Friday, 16 October 2015

EF #29 : FOR YOU, MY FUTURE DAUGHTER


Source

Talking about someone, this ‘someone’ just popped up in my mind. I’m not gonna write about someone appeared in the past and disappeared afterwards, leaving me in such a pain without a cure. This time I’m not gonna write about my parents,my family, and my beloved friends who shape me like the way I am now (which I’m so grateful of having them all) since I’ve already written about them a thousand times. Let me write about you. Yes, you...my future daughter.

I keep thinking about you. I’m wondering how will you look like? Will you like your mommy or your daddy or the mixture of us? Once you knock our door, I can’t imagine how happy I will be. I’m gonna cuddle you every single night, hug you until you fall asleep and teach you so many things. Remember, your mommy is a teacher. I will introduce you kinds of color and teach you how to color up your world.

When you are still a cute little baby, mom will dress you up with soooo many colorful clothes and shoes. But, don’t worry my daughter. Mom will not put semi high-heels on your little feet just like what their moms did to their daughters. I know it hurt. Mom will not dress you up like an adult like what they did. You are too cute and I want it that way. Mom will always answer your question, like:

“Mom, what’s that?”

“Mom, what’s this?”

“Mom, why can birds fly but we can’t?”

“Mom, why do you wear a scarf on your head?”

Ahh, daughter.....
Later I will teach you how to put on a hijab as well. Now mom is struggling,you know that. But later, Mom promises that mom will teach you everything. Don’t worry..... Mom will always do the best for you.

Mom will witness you growing up, getting taller and prettier. Then mom will pick you up to the school. Mom will put on a uniform beforehand!! You must look so pretty! Don’t worry..mom will be always there to help you wear a tie and put some powder on your pretty face. Mom will always be there to teach you when you find the homework so hard to do. Remember, your mom is a teacher. You are student that Mom want to teach the most in the world!!!

 When holiday comes, mom and dad will take you to beaches!! You know, mom likes beaches a lot. There, you can say hello to coral, enjoy the breeze, feel the warmth of the sun, build the sandcastle and you will realize that life is so good.... Because you have mom and dad.


My daughter, we will meet in the right time because mom believe God will have us that chance. But, mom has one thing to do in order to make it happen. Mom has to........meet daddy first. Then mom and dad will meet you. InshaAllah...

Thursday, 15 October 2015

MENJELAJAHI 9 SENSASI DUNIA FANTASI, ANCOL - JAKARTA UTARA!

The best photoshot of the day!
Kata orang hidup itu macam rollercoaster, cuy. Kadang dia menukik ke atas lalu sekonyong konyongnya dibanting ke bawah, diputer puter di udara mana pake dipelanting ke kanan dan ke kiri, mana nanti digulung gulung ke atas dan ke bawah, dimiring miringin  macam kambing guling. Kata orang hidup emang macam rollercoaster, nggak melulu jalan pelan sesuai lintasan. Dan kata orang, walo hidup kayak rollercoaster tapi pilihan tetap ada di tangan kita. Lo mau tutup mata sambil ngremes ngremes pegangan dan ngutuk diri sendiri kenapa lo bisa ada di situ ato lo buka mata lebar lebar, nikmati naik turun pelantingan sambil jejeritan dan buang kaki dan tangan ke segala pejuru mata angin. Rasakan! 

Dan dari kata orang itulah gue berpendapat kalo gue juga butuh simulasi menjalani kehidupan. Sekarang gue lagi berada di masa kritis dimana kesempatan untuk stress sedang tinggi tingginya. Gue mulai ditumpuk banyak persoalan duniawi dengan waktu yang terus berputar. Undangan makin banyak. Oleh sebab itu, logikanya kalau naik rollercoaster aja gue lolos, harusnya dalam melewati rollercoaster kehidupan ini gue juga lolos.

30 Agustus 2015 adalah hari yang gue dan teman kost gue, Candra dan Nisa pilih buat simulasi menjalani kehidupan. Kita ke Dufan!! Naik gojeg biar ngehits!



“Kita harus naik semua wahana yang memacu adrenalin karena umur kita udah 20an. Biar nanti saat kita dipacu oleh kenyataan hidup, kita bisa tegar!” Nisa yang notabenenya paling tua dewasa angkat bicara.

“Gue setuju.” Candra angkat tangan tanda bahwa dia sependapat.

“Aduhhh!!” Gue berseloroh.

“Laaah?? Lo kenapa??” Candra dan Nisa bingung.

“Beraaaat!!!” Laaah...Teryata gue angkat beban hidup. Berat,gaes. Don't try at home.


Kesempatan terakhir, guys..Besok kalo ke sini lagi harus bikin lagi yang artinya harus bayar lagi.

Friday, 9 October 2015

Sejumput Pencerahan dari Meet and Greet 1000_guru, Kuningan - Jakarta Selatan!!

Psstt!!!

Tulisan ini akan lebih syahdu kalo sambil dengerin theme song 1000guru ini, guys!



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saat gue scroll down ig gue, @meykkesantoso (sekalian promosi,wehehehe) tiba tiba mata gue terpaku di salah satu postingan. Bukan, bukan postingan mantan. Postingan ini jauh lebih bikin berdesir. Niiih!!


“Wah,gue harus ikutt!!”

Tapi, dari sejak gue melangkahkan kaki dan merantau di kota ini, masalah paling besar gue adalah,
“GIMANA GUE BISA KESANA?NAIK APA? TURUN DIMANA? SAMA SIAPA? KALAU DICULIK GIMANA?” Gue adalah orang yang buta arah..Arah jalan aja gue nggak faham, apalagi arah hidup gue? Tapi,kali ini bukan soal arah hidup gue tapi soal arah jalan menuju -masadepan-acara ini. Gue segera cari akal  biar gue bisa ikut acara ini. Dan pada akhirnya Alloh menunjukkan jalannya.

Adalah Miss Ivy dan Miss Wulan,teman kerja baru. Setelah gue bribikin dia,

“Miss, ayo miss kita ikut. Ini berguna banget buat kita sebagai guru Indonesia. Kita juga harus berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara kita,Miss... Aku yakin pahalamu akan banyak di surga,InshaAlloh... Ini adalah salah satu jalan kita untuk bisa ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,Miss...Ikut ya,pleaseeeee...Aku nggak tau jalan.”

Dan akhirnya, Miss Ivy ngajakin Miss Wulan dan jam 10.30 kita meninggalkan Cibubur menuju ke Kuningan, Jakarta Selatan. Gue excited banget hari itu karena selama 2 tahun gue bersemedi di Jakarta, baru kali ini gue bisa ikut acara beginian. Salah satu bucket list gue adalah bisa ikut berpartisipasi ngajar anak pedalaman atau anak jalanan. Dulu gue pernah daftar Indonesia Mengajar. Gue udah tulis form aplikasinya,gue ceritain semuanya panjang lebar bertele tele dan akhirnya gue diterima untuk test interview dan micro teaching. Tapi apa daya, tanpa restu orang tua gue cuman remah remah biskuit Malkis.

Setelah janjian di Mc Donalds di depan Plasa Festival Episentrum Kuningan sana, gue punya teman teman baru. Gue kenalan sama Hera, Ida, mbak Wiken,Whilda, Childa, Lady, Ria dan yang lainnya yang sebelumnya janjian lewat whatsapp. Dipimpin oleh Hera, gue akhirnya bisa sampai di Grand Rubina lantai 21 dengan selamat.

Finally, I AM HERE!

Belum mulai, Luth Band on stage.
dapet pin unyu

Friday, 2 October 2015

Tahun Yang Baru Untuk Hati Yang Beku


“Happy Birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday...Happy birthday to Miss Meila...” Riuh rendah suara teman teman pengajar menyesaki ruang perpustakaan itu. Mereka mengepungku dengan sebuah roti bertabur pijar cahaya dari setiap lilin lilinnya dengan sepasang lilin berlambang angka. Angka dua terlihat begitu anggun berdampingan dengan tiga. Tak lupa pula tulisan di atas coklat pipih bertuliskan,

“Happy Birthday Miss Mei!”

Sekonyong konyongnya mataku berbinar dengan banyak seri melingkupi rona muka. Dalam hitungan ketiga asap mengepul di setiap lilinnya dan aku memanjatkan do’a sejenak. Ahh, banyak sekali do’a yang aku ingin panjatkan di usiaku yang sudah terbilang dewasa ini. Mereka kemudian secara bergiliran menjabat tanganku dengan banyak bingkisan do’a.

Esok hari di hari itu, HP ku terus berdering bahkan sebelum aku mampu sepenuhnya membuka mata. Suara paling familiar di ujung sana menyapa pergantian angka satuan di umurku dengan guyuran do’a yang juga selalu beliau dengungkan di tiap tahunnya. Hanya saja, tahun ini adalah tahun yang begitu berbeda. Bila tahun tahun sebelumnya beliau bisa langsung masuk kamar dan membangunkanku, tahun ini kami dipisahkan jarak sejauh 758 km. Bila tahun tahun sebelumnya Ibuku mengguyurku dengan do’a untuk selalu sehat dan cantik, panjang umur dan meraih segala cita citanya, Mei ini beliau menambahkan satu do’a untukku.

“Semoga segera mendapatkan jodoh yang terbaik, anakku...” Tak ketinggalan Ayah dan kedua adikku ikut menyambung percakapan di ujung sana dengan terus memberikanku selamat dan juga do’a.

Begitu membuka BBM, Whatssapp dan Facebook aku merasa benar benar kebanjiran do’a. Semua teman memberondongku dengan ucapan selamat, doa, dan segala harapan harapan baik untuk hidupku. Aku membacanya sembari mengulum senyum sendirian di ruang mungil yang sudah aku tinggali hampir setahun ini. Segala syukur bertalu talu menepuk nepuk hati. Semua pesan dari teman temanku langsung katam aku baca pagi itu juga.

“Miss, let’s cut the cake...” Bisikan seorang teman pengajar membuyarkan lamunanku. Kami segera memotong kue dan memakannya bersama sama. Mei tahun ini adalah Mei paling berbeda dari sebelumnya. Mei dimana aku berani menjejakkan kakiku lebih jauh demi sebuah mimpi, Mei dimana aku melaluinya dengan orang baru dan segala pengalaman baru di tanah baru, Sumatra.

HPku mengerling sekejab saat aku dapati nomor yang tak asing muncul di layar depan HPku. Nomor tanpa nama.  

“Hallo?”

“Mei?”

Aku terdiam. Lidahku tiba tiba kelu, bahkan tanganku mendadak kaku.

"Selamat Ulang Tahun, Meila." 

"Te..terimakasih." 

"TUT" 

Bila tak kuakhiri sekarang juga, aku takut aku tak bisa menahan diri untuk menanyakan kabarnya, keadaannya, hatinya......terhadapku. 

Suara yang juga begitu familiar terus terdengung bahkan setelah telepon ditutup. Ahh, sebaru apapun Mei tahun ini, apa aku bisa melaluinya dengan hati yang baru?


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...