Monday, 18 January 2016

A WORD FOR 2016 : PROGRESS


Progress. That's the first thing popped up in my mind when BEC challenged me to write one thing that will describe myself in 2016.

Back to 2015, I think it was such an incredible year. I learned so many things, I joined some communities such as Pra Tahsin class (where I can learn how to read Al-Qur an better), KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Marjinal, where I can teach street children), and also BEC (where I can learn English deeper). I met soooooo many new friends as well. 2015 left so many life-lesson too. I feel like 2015 is a year when I can run fast and develop myself in many ways.

Now, 2016 is coming!!

Friday, 15 January 2016

Hello 2016!

Hello!!

Finally I got chance to write this post!! Bahkan postingan ini adalah postingan pertama di tahun 2016. Padahal ini udah tengah bulan Januari!! OMG!

Tapi absen gue ini bukannya tanpa sebab gaes. Walau pun masih awal tahun tapi banyak sekali hal yang terjadi dalam hidup gue. Uhm...nggak juga sih. Ini semua karena gue kena pancing. Bukan, bukan terpancing emosi, terpancing hatinya atau bahkan terpancing keadaan sehingga pingin cepet cepet menikah kayak yang lain. Gue literally kepancing!! Alhasil, kaki gue dijahit dua. Nanti gue ceritain lagi detailnya.

Friday, 1 January 2016

TERIMAKASIH MASA LALUKU, DARIMU KU BELAJAR MENAHAN PIL


Menjalin hubungan dan berusaha untuk bersama dalam ikatan bernama ‘kita’ bagiku adalah sebuah investasi waktu. Dan  investasi sejauh yang aku tahu hanya akan berakhir pada dua kemungkinan pasti, meraup untung atau terlilit rugi.  Investasi waktu yang ditanam dari sebuah hubungan pun hanya akan bermuara pada dua kemungkinan pasti, berakhir dengan pekikan SAH disertai alunan doa tiada henti atau berakhir SUDAH disertai deraian luka yang bila kurang beruntung akan terus mencabik cabik hati.

Kita pernah berusaha untuk merakit masa depan bersama dalam balutan rasa yang senada.


Kita pernah berusaha untuk merajut masa selama 1740 hari terhitung sejak kau memamerkan SIMmu padaku dan aku dengan begitu riang menimang KTP baruku. Dulu, apapun itu kau selalu ada untukku. Saat kemarahanku meledak begitu impulsif bak remaja yang sedang akan menginjak dewasa atau saat hatiku dijejali bunga sejuta warna dengan riang yang mengudara di segala penjuru arah mata angin, kau tetap ada di situ. Semata mata untukku.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...