Thursday, 26 May 2016

Dua Puluh Lima Part. 2


Buat gue, ulang tahun itu memegang peran penting dalam hidup gue. Dari yang HP sepi jadi rame, dari sahabat yang lama udah nggak kabar kabaran jadi telpon lama banget, dari yang biasanya berdoa sendiri jadi didoain buanyak orang, dari mantan yang udah nglupain jadi minta balikan. Banyak, gaes... 

Dan bagi gue, setiap momen ulang tahun ngasih cerita tersendiri. 

Ulang tahun gue yang pertama. 22 Mei 1992. Tante gue merayakan ulang tahun gue dengan cara yang agak berbeda. Dia ngajakin gue ke studio foto. Dan kado gue saat itu adalah wujud gue yang terabadikan. 



Ulang tahun gue yang ke-5. Itu adalah kali pertama dan satu satunya ulang tahun gue dirayain. Bersama dengan keluarga besar dan teman teman dekat gue, kita nyanyi bareng, joget bareng dan makan nasi kuning bareng. 




Saat ulang tahun gue yang ke-17, gue rayain bersama genk gue jaman SMA bernama Pinqueenz yang dulu masih solid solidnya. Gue traktir mereka makan dan mereka patungan beliin gue tas pundak gambar Mickey Mouse warna hitam dan putih yang lagi gue pingiiiiiin banget di toko aksesoris depan sekolah.

Lalu, ulang tahun gue yang ke-19 adalah ulang tahun paling agamis. Tepat tanggal 22 Mei 2010, saat gue duduk di bangku kuliah semester tiga, gue memutuskan untuk menanggalkan rambut beruntaian gue. Itu adalah hari pertama gue pake jilbab. Hari itu hari Sabtu dan gue ke kampus buat ekstrakulikuler debate. Gue pake jilbab sedada warna merah marun. Saat itu akhirnya gue dapat hidayah dan itu semua tidak lain tidak bukan karena sahabat terdekat dan keluarga gue.

Ulang tahun gue yang ke-22 adalah ulang tahun paling gokil. Sahabat sahabat kuliah gue tiba tiba marahan di kampus, terus kita mau 'sidang' para tersangka di bukit Salib. Tiba tiba beberapa sahabat gue yang lain dateng nyamperin pake bungkusan plastik hitam. Gue nggak tau apa apa tiba tiba gue dilemparin plastik yang isinya tepung dan air. Ternyata mereka lagi main sinetron! Gue dinyanyiin lagu ulang tahun dan dikasih cupcake 4 biji dengan lilin di masing masingnya plus dikasih cangkir yang isinya muka kita semua. Tujuan mereka satu, biar gue nggak lupa sama mereka. Dan jelas, gue nggak akan lupa sama mereka sampai kapanpun. 


Ulang tahun gue yang ke-24 adalah ulang tahun gue yang paling mengejutkan!! Gue udah tinggal di Jakarta dan saat itu gue nginep di rumah Bulek gue. Nah, pagi pagi gue udah pake tutup mata segala. Ternyata di ruang tamu gue udah disediain kue ulang tahun mini plus kopi yang dibikin sama sepupu gue sendiri. Dan di ulang tahun kali itu gue dikasih cincin dengan bentuk hati penuh kelip di tengahnya. So surprising!



Dan ulang tahun ke-25 ini juga merupakan ulang tahun yang membahagiakan buat gue. Kenapa? Karena gue telah dianugerahi keberkahan yang luar biasa berupa rejeki, keluarga, sahabat dan pengalaman. 


Hari gue penuh dengan ucapan selamat berikut do'a do'a tulus mereka. Sahabat kuliah gue yang dulu tiap hari ketemu dan ketawa mulu telpon gue dan ngomong panjang lebar. Dia bilang,

"Tapi Mey, ini serius Mey. Buat aku, kamu itu sahabat terbaik yang pernah aku punya, Mey. Yang kita marahan juga cuman sebentar baikan lagi. Yang cuman tatap tatapan aja kita bisa ketawa di kelas. Aku belum pernah punya temen sedeket itu. Cuma kamu, Mey.." Gue terharu banget. Ternyata ada juga yang nganggep gue sebagai sahabat terbaik. Dan bagi gue, dia juga salah satu sahabat terbaik gue. 

Pas dulu gue galau abis putus, dia rela nganterin gue keliling Salatiga cuman buat nyari bukunya Oki Setiana Dewi. Saat itu gue berkeyakinan kalau buku Oki Setiana Dewilah yang mujarab mengobati kegoyahan hati akibat putus cinta. Dan dia mengamini langkah gue.

Di ulang tahun ini gue juga merasa banyak orang yang sayang sama gue. Banyak yang peduli. Bahkan, Bapak Ibu gue ngirim kado jauh jauh dari Ambarawa. Suratnya ada tiga. Bapak gue, adik gue Nicken, dan adik gue Astrid masing masing bikin surat sendiri sendiri. Dan bahkan surat dari adek adek gue sampai dua halaman. Isinya puisi. Gue rasa adek adek gue ini bakat jadi pujangga. Dapat darimana mereka kayak beginian?

Om, bulek dan sepupu gue yang juga nggak ketinggalan. Mereka selalu ada buat gue dan ngasih apa yang gue butuhin. Bahkan, saat gue nulis ini pun gue lagi di nginep di rumah mereka. 

Teman teman kerja gue juga baik baik. Baru aja gue sampai di kantor, mereka bawa kue sambil nyanyi Selamat Ulang Tahun. Pagi pagi gue udah kegirangan. 


video


Dan kado yang paling bikin gue nggak habis pikir adalah sebuah buku dari Miss Ivy.

"Kan gue nyari tuh di Gramedia kira kira buku yang cocok buat Meykke apa. Laaah, gue nemu buku ini. Gue baca sekilas, dan gue langsung yakin. INI MEYKKE BANGET!! Gue langsung beli buat lo."

Gue baca covernya bukunya. BUSET!!

"MOVE ON GARIS KERAS."

Udah moveon, garis kelas lagi. Gue bergidik bacanya.Isinya kayaknya perjuangan orang orang untuk move on lengkap dengan tipsnya. Udah berasa kayak gue mau baca buku pintar bahasa Inggris.

"Mau sukses berbahasa Inggris dalam sebulan saja? MUDAH!! Buku inilah jawabannya.."

"Mau sukses move on dalam sebulan saja? OH SUNGGUH MUDAH! Buku inilah jawabannya."

Dan apa kalian percaya kalau kalian beli buku itu kalian akan benar benar sukses berbahasa Inggris dalam sebulan saja? Oh men, menguasai sesuatu dan mengikhlaskan sesuatu itu sama.


sama sama butuh waktu. I am done with this.

Temen gue emang kreatip, gaes. Gue bangga.


Tak lupa sahabat sahabat gue yang udah berpencar tak ketinggalan berbondong bondong ngirim ucapan dan doa ke gue.

Dan bahkan bos gue juga nggak ketinggalan memberikan warna di ulang tahun gue kali ini.

Dan betapa gue sangat bersyukur di umur gue yang ke-25 tahun ini banyak hal hal baik yang menyertai perjalanan hidup gue, banyak orang orang baik yang melingkupi gue, banyak pengalaman pengalaman berharga yang gue jadiin bekal ke depannya dan banyak keberkahan hidup lainnya yang bikin gue tersadar kalau gue berharga. Hidup gue berharga.

Banyak memang yang belum gue dapatkan.

"Kok gue belum bisa begitu?"

"Kok gue masih gini gini aja??"

"Kok gue?"

"Kok?"

Tapi gue yakin akan perkataan orang bule.


Semua akan terjadi pada waktunya, gaes. Tugas gue sebagai seorang wanita dua puluh lima tahun adalah berusaha sebaik baiknya. Dan gue sangat excited menjalani hidup gue ke depannya. 

Dan semua itu berkat orang orang yang ada di dekat gue. Tanpa mereka, gue cuman gumpalan upil kering di pucuk lubang hidung. Gue begitu bersyukur punya mereka. Gue juga bersyukur punya kalian, teman teman dunia maya yang walau belum bertatap muka tapi kenal gue, mengenal kepribadian gue. Juga pembaca gue yang meluangkan waktu datang kamari.

Ahh, apa yang akan terjadi esok dan lusa, gaes? Kita tak pernah tahu. Yang pasti, kita harus ikhtiar dan tawakal. Ingat, Alloh tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaun itu mengubahnya sendiri. Kita rancang sama sama umur kita biar jadi manusia kita ada gunanya dan umur kita nggak sia sia ya gaes! 





1 comment:

  1. Ikut bahagia bacanya mbak, banyak2 bersyukur :)

    Btw nama genknya keren, pinqueenz :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...