih. Semoga dengan adanya komunitas ini tidak ada lagi anak-anak yang tidak mendapat pendidikan lagi. Menurut gue pendidikan itu penting, malah gue menganggap pendidikan wajib harus selama 12 tahun (sampai SMA).

    Terus berkembang, Kopaja!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, bang. boro boro mau pendidikan wajib 12 tahun kalo anak anak kayak mereka aja sekolah SD aja susah setengah mati.beberapa ada yang nggak sekolah, dan itu baru satu tempat aja. padahaltempat begitu di Indonesia itu bidihhh tak terhitung.

      iya,doakan kami pasca kebakaran yak bung

      Delete
  6. mey, kamu hebat, salut banget sama kamu dan kopaja. keren!
    dari sini sekali lagi belajar untuk mensyukuri nikmat hidup, bersyukur orang tua masih peduli dan mampu menyekolahkan kita sampai jenjang yang tinggi.
    semoga kopaja dan semua organisasi sejenisnya menjadi salah 1 pijakan untuk adek2 kita yang sangat ingin bersekolah namun masih menemui banyak kendala.

    ReplyDelete
    Replies
    1. maacih Pit. Iya, benar. dari sini gue juga belajar banyak arti kehidupan. ngajarin kalo idup mah jangan manja.
      Aamiin, doakan ya Pit. :)

      Delete
  7. Sedih pas baca kalau KOPAJA terbakar :' sedih banget sumpah :' merinding.

    Tapi bener, jangan biarkan mimpi-mimpi mereka ikutan terbakar :' semoga banyak yang ikutan membantu memberi donasi Aamiin :'

    Aku bantu-bantu share ya :)

    ReplyDelete
  8. ngeliat mereka senyum jadi ikut seneng dan terharu..
    Tetap semangat mba, salut sekali dg teman2 KOPAJA.. semoga kebaikan kakak2 selalu diberkahi Allah dan dibalas dg kebaikan jg. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya robbal alamiin, makasih Han!

      Delete
  9. masih nerima bantuan nggak mey??
    baju2 masih layak pakai bisa kan??

    gue udah tau sih dari info WA yang kamu bagiin tapi lama2 jadi lupa soalnya banyak ngerjain yang lain.. hehe ini diingetin lagi.

    semoga masyarakat sekitar dan anak2 KOPAJA tetap semangat menjalani hidup walaupun sulit buat mereka..

    ReplyDelete
    Replies
    1. uhm..baju udah bejubel sih Pek,kalau lagi berlebih rejeki bisa ikutan donasi di rekening dan konfirmasi di nomor di atas berikut ini,Pek. Aamiin Pek. Semangat mah harus, fardhu a'in!

      Delete
  10. Sempet sedih juga pas denger sekolah Kopaja kebakaran. Ya walaupun saya jauh dan tidak melihat langsung kegiatan belajarnya, saya selalu dapat updatenya di facebook atau twitter karena beberapa anggota BE seperti ka Lina dan Ka Erni juga ngajar di KOPAJA. semoga secepatnya tempatnya bisa segera dibangun, sekolah kayak gini lebih punya makna besar bagi mereka daripada sekolah formal. :)

    ReplyDelete
  11. Kenapa ada Lagu Didi Kempot kak Mey???? Ngakak gue. XD

    Tapi... Makin ke bawah, keceriaan gue ngebayangin serunya sama kepolosan adek kecil itu, jadi semacam merasakan ikut teriris tipis-tipis gitu. Nyesek bacanya kak.

    Kasihan, ya. Adek-adek yang seusia itu, udah mikirin gimana caranya mendapatkan laba dari penjualannya. Padahal, di usia itu, harusnya mereka duduk manis sambil belajar di sekolah.

    Harapannya semoga semakin banyak Donasi yang membantu dan semoga KOPAJA ini terus semangat untuk membangkitkan semangat belajar adek-adek itu. Salut buat perjuangan kalian.

    ReplyDelete
  12. Baca awal2 seneng, excited, seru. Lali tiba2 baca soal kebakaran. Ya ampun sedih banget bacanya. Gue yg gak ikut terlibat di kopaja aja perih banget rasanya, gimana orang2 yg dari awal bangun komunitas keren ini. Semoga koaja cepet balik lagi, bisa ngasih ilmu buat anak2 di situ. Aamiin.

    ReplyDelete
  13. Aku harus baca dua kali untuk bener-bener mamastikan, ini kisah beneran baru terjadi?
    duh nggak kebayang jadi mereka ya, udah syukur bisa sekolah walaupun cuma seminggu sekali. Tapi kenapa malah ada bencana yang meluluhlantakkan rumah mereka.

    Tapi nggak apa, pasti ada hikmahnya. Kita bisa bangun lagi rumah itu. Yang penting semangat mereka sekolah nggak boleh ikutan habis. Semangat yak :)

    ReplyDelete
  14. Ini salah satu fans base sinetron anak jalanan ya? Gue mau minta tanda tangan boy nih... hehe

    Gue salut sama orang yg suka kegiatan sosial kayak gini. Semoga apa yg kalian cita2 kan tentang komunitas ini bisa tercapai Aamiin..

    Hmm.. sedih liat rumah kopaja yg kebakaran. Semoga para donatur semakin tergerak hatinya. Semoga bisa ada lagi rumah kopaja, semoga lebih baik kedepannya.

    ReplyDelete
  15. Mey tetap ceria sama Kopaja. berbagi kebahagian bersama mereka

    Gue senang bisa ikutan acara kayak gitu. kayak bahagia itu gak perlu mewah tapi kumpul bersama mereka, kita merasa bahagia banget.

    Turut bersedih, gak bisa nolong lebih ya mey (maaf). gue cuman bantu doa semoga Kopada makin berkembang dan donatur terus berdatangan

    ReplyDelete
  16. Selalu deh, mampir sini kita dikenalin tempat atau perkumpulan positif lainnya. :D
    Pengalaman kamu banyak banget ya. Suka terjun langsung di lapangan. Beda banget sama aku yang lebih suka dengan rutinitas. :D
    Jalan2 sama anak2 aku juga belum tau rasanya... Kalau liht dari foto dan ceritamu, seru... :D

    ReplyDelete
  17. Hm... awalnya seneng banget baca ceritanya, bayangin kalau aku ikut juga dalam komunitas ini ngajarin adik-adiknya pasti bakal seru banget.

    Turut berduka cita atas musibah yang dialami, semoga kalian kuat ya. Aku mendoakan dari sini. Tetap semangat kak dan adik-adik semua! :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...