Friday, 9 October 2015

Sejumput Pencerahan dari Meet and Greet 1000_guru, Kuningan - Jakarta Selatan!!

Psstt!!!

Tulisan ini akan lebih syahdu kalo sambil dengerin theme song 1000guru ini, guys!



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saat gue scroll down ig gue, @meykkesantoso (sekalian promosi,wehehehe) tiba tiba mata gue terpaku di salah satu postingan. Bukan, bukan postingan mantan. Postingan ini jauh lebih bikin berdesir. Niiih!!


“Wah,gue harus ikutt!!”

Tapi, dari sejak gue melangkahkan kaki dan merantau di kota ini, masalah paling besar gue adalah,
“GIMANA GUE BISA KESANA?NAIK APA? TURUN DIMANA? SAMA SIAPA? KALAU DICULIK GIMANA?” Gue adalah orang yang buta arah..Arah jalan aja gue nggak faham, apalagi arah hidup gue? Tapi,kali ini bukan soal arah hidup gue tapi soal arah jalan menuju -masadepan-acara ini. Gue segera cari akal  biar gue bisa ikut acara ini. Dan pada akhirnya Alloh menunjukkan jalannya.

Adalah Miss Ivy dan Miss Wulan,teman kerja baru. Setelah gue bribikin dia,

“Miss, ayo miss kita ikut. Ini berguna banget buat kita sebagai guru Indonesia. Kita juga harus berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara kita,Miss... Aku yakin pahalamu akan banyak di surga,InshaAlloh... Ini adalah salah satu jalan kita untuk bisa ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,Miss...Ikut ya,pleaseeeee...Aku nggak tau jalan.”

Dan akhirnya, Miss Ivy ngajakin Miss Wulan dan jam 10.30 kita meninggalkan Cibubur menuju ke Kuningan, Jakarta Selatan. Gue excited banget hari itu karena selama 2 tahun gue bersemedi di Jakarta, baru kali ini gue bisa ikut acara beginian. Salah satu bucket list gue adalah bisa ikut berpartisipasi ngajar anak pedalaman atau anak jalanan. Dulu gue pernah daftar Indonesia Mengajar. Gue udah tulis form aplikasinya,gue ceritain semuanya panjang lebar bertele tele dan akhirnya gue diterima untuk test interview dan micro teaching. Tapi apa daya, tanpa restu orang tua gue cuman remah remah biskuit Malkis.

Setelah janjian di Mc Donalds di depan Plasa Festival Episentrum Kuningan sana, gue punya teman teman baru. Gue kenalan sama Hera, Ida, mbak Wiken,Whilda, Childa, Lady, Ria dan yang lainnya yang sebelumnya janjian lewat whatsapp. Dipimpin oleh Hera, gue akhirnya bisa sampai di Grand Rubina lantai 21 dengan selamat.

Finally, I AM HERE!

Belum mulai, Luth Band on stage.
dapet pin unyu



Founder, Jemi bersama Bu Asnat Bell dan Pak Sukrani

--

Banyak sekali hal yang berkesan buat gue selama mengikuti acara ini. Tapi,tunggu dulu. Kalian tau apa itu 1000_guru??

Baiklah, dari apa yang gue tangkap selama acara, 1000_guru adalah kumpulan anak anak muda yang tergerak hatinya untuk bisa memberikan bantuan secara riil dan materiil,berupa tenaga dan juga barang barang untuk anak anakdan guru di pedalaman yang untuk bisa belajar aja sangat butuh usaha beserta guru guru yang masih jauh dari kata sejahtera. Gerakan 1000_guru ini udah ada di 23 provinsi dengan total regional mencapai 27 di seluruh Indonesia. Kegiatan yang paling menonjol di 1000_guru adalah TNT atau Traveling and Teaching. Jadi, kita bisa mengajar ke pedalaman selama kurang lebih 2/3 hari sekaligus menjelajahi keindahan alam di sekitarnya atau travelling. Misalnya, saat mereka mengadakan kegiatan mengajar dan berbagi di Sukabumi, sekalian trekking dan camping di kaki gunung Salak.It’s so cool, isn’t it??


Nah,biar lebih jelas lagi, menurut apa yang gue baca dari website resmi 1000_guru.

@1000_guru adalah akun twitter inspirasi bagi pendidikan pedalaman dan perbatasan negeri ini. Dibentuk pada 22 Agustus 2012 oleh Jemi Ngadiono, pada awalnya 1000_guru adalah akun inspirasi dengan memberitakan keadaan realita pendidikan di pedalaman pelosok negeri melalui media social, namun kini berkembang dengan melakukan aksi sosial nyata dengan turun langsung membantu pendidikan anak-anak pedalaman negeri.

Ada 2 aksi yang dilakukan oleh komunitas 1000_guru,
1. Beasiswa Guru Pedalaman, 1000_guru berkomitmen untuk membantu kualitas pendidikan untuk anak-anak dipedalaman melalui beasiswa untuk guru-guru lokal yang berdedikasi tinggi namun hanya lulusan SMA dan Sederajat. Mereka adalah tombak perubahan yang akan mengentaskan kebodohan dan kemiskinan masyarakat pedalaman negeri melalui pendidikan. Rata-rata guru guru ini hanya bergaji rendah, akibatnya mereka tak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan keguruan. Dengan ijazah SMA dan Sederajat, maka kesejahteraan mereka pun tidak akan berubah, tetap menjadi guru honor.
Dengan Beasiswa ini, akan menjawab kebutuhan guru tetap yang terus mengajar tanpa harus pergi meninggalkan sekolah setelah masa tugas sang guru berakhir, kenapa? karena kami memberikan beasiswa kepada guru-guru dan anak-anak lokal, yang berasal dari daerah tersebut.
2. Traveling and Teaching, mengajak semua kalangan anak muda dari berbagai latar belakang profesi untuk mengunjungi tempat-tempat yang indah dan unik tentang negeri ini, budaya dan adat istiadat leluhur disertai dengan kegiatan sosial berbai dan mengajar di tempat-tempat yang di kunjungi, berbagi ilmu pengetahuan dengan anak-anak pedalaman dan perbatasan.
Dipedalaman dan perbatasan, pendidikan adalah kebutuhan yang sangat mahal, gedung sekolah memang baik, tapi kualitas pendidikan sangatlah berbeda dengan pendidikan kota besar lainnya di bangsa ini. Semua orang bisa menjadi Pendidik dimanapun berada.


Lalu, siapakah foundernya, Jemy Ngudiono itu? Santay, gue udah fotoin masnya buat kalian.

The founder




Tuturnya, inspirasi terbesar dia adalah datang dari masa lalunya, dari pengalamannya yang pernah tinggal di panti asuhan dan hidup susah. Dari situlah dia mulai tergerak untuk bisa melakukan sesuatu untuk anak anak yang juga untuk sekolah aja susah bukan kepayang.

“Saya dulu pernah tinggal di panti asuhan. Saya pernah hidup susah. Jadi, saya nggak punya apa apa. Saya Cuma punya cinta dan kasih sayang...” Walopun abis itu mas Jimmy nggak bercahaya lalu ada burung burung merpati pada terbang kayak di iklan,tapi menurut gue dia keren........banget.

Sejak 2012 dia mulai berjuang bersama teamnya sampai sekarang udah bisa ngadain Pengobatan Gratis dan Gerakan Hormati Gurumu untuk anak anak SMA yang kadang suka kelewatan sama gurunya,terutama sama guru yang masih magang. He’s such a cool guy!

--

Gue liat lewat video yang diputar betapa anak anak punya semangat yang membara untuk bisa mengenyam pendidikan di tengah segala keterbatasan yang ada; sekolah reyot, jalanan rusak, guru pengajar langka dan alat alat sekolah yang tak terbeli. Begitu pula dengan guru guru yang merelakan waktu dan tenaganya untuk bisa mengajar di pedalaman dengan segala sarana dan fasilitas yang masih sangat jauh dari kata memadai. Bahkan, mereka juga jauh dari kata sejahtera. Dan walau pun begitu,mereka masih terus memperjuangkan hak anak didik mereka untuk tetap bersekolah. Guru benar benar pahlawan tanpa tanda jasa.

Oleh karena itu, 1000_guru juga menyoroti tentang kesejahteraan para guru di pedalaman yang sangat sangat tidak bisa dikatakan cukup dibandingkan dengan pengorbanan yang sudah mereka berikan untuk anak anak, untuk pendidikan, untuk Indonesia. Ada dua guru yang diundang hadir saat itu.

Bu Asnat Bell. Who is she?

Ini diaaaa....

Selfie bersama pahlawan tanpa tanda jasa,Bu Asnat.
Bu Asnat Bell ini walau pun badannya kecil tetapi gue percaya pahalanya besar di surga, sebesar pengorbanan dan perjuangan yang beliau torehkan di tanah kelahirannya, Nusa Tenggara Timur. Bayangkan!!

Dalam sehari, Bu Asnat Bell mengajar 7 jam untuk 9 mata pelajaran. Dan dia sudah mengajar selama 12 tahun terhitung sejak 2003. Tahukah kalian gajinya berapa?? Gaji pertama yang didapat Bu Asnat adalah 7.500 perbulan! Lah buat beli bubble drink aja kurang. Setelah itu,bu Asnat Bell mulai digaji sebesar 50ribu per bulan dan sekarang sudah mulai mengalami peningkatan lagi,yaitu 200ribu/bulan. Sayangnya gaji bu Asnath belum turun sejak tiga tahun yang lalu. 



Berkat 1000_guru, Bu Asnat akhirnya mulai disorot oleh media, dan bantuan mulai berdatangan. Dia juga sempat diundang oleh Kick Andy. Setahun menghilang, Kick Andy mengundangnya lagi dan kali ini semua perjuangan Bu Asnat Bell terbayarkan!

Akhirnya beliau dinobatkan sebagai salah satu Kick Andy Heroes 2015 pilihan pemirsa!

Nih,guys!!


Guru yang kedua adalah Pak Sukrani. Siapakah Pak Sukarni??

Pak Sukrani adalah guru di SDN 2 Mekarmulya di desa Catang, Serang – Banten yang sudah mengajar selama 8 tahun. Pak Sukrani ini gajinya 300ribu. Tapi, bensin sebulan habis 450ribu karena jarak tempuh dari rumah ke sekolah mencapai 20 km dan ditempuh selama 2 jam. Terlebih lagi motornya itu motor sewa yang harga sewanya 450ribu perbulan!! Jadi, pendapatan beliau adalah 300ribu, sedangkan pengeluarannya mencapai 900ribu. Lah, ya kan beliau tombok. Tapi, akhirnya berkat 1000guru beliau bisa punya motor sendiri. Sekarang,gajinya mengalami peningkatan yaitu sebesar 350ribu dan biasanya turun 3 bulan sekali. :(



Dan apapun hambatannya, bagaimana pun keadaannya, mereka tetap mengajar, semata mata untuk anak anak didik mereka yang benar benar butuh pendidikan, benar benar butuh diperjuangkan. Bu Asnat dan Pak Sukrani memang benar benar luar biasaaaaa...

Nah,di acara itu nggak cuman menghadirkan Bu Asnat dan Pak Sukrani aja nih. Tapi di situ juga ada Acha Sinaga dan Wendy Cagur. Acha Sinaga sebagai spoke person dari 1000guru, sedangkan Wendi Cagur sebagai Calon guru yang sekarang menjadi mantan calon guru karena kenyataannya dia terjun ke dalam dunia entertainment (Ingat, bukan entertain..)




Selfie dulu sama Acha Sinaga. :D


Buat gue pribadi,acara ini seru bingit!! Ini bukan acara resmi kayak seminar pendidikan,bukaaan... Mereka membungkus acara ini dengan nuansa santay kayak di pantai tapi padat makna. 

Serunya lagi,  dari acara ini juga gue bisa punya teman teman baru unyu macam ini.





Teman baru aku, namanya Dudu dari Dagelan.
Nggak cuman itu, acara ini juga semacam pencerahan buat gue sebagai seorang guru muda. Bu Asnat dan Pak Sukrani mengajarkan gue akan semangat untuk mengajar, semangat untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, semangat untuk setidaknya bisa berguna untuk orang lain. Mereka tetap mengajar dengan penuh cinta dan dedikasi apapun keadaannya. Mereka menyadarkan gue kalau masih buanyaaaak adek adek di luar sana yang juga butuh tas untuk sekolah, bangku untuk belajar, pensil dan buku untuk menulis dan guru untuk mengajar. Mereka butuh pendidikan.

Salah satu bucket list gue adalah gue bisa ikut mengajar di pedalaman atau mengajar anak anak jalanan. And I am sure, if there is a will there must be a way!




Thankyou Miss Ivy dan Miss Wulan!! Sebelum pulang sebaiknya kita selfie duluu..hahaha

Sore menjelang dan akhirnya gue beserta kedua teman kerja gue ini harus pulang. Dan sungguh, perjuangan gue dan kedua temen gue hari itu dari naik taksi sampai naik gojeg membelah Jakarta malam malam terbayar lunas. 

Thankyou, 1000_guru ! 

18 comments:

  1. pahlawan tanpa tanda jasa memang luar biasa... tapi acha sinaga lebih luar biasa... becanda deng :") setelah melihat2 di universitas, peminat jurusan guru sd ternyata lumayan banyak. gue baru nyadar. salut bu... teruskan pekerjaan mulai ibu guru!

    ReplyDelete
  2. wuihhhh ketje badai. calon ibu guru yang punya semangat menggebu-gebu ini. kalo di kampus gue juga ada loh komunitasnya gini. semacam anak komunitas dari Indonesia mengajar. yah, mungkin visi-misinya sama kaya 1000 guru ini. keren lah.

    ReplyDelete
  3. Wih keren tuh programnya, selain bisa tujuan mengajar juga bisa jalan-jalan jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Kan enak tuh sambil dayung-dayung, apaan sih.

    Terus sekarang gimana programnya, sudah bisa mengajar sampai pedalaman belum? Tapi di tempat tadi masih ada yang di pulau Jawa ya, padahal itu pulau penduduknya terbesar tapi masih ada yang tertinggal disitu. Semoga kedepannnya pendidikan disini merata ya, sukses juga buat programnya :)

    ReplyDelete
  4. Acaranya keren, orang-orangnya juga keren dan menginspirasi... Miris juga ya buat guru-guru di pelosok yang terkadang nggak dihargai, padahal ia bekerja pake hati. alhamdulillahnya mereka adalah orang-orang baik dan masih mau mengajar anak-anak meskipun kondisi mereka juga sulit.

    Nggak sia-sia kamu datang dan ilmunya juga ditransfer buat pembaca di blog ini heheh.. baru tau juga ada komunitas 1000 guru, komunitasnya keren..
    oh iya kapan-kapan kamu datang ke tempat kita dong mey,nanti kenalan sama anak-anak jalanan di jakarta.

    ReplyDelete
  5. sayang banget lah ini kalau nggak ada perhatian dari orang banyak.

    dan 1000guru ini keren deh memperhatikan mereka para pahlawan yang membantu mencerdaskan bangsa
    itu gajinya lama banget lagi turunnya. udah kecil gitu pula. entah kenapa saya jadi miris banget sama departemen pendidikan. apa mereka nggak menelisik gitu kerja para guru di pelosok ini gimNA. harusnya kan mereka membantu dan meringankan beban mereka

    ReplyDelete
  6. Banyak pahlawan tanpa tanda jasa....
    gue pun pengen jadi salah satunya....
    ini hampir mirip lho sama programnya Lembaga Zakat Dompet Dhuafa....
    Sekolah Guru Indonesia...
    guru gue lulusan sana...
    hehehe

    ReplyDelete
  7. ciyus miapah lu udah interview indonesia mengajar?
    woooowwww kerennn... temen gw 2 kali ga lulus2. katanya saingannya berat2.. kampus terkenal semua..

    lengkap bgt rilis acara nya mey.. keren yaaa..
    itu gaji 350 yg d bayar per 3 bulan mungkin dari dana bos. keren ya guru2 itu.

    gw kadang mikir. klo kmren gw d papua gaji ga sebanyak itu, atau bahkan ga di gaji. apa mungkin gw masi bertahan jd guuru. apa ge jd guru krn gajinya gede. ya allah...

    oa. 1000guru itu gw udh sering liat twit nya. tp menurut gw 2/3 hari ngajar itu ga dapet feel nya.. hari pertama ngajar kita baru mulai kenalan. hari kedua tau2 perpisahan. mungkin itu lebih layak disebut "liat2 sekolah".
    mnrt gw lebih ke traveling nya dr pd jd gurunya.
    atau traveling sekalian liat2 sekolah d pedalaman.
    minimal klo jd guru seminggu kek, atau sebulan, atau 6 bulan kayak waktu PPL. atau setahun sekalian kayak indonesia mengajar atau SM3T.
    gw bukan bilang 1000guru itu ga bagus. tapi sayang aja masa jadi guru cuma 2 hari...

    tapi mungkin bnyk pertimbangan dr foundernya.

    ReplyDelete
  8. INDONESIA MENGAJAR gokil. itu salah satu komunitas yang paling sosial haha. kurang lebih sama dengan relawan urun tangan sih ya :D
    btw sukses untuk mengejar segala cita citanya, barakallahu semoga diberkahi Allah :)

    ReplyDelete
  9. 1000 guru. Kok acanya bisa sekeren itu, ya. Dari fotonya, emang acanya gak dibuat formal, tapi santai dan maknanya padet.

    Gue malah seneng kalo acara gerakan kek gini, bisa diadakan santai gini. Jadi, kesan kedekatan sesama audien dan pemateri lebih dekat dsn gampang memaknainya.

    Hem... Jujur gue salut sama kedua guru di pellosok itu, perjuangan mereka keren bgt untuk mencerdaskan bangsa. Semoga terus bisa memberikan yg terbaik buat Indonesia dan pemerintah peduli akan ini.

    ReplyDelete
  10. Pas baca artikel ini, aku langsung jd ada niat untuk membantu...
    seperti 1000 guru ini... keren banget keliatannya... sekarang jarang...
    banget ada sekelompok org yg rela terjun langsung ke realita/masalah yg ada...
    itu acaranya keliatannya sangat berbobot sekali materinya... jujur, kalo ada acara...
    yang kayak gitu, emang wajib ya kayaknya buat didatengin... semoga 1000 guru bisa terus membuat anak - anak bangsa menjadi anak - anak yang berguna bagi bangsa dan juga negara :)

    ReplyDelete
  11. Tumben postingannya nggak pakai bahasa Inggris, Mey :))

    Anw ini acara keren banget, ya! nyesel nggak ikutan waktu diajakin kolega untuk ikut.

    ReplyDelete
  12. keren! guru-guru hebat yg berpikiran kedepan untuk bangsa. salut dgn kedua guru dr pdalaman itu, trutama bu Asnat. rela ttap mncrdaskan anak2 bangsa, walau digaji sedikit.

    acara-acara ky gni mang prly diadain trus nih biar pra gru mkin sdar koadratnya haha. apalagi acaranya kn dibikin santai, jd ngikutinny gk trlalu mllahkan :D sukses trus Miss Mey!

    ReplyDelete
  13. Ini 1000_guru kn program inisiatif dr masyarakat. Nah peran pemerintahnya mana, masa kudu di publish dlu di media baru pemerintah mau bayar hak dr guru tersebut :(

    Aku baru tau ada program sperti ini, pdhal udh sejak 2012 yah. Wah, ini sungguh keren dan saya dukung. Perlu banyak program seperti ini di indonesia, agar pendidikan indonesia bisa lebih layak terutama dgn para guru yg perlu dihargai pengorbanan nya

    ReplyDelete
  14. Perasaan kemarin udah komen deh huhuuiii
    Ih seru gt acaranya. Harusnya km ngajakin aku jg Meyk :p
    Seneng ya bisa gabung di komunitas keren gt. Gpp Meyk dl km ga bsa ngajar di pedalaman. Skg km bisa sebarkan ilmu itu utk siapapun. Semangat Meykeeeeeee

    ReplyDelete
  15. Niat banget Mey ikutan acaranya... walopun gak tau jalan, tetep dijabanin.. iya, nyari temen biar gak kayak orang ilang :D

    btw.. terenyuh juga sama masa lalunya founder ya.. dia gak mau anak2 lain merasakan hal yang sama kayak dia dulu.. dan apa yang dia lakukan bener2 luar biasa, gue salut sama actionnya.. dengan adanya 1000 guru, guru2 yang bener2 mengabdi untuk bangsa bisa terekspos.. mereka bisa dapet bantuan.

    salut sama Pak Sukrani, udah jarang banget ada guru begitu.. ngajar bukan buat nyari duit tapi buat mencerdaskan anak bangsa... dibandingin sama guru PNS yang udah sertifikasi tapi ngajar aja kelas masih ditinggal2 .. disitu kadang gue merasa kampret.

    Terakhir.. karena ngajar di pedalaman udah masuk bucket list... jadi gue tunggu realisasinya Mey .. :D

    ReplyDelete
  16. Kalo bapak gue nggak pindah dari banten mungki akan sama nasibnya kayak pak sukarni. Di banten true story nasib guru di pedalaman jelek banget.

    Hehe bapak gue dulu begitu mey...

    Smoga mreka nasibnya bisa membaik yah.. Acaranya juga keren nih :)

    ReplyDelete
  17. Salut banget sama orang2 yang punya passion mengajar begini. Saya juga salut sama kamu, Mey. Salut aja. :D

    ReplyDelete