Friday, 27 May 2016

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Marjinal) PIKNIK KE RAGUNAN, KAK!


KOPAJA goes to Ragunan. Mungkin yang ada di benak kalian adalah gue bersama angkot angkot biru yang salah satunya baru saja nabrak kereta itu berbondong bondong menuju ke Ragunan. Anda salah! Tapi, kalau kalian mikir kita ke Ragunan naik Kopaja, Anda benar!! Tapi, kali ini gue nggak akan bahas siapa yang salah dan benar.Semua orang udah tau cewek selalu benar dan cowok selalu salah.

KOPAJA kali ini bukanlah KOPAJA biasa. Ini bukan angkot, walau kebanyakan dari mereka akrab dengan angkot angkot sejenis Kopaja. Kopaja ini adalah sebuah komunitas.

Kalian pasti tau kan komunitas besutan Anies Baswedan; Indonesia Mengajar? Atau Komunitas Jendela yang berpusat di Jogja? Atau yang sedang ngehits Komunitas 1000 Guru dan sudah membuka cabang di banyak provinsi dengan banyak kegiatan seperti Teaching and Travelling? Atau Akademi Berbagi? Nah, KOPAJA dan komunitas komunitas ini memiliki kesamaan. Membantu anak anak Indonesia yang mempunyai keterbatasan hak untuk sama sama mengenyam pendidikan seperti anak anak Indonesia lainnya.

KOPAJA adalah Komunitas Anak Jalanan yang diketuai oleh Mba Lisfa (yang gue sendiri juga belum pernah ketemu karena dia sedang tinggal di tempat lain). Kakak dan abang KOPAJA akan datang ke lapak, rumah dari bambu yang digunakan untuk belajar tiap Sabtu dan Minggu.



Thursday, 26 May 2016

Dua Puluh Lima Part. 2


Buat gue, ulang tahun itu memegang peran penting dalam hidup gue. Dari yang HP sepi jadi rame, dari sahabat yang lama udah nggak kabar kabaran jadi telpon lama banget, dari yang biasanya berdoa sendiri jadi didoain buanyak orang, dari mantan yang udah nglupain jadi minta balikan. Banyak, gaes... 

Dan bagi gue, setiap momen ulang tahun ngasih cerita tersendiri. 

Ulang tahun gue yang pertama. 22 Mei 1992. Tante gue merayakan ulang tahun gue dengan cara yang agak berbeda. Dia ngajakin gue ke studio foto. Dan kado gue saat itu adalah wujud gue yang terabadikan. 



Ulang tahun gue yang ke-5. Itu adalah kali pertama dan satu satunya ulang tahun gue dirayain. Bersama dengan keluarga besar dan teman teman dekat gue, kita nyanyi bareng, joget bareng dan makan nasi kuning bareng. 

Sunday, 22 May 2016

Dua Puluh Lima

Akhirnya tiba juga hari ini gaes...

Hari yang saat gue kecil selalu gue tunggu tunggu datangnya,tapi semakin ke sini gue kok semakin panik. Hampir nih?? Bentar lagi nihh?? Beneran nih??

Bila menengok ke belakang, sudah jauh juga jalan yang udah gue tempuh. Berliku liku? YA. Penuh semak belukar?? YA. Bikin kaki dan tangan terluka? YA. YA YA YA. WOW WOW WOW *cumanyangsukanontoninitalkshowyangtau

Dan gue sampai juga di hari ini. Dan sejujurnya gue juga nggak percaya. Gue bahkan nulis ini sambil bercermin. "Oh men, time flies damn faaaaaaaaaaaaaaaassssst!!" Berasa gue baru kemarin lulus SD tapi tiba tiba udah segini gedenya.

Yes, hari ini gue genap 25 tahun. APPPAAAA????

25 TAHUN

KATAKAN SEKALI LAGIII????!!!

DUA PULUH LIMA TAHUN!!

Tuh kan, kalian nggak percaya. Sama. Gue juga nggak percaya. Gue tiap ngaca masih berasa kayak anak umur 18 tahun, tapi ternyata gue udah 7 tahun lebih tua. Bahkan, hari ini untuk memperingati hari kelahiran gue,gue ke salon. Gue potong rambut. Gue bilang ke mbaknya,

"Teh, potong kayak begini ya,pake poni." Sambil gue liatin tuh foto bule berambut cepak bagus sekali. Rambut coklat mengkilat yang hanya sepanjang dagu dengan poni se alis yang cenderung miring ke samping.

Dan 1,5 jam kemudian setelah gue digunting plus creambath,gue liat ke kaca. Gue berkali kali bandingin sama yang di foto yang gue kasih lihat mbaknya salon.

"Teh, nggak salah nih teh?"

"Enggaaaak...cantik kok...."

"Kenapa jadi kayak personil The Changcuters ya teh?" Emang iya, gaes. Gue malah mirip kayak Eric sama Alda, personil The Changcuters yang kembar itu. Rambut bagian depan cuman sepanjang telinga dan mengembang sedemikian rupa. Poni menambah segalanya. Hampir aja gue mau kelepasan.

"RACOOOOOOONNNN!!! MEMANG KAOOOO RACOOOOOON!!!"

Untung gue nggak jadi nyanyi. Gue inget kalau hari ini adalah hari ulang tahun gue. Dan gue berketetapan hati kalau di umur gue yang 25 tahun ini gue harus lebih anggun dan mawas diri. Walaupun sekarang rambut gue kayak personil The Changcuters. Gue harus menyikapi cobaan pertama di hari ulang tahun gue ini dengan lapang dada dan hati terbuka. 

Beda cerita kalau jalan dulu, Pernah gue ke salon abis pulang sekolah. Gue mau potong nih. Terus gue kasih deskripsi bentuk rambut yang gue pingin.Eeehh, jadinya pendek bangettt... Gue akhirnya pulang dengan hati terluka dan sampai rumah gue..................................................... nangis.

"Bu, liat rambut ku Bu! Jadi pendeeek begini. Ini kependekan! Aku.....aku...nggak bisa...." Nangiiis.....

Nah,setidaknya hidup gue ini ada peningkatannya. Contohnya hari ini.Walaupun rambut gue jadi begini,tapi gue tetap pulang dari salon dengan penuh kesyukuran.

"Makasih ya Teh, personil The Changcuters pulang dulu..." pamit gue dengan hati terbuka.

----

Well, gue sekarang udah dewasa. Dulu gue pikir di umur 25 tahun ini gue udah punya segalanya. Kayaknya umur 25 tahun ini adalah umur sakral yang bermakna sangat spesial dan khusus. Tapi memang setiap pergantian tahun buat gue adalah momen yang spesial juga. Karena di hari itu, umur gue bertambah selaras dengan tanggung jawab, pengabdian, harapan dan tugas kehidupan gue juga yang terus tumbuh. 

Dan di umur 25 tahun ini justru buat gue adalah awal dari segalanya. Ini adalah fase kehidupan sebagai seorang Meykke yang sebenarnya. Ibarat anak SMA, ini adalah UN yang sesungguhnya. Kemarin kemarin cuman try out. Di umur 25 tahun ini gue udah lulus kuliah, gue juga udah jadi fresh graduate yang udah katam kerja selama 3 tahun. Nahh, tahun tahun kemarin adalah preparation buat gue untuk meniti tahun tahun penentuan gue setelah ini.

Gue sangat bersyukur, gaes. Gue selalu diberi kesempatan dan kepercayaan untuk bisa menjalani hidup ini sesuai dengan hati gue. Gue bisa kemana pun yang hati gue mau, salah satunya ke Jakarta ini. Sedikit demi sedikit gue udah bisa mencapai apa yang menjadi mimpi gue dulu.

"I'm living in dreams I was wishing years ago."

Gue punya pengalaman hidup yang lebih beragam, gue punya teman teman baik yang mengajarkan gue untuk bisa terus berbondong bondong dalam kebaikan, gue punya kesempatan untuk bisa bermanfaat untuk orang lain seperti KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Marjinal), gue bisa berlibur ke banyak tempat dengan uang sendiri, gue bisa mengatur hidup gue sendiri, gue bisa hidup lebih sehat dan baik lagi, dan gue bisa belajar menjadi pribadi yang baru setiap hari.

Maka, hal pertama yang ada di benak gue hari ini adalah SYUKUR. Karena apa??

Karena syukuri apa yang ada,hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik. Itu.

Tapi, di usia gue yang ke 25 tahun ini,masih banyak cita cita yang gue gantungkan. Kata manusia pada umumnya, semakin tua umur seseorang,maka semakin realistislah mereka. Dan menurut gue, itu............................ benar.

Gue juga semakin hari semakin realistis dan menjalani hidup tetapi tetap menghidupkan mimpi mimpi gue. Karena gue percaya dan udah gue buktikan juga kalau...........

"IF THERE IS A WILL, THERE MUST BE A WAY!"

Tiap gue pingin sesuatu, selalu adaaaa...aja jalannya untuk akhirnya bisa menggapai sesuatu itu. Nah, makanya gue tetap masih mau bermimpi karena gue nggak tau apa yang akan terjadi besok dan lusa.

Dan masih banyak juga bucket list gue yang belum gue coret. I'll struggle for it!!

Hari ini gue bahagia, gaes... Memang nggak ada kue yang gue makan atau pun lilin yang gue tiup. Tapi, gue dilingkupi oleh orang orang yang baik dan lingkungan yang sehat, keluarga gue, Om bulek beserta sepupu gue, teman kerja gue,teman kost yang ternyata juga teman kerja gue, teteh salon, dan teman teman blogger gue. Lalu, hal apa yang bisa bikin gue nggak bahagia??

Gue bersyukur banget Alloh ngasih jatah hidup gue sebagai seorang Meykke Santos, yang hidupnya peuh liku asoy dengan pelajaran hidup yang amat berharga di tiap tiap tikungannya. Gue bersyukur diberikan hidup luar biasa ini. The ups and downs in life just lead me to the amazing life full of gratitude. Betapa gue nggak bisa menggambarkan kesyukuran atas hidup gue selama ini. Alloh selalu mendengarkan doa doa gue, dan Alloh menempa gue menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar. Maka, nikmat mana yang gue dustakan??

Di usia ke-25 tahun ini, banyak doa yang gue kirimkan. Gue juga berdoa semoga gue nggak panik menghadapi foto foto temen temen gue di FB yang backgroundnya pelaminan. Semoga gue bisa bertemu dengan partner hidup gue dan kita bisa berbagi ide hidup, pendapat, visi dan misi, dan bisa main UNO kalau kita nggak bisa tidur, Itu.

Gue udah gede, gaes.








Tuesday, 17 May 2016

SENTUL CITY, SURGANYA DUNIA PERMAINAN



           Jika berbicara tentang Sentul pastinya langsung akan berpikir tentang sirkuit balap mobil. Sentul adalah sebuah nama tempat yang berada di wilayah Bogor. Pernahkah Anda mencoba untuk berwisata sambil mempelajari sesuatu?

            Taman Budaya Sentul City Bogor adalah sebuah objek wisata edukasi yang sangat baik, dengan lahan yang luas dan memiliki pemandangan yang mempesona Anda bisa mengajak keluarga untuk menikmatinya. Anda bisa mencoba untuk berpetualang disini dengan mencicipi kegiatan perkemahan bahkan outbound.

            Selain itu juga disini juga memiliki fasilitas ruangan meeting yang bisa digunakan untuk rapat, seminar atau kegiatan lainnya bagi perusahaan atau pemerintahan. Lokasi yang mulai dibuka pada pukul 09.00 hingga pukul 17.00 WIB ini menyuguhkan banyak wahana yang berinovasi dan menarik.

            Ada area Culture Center yang biasa digunakan untuk mempelajari bagaimana membuat keramik, membatik, atau melukis. Sedangkan di area Adventure Center biasa untuk melakukan kegiatan paintball, outbound high ropes, trekking atau fun games.


            Taman Budaya Sentul City Bogor yang berada di jalan Siliwangi menawarkan beberapa kegiatan petualangan yang bisa Anda dan keluarga nikmati, diantaranya :

Friday, 13 May 2016

Tragedi Umbul Ponggok Episode 5 ( Hikmah dari Semua Kejadian )






“Gue harus menyelesaikan apa yang telah gue mulai.”

Akhirnya dengan diantar oleh karyawan Om gue, gue kembali lagi ke rumah sakit itu. Dan karena ini hari Sabtu, mau tak mau gue harus ke UGD. Dan jawaban dari dokter jaga membuat gue sedikit bisa bernafas lega.

“Owh, ini kemungkinan karena kekurangan vitamin B1, B6, B12.” Jelasnya sambil mencatat resep yang harus gue tebus. Begitu jari jari gue dibalut dengan perban baru, gue harus ke bagian kasir. Gue duduk sendiri. Gue liat banyak orang lalu lalang dengan aura wajah yang cenderung kelabu. Ada gadis yang dengan wajah murung mendorong kursi roda seorang laki laki paruh baya yang gue tengarai sebagai ayahnya. Ada juga seorang ibu muda yang gusar menunggu antrian, dan bahkan ada yang berlari ngelewatin depan gue seolah sesuatu yang buruk sedang terjadi di ujung lorong sana. Aura rumah sakit bikin gue mellow. Dan semalaman gue nggak tidur plus tanpa Ibu dan keluarga yang biasanya ada saat gue sakit bikin gue jadi makin mellow.

Gue jadi inget kekonyolan kekonyolan yang gue lakuin sampe gue bisa ada di sini. Gue inget saat gue ketakutan sendirian di kamar, dan tiba tiba gue terisak. Gue menyesal banget, gaes. Sungguh. Bahkan, ini adalah penyesalan gue yang paling dalam yang pernah gue rasakan. Drama abis. Tapi, gue berasa hanya karena kecerobohan gue, gue jadi membahayakan diri sendiri. Terlebih lagi hal yang paling gue takutin adalah jatuh sakit. Dan sekarang cuman karena jari gue sakit, seluruh tubuh harus merasakan akibatnya. Ini kan kamfret. Ya udah, gue nangis aja.

“Sakit apa dek?” Seorang Ibu di samping gue angka bicara.

“Infeksi, Bu.” Dari panggilan Ibu Ibu tadi gue sedikit lega. Pasti dia pikir gue masih belasan. Integritas gue aman. Nggak mungkin dong, cewek berumur hampir seperempat abad nangis di depan kasir. Itu cupu.

“Kok bisa?”

“Iya,kena kail pas berenang di kolam.”

“Owh,itu mending, Dek. Kemarin pas saya di Rumah Sakit Mitra Keluarga malah liat ada yang kakinya ngebelah gitu telapaknya.”

“Kenapa,Bu?”

“Kena lantai yang pecah...”

Seolah olah si Ibu ingin mengutarakan,

“Udah nggak papa, Dek. Ini masih mending...”

"Sejalan dengan di atas langit masih ada langit, di bawah lapisan tanah masih ada lapisan tanah lainnya.  Berlapis lapis."

Dari Ibu samping tempat duduk, gue mendapatkan ilmu kehidupan nomor 76.

Keesokan harinya...

Gue harus kembali ke UGD.

Thursday, 12 May 2016

RECOMMENDED MOVIE : MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta)


Udah ke cinema bulan ini belum, gaes? Pasti udah nonton AADC atau Civil War dong, tontonan 'wajib' nasional yang paling ngehits sekarang ini. Di mana mana pada update status berikut foto tiket bioskopnya. Tapi, kali ini gue nggak ngomongin AADC2 yang temanya gagal move on atau pun Civil War yang perangnya sama temen sendiri. Kali ini gue akan ngebahas soal film yang baru baru ini dirilis dan gue rasa kalian wajib nonton. Ini adalah salah satu film bagus yang bisa jadi referensi tontonan selain dua film tersebut di atas yang juga bagus.


MARS. Jangan salah menduga! Film ini bukan tentang planet planet apalagi Avengers perang sama planet planet. Biarkan mereka menyelesaikan keretakan di tubuh personilnya. Semoga nantinya nggak ada personil Avengers yang keluar dari grupnya biar nggak kayak One Direction. Ini adalah film bergenre drama, mengulik tentang masalah pendidikan di Indonesia, setipe dengan Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...