Thursday, 16 April 2015

Kepada Calon Bapak Kami

Penerbit Meta Kata, April 2014 (Indie) - Puisi Nasionalisme
Genre : Inspiratif



Teruntuk sang calon penguasa yang sedang bergulat merebutkan tahta,
Bila waktunya telah tiba dan bapak bisa duduk di singgasana termewah negara ini, bila  bapak pada akhirnya mengguratkan sejarah yang akan masuk di buku pelajaran banyak tahun mendatang, sudilah kiranya bapak mendengarkan lenguh penuh keluh kami para jelata.

Banyak kali saya mendapati jejeran rumah kumuh beradu pantat di belakang rumah berharga milyaran di negara gemah ripah loh jinawi ini, bapak. Banyak kali saya mendengar berita banyak jelata seperti kami tak kuasa menembus obat dan meregang nyawa di pinggir jalan, bapak. Ah, banyak sekali anak anak berkaki dekil mengais rejeki dengan krencengan di hiruk pikuk Ibu Kota pula. Pun bangku sekolah terlihat menjulang tak terjamah, bapak. Kami, para Indonesia asli bergulat penuh peluh di negara sendiri, mengais bulir demi bulir demi nafas yang masih menderu di esok hari. Kami, para jelata yang tak banyak kata, karena memang tak pernah bisa.

Lihat, bapak.. Para tikus berdasi menumpuk uang kami di almari. Mereka berlenggang memamerkan permata di sekujur badan. Bapak, kami di sini kelaparan.

Tapi kami memupuk yakin, esok pasti akan lebih baik. Kami yakin, bapak akan mengantarkan mimpi indah untuk kami, para jelata.
Bapak, kami di sini berdoa dan terus menunggu. Untuk Indonesia yang lebih baik.

                                                                                                Salam hormat,


                                                                                                       Jelata 

2 comments:

  1. masalah yang sulit diatasi. mau pakai lem tikus macam apapun, tikus2 berdasi selalu saja datang memakan uang negara.

    ReplyDelete
  2. semoga pemimpin yang sekarang bisa membuat kondisi negara menjadi lebih baik.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...