Wednesday, 30 December 2015

12 Top Resolution of 2015 (RESULT: WHAT HAVE I DONE SO FAR?)

Tahun baru. Identik dengan rencana yang baru, semangat baru yang menggebu dan menderu, jiwa baru dan mungkin pacar baru bagi mereka yang bosan dengan pacar yang lama.

“Pacar baru alhamdulillah...tuk diajak tahun baruan...tak punya pun tak apa apa...masih ada pacar yang lama...” Begitu bunyi sebuah lagu.

Bagi gue, tahun baru memberikan ide ide baru dan juga resolusi dan rencana masa depan yang juga serba baru. Dan memang kurang yahud rasanya kalau resolusi hanya berakhir di ujung bibir. Tahun ini gue rasa termasuk tahun tahun penting dalam hidup gue. Tahun tahun di umur gue yang sekarang akan berdampak panjang dalam sisa hidup gue. Walau pun omongan gue kali ini berat banget, sesungguhnya beban hidup gue lebih berat. Tapi seberat beratnya beban hidup gue nggak ada artinya dibandingkan dengan kekuatan yang selalu dilimpahkan Alloh untuk gue. Iyess.

Resolusi gue tahun ini nggak banyak. Gue pingin :

Monday, 21 December 2015

For 34 year-old Meykke


Since I can’t sleep and I’ve just remembered that I have challege from BEC about “Ten Years from Now”, I will write about it now. I know it is too late to write about it since the due date is over but I will write it still. I always feel so excited when it comes to tell about the future. I got challenge to write a letter for myself in 10 years later. Now, this 24 year-old woman will write for Meykke who turns 34 years old.


Dear Meykke,

How are you? How is your life now? Is everything ok?

It’s so weird to write a letter for you since you are me. I am you. But, anyway I hope you are still alive (Oh God please I am sure still alive, right?)

Meykke, I know that you have so many things to do. Sometimes you get obsessed by something and work very hard to reach them. Even you can stay up until 3 am only for writing this. Sometimes you’re unbelievable!

Along these years, what will have you got already?? I have so many questions for you. But, the first thing popping up in mind is,

Gegap Gempita Festival Pembaca Indonesia (Episode 2)

YAP!! Akhirnya gue bisa sampai di TTE (Tempat Terjadinya Event) walau pun proses menuju ke sana itu udah kayak drama, panjang, berliku dan banyak cobaan. Gue juga sempat ikutan workshop dari BUKUNE tentang bagaimana menelorkan sebuah karya komedi. Itu tidak mudah!

Dulu jaman gue sekolah, posisi itu menentukan prestasi. Saat pelajaran di sekolah, siapa yang posisi duduk di depan niscaya akan fokus. Walopun sebenernya yang gue maksut adalah posisi pas lagi test. Tapi sekarang sebagai seorang anak yang beranjak dewasa, pengalaman hidup mengajarkan gue pelajaran hidup.......no. 124 :

“Posisi menentukan dengan siapa kau berkenalan...”

So true, gaes... Nasib hari itu membawa gue duduk di barisan paling akhir nomor 2. Di sebelah kanan gue bangku kosong dan selanjutnya mas mas dengan tubuh subur yang duduknya gelendotan. Dan di sebelah kiri gue adalah wanita berhijab biru.

Setelah acara selesai...

“Sendirian ya mba?”

“Iya...kamu juga??”

“Iyaa...aku masih sendiri...”

“Owh...Kamu mau ke lantai 7?”

“Mau..ke sana bareng?”

“Yuk!!”

“Nama mba siapa??”

“Zuhay...kamu?”

“Meykke...”


Sepuluh menit kemudian gue dan mba Zuhay udah asik foto di depan poster besar Pembaca Indonesia, semacam spot paling asik but foto foto. Gue dan mba Zuhay juga harus antri udah kayak mau bayar tiket KRL di stasiun Cawang. Akhirnya gue dan mba Zuhay bisa berfoto dalam satu frame!



Ini adalah kali pertama gue menghadiri acara Festival Pembaca Indonesia walau gue udah tinggal di Jakarta selama lebih dari dua tahun. Dulu, gue takut pergi menjelajah Jakarta sendirian apalagi sampai harus cari cari alamat. Bukannya gue takut nanti senasib kayak Ayu Tingting, tapi gue benar benar nggak bisa baca peta Transjakarta yang lika liku jalannya serumit lika liku jalan ke pelaminan.

Di lantai 7 ini banyak stand pameran, gaes. Cerita Buku, My Little Woman, Blogger Buku Indonesia (BBI), Pojok Inspiratif, Buku Berkaki, Detectives ID, Penggemar Novel Fantasi Indonesia, Kadotaman, dan banyak lagi. 

Thursday, 10 December 2015

Gegap Gempita Festival Pembaca Indonesia (Episode 1)



FESTIVAL PEMBACA INDONESIA. Gue girang banget saat gue nerima email balasan yang menyatakan kalau gue terpilih jadi salah satu peserta workshop kepenulisan di festival itu. Sebulan yang lalu emang gue sempet daftar via email. Saking excitednya, hari Sabtu tertanggal 5 Desember 2015 gue sampai ngajuin cuti!! Alhamdulillah, cuti gue diACC sama bos. Terimakasih bos! Dan berangkatlah gue ke alamat yang tertulis di email.

Nah, apakah gue tau itu dimana?? OH JELAAASSS......................


TIDAK!!!

Gimana gue mau tahu kalau gue cuman duduk di seat belakang tiap kali diajak sepupu gue malang melintang di dunia per-mall-an di Jakarta. Gue jadi minim pengetahuan akan jalanan Ibu Kota. Tapi, karena semangat gue berkobar kobar gue mulai cari cara. Gue mulai tanya google, tanya Ayu (temen kerja yang tinggal di Jakarta dari orok), sampai tanya langit namun langit tak mendengar. Sayang....

Gue juga mulai menyusun rencana transportasi untuk bisa sampai di alamat ini:

Tower 2 at Synthesis Square, Jl. Gatot Subroto , Jakarta Selatan

Rencana gue adalah : Jam 11 berangkat naik angkot 56 lalu menuju ke Cawang yang hanya menghabiskan waktu 45 menit, lalu gue pesen Gojek dari Cawang sampai tempat tujuan yang gue liat cuman berjarak 13 km saja. Palingan juga 15 menit perjalanan. Halah..... Sepele.

Kenyataannya adalah :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...