Saturday, 28 March 2015

Ini Soal Temen KOST 7 (Casandra, Bocah Absurd!)


Barbara, Casandra, Marimar, Esmeralda dan gue sebagai Mercedes memang sekumpulan orang dari penjuru tanah air yang uniknya kayak kereta kencana milik Sultan Hamengkubowono XI. Adaaaaa aja tingkah polah mereka yang bikin gue gigit jempol kaki.
Contohnya Casandra. Ah, gue udah bingung banget gimana caranya biar Casandra itu barang lima menit aja nggak usah pegang hape. Mentang mentang dia nggak bisa pegangan sama pacarnya, dia selalu pegang hape. Lagi nonton tipi, pegang hape. Lagi nyuci, pegang hape. Lagi makan duren pun dia pegang hape. Bahkan, tak jarang dia ketiduran sambil masih pegang hape. Jangan jangan dia juga mimpinya pegang hape. Gue jadi ngeri. Bukannya apa apa. Penderitaan atas cinta yang hanya bisa mengudara lewat sinyal dan berujung di speaker HP memang sungguh maha dahsyat. Saat rindu memukul bertubi tubi dan sang pacar tak ada di jangkauan tangan mungkin akibatnya bisa sangat fatal. Contohnya Casandra ini. Dia adalah contoh hidup betapa mempertahankan kisah cinta kasat mata sungguh membutuhkan tenaga, waktu, dan jelas dana yang tak sedikit. Gue suka geleng geleng sendiri. Cinta begitu dahsyat mempengaruhi pikiran manusia. Cinta begitu mengikat dan tak jarang menyesakkan. Tak menyisakan rongga untuk bernafas. Menyesakkan.

Masih lagi kalau Casandra lagi menabuh genderang peperangan. Biasanya semalam sejak pulang kerja dia nggak akan menampakkan batang hidungnya. Dia cuman gelesotan di kasur dengan HP menempel di kuping. Pagi harinya, gue kaget.

“Laaaaah, tuh mata napa dah?? Digigit lebah?” Mata Casandra berubah jadi sipit dengan kantung mata segede bisul. Pipinya pucat dan rambutnya kayak harimau habis beranak. Bibirnya kering pecah pecah. Sangat mengenaskan. Gue nggak tega ngeliatnya.

“Nggak. Cuman digigit oleh perasaan terluka.” Casandra jadi pujangga.

Tuesday, 10 March 2015

Ini Soal Temen KOST 6 (HOBBY)


Setelah memutuskan untuk bisa mandi sendiri alias mandiri dan menetap di perbatasan antara Jakarta Timur dan Bekasi, gue tinggal di kost bersama empat gadis. Kost ini beberapa kali berganti penghuni hingga akhirnya sekarang ada lima gadis yang tinggal bersama. Mereka adalah Barbara, Casandra, Marimar, Esmeralda, dan gue.

Wednesday, 4 March 2015

Creative Gyerz Awards?? THANK YOU, BLOGGER ENERGY!!

Bulan Februari katanya bulan penuh cinta, walau bagi kaum jones lebih cenderung bulan penuh derita. Sabar yaaa....

Tapi kali ini cinta yang datang ke gue benar benar tak terduga. Semua ini berawal dari Heru Arya yang mention nama gue di kolom komentar grup BE di Facebook.

Dia bilang, “Selamat ya buat yang dapat awards, Mahfud Ridwan, Meykke Santoso, dan Maz Reyza Zamzamy”

“Macam mana puuuuuulak ini.” Gue bilang. Gue langsung menuju TKP untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Pergilah gue ke alamat ini : http://www.bloggerenergy.com/2015/03/award-blogger-energy-edisi-februari-2015.html

Dan jelas gue kaget bukan kepayang saat gue mendapati kenyataan bahwa bulan Februari ini gue menjadi Creative Gyerz!! Jadi, Blogger Energy ini adalah sebuah komunitas blogger yang kompak abis, kece badai topan halilintar ikut semua. Nah, komunitas ini menjadi wadah bagi blogger butiran debu macam gue untuk bisa mengeksplorasi diri dan berkembang. Bukan, bukan berkembang biak. Cuman berkembang...

Asiknya, komunitas ini selalu memberikan awards setiap bulan dengan tiga kategori yaitu Creative Gyers Male buat blogger yang kreatip dan aktip sepanjang bulan plus termasuk dalam jajaran kaum Adam dan juga Creative Gyerz Female buat yang berlabel kaum hawa. Selain itu, masih ada Best Article awards untuk penulis dengan tulisan terkece badaii yang temanya selalu berbeda di setiap bulannya.

Di bulan penuh cinta, Februari, setidaknya gue tak perlu banyak mengusap derita, karena gueeeeeeee.....dapet ini!!!

Tuesday, 3 March 2015

ULANG TAHUN RASA TEPUNG!!!

-23 Mei 2012-

Seumur umur gue nggak pernah terpikirkan bakalan dikasih surprise atau pun semacamnya saat gue ulang tahun. Bahkan, ulang tahun gue yang ke 17 saat SMA terjadi sangat datar. Begitu bangun pagi pagi, Ibu gue ngucapin selamat ulang tahun yang diteruskan oleh Ayah dan adik adik gue beserta doa serupa semoga panjang umur, sehat selalu, belajar yang rajin dan berguna bagi keluarga, agama, bangsa dan negara.

"Bu, uang sakunya ditambahin ya, khan ulang tahuuuuuuun..." Permintaan gue minimalis.

Lalu, teman gue akan ngucapin via SMS, FB mau pun tatap langsung. Gue beserta teman deket gue akan makan di suatu tempat bersama dan gue dikasih kado. Begitu pun gue udah bahagia tiada tara, mau tara ada atau pun tiada #krik.

Tapi, semua berbeda saat gue memasuki usia 21 tahun.

Pagi itu, setelah mengayuh jarak 25 kilometer, setelah goyang angguk angguk sambil merem melek di bis, sampai juga gue di kampus. Kampus tampak sepi karena ini semester pendek, tidak semua anak ngampus. Gue duduk lesehan di depan kelas. Tinggal pesen gurame goreng plus lalapan gue udah berasa kayak makan di pemancingan. Cuman di sini beda, kalau di pemancingan kita mancing ikan mas, kalau di kampus kita mancing mas. Literally, mas mas. *dasarganjen!

Tiba tiba, Mela datang. Mukanya dilipet jadi tiga sampai alis matanya ketemu sama bulu idung. Serem abis pokoknya.

“Cecek jelek kayak bele*!”

Buseet!! Nih anak datang datang udah penuh umpatan. Memang sih, gue dan temen temen kost gue ini sering berantem, cuman jarang sampai mengumpat di belakangnya. Palingan juga kita berantem soal drama Korea. Dan dari kita bertujuh, Cecek dikenal paling garang kayak preman pasar Kampung Rambutan.

Vince : “Meyek, guweh udhah dhonlod yang episod 1 4, kamu udhah dhonlod episode 15 bhelum?”

Gue : “Eh, oh iya, guweh dhonlod dulu. Lupha, abis ngeblog biyasa..”

Vince : “Hehh, sebenernya elo bhutuh nggak sih sama drama Korea?? Udhah baghi tughas ok malah blag blog blag blog!”

Gue : “Biarin!! Blog blog ghue inih!!”

Vince : “Ya udhah nanthi gha usah minta!! Abis ini mereka khan cari cara buat rohnya bisa ke tubuh masing masing!”

Gue : “Ihh, gimana Kim Joo-Won akhirnya ruhnya bisa balik nggak??”

Vince : “Bodooo amattt!!”

Gue : “Cek, guweh dhonlod sekarang. Liat cek, IDM nya udhah jalan.”
--
Gue dan ketujuh temen kuliah gue memang kumpulan anak anak kuliah tanpa arah dan tujuan. Yang ada di kepala kita cuman satu. Drama Korea! Sampai gue nggak tidur mantengin cerita yang suka sama orang beda tahtalah, suka sama cowok dari masa lalulah, suka sama kakaknya sendirilah, suka sama setanlah, sampai suka sama siluman rubah. Macam macam, mau mata udah kayak mata panda insomnia juga bodo amat.

Tapi pagi itu berbeda. Mela datang marah marah. Dan gayung bersambut, tiba tiba Vince datang dan langsung manggil Mela.

“Mel!! KESINI!!!”

Busett!! Tiba tiba Mela beringsut dan ikut Vince ke toilet. Gue takut jangan jangan mereka mau cakar cakaran lagi di toilet ikut ikut Depe sama Jupe.Khan nggak boleh. Saat gue mau ikutan, Vince menolak.

“Lo nggak usah ikut ikutan!!”

“Oke.” Gue duduk kembali. Lalu, tiba tiba temen temen gue satu per satu datang. Ada Inggit, Nurul, Ningrum, Wida, Via, dan juga Shinta.

“Kenapa tuh dua orang?”

“Berantem.”

“Kenapa?”

“Ntar kamu juga dicurhatin sama Mela atau Cecek. Ini gawat bangett!! Tadi Mela nangis!” Ucap Nurul

--
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...