Monday, 21 December 2015

Gegap Gempita Festival Pembaca Indonesia (Episode 2)

YAP!! Akhirnya gue bisa sampai di TTE (Tempat Terjadinya Event) walau pun proses menuju ke sana itu udah kayak drama, panjang, berliku dan banyak cobaan. Gue juga sempat ikutan workshop dari BUKUNE tentang bagaimana menelorkan sebuah karya komedi. Itu tidak mudah!

Dulu jaman gue sekolah, posisi itu menentukan prestasi. Saat pelajaran di sekolah, siapa yang posisi duduk di depan niscaya akan fokus. Walopun sebenernya yang gue maksut adalah posisi pas lagi test. Tapi sekarang sebagai seorang anak yang beranjak dewasa, pengalaman hidup mengajarkan gue pelajaran hidup.......no. 124 :

“Posisi menentukan dengan siapa kau berkenalan...”

So true, gaes... Nasib hari itu membawa gue duduk di barisan paling akhir nomor 2. Di sebelah kanan gue bangku kosong dan selanjutnya mas mas dengan tubuh subur yang duduknya gelendotan. Dan di sebelah kiri gue adalah wanita berhijab biru.

Setelah acara selesai...

“Sendirian ya mba?”

“Iya...kamu juga??”

“Iyaa...aku masih sendiri...”

“Owh...Kamu mau ke lantai 7?”

“Mau..ke sana bareng?”

“Yuk!!”

“Nama mba siapa??”

“Zuhay...kamu?”

“Meykke...”


Sepuluh menit kemudian gue dan mba Zuhay udah asik foto di depan poster besar Pembaca Indonesia, semacam spot paling asik but foto foto. Gue dan mba Zuhay juga harus antri udah kayak mau bayar tiket KRL di stasiun Cawang. Akhirnya gue dan mba Zuhay bisa berfoto dalam satu frame!



Ini adalah kali pertama gue menghadiri acara Festival Pembaca Indonesia walau gue udah tinggal di Jakarta selama lebih dari dua tahun. Dulu, gue takut pergi menjelajah Jakarta sendirian apalagi sampai harus cari cari alamat. Bukannya gue takut nanti senasib kayak Ayu Tingting, tapi gue benar benar nggak bisa baca peta Transjakarta yang lika liku jalannya serumit lika liku jalan ke pelaminan.

Di lantai 7 ini banyak stand pameran, gaes. Cerita Buku, My Little Woman, Blogger Buku Indonesia (BBI), Pojok Inspiratif, Buku Berkaki, Detectives ID, Penggemar Novel Fantasi Indonesia, Kadotaman, dan banyak lagi. 


salah satu stand yang sempet gue foto


Stand pertama yang kita kunjungi dan menurut gue menarik adalah Stand Cerita Buku (@_ceritabuku). Gimana gue nggak tertarik? Di stand itu gue bisa dapat buku gratis. Caranya gampang bangett! Cukup dengan foto dengan buku yang gue pingin yang bisa gue pilih di sana, gue upload di instagram gue lengkap dengan @_ceritabuku dan Traraaaa...buku yang gue ajak foto juga bisa gue ajak pulang!! Hidup emang asik ya, gaes...nih coba liat apa yang gue upload.

Dan gue bisa dapet 3 buku gratis dengan upload 3 foto dengan buku berbeda!

Stand berikutnya yang menyita perhatian gue adalah Buku Berkaki. Jangan salah paham, gaes..bukunya nggak bisa jalan,tetapi kita kita nantinya yang akan menjadi kaki kaki buku itu?? Kok bisa?? Sure!! Komunitas/gerakan ini berfokus pada penyediaan bacaan variatif untuk adik adik di panti asuhan, rumah singgah, lapak pemulung, dll. Buku berkaki ini hadir dari sebuah rasa prihatin atas minimnya akses informasi kalangan adik adik panti asuhan. Jadi donasi buku nantinya akan dipinjamkan secara bergilir dari panti ke panti. Kalau kalian tertarik,bisa banget ke website : www.bukuberkaki.org

Nah, dan dari semua stand di sana, yang paling menyita perhatian gue adalah lautan buku di tengah tengah para stand. Namanya BOOK SWAP. 




"Nah, ini Mey. Di buku ini kita bisa tuker buku yang kita punya dengan buku yang ada di sini. Khan sekarang kamu udah punya 3 buku, bisa tuh kamu tukerin." Mba Zuhay emang yang paling ngerti.

"WOOWWW!!" Gue langsung sibuk ngebolak bolak buku buku yang ada di situ. Dan Alloh emang Maha Tahu, saat gue pilih pilih buku tiba tiba gue nemu buku yang selama ini pingin banget gue beli. Fiction book yang semuanya pake bahasa Inggris. Buku serupa ini tiap kali gue cari di Gramedia,harganya bisa jadi tiga kali buku dalam negeri. Khan gue sedih. Dan akhirnya nggak perlu ngeluarin uang, gue bisa dapat buku in FOR FREE! LOOOK!!

2 buku idaman gue.


Di antara stand stand itu juga kita bisa berfoto dan beli pernak perniknya lho. Gue juga sempet beli pembatas buku bentuk ketupat dan tote bag cool macam ini.

50k

15k
Pengalaman gue bersama mbak Zuhay di hari pertama benar benar cetar. Mungkin,tanpa mbak Zuhay gue cuman bisa muter muter liat stand sendirian, pilih pilih buku sendiri, selfie sendiri. Padahal gue nggak tahu apa apa. 



Di sini, kita bisa ngasih komentar.

itu bukan lonely readers ya gaes, tapi lovely readers.
selfie jangan lupa.
Terus terang gue enggak setuju.. gue mikirin ini sampai jam 2 pagi.
gara gara quotes itu, gue jadi baper.



tolong diamini...

Sayangnya, sore menjelang dan kita harus pulang. Dan itu artinya kita juga harus berpisah. Tapi, sebelum berpisah, sekali gue dan Mbak Zuhay mengabadikan momen di depan gedung. Berkat gerombolan adek adek unyu ini,gue dan Mbak Zuhay bisa meninggalkan jejak sekali lagi.

CEKREK!!

yang motoin kita.



-----------------------------------------------------

Hari kedua, Minggu, 6 Desember 2015.

Proses menuju ke sana di hari kedua nggak begitu banyak drama kayak hari pertama di SINI, karena gue udah tau kemana gue harus melangkah. Hari kedua gue sampai sana sekitar pukul 2 siang karena sebelumnya gue ngajar anak jalanan di sebuah rumah bambu samping kampus UNJ, Rawa Mangun. Hari ini gue mengajak salah satu teman kerja gue, Mila. Begitu sampai,gue langsung bergegas ke lantai 8 karena hari ini gue akan menghadiri talkshow "BE A NOVELIST : KEEP WRITING, KEEP DREAMING" oleh Penerbit Gagas Media. Di talkshow ini gue bertemu dengan para novelis romance, Anggun Prameswari dan Morra Quatro bersama dengan Redaktur Pelaksana Desk Fiksi Gagas Media; Widyawati Octavia. 

salah satu karya Mbak Anggun
salah satu buku Mbak Morra
Jujur,gue belum pernah baca novel mereka. Tapi, gue juga pencinta novel romance. Gue pernah baca "LONDON"  yang ditulis oleh Windri Ramadhina, lalu "Sunshine Becomes You" yang filmnya akan tayang bulan ini, novel novel milik Tere Liye yang mendayu dayu sampai novel milik Andrea Hirata yang berbau sangat Melayu. 

Dan terinspirasi dari mereka semua, gue sempat menulis di HIPWEE, di SINI. Itu adalah tulisan termellow dan terromance yang pernah gue bikin seumur hidup gue. Bahkan, kalau gue sekarang disuruh nulis begitu lagi,gue jamin feel dan kata per katanya akan jauh berbeda since I can't feel it anymore, Itu adalah tulisan paling baper gue. Gue juga bercita cita punya novel romance walau pun sekarang gue lagi nggarap novel Personal Literature yang lagi hiatus nunggu inspirasi tahun depan. Thus, I was there.

Yang gue seneng dari ngumpul bareng orang orang yang satu hobbi adalah kita bisa bersinergi, gue bisa mendapat banyak inspirasi dan semangat. Dan gue juga bisa nambah ilmu tentang menulis novel. I got a lot!

Mba Anggun

Mba Morra
di ujung sana, Mba Editor Gagas Media


-MENANGKAP IDE-

Kadang gue juga suka bingung tiap kali nulis. Gue mau nulis apa ya? Apa yang harus gue tulis? Mulai darimana? Dan ternyata kata mba Anggun, menangkap ide itu ternyata mudah. Kita harus jeli, gaes. Kita harus jeli terhadap keadaan sekitar. Dari apa yang terjadi di dekat kita. Karena dari kejelian itu terlahirlah sebuah ide dan gagasan menulis. Segelas susu, gerobak lusuh bersama satu keluarga yang siap tidur di pinggiran jalan, buku tua, anak pengamen, bahkan lukisan pun bisa jadi ide tulisan. 

Lalu, kembangkan sebuah ide itu menjadi narasi. Caranya adalah bisa jadi saat kita melihat sesuatu, kita bisamendeskripsikannya di dalam otak. Misal gue lagi nunggu KRL di stasiun Cawang. Lalu, gue bisa melihat keadaan stasiun dan gue bisa mendeskripsikan apa yang gue liat ke dalam sebuah narasi di dalam otak gue. Dan saat gue menemukan inspirasi, gue langsung bisa menuliskannya di aplikasi WPS Office, semacam Microsot Word di HP gue. Done!! Gue berhasil menangkap ide.

Selain itu gue juga harus jeli terhadap permainan bentuk dan penyajian, serta sudut pandang. Misalkan, saat menulis sebuah cinta segitiga biasanya penulis akan menulis dari sudut pandang kekasih yang diselingkuhin. Nah, kita bisa nih mengangkat kisah dari sudut pandang selingkuhannya, apa yang dia lakukan dan rasakan sebagai selingkuhan. Dari sudut pandang berbeda,maka akan melahirkan karya dan cerita yang berbeda dari lainnya juga. Wow!

-PENCIPTAAN DAN PENGEMBANGAN TOKOH-

Selesai menciptakan ide, nah saatnya menciptakan tokoh pertokoh. Menurut Morra Quatro, ada poin poin penting saat kita menciptakan tokoh/karakter.

WHO 

Pertama, kita harus memberikan identitas se-realistis mungkin.

-Nama lengkap
- Latar belakang (suku,agama, keluarga, hobi,pendidikan, dll)
-Deskripsi fisik (rambut, tinggi,warna kulit, warna mata, aroma, ciri khas, suara)
-Karakteristik tertentu (pintar,bandel, cerdas)

Ingat, carilah nama yang unik dan mudah diingat orang. 

WHY-HOW

- Alasan tokoh perlu dimunculkan
- Porsi kemunculan tokoh dalam cerita


WHAT

- Peran di dalam cerita
- Kontribusi tokoh terhadap konfilk
- Kontribusi tokoh terhadap penyelesaian konflik.

WHEN

-Bagian plot tertentu ketika tokoh diperkenalkan.

Yang perlu digarisbawahi saat menciptakan karakter menurut Mba Morra adalah 

"JATUH CINTALAH PADA KARAKTER YANG KAMU CIPTAKAN, DAN MILIKI MODEL YANG HIDUP."

Misalnya gue pingin menciptakan karakter cowok yang lembut, sabar, dan rela berkorban. Kalau bisa, gue punya model yang hidup, orang yang gue kenal, yang saat gue menulis tentang karakter itu gue bisa langsung membayangkannya. Itu akan membantu gue untuk lebih mudah memahami watak tokoh dan apa reaksi tokoh saat menghadapi masalah tertentu. Because I have him in real life. Though I don't him literally. 

Dan banyak lagi yang gue dapat dari talkshow ini. It means a lot for me. Dari sini gue mulai ingin lebih sering membaca novel bergenre romance juga. Sebenarnya gue ingin tanya satu hal ke mereka. Sayangnya, gue udah angkat tangan dari pertanyaan kloter pertama sampai kloter tanpa hadiah, kloter terakhir tapi gue nggak dipilih sama moderator acaranya. Kayakya dia punya dendam pribadi sama gue. Padahal kita nggak kenal.

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat penting buat kehidupan gue. Karena belum menemukan jawabannya, gue tulis pertanyaannya di sini. Kali kali ada yang tahu jawabannya.

"Pernah nggak kalian terjebak dalam dua genre yang sama sama kalian minati? Sama seperti gue, gue terjebak dalam dua genre. Comedy dan Romance which they are so different. Dari kata kata dan diksinya pun mereka berbeda. Dari tata bahasa pun berbeda. Biasanya novel romance tutur bahasa alus dan mendayu dayu, memakai bahasa Indonesia sesuai EYD dan penuh perasaan. Sedangkan novel/cerita komedi adalah cerita yang tutur bahasanya asik, gaul dan casual, biasanya pake gue lo dengan tata bahasa nggak baku misalnya 'meminjamkan' menjadi 'minjemin'. Diksinya pun lebih 'keseharian'. Pokoknya beda banget. Dan gue benar benar jatuh cinta dengan keduanya. Yang gue baca pun labil di antara keduanya. Senin gue baca "Ngenest 3" tulisan Ernest Prakasa (Stand up Comedian), Selasa gue baca "Ayah" tulisan Andrea Hirata, lalu tiba tiba gue pingin baca "Newbie Gadungan" buku komedi terbaru karya Tirta Prayudha dari Gagas Media,  lalu saat gue lagi PMS gue baca 'Halaqah Cinta' karena gue lagi sensitip. Padahal untuk menjadi penulis, harusnya penulis itu punya ciri khas, misal saat kita mendengar Tere Liye pasti tulisan tulisan penuh cinta, atau Raditya Dika pasti tulisan tulisan absurd penuh gelak tawa, atau Andrea Hirata tulisan mendayu dayu yang sering bikin hati ngilu. Jadi, gue harus memilih satu di antaranya yang ibarat kata kayak gue disuruh memilih antara Bapak atau Ibu, celana atau kaos, kopi atau susu atau apa yang harus gue lakukan???? Karena tanpa salah satunya, gue merasa timpang."

Pilih genre tulisan aja gue nggak mampu, gimana mau pilih yang lain....menu makan siang misalnya.

Sayangnya, talkshow ini molor hingga hampir jam 4 sore. Itu artinya Festival Pembaca Indonesia akan segera ditutup. Gue dan Mila buru buru ke lantai 7, ke book swap. Gue udah siap sedia bawa beberapa buku gue. Ada 7. Tapi,saat gue lagi milih milih, eh bukunya udah diringkesin dan udah disuruh pergi sama mas mas penjaganya. Akhirnya gue cuman dapet dua buku komedi terbitan BUKUNE, yaitu : Poconggg juga Pocong dan Uwikroskop. Dan sayangnya lagi, gue nggak bisa ketemu Mbak Zuhay lagi karena gue harus buru buru pulang. Gue harus ngajar private setelahnya. 

Gue pun pulang sebelum ikutan penutupan Festival Pembaca Indonesia. 

Tapi it's okay. Gue bersyukur gue bisa ikutan acara itu tahun ini dan bisa menghadiri 2 talkshownya. Gue juga ngikutin dua hari berturut turut karena Festival itu emang cuman dua hari doang. 

Festival ini bagi gue kayak siraman semangat untuk bisa terus berkarya dalam tulisan, juga sebagai modal untuk menyambut tahun depan dengan target target berikutnya sebagai seorang penulis dan sumber inspirasi untuk menelurkan karya karya yang lebih baik lagi. 




11 comments:

  1. Thanks ilmunyaaaaaa...
    Berguna banget! Apalagi yang menangkap ide. Yang kadang aku lakuin itu ini:

    Ambil buku bebas. Buka sembarang halaman. Lihat kata pertama. Catat. Begitu seterusnya 2-3 kali atau lebih tergantung makin rumiy konfliknya.
    Nah, kemudian kata-kata itu dirangkai gimana ceritanya biar jadi cerita berkonflik unik.

    Bisa juga dengan buku kamus. :D
    Thanks ya ilmu-ilmunya udah dibagiiii

    ReplyDelete
  2. well... segitu baper nya lu ya mey.. sampe mikirin sampe jam 2 pagi.. hahaha itu baper level berapa mey... hahaha

    btw peccah banget ya acaranya...
    enak banget dong tingal foto terus dapat buku.
    ada program tuker buku segala...

    btw header baru ya mey? nempah apa bikin sendiri? keren banget loh..
    w dr dulu nyobain ngotak ngatik html supaya header itu bia connect ke fb twitter dll. kagak bisa-bisa. dan akhirnya nyerah.. -__-

    ReplyDelete
  3. Kok asik banget ya tinggal upload instagram dapet buku gratis.. kalo misal sampe 10 buku berbeda boleh gak Mey?

    Ada juga tuker2an buku gitu ya.. pasti asik tuh, buku2 yang gak kebaca bisa dituker sama buku yg kayaknya lumayan..

    Kalo tips nulis sih mungkin itu buat yg demen nulis fiksi ya..

    Btw, uwikroskop lumayan lucu tapi cuma observasi2 aja.. dan gue gak nyangka lo baru dapet bukunya Poconggg -__-

    ReplyDelete
  4. Lengkap banget nih postingannya. Cerita, curhat, ilmu, semuanya ada.

    Seandainya di Pekanbaru ada yang kayak beginian, gue bakalan pantengin terus tuh stand yang ngasih buku gratis. Hahahaha. 100 photo pun gue masukin ke instagram, supaya dapat buku gratis.

    Oh iya. Tips dari mbak vindy di atas boleh juga tuh. Terimakasih ilmunya.

    ReplyDelete
  5. Wahaa keren, belum pernah ke pameran buku sebelumnya.. Kalau mencatat kejadian sekitar emang asyik tuh, aku pernah coba dan hasilnya emang bagus dan menurutku seru.

    Stand book swap seru tuh, bisa tukar menukar buku. Jadi bisa nemuin buku lama, siapa tau disana keselip naskah kuno yang ditukar sama buku baru.

    ReplyDelete
  6. Wah, acara kayak gitu yang gue tunggu. Harga bukunya berapa emang ? jadi ngiler nih~

    ReplyDelete
  7. ngiri euy kalo ada acara acara kayak gini terus engga bisa dateng huhu

    Asik ya nambah nambah ilmu tentang nulis gitu mbak Meyke

    Btw asik banget cuma update ig langsung dapet buku gratis wkwkw biar pun disangka spamming, tp tetep aja lumayan kan

    ReplyDelete
  8. Makasih mbak ilmunyaaa. Setiap mampir ke blog mbak dan baca tulisannya, pasti selalu dapat "sesuatu" yang berharga. Cinta banget, deeh. :')

    Asyik yaaa acaranyaaa. Aku pengiiin. Hahaha. Sayang jauh.

    Mbak, aku juga masih bingung soal genre. Hahaaa. Sampe sekarang masih belum tahu jawabannya. :(
    Mbak Mey ditunggu yaa bukunyaaa. Aku mau baca. Hihi. ^^
    Semangat semangaaat.

    ReplyDelete
  9. gue tahu ini postingan pasti panjang tapi gue baca sampe selesai mey hahahaha...

    sik banget acaranya. bisa uker buku. sayang nggak ada ada tempat nuker pacar sama buku.

    gue mau jawab pertanyaan kamu mey... gue rasa bisa di gabungin tuh antara romance sama komedi. komedi yang cinta-cintaan. dan gue lihat sori.. tulisan lo selama ini lebih asik ke komedi ketimbang ke romance.. hehehe

    ReplyDelete
  10. Baca ini rasanya kepacu buat berkarya lagi, kembali nengok "sesuatu" yang udah ditinggal pergi sementara. Hiks, aku pengin banget ketemu Kak Mey, kayaknya selalu punya semangat tinggi buat berkarya. Siapa tau kan aku bisa tertular buat semangat berkarya juga, jadi buku kita cepet kelar ya Kak, hehe.

    Kalo soal genre Kak Mey itu, coba aja dirasain lagi, mana yang lebih berjiwa "tanpa alasan". Pasti deh ada salah satu yang lebih diperjuangin Kak Mey. Kayak tadi kan baca buku Halaqah Cinta itu karena lagi sensitif dapet. Kalo lagi nggak sensitif, pasti nggak baca itu. Nah, coba cari genre yang mau gimanapun mood-nya, Kak Mey tetep suka baca genre itu. Mudah-mudahan bisa membantu ya :D

    ReplyDelete
  11. asik, pas banget buat pecinta buku-bukuan. ada talk show dari gagas lagi, salah satu penerbit kece tuh. gue suka tema nya tuh, be novelist keep dreaming keep writing. kece. hahaha, pilih genre aja nggak sanggup apalagi menu makan siang, kalau pilih menu makan siang aja nggak sanggup, gimana pilih pacar :")

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...