Wednesday, 6 May 2015

14 HAL YANG BISA DILAKUKAN SAAT JATUH SAKIT DI TANAH RANTAU



Hal yang paling gue takuti saat sebatang kara di tanah rantau selain kehabisan uang adalah jatuh sakit. Gimana nggak takut? Gue sakit tapi sendirian. Gue laper tapi nggak ada yang nyediain makan. Gue mau ngeluh juga mau ngeluh sama siapa, maksimal cuman sama kipas angin Miyako atau antena Sankyiota. 

Dua hari ini pun gue nggak masuk kerja. Dini hari tiba tiba gue kebangun karena tiap kali gue bergerak, lutut sebelah kiri gue sakit banget. Bahkan, makin lama walau pun nggak gue gerakin juga makin sakit. Gue balurin lutut gue pake Salonpas cair. Gue mencoba tidur lagi tapi gue nggak bisa karena sakit masih terus merongrong lutut gue. Dalam keremangan malam gue elus elus lutut gue. Kok lutut kiri gue lebih gede dari lutut kanan gue. Gue liat jam. Ah, baru jam dua alias pagi masih lama. Gue balurin lagi pake Salonpas biar panasnya dahsyat dan rasa sakit tersamarkan. Yang ada lutut gue rasanya panas terbakar campur sakit di bagian dalam. Gue rapuh. Gue mencoba cari tahu apa yang terjadi.

“Kame, kamu kenapa? Perasaan tadi baik baik aja...”

Dia diem, nyut nyutan.

“Kamu lelah ya? Coba kamu diem dulu nanti kalau udah jam 6an kamu sakit lagi.”

Dia tetep diem, nyut nyutan makin kenceng. Kame* ngambek. Gue nggak bisa tidur. Setelah gue inget inget baru dua hari gue pulang dari Garut, mengarungi jalan super jauh karena salah bis dan kalau gue pikir pikir Kame lah yang jadi korban. Nanti abis ini gue ceritain.

Nah, tadi malem gue baru inget kalau gue abis senam cardio yang menitik beratkan pada paha dan kaki. Maksut gue adalah biar tubuh gue sehat bugar dan stamina gue bagus karena gue harus bekerja dari pagi menjelang siang sampai magrib kadang dilanjutkan dengan memberi les tambahan di beberapa tempat. Gue memang suka senam cardio atau kalau nggak salah semacam aerobik dan yoga. Sepulang kerja dan bersih bersih kamar, gue senam. Tapi, gue nggak mikirin gimana perasaan Kame. Gue telah memfrosir Kame. Mana gue senamnya pake loncat loncat kayak orang kesurupan. Nih coba liat videonya...


Sehabis senam gue merasa sangat sehat. Lalu, jam 11 malam gue tidur dan jam 2 pagi lutut gue sakit banget. Gue tahu bingung nggak menyelesaikan masalah. Gue cuman bisa rebahan dalam kegelapan. Gue nggak bisa minta bantuan Barbara, Marimar atau Casandra yang pasti sudah tenggelam dalam mimpi indah mereka. Gue akhirnya baca Ayat Kursi berkali kali siapa tahu lutut gue ketempelan.  Tapi kayaknya otak gue yang ketempelan. Lama lama panas Salonpas melelapkan gue. Pagi harinya gue bangun dan lutut gue masih sakit. Gue liat lutut gue, Ebuseeeeett...lutut gue jadi dua, mengembang kayak Zuppa Soup. Tiap kali gue gerakin sakitnya bukan main. Akhirnya, gue minta tolong Barbara buat nganterin gue ke dokter. Untung ada dokter dekat kos. Tapi, gue harus jalan kaki. Gue rapuh. Bahkan, untuk bangun dari kasur gue aja gue harus cari posisi gimana caranya biar kaki sebelah kiri gue tetap lurus. Gue miring ke kanan, miring ke kiri, lalu sedikit telungkup. Seraya melakukan pose akan push up dengan menitikberatkan berat di kedua tangan akhirnya gue bisa berdiri. Tapi, kaki gue benar benar nggak bisa buat napak. Sakit! Tapi, gue nggak punya pilihan.


Dengan diantarkan Barbara, akhirnya gue bisa sampai di rumah Dokter Merry. Sepanjang jalan pun Ibu Ibu ngeliatin gue. Mungkin karena gue jalan udah kayak robot kehabisan batere. Akhirnya gue sampai juga di rumah Dokter Merry. Gue buka lutut gue.

“Waaah...kok sampai bengkak kayak gini. Habis ngapain?”

“Tadi malam senam, dok..terus Jumat dan Sabtu duduk di bis total 13 jam..”

“Owh, ini salah urat..sprain..”

“Apa bu? Spain? Real Madrid?”

“Sprain mbak...cidera otot. Kamu juga sakit pikir?”

“Owh...Nggak Dok, saya cuman lelah.”

“Wah, ini nanti dikompres pake air anget terus dibaluri parem ya, beli di apotek.”

“Iya, dok..”

“Jangan banyak gerak dulu, apalagi naik turun tangga. Kamu kerja khan?”

“Iya dok.”

“Ini saya kasih surat keterangan sakit untuk dua hari. Soalnya nyeri dan bengkaknya nggak bakalan sembuh dalam satu hari saja.”

---

Lalu, apa yang harus gue lakukan dalam dua hari ini? Sampai di rumah, gue rebahan. Sebelumnya gue fotoin surat keterangan sakit sekalian obat obatnya dan gue kirim lewat BBM ke temen kerja gue sekalian minta ijin kalau gue sakit. Kita nggak bisa berharap orang akan selalu percaya dengan apa yang kita kemukakan, khan? Siapa tahu gue dikira sakit tipu tipu dan absen sakit gue dihitung cuti alias jatah cuti gue tahun ini dikurangi? Atau siapa tahu ada yang nulis status, ‘anak muda jaman sekarang manja manja.’ Dan gue sebagai anak mami yang sangat manja merasa tersindir. Tapi temen kerja gue mah baik.

Nah, lalu apa yang bisa kita lakukan saat kita sedang merantau demi masa depan yang lebih baik tetapi namanya juga manusia suatu saat bisa jatuh sakit?? Mungkin beberapa pilihan di bawah ini bisa dicoba :

1. PERGI KE DOKTER DAN MENAATI APA PESANNYA



Ini jelas sangat penting. Saat kita sakit sampai nggak masuk kerja itu tandanya kita sangat perlu pergi ke dokter atau rumah sakit. Jangan ditunda tunda, karena semakin sakit padahal tinggal sendirian kita akan semakin sedih. Jadi, saat sakit cepatlah pergi ke dokter atau setidaknya minum obat. Berusahalah untuk sembuh secepat mungkin dan taati apa yang dokter katakan. Begitu gue sampai kost pun gue lalu manasin air dan ngompres kaki gue biar bengkaknya berkurang. Gue juga nggak banyak gerak seperti yang dianjurin dokter. Tapi, yang nggak banyak gerak itu kakinya. Anggota yang lain mah bebas.

2. MAKAN ES KRIM DAN COKLAT


Saat sakit di perantauan usahakan untuk bisa menyenangkan diri sendiri walau gue tahu sakit itu sama sekali nggak bikin senang. Tapi, daripada mengasihani diri sendiri dan berkubang dalam kesedihan yang ada kita malah makin sakit. Saat sakit gue mencoba untuk bisa menjaga kestabilan mental gue dengan makan es krim dan coklat. Tapi ini nggak bisa berlaku untuk segala macam penyakit. Misalnya, demam, batuk, dan sakit gigi. Don't try it!

3. TELPON KELUARGA ATAU SAHABAT



Saat sakit, kita jelas butuh support. Nah, bisa saja kita telpon keluarga ataupun sahabat. Dengan begini kita tidak akan merasa terlalu kesepian di kos sendiri. Menjalin komunikasi dengan mereka bisa membuat mental kita menjadi lebih seterong dan itu pasti berdampak pada kesembuhan kita. Kita juga bisa BBM teman teman kita untuk sekedar mengumpulkan semangat.

“ Seeeph, gue sakit inih. Gue nggak berangkat kerjaaaaaa *emotnangis”

“Ebuset, kenapa lo?”

“Lutut gue bengkak seph, nggak bisa ditekuk..sakit beeeett, padahal gue belum pup. Huaaaaa...”

“Udah ke dokter? Ada ada aja lo di rantau. Emang kakinya lo apain?”

“Cuman senam aerobik, Seph. Gue terlalu memaksakan diri. Kasihan kaki gue. Dia pasti lelah. Maaf ya kakiiiiiiii...”

“Ckckckck.. Ya udah diminum obatnya. Get well soon!!”

Dengan cara ini gue jadi nggak merasa kesepian lagi. Tapi, sebenarnya kali ini gue nggak mau telpon Ibu gue. Gue bingung ceritanya gimana. Tetapi, Ibu gue yang telpon gue karena adek gue ngadu ke Ibu gue setelah tahu kondisi gue lewat status BBM.

“Ike, katanya kamu nggak berangkat kerja kenapa?”

“Sakit Bu.”

“Sakit apa?”

“Sakit lututnya bengkak.”

“Kenapa?”

“Senam Aerobik.”

“Makanya jadi anak tuh jangan kebanyakan ide sama tenaga. Jadinya begini khan? Nanti makan siangnya gimana kalau nggak bisa jalan? Wong hidup sendiri kok nggak ati ati. Udah diminum obatnya?”

“Injih kanjeng Mami...injih..leres..”

4. UPDATE STATUS DI BBM



Nah, ini juga penting.

Status gue di BBM : “Niatnya senam aerobik/cardio buat ngencengin paha eh malah harus bedrest 2 hari gara gara lutut bengkak karena salah urat. Ya Tuhaaaaaaan.”

Cengkling!! “Kamu kenapa Mey?”

Cengkling!! “Haaahhhh!! Seriusan?? Kok bisaaaah??”

Cengkling!! “Kenapa lagi kamu?”

Cengkling!! “Ckckckckc...cah kakean polah..”

Dengan kita update status di BBM, maka akan banyak chat yang masuk untuk menanyakan kabar kita. Kita bisa sibuk balas satu satu dan bisa jadi lupa kalau kita lagi sakit, asal mencetin layarnya nggak pake lutut. Dengan berkomunikasi dengan banyak orang juga kita bisa banget jadi merasa diperhatikan dan disayang. Jadi, walo di kos sendirian dan cuman bisa lendetan kita tetap bisa bahagia karena toh banyak sahabat dan teman yang care dengan kita tanpa mengenal jarak dan keadaan. Kita juga bisa berbagi cerita dan canda.

 5. NONTON DRAMA KOREA



Ini bisa banget dilakukan, terutama untuk kaum cewek. Kita lagi sakit, nggak ada temen, nggak bisa banyak gerak. Sudah jelas yang kita butuhkan adalah drama Korea sambil tiduran. Saat sakit khan kita juga butuh hiburan? Jadi, drama Korea sangat pas untuk ditonton saat sakit di kost. Tetapi, diusahakan ceritanya jangan terlalu sedih. Bisa bisa kita baper dan ikut ikutan nangis karena saat sakit biasanya orang akan mudah nangis. Jadi, jangan mancing mancing. Takutnya semula kita nangis karena liat drama Korea, akhirannya nangis karena pingin pulang.

“Mamaaaaaah....aku atid aku pingin pulang sekarang Mamaaaaaaaaahhhhhhh!!! Aku tuh nggak bisa diginiin...Huaaaaaaaaaa”

6. JANGAN TERLALU BANYAK TIDUR.


Mungkin kalau sekedar tiduran sih yes, tapi kalau tidur gue rasa jangan keterlaluan. Tapi, ini juga bisa diatur sesuai kondisi. Kalau kita memang sakit demam atau gejala demam berdarah dan tipes disarankan banyak istirahat. Tetapi, kalau sakitnya hanya pada daerah tubuh tertentu misalnya belekan, gondong, cacar, atau lutut bengkak sebaiknya jangan banyak tidur.

Yang pertama, kebanyakan tidur gue rasa malah bikin tambah sakit karena otot jadi kaku kaku kekurangan gerak. Mood juga jadi kurang bagus karena merasa lemah dan rapuh.

Yang kedua, biasanya saat gue sakit dan gue kebanyakan tidur gue malah jadi mimpiin rumah dan Ibu gue. Saat gue sakit di rumah biasanya Ibu gue dengan rutin akan ngecek gue di kamar. Punggung tangannya akan ditempelin ke leher dan dahi gue saat gue demam. Atau Ibu bakalan masakin sambel terong atau pepes kesukaan gue biar gue mau makan. Atau Ibu gue bikinin susu atau nyuruh makan dulu. Adek gue juga akan ke kamar Ibu gue buat jengukin gue terus nyium nyium pipi tapi dikit.

“Nduk, ini bangun makan dulu terus minum obat...”

“Nduk, nih paremnya dipake dulu.”

“Rasanya gimana? Yang sakit mana?”

Lalu gue nyanyi,

“Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku, sakitnya tuh di sini..melihat kau memilih diaaaaa...”

--
Nah, kalau gue kebanyakan tidur saat sakit, gue pasti mimpiin rumah. Dan begitu gue bangun, gue kaget.

“Loh, Ibu? Ibu dimana?? Aku dimana?? Aku siapaaaaaa?????”

Dan saat gue sadar kalau gue ada di kos, gue jadi galau maksimal dan pingin pulang. Makanya saat sakit dan nggak harus banget tidur, gue memilih untuk tidur secukupnya. Ya...sekitar jam 12 siang sampai 5 sore udah cukuplah.

 7. MEMBACA BUKU SAMBIL MENDENGARKAN LAGU


Kalau lo suka baca buku, baca bukulah untuk membunuh waktu saat sakit dan sendirian. Karena saat membaca buku, bisa jadi kita tenggelam dalam ceritanya, ditarik dalam dunianya dan waktu terasa begitu cepat berlalu. Lagian, saat sakit bukan berarti kita harus pasif. Just do something useful, at least for yourself.

8. LEMASKAN OTOT OTOT

Gue bingung. Gue lapar tapi gue nggak punya makanan. Kalau gue beli keluar, gue berangkat Dhuhur bisa bisa sampai di Warteg pas Ashar, lalu pulangnya sampai di kost pas Maghrib. Itu pun masih nyebrang jalan. Pas gue nyebrang yang ada malah terjadi penumpukan kendaraan di Jalan Katelia Raya sepanjang satu kilometer. Yang ada gue tua di jalan. Pilihan satu satunya gue harus masak. Tapi, jalan pun kaki gue rapuh. Kalau sudah begini, yang harus gue lakukan adalah paksakan. Mengingat hidup ini panggung sandiwara kata Nike Ardila, gue nggak boleh manja. Sedikit demi sedikit gue jalan ke dapur. Gue masak nasi dan goreng telur. Akhirnya gue bisa makan dengan jumawa sambil gosokin lutut pake Salonpas cair.

Saat gue sakit gondong pun gue tetap jalan jalan di seputar kos. Gue jalan dari dapur ke ruang tamu, lalu balik lagi ke dapur biar nggak bosen.

Jadi, saat sakit pun kita harus melemaskan otot demi bisa cepat sembuh.

9. MASKERAN ATAU WARNAIN KUKU



Ini bisa dilakukan untuk kaum wanita. Daripada kita galau di kos, mendingan kita melakukan sesuatu yang membuat kita senang walau sedang sakit. Salah satunya adalah dengan maskeran dan warnain kuku. Asal kita masih bisa melakukannya tanpa kesusahan. Setelah kuku kita berwarna dengan cat kuku Arab yang boleh dikenakan tanpa membatalkan sholat, InshaAllah hidup kita pun akan berwarna.

10. BERKUMPUL BERSAMA TEMAN KOS



Ini juga perlu dilakukan. Gue meyakini saat pikiran kita tenang dan senang, maka penyakit pun akan mudah sembuh dan kita bisa kembali sehat. Salah satunya adalah berkumpul dengan teman teman kos sambil makan malam dan bercanda. Dengan menyatukan kekuatan sebagai anak rantau, kita tidak lagi merasa kesepian. Setidaknya kita bisa hidup bersama sebagai sebuah keluarga yang saling mendukung, tak jarang menertawakan.

11. MENULIS



Selagi kita masih bisa duduk, bisa banget kita membunuh waktu dengan menulis. Asal menulisnya nggak pake lutut. Menulis juga bisa sebagai terapi penyembuhan karena kita belajar untuk bisa mencurahkan apa yang kita pikirkan dan rasakan. Sakit juga nggak harus nggak produktif khan, kakak? Daripada gue bete di kos sendirian dan cuman bisa duduk atau tiduran, gue nulis aja postingan ini.

12. MENANGIS



Memang saat sakit ditambah kenyataan kalau kita sendirian itu sangat rawan terjadinya menangis. Kayak gue saat gondongan dulu. Gue laper, tapi gue nggak ada makanan. Gue mau cari makan di luar tapi gue takutnya saat gue beli makanan, ada anak kecil bareng Ibunya lewat.

“Mamah, kok kakaknya ngemut balon gede banget warnanya biru? Khan nggak boleh Mah...”

“Iya, adek mau?? Nih kakak kasih!!” Gue takutnya gue hilang kendali dan ngasih blau satu kotak.

Lalu, akhirnya gue nyairin bubur instan. Ngunyah baru tiga kali pipi gue udah kenceng banget dan senut senut. Gue ngunyah tiga detik sakitnya tiga menit. Ya udah gue nangis aja karena gue keburu laper dan pipi gue sakit. Tapi, nangis itu nggak dilarang kok. Tempo hari gue liat di Spot Spot di TV kalau menangis itu justru mengeluarkan racun lewat air mata dan menghasilkan suatu hormon yang membuat mood kita menjadi lebih baik dan kita menjadi lebih lega dan tenang. Jadi, ya udah nangis aja. Nggak papa kok. Yang penting nggak ada yang tahu.

13. BERDOA



Berserah diri dan meminta kesembuhan. Kepada siapa lagi kita akan meminta kesembuhan selain kepada Tuhan? Saat sakit, saat kita udah istirahat dan makan obat hal selanjutnya adalah berdoa. Semoga kita segera sembuh karena jaman sekarang sakit itu juga mahal. Gue saat gondongan gue berobat ke Rumah Sakit. Karena hari itu adalah hari Minggu, gue harus berobat lewat UGD. Dan untuk sebuah gondongan gue harus merogoh kocek sebanyak 4ratus ribu!! Saat gue sakit mata karena gue kelilipan eye liner dan mata gue jadi sakit dan inflamasi, gue juga harus mengeluarkan biaya sebanyak 4ratus ribu di Rumah Sakit yang sama. Gue sedih kalau ingat itu.

Gue berdoa di kala sakit gue agar Alloh menggantikannya dengan kesehatan luar dan dalam, serta berkah yang melimpah. Gue juga berdoa semoga sakit gue bisa mengurangi dosa gue yang kalau diitung pake sampah diplastikin, gue pasti sudah tenggelam di TPA Bantar Gebang Bekasi. Gue hanya sebutir debu di Gurun Sahara dan setetes air di Lautan Hindia. Alloh Yang Maha Segalanya.

14. PERBAIKI DIRI



Saat sakit begini adalah saatnya kita untuk merancang rencana untuk memperbaiki diri. Memperbaiki pola makan kita, gaya hidup kita, kebutuhan tidur kita dan pribadi kita yang kadang justru menjerumuskan kita pada hal yang kurang baik. Kayak gue ini. Karena terlalu memaksakan diri dan kurang mengerti akan badan sendiri, niat baik gue malah berakhir nestapa sampai jalan aja pake keringetan. Semoga semua orang yang didera sakit, baik sakit yang parah, ringan atau sakit yang menggelikan  bisa segera sembuh dan bisa menjaring barokah kembali. Aaamiin...

Gue harus lebih mengerti diri gue sendiri dan semoga ke depannya kita semua bisa sehat wal’afiat tiada kekurangan suatu apapun dan tetap bersyukur karena pelajaran hidup nomor 34 mengatakan :

"Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. Uwoo..."

*Kame : Kaki Meykke


8 comments:

  1. Haduh, itu kasian amat, mungkin gegara terlalu lelah, makanya jadi sakit begitu. GWS ya, Kame :)

    Wah, itu sih makan es krim sama coklat cuma buat sakit tertentu, kayak yang mbak bilang, demam, batuk, dan sakit gigi jangan malah makan begituan. Nanti malah bukannya sembuh, tambah sakit :P

    Saat sakit juga biasanya adalah saat dosa-dosa kita diampuni, jadi janganlah terus mengeluh sakit. Syukuri saja dengan tetap berdoa semoga bisa kembali disehatkan agar bisa beribadah dengan lacar kepada Tuhan :)

    GWS mbak :D

    ReplyDelete
  2. Wih, lutut sampe kayak kebagi dua? Semoga cepet sembuh ya kak! :)

    Kak mey nulis postingannya niat banget. Sampe 14 poin kayak gini. Kak mey emang hebat. Sakit nggak mengurangi produktivitasnya *tsaah

    Sakit di rumah sendiri aja nggak enak, apalagi sakit di tanah rantau ya.. tips-tips diatas bisa aku praktekin nih. Ngomong-ngomong drama korea, aku lagi suka nonton drama korea 'The Heirs' nih di RCTI. Setiap hari nggak pernah kelewat :D

    ReplyDelete
  3. Btw temennya tambah nih dari kipas miyako sekarang ketambahan antenna sankyiota (bener gak tulisannya?)

    Gws nih buat kame bukan buat kak meyke lo ya.. kayaknya kak meykke itu sok ide deh masa sudah banyak kegiatan belain senam. Tapi salut sih bisa olahraga diantara banyaknya kegiatan. Nulis sih bisa kan kak meykke walau sakit bela-belain nulis

    Btw kalo pas liat drama korea lagi nangis karena kesakitan gimana tuh? Kelar gak idupnya?

    ReplyDelete
  4. Waduh gara-gara senam doang, lutut bisa sampe bangkak. Cepet sembuh ya Mba, semoga lututnya cepet kempes.

    iya bener, kalau sakitnya bukan karena stamina atau flu dan pusing, sebaiknya melakukan aktivitas, biar sakitnya gak kerasa.

    untuk aktivitas menangis, kaya bagi cowo-cowo malah dikatain cengeng lagi, tapi kalau sakitnya patah hati mah, nah wajar aja kalau menangis, mau nangisnya sampe di bawah shower juga masih dibilang wajar kok. hehehe

    pelajaran hidup no 34, kata-katanya kaya udah gak asing lagi ya, kaya liriknya d'masiv lagu jangan menyerah. :) tapi bener sih, nikmatin aja hidup ini, dan syukuri aja apa yang kita dapet. jangan menyarh... jangan menyah.... (lah napa gue jadi nyanyi kaya gini.) hehehe

    ReplyDelete
  5. hahahaha, ada yang absurd. makan cokelat sama eskrim sambil menulis dan nonton film korea oke banget tuh. itu covernya film spellbound kan? gue udah nonton btw tuh film. lucu tuh waktu adegan robek-robekan baju X))

    kalau sakit, biasanya gue juga ngelawan dengan perbanyak aktivitas dan gerakan. kalau keringet udah keluar, rasanya bakal lebih nyaman

    ReplyDelete
  6. Aku pernah pas maen ke Palembang selama 3 minggu terus sakit mulu.. :( Tapi ngga berani bilang ke keluarga karena takut mereka khawatir.. Akhirnya pergi ke rumah sakit sendirian deh :P

    ReplyDelete
  7. jadi postingan ini ditulis ketika Kak Mey lagi sakit yaa, terus sekarang keadaan lututnya gimana? sehat kak?

    awalnya kayaknya Kak Mey sih pengen melakukan hal positif yaa, eh tapi kok malah jadinya sakit. tapi kayaknya banyak banget yaa hal yang bisa dilakukan ketika sakit. malah sampai ada 14 hal yang Kak Mey jabarkan. ada enaknya dan nggak enaknya juga.

    kalau jadi anak rantau gitu emang repot kalo lagi sakit, semuanya harus dikerjain sendiri. kalo dirumah kan masih bisa dibantuin sama mama dan keluarga yang lainnya. semangat yaa Kak meykke, lain kali jangan senam yang terlalu berlebihan nggeh mbak hehe.

    ReplyDelete