Saturday, 17 December 2016

Mine is

Blossoming flower is all you can see,
Smile is my middle name, they said.
Hesitation and depression is killing inside
I added.

People see what I want them to see,
They watch all I want to show,
And they don't have any idea
what's crawling in me.

It's secret, I said.
Mine is like a super huge labirine
Mine is like a super deep untouched ocean trench,
Mine is the darkest without any single flashlight

Mine is the place you never imagine..


Tuesday, 6 December 2016

"CINTA LAKI LAKI BIASA" itu FILM YANG NGGAK BIASA

Image result for cinta laki laki biasa

"The Vow" 

Jujur, saat gue ngeliat thriller film ini di Instagram dan di media sosial lain, ingatan gue langsung mengarah ke film bergenre Romance Barat itu. Alur cerita utamanya sama, yaitu kecelakaan lalu hilang ingatan, termasuk ingatan akan kenangan bersama mantan suami. Bedanya kalau ini adalah versi syariahnya.

Nah, tapi apakah endingnya sama? Itu yang bikin kalian penyuka film bergenre Romance/Drama harus nonton film yang diangkat dari novel Best Seller karya Asma Nadia ini. 

Dan untuk menambah sensasi film ini, gue nonton seorang diri. 

Udah hari Sabtu,

nonton film Romance,

sendiri. 

Image result for bunuh diri

Tuesday, 29 November 2016

INI SOAL NAMA eps 2



Ini adalah karya gue 2 tahun yang lalu. Saat itu, gue lagi ngumpulin materi buat bikin buku solo bergenre Komedi. Dua tahun berselang, dan si buku tak terlahirkan. Now, daripada mengendap di folder, I'll share all the stories I've made for you!! Happy reading!!

Baca Juga Ini Soal Nama Eps. 1


 Like father, like daughter. Ayah gue ternyata nggak belajar dari pengalaman. Saat gue lahir, dengan serta merta Ayah gue bertapa di kaki Gunung Slamet dan pulang pulang demi membawa satu nama.

“Meykke Alvia Yuntiawati.” Rumit sekali dan panjangnya kayak kereta Fajar Hidayah. Lagi lagi dibandingkan dengan nama temen temen gue yang minimalis dan berima, kayak Fita Listiyani, Nita Wulandari, Kosasih.

Bahkan, saat gue kecil gue nggak tahu kalau nama gue Meykke. Di daerah gue, orang orang lazim punya nama panggilan yang terdiri dari dua suku kata saja, semisal Si-ti, I-na, Fi-Ta, I-nem. Ibu gue yang memang kreatip nggak kehabisan akal untuk mempersingkat nama gue. Setahu gue dulu, nama gue adalah Ike. Ayah, Ibu, dan tetangga manggil gue Ike. Semuanya berubah saat gue kelas 1 SD. 

“Minah?” Teman gue yang kepangan rambutnya sampai ke pantat angkat tangan.

“Tiwi?” Teman gue yang rambutnya dikucir dua angkat tangan.

“Meke?” Suasana hening.

“Ehm, Meke? Siapa?” Hening.


Friday, 18 November 2016

INI SOAL NAMA


Ini adalah karya gue 2 tahun yang lalu. Saat itu, gue lagi ngumpulin materi buat bikin buku solo bergenre Komedi. Dua tahun berselang, dan si buku tak terlahirkan. Now, daripada mengendap di folder, I'll share all the stories I've made for you!! Happy reading!!




Nama gue termasuk nama yang anti-mainstream. Nama yang jelas jelas tidak biasa dan tidak termasuk dalam golongan nama standard atau yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia. Namun, yang namanya anti-mainstream itu belum tentu anti cobaan karena selama 23 tahun gue hidup dengan menyandang nama ini, banyak sekali cobaan yang mendera gue.


Semua ini dimulai dulu saat gue masih SD, tiap kali ada guru SD yang lagi ngabsen di depan kelas, dia nggak pernah membaca nama gue dengan mulus tanpa mengernyitkan dahi dengan lidah terbelit tak karuan.

“Andang Rudiyanto?”
“Hadir...”

“Joko Susilo?”
“Hadir..”

“Kosasih?”
“Hadir..”

“Me...me?? Meke? Ehm...meka..ehm...”
“TOTTTTTT!! Jawaban salah!! Saya lempar ke yang lain, silahkan!”

Thursday, 10 November 2016

I am no longer that fish

I was a fish
in the big deep sea
Wandering around, alone
Swimming so fast and hard
day by day, night pass by

I was a fish
in the big deep sea
Lack of direction
No destination
I have no conclusion

Then you came
all the way here
bring me a hope
to give me a direction
to lead me to the destination

The destination that you called 'us'

Looking straight to your deep deep eyes
Then I said yes.


Tuesday, 4 October 2016

Sensasi Bermalam di Tepi Pantai, ANYER!

11 September 2016, in a balcony facing the sea straightaway....




"Nulis di tepi pantai sambil liat sunset."

Itu adalah salah satu bucket list yang gue tulis tiga tahun yang lalu, bersamaan dengan kedatangan gue ke Ibu Kota Indonesia. Tiga tahun yang lalu, seiring dengan harapan akan derap langkah yang lebih jauh dan petualangan yang lebih seru . Dan sekarang apa yang gue lakuin?

Gue sekarang ada di salah satu kamar hotel di lantai dua. Di depan gue adalah kaca selebar dinding yang langsung mengarah keluar, menuju ke sebuah pohon besar yang dililiti oleh lampu natal di sekujur badan. Dan yang menjadi sentuhan terakhir, pemanis, sekaligus pemandangan paling dinanti adalah laut lepas yang airnya berkilatan diterpa sinar mentari kuning keemasan. Sorotan keemasannya menelisik masuk di antara dahan dahan pohon, meninggalkan bayangan bergaris garis di meja dan di cangkir dengan kopi yang tersisa setengah. Sekarang pukul 17.17; timing yang pas untuk bisa dikatakan 'sambil liat sunset'. Pelan tapi pasti, mentari mulai merapatkan diri dengan lautan dan dentaman santai lagu Closer oleh The Chainsmokers ft Halsey mulai menjalari gendang telinga gue. Debur ombak yang terdengar dari kejauhan mensyahdukan sore santai gue.

Sambil menyesap kopi panas yang asapnya satu per satu mengepul, gue bilang dalam hati,

"BUCKET LIST : DONE!"

Itu adalah salah satu sore terbaik gue. Gue nulis sambil liat dahan pohon beryoyang goyang, ombak saling kerja mengejar dan langit emas temaram...Indahnya dunia!

11 September 2016, One of the best evening I've ever had.


--

-Another Best part of My Travel Story-

Wednesday, 21 September 2016

A Happy Teacher tells you a story

Image result for teacher quotes

Let me tell you a story about what I have been doing lately, what I'm so into, what I'm enjoying to live with.

What do you think about your job? Do you do your job only because you have to earn some money? Or because you have no other choice? Or because you find it so interesting that no matter how tired you are, when it comes to doing your job, you have so much energy left?

For me, my job is more than passion. I found myself really being grateful, being so happy, being so excited, being so cheerful, being so alive everytime I play role as a teacher.

Can you believe it if I say I spend 13 hours a day for working?

Tuesday, 20 September 2016

KAMU SUKA DENIM? ZALORA-IN AJA!


"Mey, perasaan tiap jalan sama lo, lo selalu pake denim mulu."

Sambil mengesap Vanilla Latte kesukaannya, Candra berkelakar.  Candra adalah temen kost gue sekaligus temen berbagi malam minggu demi mengumpulkan kekuatan bersama sebagai seorang penikmat -kesendirian- kopi.

"Iya, gue lebih suka pake denim. Bisa dipasangin sama apa aja. Jadi, bisa lebih ngirit juga. Satu celana jeans kan bisa dipaduin sama banyak atasan."

"Tapi gue nggak begitu nyaman pake celana sih. Pinginnya pake rok panjang."

Ah, si Candra belum tau kali ya kalo jaman sekarang denim udah bisa berevolusi menjadi apa aja. Nggak cuman melulu jadi long pants aja.

"Eits, denim kan nggak cuman celana aja, Can. Kemarin gue pake denim skirt, kan?"

"Oh iya sih, sekarang kan variasi baju berbahan denim banyak banget variasinya ya, Mey..."

Yak! Benar sekali. Ngomong ngomong soal baju berbahan denim, gue rasa semua orang punya. Entah itu celana/pants, long skirt atau mini skirts, shorts, jumpsuit, maxi dress, jacket sampai hotpants. Dan emang denim ini ngehits banget plus bisa dipasangin sama apa aja. Apalagi saat gue hang out ke mall, denim udah pasti jadi style wajib.

"Tapi, beli denim enaknya dimana ya? Gue suka males datang ke outlet sekitaran sini. Kadang modelnya itu itu aja."

"Can, jaman semua bisa dilakukan secara online macam sekarang mah jangan ngribetin diri."

"Tapi khan kalau beli online yanga da nanti barang yang dipajang nggak seindah kenyataan..."

"Ini beda..."

"Bedanya apa, Mey?

Yak! Pertanyaan bagus!



"Belanja Denim nggak mau kena tipu, kualitas dijamin bagus dan harga bersahabat plus banyak diskon bertebaran, ke sini aja, Can!" Gue langsung mengeluarkan Tab gue macam sales sales MLM. Gue tunjukkin satu per satu item dari Zalora. Candra langsung terpesona.

"Iya ya, tinggal pilih, transfer, beres deh... Mana modelnya juga beraneka ragam ya Mey. Ada.......





Yapp!1 Di Zalora, kita bisa menemukan banyak sekali denim yang sesuai dengan gaya kita!

"Wah, kalau gue mau beliin buat pacar gue juga bisa ya, Mey. Nggak cuman buat cewek, ada banyak item buat cowok juga, kayak...






Nah, sekarang giliran Candra yang semangat banget. Tapi emang sih, baju baju berbahan denim di Zalora itu modelnya banyak banget, kualitas dijamin bagus dan harga bersahabat. 

"Tapi Can, emang lo punya pacar?"

"Ya buat persiapan aja kalau udah punya pacar bisa beli di Zalora."

"Ya suka suka lu dah."

Ya sudah, lupakan soal pacar ya, gaes. Yang pasti denim merupakan salah satu fashion item wajib, gaes. Di Zalora, kalian bisa menemukan banyak sekali denim yang sesuai dengan gaya kalian. 

"Wah, kalo gitu gue mau yang ini sama yang ini deh, bagus kan?" Candra langsung nemu baju denim yang dia suka.

"Kalo gue beli, lo beli juga kan Mey?" 

"Jelas beli dong! Kita beli bareng ya..." 

Maxi dress denim blue rample terbayang bayang di depan mata.

Gimana gaes? Bentar lagi gajian lho, kalian mau pilih yang mana??




Tuesday, 6 September 2016

HIDUP GUE BERUBAH Episode 1


Hari ini genap sebulan gue pindah kerja. Artinya, udah sebulan gue mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru. Sebelumnya gue kerja di salah satu les Bahasa Inggris dan gue udah kerja di sana selama hampir tiga tahun. Sekarang, gue kerja di salah satu sekolah swasta di sekitar Depok.

Dari sini gue sadar kalau ternyata ganti tempat kerja itu sama kayak ganti rutinitas, ganti kesibukan dan ganti kehidupan. Banyak hal yang berubah dalam hidup gue, walau ini baru berjalan selama sebulan. Lalu, perubahan apa sajakah itu?


1. TAK PERNAH SELALU BANGUN PAGI.

Monday, 29 August 2016

Tujuan Hidup Gue adalah....

Image result for heaven and hell art

Setiap manusia pasti mengelami fase ini. Fase saat semua hal atau banyak hal yang lo inginkan untuk terjadi ternyata nggak terjadi. Dan justru hal yang lo takutin malah sekonyong konyongnya hadir dalam hidup lo sebagai suatu kenyataan yang harus lo terima. Atau fase dimana hidup lo rasanya hambar banget. Tiap kali lo mau tidur atau bangun tidur, lo merasa kayak hidup lo kosong, hampa. Atau lo ngerasa lo terjebak dalam rutinitas yang memelahkan dan membosankan demi bisa memenuhi keinginan lo buat 'jajan' di Charles and Keith, Giordano, atau mlipir bentar di Holy Cow Steak. Ambisi lo akan tersenyum lebar dan obsesi lo akan menyeringai saat lo bisa menjejali instragram lo dengan barang barang nge-hits dan makanan asoy. Tapi, sebagai tumbalnya lo harus terus berkutat dengan kesibukan yang seakan tak ada ujungnya; kesibukan yang sering kali bikin kepala lo mau pecah atau hati lo remuk redam. 

LITTLE ESCAPE : SENTUL MEMPESONA


Sambil masih mengumpulkan nyawa, gue beranjak menuju ke jendela. Pelan tapi pasti gue menarik roller blind; tirai gulung yang langsung mengarah ke kolam renang dan lapangan memanah dengan sebuah playground yang dikelilingi dengan tempat duduk santai. Beberapa orang terlihat sudah hilir mudik berenang dan beberapa di antaranya asik berjemur di sebuah sundeck yang mengitari kolam; tiduran manja di pool chair yang memanjang dengan pool umbrella yang melebar.    Sebuah gunung menyundul di kejauhan, berselimutkan awan berarak arak. Tak jauh dari sundeck gue bisa meliat orang orang asyik mengesap kopi di gerombolan armchair dan sofa lembut berwarna krem. Gue memejamkan mata dan mengulet sedemikian hingga biar kayak soundtrack film.

"Good Morning, universe...." Gue semakin fasih menirukan soundtrack sambil menatap jauh ke arah jajaran pohon berlatar gunung dengan kapas putih di atasnya melayang layang.

"Good morning, you......" Ah, betapa syahdunya scene ini buat gue. 

Gue lalu mengedarkan pandangan. Dan kalian tau apa yang gue lihat di sisi kanan kolam renang??

FREE BICYCLE RIDE!!!

"Lita, ayo kita pit pitaaaaan!"

gue berbalik arah dan mendapati Lita masih...................


mimpi.

Tuesday, 23 August 2016

Meraih Pucuk Monumen Nasional, Jakarta Pusat!



Bukan sungai yang saling mengular, bukit hijau royo royo atau rerimbunan pohon pohon yang berjejalan melainkan gedung gedung pencakar langit yang saling menyundul, rumah rumah yang berjejalan berebut lahan, dan jalan jalan aspal yang mengular berliku liku. Pohon pohon hanya sebagai selingan di antara gedung tinggi menjulang dan rumah berpetak petak. Dan gue sadar sesuatu.

"Inilah JAKARTA, men!"

Dari pucuk ini gue bisa melihat pemandangan di sekitarnya. Gue bisa melihat perhiasan Jakarta; gedung gedung dengan berbagai bentuk yang sisinya berkilauan terpantul sinar matahari. Yang di dalamnya juga menawarkan kilau khas Ibu Kota. Tapi, mereka semua tak lebih tinggi dari tempat yang gue pijak ini. Karena gue sekarang sedang ada di bangunan tertinggi di Jakarta; salah satu icon terkenal yang identik dengan Jakarta.

Gue lagi di................................ MONAS!!!

source
---------

Tuesday, 16 August 2016

SELAMAT ULANG TAHUN, KAWAN VIRTUAL!


Pernah tidak kalian mengenal orang orang yang sebenarnya tidak kalian kenal?
Atau orang orang yang tidak kalian kenal tapi mengenal kalian bahkan lebih dari perkenalan mata demi mata?
Pernah tidak kalian begitu merasa termotivasi dan terinspirasi oleh sosok sosok yang tak terjamah oleh genggaman jari jari tangan?
Atau suatu ketika saat kalian merasa hidup di alam nyata memberi begitu banyak sandungan, kalian mengutarakannya kepada mereka, dan lebih dari teman sebatas pandang, mereka bisa membubuhkan mesiu untuk lesatan semangatmu?

Aku pernah. Lebih dari sekedar pernah, aku punya. Aku sudah mengenalnya sejak tiga tahun yang lalu. Sejak saat itu, aku semakin bersemangat untuk menceritakan kisah kisahku pada mereka. Aku menceritakan cerita lucu, lalu cerita pilu, terkadang cerita kelu atau sekedar curahan kalbu. Tak pernah aku membalas pandang, karena memang mereka tak hidup di jangkauan pandangku. Tapi mereka lebih dekat dari buku diaryku, mengenaliku lewat tulisan tulisan lalu memberikan untaian kata pengokang semangat.

Apa yang kita butuhkan sebenarnya di dunia ini selain semangat? Dengan semangat kita bisa mengarungi jarak bermil mil, kita mampu mendaki gunung tertinggi sekalipun, atau berenang menyeberangi selat. Dengan semangat kita bisa melakukan apapun. Dan dari semangat, kita membangun mimpi. Lalu, apa yang kita butuhkan untuk memupuk semangat? Salah satunya adalah kita membutuhkan teman. Tak berlebihan bila aku menempatkan mereka sebagai teman pengokang semangat, walau lagi lagi mereka menyemangati tanpa berkata kata. Mereka menulis. Sekarang, kalian tahu kan keajaiban dari sekedar tulisan?

Thursday, 11 August 2016

Berniat


Aku menabung keresahan demi keresahan. Aku mengumpulkan kegelisahan demi kegelisahan dan menempatkannya di sebuah cawan. Aku mulai berpikir untuk tidak menggantungkan hidupku pada tali yang ku ikat seorang diri. Potret potret diri kawan yang berbahagia menggelitik hatiku untuk berbahagia dan menari atas musik yang senada.

Tak mudah, aku tahu. Hidup memang tak pernah mudah. Saat ku menoleh pun jalan setapak itu dilumuri lumpur, penuh pohon berduri dengan awan hitam menggantung abadi. Tapi, ku bisa apa? Aku tak bisa berjalan mundur atau memutar arah dan mengusir awan, atau mengguyur lumpur atau sekedar mencabut ilalang liar. Bukankah kita tidak bisa memanjat kembali masa yang telah lalu. Bukankah karena itu dia disebut masa lalu?

Aku hanya bisa terus merangkak pergi lalu berdiri dan berjalan walau tertatih. Tubuhku penuh goresan. Hatiku penuh guratan dan jantungku memar. Tapi aku tahu, waktu ibarat obat tradisional mujarab dengan doa sebagai penawar segala luka. Aku tahu awan tak akan berjalan mengikutiku dan mendapati tubuhku basah kuyup. Perih tak akan terus menjalar. Walau terkadang ku tak bisa menggunakan nalar.

Terkadang semua yang ku perlukan hanyalah berdiri sejenak, atau duduk di bawah pepohonan. Lalu, memikirkan jalan mana yang harus ditapaki, gunung mana yang harus didaki, dan sungai mana yang harus diikuti. Ah, terkadang yang harus aku lakukan hanyalah istirahat sejenak, menghela nafas dan menghembuskannya keras keras. Berusaha menguapkan keresahan yang melumuri tubuh dan hati. Lalu, memanjatkan sebuah bisikan yang masih tak terdengar. 

"Aku harus melontarkannya keras keras." Lalu angin akan membawanya ke atas, mengirimkan pesan untuk ku yang berjalan menyelusuri jalan setapak di sebuah hutan penuh dengan jajaran orang orang, penuh dengan tipuan nikmat dan definisi definisi akan hidup yang mereka ciptakan sendiri.

"Aku harus melontarkannya keras keras. Menembuskannya di pekatnya malam dan dinginnya hati. Melesatkan di antara bintang bintang yang berpedar, lalu merasuk bersatu di do'a malamnya."


Tuesday, 9 August 2016

WOW!! Liat Drama Musikal Legendaris "ANNIE" di Ciputra World 1 Mall

WOW!!
Gue duduk di lantai atas mengarah ke sebuah panggung kecil yang tirainya menipu; karena bila dibuka ternyata menjadi luas. Seat penonton ditata sedemikian rupa sampai membentuk setengah lingkaran yang mengerucut dan berpusat pada panggung; di bawahnya lusinan alat musik dengan penabuh para bule menghimpun suara sepanjang show. Orkestra, gaes!


WOW!!
Menit menit berikutnya para pemain "Annie" mulai memainkan perannya. Drama dimulai dengan tingkah polah anak anak kecil yang diceritakan sebagai 8 anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan nan reyot dan kelaparan. Menghadapi hidup yang keras begitu, bangun tidur mereka langsung bernyanyi.



"Lah, ini drama apa film India?" Gue sempet bingung sekejab. lalu gue sadar, ini kan drama musical. Jadi, hidup susah mereka nyanyi, dimarahin ibu pengasuh yang lebih kejam dari Ibu tiri mereka nyanyi, jalan jalan kedinginan mereka nyanyi, ditinggal mantan nikah ayah Ibu mereka juga nyanyi. Hampir semua adegan dilalui dengan bernyanyi, untung bukan nyanyi sambil ujan ujanan dan kejar kejaran di balik pepohonan. 

WOW WOW!! 
Dan sebenarnya bagi gue wow yang paling menohok adalah saat gue liat ticketnya, dimana di situ tertera harga per orang, semacam ini.

Thursday, 4 August 2016