Tuesday, 14 April 2015

KOPI ISI ULANG

Penerbit Harfeey, Februari 2014 (Indie) - Cerpen
Genre : Romance



Meykke Santoso


“Laptop, tumblr, buku buku, dompet, charger, pencil case,uhm....” Aku bergumam sendiri mengabsen barang barang yang harus ada di dalam backpack besar, seperti biasanya.

“Ah...kopi.”

Barang satu ini jelas tidak boleh dilupakan. Segera aku mengambil botol imut kosong bertuliskan hari yang indah. Semenit kemudian, kopi sudah melekat manja di bahu samping backpackku, dan dia pun juga sudah menggelayut manja di balik punggungku.
Dengan langkah cepat aku menuruni jalan dan siap menghadang angkot. Perjalanan tidak berhenti sampai di sini, karena begitu turun dari angkot, aku harus berjalan melintasi keramaian pasar dan akhirnya mendaratkan pantatku di salah satu seat di samping jendela, di sebuah bis tua yang tak jarang mengejan dan terbatuk di sepanjang perjalanan.

“Ah, masih tersisa satu jam. Aman”, batinku

Aku melayangkan pandang  ke kebun kopi dengan banyak titik putih bermekaran, lalu deretan rumah rumah yang berjejeran di sepanjang jalan, berganti dengan jembatan besar dengan aliran sungai di bawahnya.

Pemandangan rutin yang selalu aku temui di setiap pagi. Pemandangan yang ternyata aku rindukan di serpihan masa mendatang.

--

“May, itu asli apa isi ulang???”, tanya Vina dengan memasang tampang menggoda.

“Isi ulang..”, ucapku sembari asyik meneguk kopi dari botol imut bertuliskan hari yang indah itu. Lalu, mereka terkekeh bersama sama.

“Aduh May...May..tiap hari perasaan isi ulang mulu. Tuh botol udah dipakai berapa kali??” ucapnya kemudian...

“Ah, nggak ngitung..yang penting isinya Vin...” ucapku, kini sambil mengetik ngetik di atas tut laptopku. Sebagai blogger, kopi sejangkauan genggam adalah pematik inspirasi dan penggelontor berbagai ide. Bahkan, saat mengerjakan tugas atau melihat Drama Korea pun kopi adalah komplemen pelengkapnya.

Ya, setiap hari barang satu ini harus wajib dibawa. Dan walopun aku sudah membawa tumblr dengan 1 liter air di dalamnya, botol imut ini sama sekali tidak boleh ditinggalkan. Saku yang pas pasan pun tidak bisa menahanku untuk tidak mengecap rasa pahit manisnya, sampai aku punya trik sendiri untuk bisa minum kopi setiap hari tanpa menggelontorkan uang membeli satu buah botol kopi tiap harinya.

Hari hari berlalu, dan aku masih setia dengan kopi isi ulang yang membawa banyak inspirasi.

“May, dimana?” Aku menerima SMS dari sahabatku, Inggit.

“Di perpustakaan, ngerjain skripsi.” Ucapku sembari bersemedi di balik meja yang mengarah langsung ke jendela dengan pohon rindang nan besar berdiri gagah di ambang pandang.

“Ayo makan dulu, bareng.”, ucapnya melalui deretan huruf di layar HPku.

Sepanjang hari itu, perpustakaan adalah tujuan utamaku. Aku begitu sibuk memainkan mouse di depan komputer kampus sembari sesekali mengetiknya di laptopku sendiri. Dan yang tak boleh dilupakan, kopi isi ulang berdiri mematung di samping komputer, menungguku untuk meneguknya saat otak mulai kosong dan ide mulai buntu. Setiap hari, dari pagi hingga malam hari, berbulan bulan. Aku, laptop, dan kopi botol isi ulang adalah satu kesatuan.

--

“Ting!”

Nada BBM ku membuyarkan lamunan. Segera aku bangkit dari tempat tidur kostku dan meraih HP layar sentuh di pojok meja.

 “Mayyy, Display Picturenya bikin aku inget masa lalu.” Message dari Inggit.

“Ahahaha, ingat apa?”, tanyaku dengan pertanyaan retoris.

“Ingat jaman kuliah kita dulu. Itu kopi isi asli apa isi ulang? Hahaha...”

“Asli, Giiit...” jawabku dengan menambahkan emoticon gembira yang memakai topi ulang tahun di atasnya dan tangan menengadah tepat di depan wajah.

“Pastilah, Mayy... Sekarang kamu pun kalau mau mengisap kopi Startbucks atau pun J’Co pasti tinggal merogoh saku...”

“Behehehe...” Aku terkekeh.

Kopi bagiku tidak hanya gilingan biji kopi yang diseduh dengan air panas ditambah gula. Lebih dari itu, kopi memberiku banyak inspirasi. Kopi mampu meletupkan semangat yang bertubi tubi.

Aku segera meraih cangkir bergagang, membuka satu sachet kopi bertemakan hari yang indah, dan mencampurnya dengan air mendidih. Dan wangi kopi ini, kepulan asap yang berbilah bilah di udara ini mengantarku kembali ke masa lalu, mengecap masa masa indah penuh perjuangan bersama teman teman. Dan kecupan pertama mengobati seluruh rindu yang menggebu.


1 comment:

  1. Naturally attraction, the actual ease of using a kitchen area backyard continues to be really actual, as well as till rolex replica uk attempted the actual deliciousness of the hublot replica uk oregano inside your pasta marinade which was selected correct outdoors your own back again doorway, you might not recognize that which you tend to be lacking. The actual tag heuer replica sale business utilizes us platinum primarily in order to produce instances as well as band with regard to high-end versions along with complicated mechanised changes as well as actions. Compared to omega replica sale simply a really little bit of the actual steel can be used within wrist watches; nevertheless, just about all high quality view producers possess a wrist watches view within their collection of versions. It’s endured with regard to a large number of many years as well as is among the the majority of silver and gold coins on the planet: precious metal. All through hublot replica sale numerous possess in a rush to get a few, right now, most are your company to market a few.

    ReplyDelete