Thursday, 30 April 2015

Siap Kondangan, Siapkan www.shopious.com !! Trust Me, It Works!


Siang itu gue dan seluruh penghuni kantor yang berjumlah lima orang, yaitu sebut saja Princess, Barbie, Strawberry Shortcake, Mermaid, dan gue sebagai Annabelle sedang melakukan diskusi serius. Masing masing dari kita memasang wajah sumringah. Maklum, hari itu tanggal 25. Rekening yang semula nolnya menggelinding kini datang kembali. Dan sebentar lagi salah satu guru akan melaju ke tahap selanjutnya sebagai seorang wanita. Menikah. Dan jelas saja keempat orang lainnya sangat antusias menyambut hari bersejarah itu. Panggil saja Miss Mia dari cabang kantor yang lain, personil yang akan segera melepas masa lajangnya itu bahkan telah membagikan kain dengan warna senada kepada kita. Kita akan memakai dress kembar!! Bahkan, seumur hidup gue baru kali ini gue dikasih kain kembaran untuk menghadiri pesta pernikahan. Biasanya cuman Ibu gue. Gue sudah mulai diperhitungkan, dan tandanya gue sudah harus mulai memikirkan untuk membagikan kain seragaman suatu hari nanti. Tapi, bukan ini intinya. Hubungan antara habis gajian dengan akan menghadiri pernikahan adalah kita harus membeli apa apa saja yang dibutuhkan untuk tampil maksimal.

Strawberry Shortcake  : “Eh, kalau pake pantofel item ini bagus nggak sih ya?” Gue liat dia meliuk liukkan jari kakinya di dalam sepatu pantofelnya.

Gue : “Straw,  lo mau ke nikahan apa mau ngibarin bendera di Istana Negara pake segala pantofel macam itu. Nggak cucok lah.”

Mermaid : “Terus gue gimana? Gue belum nemu blazer yang pas buat gaun gue. Lo khan tau sendiri gaun gue cuman sebatas ketek?”

Princess : “Iya, sama. Gue juga belum dapet clutch warna gold sama blazer yang bisa matching buat gaun kita. Gue maunya blazer yang cuman gantung sampe bawah dada aja biar potongan pinggang gue terlihat meliuk sempurna.”

Strawberry : “Terus aku gimana dong Miss Mey?? Apa yang harus aku lakukan?? Aku tuh nggak bisa diginiin...”

Gue : “Gue juga. Gue nggak punya apa apa. Khan tau sendiri gue biasanya cuman pake flatshoes ceper kemana mana. Tas gue bentuknya hampir semua ransel, mana ada pake  clutch clutch segala. Clutch apaan aja gue nggak tau.”

Mermaid : “Tapi kok lo sekarang makannya lahap banget, mana pake nambah? Emang lo nggak kepikiran nanti di sana gimana? Lo nggak tau kalau semua teman teman Miss Mia bakalan hadir di sana?”

Barbie  : “Dan kita punya kesempatan buat ngecengin mereka!!!”

Wahh, brilian sekali ide mereka. Kenapa gue nggak kepikiran. Tapi, kesantaian gue bukan berarti gue menerima nasib gue tanpa usaha. Gue santai karena gue udah tahu kemana gue harus mencari tas, sepatu, blazer dan perlengkapan wanita lainnya.

Straberry Shortcake : “Gimana kalau kita serempak ke Tanah Abang?? Atau blok M? Atau pasar Uler?”

Mermaid : “Lo tuh sebenarnya mau beli baju apa mau beli HP batangan pake pasar Uler dibawa bawa? Mermaid mulai kehilangan kesabaran. Gue yang melihat hal itu segera mengambil tindakan.

Gue : “Sebenarnya gue santai bukan karena gue pasrah. Gue santai karena gue nemu ini.”

 Gue segera mengambil tab gue yang udah kayak talenan dan mengetikkan sebuah nama ajaib. Traraaaaa!!!



Barbie : “What is that?? www.shopious.com??”

Saturday, 25 April 2015

KEHILANGAN ITU...

 

Jam 1 pagi dan gue belum tidur. Padahal saat gue ngintip Casandra, dia sudah tenggelam dalam kasur empuk berbuah mimpi indah. Marimar sudah terbuai kipas angin geleng geleng super gedenya yang anginnya berasa kayak di pinggiran pantai Pok Tunggal di Jogjakarta. Barbara sudah terlelap sejak kapan tau, dan Esmeralda baru saja mandi pukul 11 malam tadi dan barangkali sekarang sudah bergabung di lautan mimpi bersama yang lain. Dan gue? Tanpa bantal, guling atau pun selimut sedang menatap nanar langit langit kamar sambil mengaplikasikan gaya yoga bernama corpse mode, seakan gue sedang mengapung di permukaan air dengan wajah menantang sinar mentari esok. Gue masih mencari ide. Ide tentang Best Article Awards Blogger Energy.

Kehilangan. Tema macam apa ini. Bahkan, gue sampai harus terus mendelik untuk berpikir tentang kehilangan. Bukan, bukan karena gue nggak pernah merasa kehilangan. Faktanya, justru kebalikannya. Gue melempar pandang ke kipas angin Miyako warna biru yang terus menggeleng dan tak pernah mengangguk, tak ubahnya jalinan waktu yang terus maju, tak pernah mundur. Dan ikatan waktu itu yang justru membuat seorang manusia rapuh macam gue mengalami begitu banyak kehilangan.  Bukankah kita sudah akrab dengan kehilangan sejak dahulu kala, bahkan saat kita belum mengerti arti sebuah kebersamaan dan rasa memiliki? Kenangan bergulir, menari nari di pelupuk mata.

Friday, 24 April 2015

PENERANG GELAP

Penerbit Pustaka Jingga, April 2014 (Indie) - Cerpen
Juara Ke-3
Genre : Romance
                                                                                                                Meykke Santoso          

XII IPA 3, JEJAK AKHIR YANG TAK BERAKHIR

Penerbit Aksara Media, April 2014 (Indie) - Cerpen
Genre : Comedy

                                                                  
                                                                       Meykke Santoso

SEJAK KAPAN

Penerbit MMJN, April 2014 (Indie) - Cerpen
Genre : Romance

                                                                                   
                                                                          

NAMAKU DERU

Meykke Santoso
“Ah, dia datang lagi!” Aku mengulum senyum. Dadaku bergejolak, lagi.

“Dia datang lagi...” Aku mencoba merapikan wajahku yang cenderung usang dan lusuh. Rasanya kurang indah saja hariku tanpa hadirnya. Dia kemudian duduk di sebuah bangku paling ujung, tepat mengarah ke jendela. Dia mengeluarkan sebuah benda kotak besar berwarna hitam yang ku kenal sebagai laptop. Dia membuka lembaran kotak besi itu dan jarinya mulai menari begitu lincah di tut laptop. Lagi lagi, seperti biasa, untuk ke sekian kalinya, aku harus puas memandang punggungnya saja. Ah, pantas saja dia ke sini. Hari ini adalah hari Sabtu, hari libur untuknya. Hari ini adalah hari Sabtu, hari pertemuan rutin kita. Mataku terus tertuju pada bangku pojok itu.

Thursday, 23 April 2015

Ini Soal Temen KOST 9 (Casandra Hilang)



Bagi kami berlima ; Casandra, Barbara, Marimar, Esmeralda dan gue sebagai Mercedes, kumpul makan malam bersama di luar membawa pengaruh yang sangat besar untuk persahabatan kami. Walau pun kami berbeda suku, toh selera makan kami hampir sama. Esmeralda, keturunan Sunda dimana seblak tercipta jelas seiring sejalan dengan Marimar, asli Padang dimana makanan Padang berasal. Mereka gemar menyantap kudapan pedas. Pun gue peranakan Jawa 100% dimana pecel merajalela. Namun, agaknya Barbara dan Casandra sedikit berbeda. Mereka nggak begitu suka pedas. Bahkan, lidah Casandra sangat sensitive terhadap bahan makanan yang mengandung cabe. Ini bisa dilihat saat kita makan seblak bersama di ruang tamu, asli bikinan Esmeralda.
Sumpah!! Seblak bikinan Esmeralda pedessssnya kayak ditabok sandal Swallow

Casandra ngambil seblak satu lapis, minumnya bisa berlapis lapis. Gue khawatir, bisa bisa selesai makan seblak, bukannya kepedasan Casandra malah jadi mirip sapi glonggongan. Beda cerita lagi soal Barbara. Aktivitas Barbara yang sungguh nggak bisa dihilangkan adalah hobinya mengonsumsi kopi hitam setiap pagi.

Gue : “Bar, kok nggak kopi sachet aja sih, yang lebih enak gitu...khan sekarang banyak rasa rasanya, tinggal pilih mau merk apa. Yang ada granulenya juga ada...”

Bar : “Nggak, gue lebih suka kopi item.”

Gue : “Kenapa?? Khan pahit?”

Bar : “Justru itu..dari kopi gue belajar sesuatu...”

Gue : “Minum kopi kok pake belajar segala. Belajar apa?”

Bar : “Belajar untuk mampu menikmati kepahitan.............hidup.”

Gue terhenyak, dan gue merenung sepanjang malam. Hasil dari renungan gue semalam suntuk, ini boleh dicoba. Paginya gue minta kopi itemnya Barbara.

Bar : “Lah, tumben sekarang kamu mau kopi item?”

Gue : “Iya, gue juga pingin belajar.”

Bar : “Kenapa??”

Gue : “Siapa tahu setelah minum kopi ini, gue bisa menikmati setiap cekatan pahit yang melekat di sanubari karena luka luka menganga di tiap tiap dinding hati..”

Gue liat Barbara geleng geleng kepala.

Bar : “Waaah...kalau itu berat...” Akhirnya gue ngemil kopi bubuk milik Barbara. Tapi, aneh. Sepahit pahitnya kopi bubuk yang gue kecap di lidah tak bisa menggantikan kepahitan yang berasal dari hati terkeping yang kepingannya di batas lebur, melebihi bubuk. Namun, sejak saat itu, gue mulai gemar minum kopi hitam sampai sekarang. Gue mulai meninggalkan kopi Torabika dengan granule. Karena apa? Tak perlu minum itu pun hati gue udah penuh dengan granule. Granule of dust, butiran debu. Gue mah gitu orangnya, apa apa jatuhnya baper.

Kopi racikan Barbara menemani gue nulis setiap pagi.
--

3. Dimana Casandra Berada??

Thursday, 16 April 2015

Kepada Calon Bapak Kami

Penerbit Meta Kata, April 2014 (Indie) - Puisi Nasionalisme
Genre : Inspiratif

AKHIR DARI PERTAMA

Penerbit Meta Kata, April 2014 (Indie) - Cerpen Mini
(Juara Pertama)
Genre : Romance


Meykke Santoso

SERPIHAN MASA MEMBINA ASA

Penerbit Pustaka Jingga, Maret 2014 (Indie) - Cerpen
Genre : Romance



Meykke Santoso

Tuesday, 14 April 2015

MASIH TERTAHAN DI ANGKA TUJUH

Penerbit Mafaza Media, Maret 2014 (Indie) - Puisi
Genre : Romance



Meykke Santoso

TERTAMBAT DI KALBU

Penerbit Pena House, Maret 2014 (Indie) - Puisi
Genre : Romance

                                                                    
                                                                                        

Sudahmu Berderai Derai

Penerbit Pena House, Maret 2014 (Indie) - Puisi
Genre : Romance



Meykke Santoso

KOPI ISI ULANG

Penerbit Harfeey, Februari 2014 (Indie) - Cerpen
Genre : Romance



Meykke Santoso

Gadis Berlumuran Tanah

Penerbit Harfeey, Februari 2014 (Indie) - Cerpen
Genre : Horror


Mencintaimu di Kebisuanku

Mozaik Indie Publisher, Februari 2014 (Indie) - Cerpen
(Juara Ke-2)
Genre : Romance




Meykke Santoso

TERNYATA DUNIA LUAS SEKALI

Penerbit Meta Kata, Desember 2013 (Indie) - Cerpen

Genre : Romance, Inspiratif



Meykke Santoso

Sudah genap setahun aku mengentaskan hubunganku dengan seseorang yang terus menemaniku. Mengentaskan? Rasa rasanya kata kata ini terlalu positif untuk hubungan yang bukannya mentas, melainkan karam. Kami sepakat untuk berjalan bersama dengan degup rasa yang senada sejak kami duduk di bangku SMA kelas dua sampai semester akhir perkuliahan. Tidak tanggung tanggung, kami telah berusaha untuk berjodoh selama lima tahun. Bisa dikata, kita tumbuh dewasa bersama, dari anak SMA ababil yang sedang menemukan jati diri sampai menjadi sosok yang dibilang dewasa karena telah menginjak bangku perkuliahan, bahkan di detik detik kelulusan. Hanya saja, usaha kita terpaksa kita sudahi karena...Well, cinta bukanlah dosa dan aku tidak bisa menyalahkan dia atau pun rumput yang bergoyang kalau kenyataannya dia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan.....orang lain.

Sunday, 12 April 2015

MENUKIK MELIUK LIUK MAKSIMAL di TRANS STUDIO BANDUNG!! (2 - TAMAT)


Bersama Om, tante dan sepupu gue akhirnya gue bisa ngasih centang salah satu bucket list hidup gue. Gue gemar dengan hal hal yang berbau ketinggian dan kecepatan, serupa diontang anting ke udara, terjun dari atas, dibolak balik dan diputar putar secara vertikal. Karena apa? Karena gue bisa teriak sekencang kencangnya dan gue berasa muntah. Iye, muntahin semua ganjalan rindu dan hati yang telah kelu cenderung pilu. #eaaa

Makanya, gue senang tiada tara saat beberapa minggu yang lalu, 21 Maret 2015 gue diajakin mereka ke Trans Studio Bandung. Walopun sempat didera hujan dan kenyataan kalau Yamaha Racing Coasternya ditutup, akhirnya gue bisa teriak sekencang kencangnya di udara saat menukik dan terlepas beratapkan langit pekat jam 8 malem. Iye, Yamaha Racing Coaster dibuka lagi sehabis maghrib dan gue bisa naik dua kali berturut turut.

Tapi, selain Racing Coaster, Giant Swing, dan Jelajah yang gue ceritain di SINI, masih buanyaaaaaak lagi wahana dan pertunjukan yang bisa gue nikmati di Trans Studio Bandung atau TSB. Check this out!!

Thursday, 9 April 2015

Ini Soal Temen KOST 8 ( Makan Bersama Bulanan Yang Berakhir RICUH!)


Untuk terus menjaga keakraban dan menjaring kenangan bersama, gue bersama Casandra, Barbara, Esmeralda dan Marimar punya cara tersendiri. Kita berlima pasti akan makan bersama di luar setelah mengadakan rapat dan diskusi tentang kapan dan dimana. Sebagai anak kos, soal kapan jelas sudah sangat terduga. Tanggal muda di level satuan. Dan soal dimana, gue dan mereka mempunyai pertimbangan sendiri. Pertama, tempatnya nyaman dan bisa buat foto mengingat kita adalah anak kekinian yang jelas udah upload foto tangan pegang instragram transparan di instagram yang lagi ngehits itu. Kedua, makanan yang disajikan cucok dengan lidah kita berlima yang ternyata lidah kita hampir cucok dengan semua makanan. Dan yang ketiga adalah yang paling penting, harganya cucok dengan dompet kita. Di masa masa kebanyakan ditanyain ‘kapan nikah?’ macam kita, kita jelas butuh nabung buat –nikah- masa depan yang lebih cerah. Itu mengapa, kita sepakat untuk menggenggam pelajaran hidup nomor 8 :

“RAJIN PANGKAL PANDAI. BERSIH PANGKAL SEHAT. HEMAT PANGKAL KAYA RAYA. HORE!!”

Aaamiin Ya Robbal Alamiin...

Tapi, mengingat rejeki tidak hanya berupa uang, kita juga menjaring rejeki lainnya yaitu teman yang mengajarkan kebaikan walau pun tak jarang juga mengajarkan kesesatan, misalnya Casandra. Waktu itu gue, Casandra dan Barbara lagi ngobrol di kamar gue sambil nonton tipi. Biar wangi dan santai kayak di salon pijit, gue nyalain lilin aromatherapy. Eh, masa pas gue nyalain lilinnya, tiba tiba Casandra rebut lilin gue. Lalu, dia bilang...

Casandra : “Mik, cepetan berangkat!! Ini udah jam berapa?”

Monday, 6 April 2015

Kaku kaku



Melawan arus menggenggam asa
Ku tahu, ku benar benar tahu
Asa ku putus, punyamu sudah hangus
Siangku menjadi mimpi
Dan malamku seolah nyata
Berkali kali ku tertipu
Kau berdiri di keremangan malam
Dan menguap bersama buaian fajar
Ku rentangkan tangan
Berharap angin enyahkan aromamu
Biar ku hirup udara pagiku, sepenuhnya untukku
Ku rentangkan kakiku
Berharap tanah lapangkan relungku di batas palung
Biar ku injak semua yang berlalu
Tanpa pilu
Kelu
Beku
Kaku kaku

Thursday, 2 April 2015

MENUKIK MELIUK LIUK MAKSIMAL di TRANS STUDIO BANDUNG!! (1)

 

Gue dan Sepupu gue, Lita siap lahiriah dan batiniah. Kita bahkan duduk di seat paling depan demi sebuah sensasi maksimal. 


Kami siap, inshaAlloh!

Tangan gue sematkan tepat di pegangan di belakang kepala persis posisi orang mau sit up. Gue dan Lita saling melempar pandang.

"Lita, kamu sudah siap?"

"Siap, mbak Ike!" Dari mata Lita muncul sinar penuh keberanian, berkerlingan. Gue memantapkan diri. Akhirnya perjuangan gue berakhir dengan akhir bahagia atau kata Cinderella happy ending. Ah, gue inget apa Cinderella bilang di bioskop tadi malem,

" Have a Courage and Be kind." pelajaran hidup nomor 43. NOTED!! 

Valentino Rossi tiba tiba muncul di layar untuk memberikan aba aba. Untung Komeng nggak ikutan. Kalau dia ikutan mah yang ada malah jualan motor. Gue udah keburu karatan nungguin kereta mengangkasa.

Dia bilang,

“Oke, are you ready??? We will go in three...two...one....GOO!!!”

“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!! OH MY GOOOOOOOOOOOOOOOODDDDD!! MEDENIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKK!” Teriakan khas guru bahasa Inggris yang berasal dari Jawa Tengah mengudara sepanjang lintasan.

Tiba tiba gue ditarik sekonyong konyongnya, gue melesat secepat cahaya, lalu gue terlempar ke kanan, melintas miring sedemikian rupa.

"WUUUUUSSSSSS!!!"

Gue bisa liat langit hitam pekat di ujung pandang dengan kerlingan cahaya lampu kota Bandung. Lalu, gue tiba tiba dibalik 180 derajat dengan kecepatan super!! 

"OHHHHHHHHHHH MYYYY GOOOOOOOOOOOOOOODDDDDDD!!" Gue teriak sampai otot leher kemana mana. Ini benar benar gila. Titik tergila adalah saat gue merasa ditariiiiiiiiik ke atas melawan gravitasi, lalu begitu sampai di puncak, gue hanya diberi satu detik untuk sejenak mengambil nafas dan gue amblas. Gue dilepasin. Itu tuh sakit. Dilepasin sama roller coaster aja sakit, apalagi dilepasin sama orang yang kita sayang. Hati gue bahkan masih ketinggalan di atas saking menukik terjun ke bawahnya. Itu tuh rasanya kayak lo cinta sama orang, lo pacaran tapi lo putus di tahun ke-10 atau ke-11. Buat apaaaaa??????? Semacam nyesek. Ini nyesek abis.

Gue kini bergumul dengan gravitasi bumi dan gue benar benar amblas dalam hitungan sepersekian detik. Gue....rapuh. Dasar wanita lemah! Kenapa akhirnya jadi begini?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...