Wednesday, 30 December 2015

12 Top Resolution of 2015 (RESULT: WHAT HAVE I DONE SO FAR?)

Wednesday, December 30, 2015 14 Comments
Tahun baru. Identik dengan rencana yang baru, semangat baru yang menggebu dan menderu, jiwa baru dan mungkin pacar baru bagi mereka yang bosan dengan pacar yang lama.

“Pacar baru alhamdulillah...tuk diajak tahun baruan...tak punya pun tak apa apa...masih ada pacar yang lama...” Begitu bunyi sebuah lagu.

Bagi gue, tahun baru memberikan ide ide baru dan juga resolusi dan rencana masa depan yang juga serba baru. Dan memang kurang yahud rasanya kalau resolusi hanya berakhir di ujung bibir. Tahun ini gue rasa termasuk tahun tahun penting dalam hidup gue. Tahun tahun di umur gue yang sekarang akan berdampak panjang dalam sisa hidup gue. Walau pun omongan gue kali ini berat banget, sesungguhnya beban hidup gue lebih berat. Tapi seberat beratnya beban hidup gue nggak ada artinya dibandingkan dengan kekuatan yang selalu dilimpahkan Alloh untuk gue. Iyess.

Resolusi gue tahun ini nggak banyak. Gue pingin :

Monday, 21 December 2015

For 34 year-old Meykke

Monday, December 21, 2015 10 Comments

Since I can’t sleep and I’ve just remembered that I have challege from BEC about “Ten Years from Now”, I will write about it now. I know it is too late to write about it since the due date is over but I will write it still. I always feel so excited when it comes to tell about the future. I got challenge to write a letter for myself in 10 years later. Now, this 24 year-old woman will write for Meykke who turns 34 years old.


Dear Meykke,

How are you? How is your life now? Is everything ok?

It’s so weird to write a letter for you since you are me. I am you. But, anyway I hope you are still alive (Oh God please I am sure still alive, right?)

Meykke, I know that you have so many things to do. Sometimes you get obsessed by something and work very hard to reach them. Even you can stay up until 3 am only for writing this. Sometimes you’re unbelievable!

Along these years, what will have you got already?? I have so many questions for you. But, the first thing popping up in mind is,

Gegap Gempita Festival Pembaca Indonesia (Episode 2)

Monday, December 21, 2015 11 Comments
YAP!! Akhirnya gue bisa sampai di TTE (Tempat Terjadinya Event) walau pun proses menuju ke sana itu udah kayak drama, panjang, berliku dan banyak cobaan. Gue juga sempat ikutan workshop dari BUKUNE tentang bagaimana menelorkan sebuah karya komedi. Itu tidak mudah!

Dulu jaman gue sekolah, posisi itu menentukan prestasi. Saat pelajaran di sekolah, siapa yang posisi duduk di depan niscaya akan fokus. Walopun sebenernya yang gue maksut adalah posisi pas lagi test. Tapi sekarang sebagai seorang anak yang beranjak dewasa, pengalaman hidup mengajarkan gue pelajaran hidup.......no. 124 :

“Posisi menentukan dengan siapa kau berkenalan...”

So true, gaes... Nasib hari itu membawa gue duduk di barisan paling akhir nomor 2. Di sebelah kanan gue bangku kosong dan selanjutnya mas mas dengan tubuh subur yang duduknya gelendotan. Dan di sebelah kiri gue adalah wanita berhijab biru.

Setelah acara selesai...

“Sendirian ya mba?”

“Iya...kamu juga??”

“Iyaa...aku masih sendiri...”

“Owh...Kamu mau ke lantai 7?”

“Mau..ke sana bareng?”

“Yuk!!”

“Nama mba siapa??”

“Zuhay...kamu?”

“Meykke...”


Sepuluh menit kemudian gue dan mba Zuhay udah asik foto di depan poster besar Pembaca Indonesia, semacam spot paling asik but foto foto. Gue dan mba Zuhay juga harus antri udah kayak mau bayar tiket KRL di stasiun Cawang. Akhirnya gue dan mba Zuhay bisa berfoto dalam satu frame!



Ini adalah kali pertama gue menghadiri acara Festival Pembaca Indonesia walau gue udah tinggal di Jakarta selama lebih dari dua tahun. Dulu, gue takut pergi menjelajah Jakarta sendirian apalagi sampai harus cari cari alamat. Bukannya gue takut nanti senasib kayak Ayu Tingting, tapi gue benar benar nggak bisa baca peta Transjakarta yang lika liku jalannya serumit lika liku jalan ke pelaminan.

Di lantai 7 ini banyak stand pameran, gaes. Cerita Buku, My Little Woman, Blogger Buku Indonesia (BBI), Pojok Inspiratif, Buku Berkaki, Detectives ID, Penggemar Novel Fantasi Indonesia, Kadotaman, dan banyak lagi. 

Thursday, 10 December 2015

Gegap Gempita Festival Pembaca Indonesia (Episode 1)

Thursday, December 10, 2015 7 Comments


FESTIVAL PEMBACA INDONESIA. Gue girang banget saat gue nerima email balasan yang menyatakan kalau gue terpilih jadi salah satu peserta workshop kepenulisan di festival itu. Sebulan yang lalu emang gue sempet daftar via email. Saking excitednya, hari Sabtu tertanggal 5 Desember 2015 gue sampai ngajuin cuti!! Alhamdulillah, cuti gue diACC sama bos. Terimakasih bos! Dan berangkatlah gue ke alamat yang tertulis di email.

Nah, apakah gue tau itu dimana?? OH JELAAASSS......................


TIDAK!!!

Gimana gue mau tahu kalau gue cuman duduk di seat belakang tiap kali diajak sepupu gue malang melintang di dunia per-mall-an di Jakarta. Gue jadi minim pengetahuan akan jalanan Ibu Kota. Tapi, karena semangat gue berkobar kobar gue mulai cari cara. Gue mulai tanya google, tanya Ayu (temen kerja yang tinggal di Jakarta dari orok), sampai tanya langit namun langit tak mendengar. Sayang....

Gue juga mulai menyusun rencana transportasi untuk bisa sampai di alamat ini:

Tower 2 at Synthesis Square, Jl. Gatot Subroto , Jakarta Selatan

Rencana gue adalah : Jam 11 berangkat naik angkot 56 lalu menuju ke Cawang yang hanya menghabiskan waktu 45 menit, lalu gue pesen Gojek dari Cawang sampai tempat tujuan yang gue liat cuman berjarak 13 km saja. Palingan juga 15 menit perjalanan. Halah..... Sepele.

Kenyataannya adalah :

Monday, 30 November 2015

Surat untuk Miss Meykke

Monday, November 30, 2015 7 Comments
"What day is today??" Gue nanya di kelas, tertanggal 25 November. 
Anak anak : "Teacher's daaaaaayyy!!"
Noel : "Wednesdaaaaaaaaaaaaaaaaaayyyyy!"

Dan bagi gue semuanya benar. Hari itu adalah hari Rabu yang bertepatan dengan hari Guru. Oleh karena itu, gue dan guru yang lain sepakat buat gabungin semua kelas yang ada dan bersama sama bikin surat untuk guru masing masing. Secara gue seumur umur belum pernah dikasih surat cinta, gue antusias sekali nungguin murid murid gue yang saat itu berumur sekitar 7-10 tahun. Dan saat semua surat dikumpulin, gue nggak nyangka kalau ternyata ini bisa jadi lebih romantis dari surat cinta. Gue baper.


Letter from Liberta. So sweeeet...Akhirnya gue bisa memerankan peran penting untuk kehidupan orang lain.

Wednesday, 25 November 2015

TRAGEDI SENGGIGI Jilid 2 (LombokBarat, NTB-Tamat)

Wednesday, November 25, 2015 9 Comments
Sampailah gue di Senggigi. Gue melirik jam tangan gue begitu gue dan Uma duduk melepas lelah di tempat duduk depan loket pemberangkatan kapal menuju dan dari Bali. Bule bule dengan ransel menyerupai Rudal Rusia berbondong bondong datang dan pergi.

“Jam 3 Seph...” Perjalanan menghabiskan banyak waktu hari ini. Gue dan Uma hanya bisa puas mengunjungi 2 pantai saja. Dibandingkan pantai lain di Lombok, saat gue masuk ke dalam area pantai, kata pertama yang keluar dari mulut gue adalah,

“Kayak gini aja, Seph?”

Buat gue pribadi, Senggigi ini hampir semacam pantai Parang Tritis di Jogja. Pantai paling terkenal walau tak yang paling indah. Mungkin bisa jadi pantai pertama yang ditemukan dan menjadi booming sampai sekarang. Rencananya gue dan Uma akan menunggu matahari tenggelam alias Sunset di sini. Jelas saja gue bahagia. Hari itu, gue membuka hari dengan jingga merona mentari pagi di Labuhan Haji dan ditutup dengan kilauan emas di Pantai Senggigi. It was just my super duper perfect day ever. Sebelum kejadian itu terjadi.

Ada dua hal yang ingin gue lakukan di pantai itu. Pertama, naik canoe mengitari pinggiran pantai dan yang kedua snorkeling menikmati panorama bawah laut yang jelas spektakuler. Ini akan menjadi snorkeling perdana dalam hidup gue!! Jelas aja gue excited!

1. ROW ROW ROW THE CANOE!

Thursday, 19 November 2015

TRAGEDI SENGGIGI Jilid 1 (LombokBarat, NTB)

Thursday, November 19, 2015 9 Comments
“Ibarat hidup ini adalah sebuah buku, bagi mereka yang tak pernah melakukan perjalanan, sejatinya mereka hanyalah tinggal dalam lembaran buku yang sama, sepanjang masa.” Berawal dari keinginan untuk bisa membaca halaman yang lain, gue melangkahkan kaki ke pulau seberang, Lombok. Berbekal basmallah dan sahabat gue dunia akherat, Uma akhirnya gue bisa menginjakkan kaki di tanah dengan berjuta bibir nan menawan, bibir pantai.

Tapi, dari sekian pengalaman gue tinggal di sana selama 4 hari, ada satu hal yang nggak bakal gue lupain seumur hidup gue. Gue menyebutnya Senggigi berujung Tragedi.

Hari itu adalah hari keempat gue dia sana sekaligus hari terakhir karena esok hari gue harus kembali ke Jakarta dan kembali menjemput rejeki. Dua hari kemarin gue udah puas mengunjungi pantai pantai di Lombok Tengah dan Lombok Timur, seperti pantai Selong Belanak, Tanjung Ann, Kuta, Pantai Pink dan lainnya. Dan hari itu gue mengunjungi tiga pantai!

Wednesday, 18 November 2015

Kata Berawalan R dengan akhiran U yang mengapit I, N, dan D sedemikian rupa. Padamu.

Wednesday, November 18, 2015 10 Comments
Meykke Santoso

Aku tercenung. Pandanganku terus memaku ke arahnmu. Sosokmu berdiri begitu gagah dengan menyokongku yang lekat lekat menempel di punggungmu. Kala itu matahari sedang akan menampakkan semburatnya dan kabut pekat mengambang membentuk serupa pulau pulau di atas kepala. Kepala kita saling beradu dengan kupluk favorit menutupi rambutmu, dan angin semribit memainkan rambutku yang terjulur julur sepinggang. Kala itu, di atas gunung Merbabu wajah kita memainkan mimik senada, senyum 3 jari dengan bola mata berseri seri.

Banyak menit selanjutnya, mataku masih terpusat di serpihan masa yang kita telah punya, yang kamu tinggalkan begitu saja di salah satu folder pengumpul masa lalu dalam social media sejuta umat ini. Setiap hari, tak pernah absen aku membuka satu demi satu foto yang tak juga dihapus dari albummu, tapi mungkin saja sudah terhapus dari kalbumu. Foto demi foto selalu berhasil menggulung ingatanku dan mengecap lagi rasa rasa indah bersamamu.

Wednesday, 11 November 2015

PARA SAHABAT BERHATI PERI

Wednesday, November 11, 2015 10 Comments



Ingatkah kalian masa penuh balutan putih biru?

Tak peduli berapa kali berkelahi, tawa kembali tergelak keesokan hari

Ingatkah kalian masa berbalut putih abu abu?

Kenangan manis terus tertoreh bertalu talu

Tawa terdengar merdu dan tangis tak pernah terlalu pilu

Mengingat kalian sungguh menciptakan ceruk lesung yang melekat erat di pipi

Mengingat kalian sungguh menanamkan benih kedamaian yang melesat menembus sanubari

Hati yang redup disulap penuh lilin berjajaran

Hati yang beku disulap menjadi suam suam kuku

Hati yang akan mati disulap diguyur hujan rintik rintik esok hari

Terulur segala doa yang mengalir tak kunjung putus,

Terulur segala harapan yang terus menuai tunas,

Terulur segala kerinduan tentang kebersamaan yang begitu berharga

Tak peduli sejauh apapun jarak melintang di antara kaki kaki kita, hati kita bertautan

Tak peduli lautan membentang di antara raga kita, do’a akan terus bersahutan

Maka gapailah bintang penuh kelipan, jejakkan langkah hingga ujung dunia


Karena bagiku, kalian sahabat sejati yang tak bisa terganti.

Wednesday, 4 November 2015

"Aku juga punya rasa,punya hati"

Wednesday, November 04, 2015 14 Comments

“Dorrr!!!”

“Eh setan setan setan!” Gue terperanjat seketika. Hampir saja gue lompat dari pohon saking kagetnya. Kunti kalau ngagetin emang nggak liat liat keadaan. Dia mah suka gitu orangnya.

“Iye, gue emang setan. Kenapa?” Kunti lalu duduk di sebelah gue sembari menatap ke arah yang sama. Seorang gadis sedang ngobrol mesra dengan seorang cowok yang kalau diliat dari tahi lalatnya, mereka umurnya hampir sama.

“Owh, lo mau beraksi lagi sehabis ini?”

“Hah?? Beraksi apaan?” Perasaan gue nggak pernah atraksi apa apa.

“Lo pikir gue nggak tahu kalau selama ini lo yang suka matahin dahan tiba tiba atau nimpuk cowok cowok yang ke rumah Lintang pake buah durian?” Gue tersedak ludah sendiri saking kagetnya.

“Gimana lo bisa tahu?”

“Hiiiiiiihihihihihi...Hiiiiiiiiihihihihihi” Kunti malah ketawa.

“Ihhh!! Diem ah! Nakutin tauk!!” Makanya orang orang takut sama Kuntilanak. Gue aja yang sama sama setan suka merinding tiap Kunti ketawa. Suaranya kayak tikus kecepit pintu darurat pesawat terbang.

“Malam ini lo mau ngapain lagi?”

“Gue mau pamitan.”

Friday, 16 October 2015

EF #29 : FOR YOU, MY FUTURE DAUGHTER

Friday, October 16, 2015 21 Comments

Source

Talking about someone, this ‘someone’ just popped up in my mind. I’m not gonna write about someone appeared in the past and disappeared afterwards, leaving me in such a pain without a cure. This time I’m not gonna write about my parents,my family, and my beloved friends who shape me like the way I am now (which I’m so grateful of having them all) since I’ve already written about them a thousand times. Let me write about you. Yes, you...my future daughter.

I keep thinking about you. I’m wondering how will you look like? Will you like your mommy or your daddy or the mixture of us? Once you knock our door, I can’t imagine how happy I will be. I’m gonna cuddle you every single night, hug you until you fall asleep and teach you so many things. Remember, your mommy is a teacher. I will introduce you kinds of color and teach you how to color up your world.

When you are still a cute little baby, mom will dress you up with soooo many colorful clothes and shoes. But, don’t worry my daughter. Mom will not put semi high-heels on your little feet just like what their moms did to their daughters. I know it hurt. Mom will not dress you up like an adult like what they did. You are too cute and I want it that way. Mom will always answer your question, like:

“Mom, what’s that?”

“Mom, what’s this?”

“Mom, why can birds fly but we can’t?”

“Mom, why do you wear a scarf on your head?”

Ahh, daughter.....
Later I will teach you how to put on a hijab as well. Now mom is struggling,you know that. But later, Mom promises that mom will teach you everything. Don’t worry..... Mom will always do the best for you.

Mom will witness you growing up, getting taller and prettier. Then mom will pick you up to the school. Mom will put on a uniform beforehand!! You must look so pretty! Don’t worry..mom will be always there to help you wear a tie and put some powder on your pretty face. Mom will always be there to teach you when you find the homework so hard to do. Remember, your mom is a teacher. You are student that Mom want to teach the most in the world!!!

 When holiday comes, mom and dad will take you to beaches!! You know, mom likes beaches a lot. There, you can say hello to coral, enjoy the breeze, feel the warmth of the sun, build the sandcastle and you will realize that life is so good.... Because you have mom and dad.


My daughter, we will meet in the right time because mom believe God will have us that chance. But, mom has one thing to do in order to make it happen. Mom has to........meet daddy first. Then mom and dad will meet you. InshaAllah...

Thursday, 15 October 2015

MENJELAJAHI 9 SENSASI DUNIA FANTASI, ANCOL - JAKARTA UTARA!

Thursday, October 15, 2015 10 Comments
The best photoshot of the day!
Kata orang hidup itu macam rollercoaster, cuy. Kadang dia menukik ke atas lalu sekonyong konyongnya dibanting ke bawah, diputer puter di udara mana pake dipelanting ke kanan dan ke kiri, mana nanti digulung gulung ke atas dan ke bawah, dimiring miringin  macam kambing guling. Kata orang hidup emang macam rollercoaster, nggak melulu jalan pelan sesuai lintasan. Dan kata orang, walo hidup kayak rollercoaster tapi pilihan tetap ada di tangan kita. Lo mau tutup mata sambil ngremes ngremes pegangan dan ngutuk diri sendiri kenapa lo bisa ada di situ ato lo buka mata lebar lebar, nikmati naik turun pelantingan sambil jejeritan dan buang kaki dan tangan ke segala pejuru mata angin. Rasakan! 

Dan dari kata orang itulah gue berpendapat kalo gue juga butuh simulasi menjalani kehidupan. Sekarang gue lagi berada di masa kritis dimana kesempatan untuk stress sedang tinggi tingginya. Gue mulai ditumpuk banyak persoalan duniawi dengan waktu yang terus berputar. Undangan makin banyak. Oleh sebab itu, logikanya kalau naik rollercoaster aja gue lolos, harusnya dalam melewati rollercoaster kehidupan ini gue juga lolos.

30 Agustus 2015 adalah hari yang gue dan teman kost gue, Candra dan Nisa pilih buat simulasi menjalani kehidupan. Kita ke Dufan!! Naik gojeg biar ngehits!



“Kita harus naik semua wahana yang memacu adrenalin karena umur kita udah 20an. Biar nanti saat kita dipacu oleh kenyataan hidup, kita bisa tegar!” Nisa yang notabenenya paling tua dewasa angkat bicara.

“Gue setuju.” Candra angkat tangan tanda bahwa dia sependapat.

“Aduhhh!!” Gue berseloroh.

“Laaah?? Lo kenapa??” Candra dan Nisa bingung.

“Beraaaat!!!” Laaah...Teryata gue angkat beban hidup. Berat,gaes. Don't try at home.


Kesempatan terakhir, guys..Besok kalo ke sini lagi harus bikin lagi yang artinya harus bayar lagi.

Friday, 9 October 2015

Sejumput Pencerahan dari Meet and Greet 1000_guru, Kuningan - Jakarta Selatan!!

Friday, October 09, 2015 18 Comments
Psstt!!!

Tulisan ini akan lebih syahdu kalo sambil dengerin theme song 1000guru ini, guys!



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saat gue scroll down ig gue, @meykkesantoso (sekalian promosi,wehehehe) tiba tiba mata gue terpaku di salah satu postingan. Bukan, bukan postingan mantan. Postingan ini jauh lebih bikin berdesir. Niiih!!


“Wah,gue harus ikutt!!”

Tapi, dari sejak gue melangkahkan kaki dan merantau di kota ini, masalah paling besar gue adalah,
“GIMANA GUE BISA KESANA?NAIK APA? TURUN DIMANA? SAMA SIAPA? KALAU DICULIK GIMANA?” Gue adalah orang yang buta arah..Arah jalan aja gue nggak faham, apalagi arah hidup gue? Tapi,kali ini bukan soal arah hidup gue tapi soal arah jalan menuju -masadepan-acara ini. Gue segera cari akal  biar gue bisa ikut acara ini. Dan pada akhirnya Alloh menunjukkan jalannya.

Adalah Miss Ivy dan Miss Wulan,teman kerja baru. Setelah gue bribikin dia,

“Miss, ayo miss kita ikut. Ini berguna banget buat kita sebagai guru Indonesia. Kita juga harus berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara kita,Miss... Aku yakin pahalamu akan banyak di surga,InshaAlloh... Ini adalah salah satu jalan kita untuk bisa ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,Miss...Ikut ya,pleaseeeee...Aku nggak tau jalan.”

Dan akhirnya, Miss Ivy ngajakin Miss Wulan dan jam 10.30 kita meninggalkan Cibubur menuju ke Kuningan, Jakarta Selatan. Gue excited banget hari itu karena selama 2 tahun gue bersemedi di Jakarta, baru kali ini gue bisa ikut acara beginian. Salah satu bucket list gue adalah bisa ikut berpartisipasi ngajar anak pedalaman atau anak jalanan. Dulu gue pernah daftar Indonesia Mengajar. Gue udah tulis form aplikasinya,gue ceritain semuanya panjang lebar bertele tele dan akhirnya gue diterima untuk test interview dan micro teaching. Tapi apa daya, tanpa restu orang tua gue cuman remah remah biskuit Malkis.

Setelah janjian di Mc Donalds di depan Plasa Festival Episentrum Kuningan sana, gue punya teman teman baru. Gue kenalan sama Hera, Ida, mbak Wiken,Whilda, Childa, Lady, Ria dan yang lainnya yang sebelumnya janjian lewat whatsapp. Dipimpin oleh Hera, gue akhirnya bisa sampai di Grand Rubina lantai 21 dengan selamat.

Finally, I AM HERE!

Belum mulai, Luth Band on stage.
dapet pin unyu

Friday, 2 October 2015

Tahun Yang Baru Untuk Hati Yang Beku

Friday, October 02, 2015 6 Comments

“Happy Birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday...Happy birthday to Miss Meila...” Riuh rendah suara teman teman pengajar menyesaki ruang perpustakaan itu. Mereka mengepungku dengan sebuah roti bertabur pijar cahaya dari setiap lilin lilinnya dengan sepasang lilin berlambang angka. Angka dua terlihat begitu anggun berdampingan dengan tiga. Tak lupa pula tulisan di atas coklat pipih bertuliskan,

“Happy Birthday Miss Mei!”

Sekonyong konyongnya mataku berbinar dengan banyak seri melingkupi rona muka. Dalam hitungan ketiga asap mengepul di setiap lilinnya dan aku memanjatkan do’a sejenak. Ahh, banyak sekali do’a yang aku ingin panjatkan di usiaku yang sudah terbilang dewasa ini. Mereka kemudian secara bergiliran menjabat tanganku dengan banyak bingkisan do’a.

Esok hari di hari itu, HP ku terus berdering bahkan sebelum aku mampu sepenuhnya membuka mata. Suara paling familiar di ujung sana menyapa pergantian angka satuan di umurku dengan guyuran do’a yang juga selalu beliau dengungkan di tiap tahunnya. Hanya saja, tahun ini adalah tahun yang begitu berbeda. Bila tahun tahun sebelumnya beliau bisa langsung masuk kamar dan membangunkanku, tahun ini kami dipisahkan jarak sejauh 758 km. Bila tahun tahun sebelumnya Ibuku mengguyurku dengan do’a untuk selalu sehat dan cantik, panjang umur dan meraih segala cita citanya, Mei ini beliau menambahkan satu do’a untukku.

“Semoga segera mendapatkan jodoh yang terbaik, anakku...” Tak ketinggalan Ayah dan kedua adikku ikut menyambung percakapan di ujung sana dengan terus memberikanku selamat dan juga do’a.

Begitu membuka BBM, Whatssapp dan Facebook aku merasa benar benar kebanjiran do’a. Semua teman memberondongku dengan ucapan selamat, doa, dan segala harapan harapan baik untuk hidupku. Aku membacanya sembari mengulum senyum sendirian di ruang mungil yang sudah aku tinggali hampir setahun ini. Segala syukur bertalu talu menepuk nepuk hati. Semua pesan dari teman temanku langsung katam aku baca pagi itu juga.

“Miss, let’s cut the cake...” Bisikan seorang teman pengajar membuyarkan lamunanku. Kami segera memotong kue dan memakannya bersama sama. Mei tahun ini adalah Mei paling berbeda dari sebelumnya. Mei dimana aku berani menjejakkan kakiku lebih jauh demi sebuah mimpi, Mei dimana aku melaluinya dengan orang baru dan segala pengalaman baru di tanah baru, Sumatra.

HPku mengerling sekejab saat aku dapati nomor yang tak asing muncul di layar depan HPku. Nomor tanpa nama.  

“Hallo?”

“Mei?”

Aku terdiam. Lidahku tiba tiba kelu, bahkan tanganku mendadak kaku.

"Selamat Ulang Tahun, Meila." 

"Te..terimakasih." 

"TUT" 

Bila tak kuakhiri sekarang juga, aku takut aku tak bisa menahan diri untuk menanyakan kabarnya, keadaannya, hatinya......terhadapku. 

Suara yang juga begitu familiar terus terdengung bahkan setelah telepon ditutup. Ahh, sebaru apapun Mei tahun ini, apa aku bisa melaluinya dengan hati yang baru?


Wednesday, 30 September 2015

Nurma, tiga tahun lagi kita akan bangun rumah ini dengan satu ruangan album raksasa.

Wednesday, September 30, 2015 17 Comments

Ini tentang sebuah ruangan. Namun, ruangan ini bukan sembarang ruangan. Setiap kali aku masuk ke dalamnya, maka sekejab aku akan menjelajahi lorong waktu yang kami ciptakan sendiri. Setiap kali aku memasukinya, saat itu juga aku merasuki kembali potongan potongan masa yang setiap saat kami susun demi mozaik penuh yang akan kami selami lagi selagi masih ada waktu walau mata tak lagi sejeli masa masa lalu.

“Nurma, tiga tahun lagi kita akan bangun rumah ini dengan satu ruangan album raksasa.”

Masih berdengung dengung setiap patah katanya yang sekonyong konyongnya meletupkan semangatku yang setiap kali berada di dekatnya sudah bergejolak sedemikian rupa. Aku menyungging senyum. Tiga detik berikutnya air mataku meruah dengan bibir bergetar. Aku merangsek ke dalam dadanya dengan lenganku yang saling berkaitan di balik punggungnya. Tiga detik berikutnya dia menyambut tubuhku dan kami larut dalam derai tawa dan isakan penuh bahagia.

Wednesday, 16 September 2015

Dua Tahun Menjadi Guru

Wednesday, September 16, 2015 15 Comments

2 September 2013 itu hari Senin. Kenapa gue bisa tau? Karena di hari itu gue masuk kerja pertama kalinya sebagai seorang guru. Di masa itu juga gue lagi galau galaunya karena gue harus hidup sejauh 500 km dari rumah Ayah Ibu gue. Di bukan itu gue resmi menjadi anak rantau level remah remah roti mari.

Gue harus mengalami 2 adaptasi. Adaptasi di tempat tinggal yang jelas jelas baru dan asing dan adaptasi di tempat kerja dengan waktu kerja yang bagi gue masih asing juga plus teman teman yang juga asing. Semuanya asing!! Ditambah kepiawaian gue dalam tinggal sendiri yang masih seujung kuku kucing. Selama 22 tahun gue hidup, nggak pernah gue meninggalkan rumah lebih dari seminggu. Dan kala itu gue harus dihadapkan pada kenyataan : GUE AKAN HIDUP SENDIRIAN. Nggak ada Ibu yang udah siap sedia nyediain makanan, adek adek gue yang ngajak mainan pasar pasaran atopun Ayah gue yang ngajakin debat tentang kehidupan. Temen gue cuman kipas angin, antena tipi sama teko listrik. Sampe sampe gue kasih nama mereka semua jadi Mibi, Anna dan Kolis. Tiap kali gue sakit kayak gondongan, demam atau belekan gue cuman bisa tidur sama nangis. Toh gue sendirian ini. Gue benar benar butiran debu nan rapuh kala itu. Gue remah remah roti mari mlempem.

Masih ditambah beban pekerjaan gue. Karena gue masih baru, gue belum terbiasa dengan jam kerja selama 8 jam yang cuman stuck di satu gedung. Belum lagi karena gue fresh graduate, pengalaman gue ngajar juga masih belum begitu memadai walo dulu gue juga udah sempat ngajarin anak kuliah dan anak SD buat sambilan saat masih kuliah. Dan yang paling mencengangkan, menakutkan dan mengagetkan saat itu adalah : GUE HARUS NGAJAR ANAK KECIL!!

Thursday, 10 September 2015

Menikah

Thursday, September 10, 2015 22 Comments
 

“Aku sudah mencoba ikhlas...Aku ikhlas...Tapi kalau kayak gini...” Terpotong. Dia menarik paksa nafasnya yang nyangkut di kerongkongan. Matanya berkubang. Sedetik kemudian wajahnya berlinang. Andaikan dia adalah awan sudah pastilah sekarang angin topan bertiup dan petir menyambar nyambar.

Sore itu salah satu teman gue curhat. Kita hanya terpaut setahun. Beberapa tahun yang lalu dia telah menikah. Pernikahannya semula berjalan tanpa aral hingga akhirnya suaminya mulai bertingkah kasar. Dia memukul! Dia menendang! Bahkan, dia melempar tubuh teman gue.

“Iya, suamiku kasar. Pernah saat kita berantem, aku diangkat dan dilempar. Dia juga melempar barang barang di rumah.” Bulu kuduk gue meremang walau pemandangan serupa itu sebenarnya tak asing lagi.

Saturday, 29 August 2015

What I have been doing recently

Saturday, August 29, 2015 17 Comments

Recently I dont have time to publish many posts here. Even I dont have time to finish reading my book. I hardly have me-time. 

My office hours is from 9.30 up to 6 pm. I am an English teacher, remember? But now I created my own job after it. I added my work hours up to 8/8.30 pm everyday. After work, I always go to different places to give private course. Some months before Ied I set up my target. I said, "I have to have my own private course at night everyday! I have to teach at night class from Monday to Friday."

Now, I always arrive at my boarding house at around 9 pm. Once arriving at my room, I have to clean it first, have a dinner, wash my clotges, iron the dry one, make dishes, take a bath and finally I go bed. And sometimes I have to struggle to sleep since I cant sleep easily though I feel tired to the death. But, I love it since I can fulfill my target, one of my resolution for today. I have worked hard, as hard as I can. Actually what I did is because I have another target in financial. I wanna reach a certain or particular number/amount. Well, this month for the first time in forever I can reach and even pass that number, the one I wrote in my Bucket List!!!! 

What I believe the most is "If there is a will, there MUST be a way!!" 

Saturday, 22 August 2015

Apa yang gue dapat dari "Surga Yang Tak Dirindukan"

Saturday, August 22, 2015 13 Comments

Siapa yang nggak tau film Indonesia yang pas Lebaran in dan ngehits abis? Yang aktornya idola gue dari jaman Ayat Ayat Cinta yang gue tonton pas SMA dulu di Gedung Serba Guna SMA di acara Noreng bayar goceng?? Yang ceweknya juga lagi hangat hangatnya diperbincangin perihal keputusannya mengenakan jilbab setelah resmi putus sama pacarnya yang punya perbedaan cara memanggil Tuhan?? Dan lagi lagi film ini mengangkat isu yang sama, yaitu poligami dengan alasan berpoligami yang juga dibilang sama.


Akhir Juli kemarin gue nonton film ini di sinema Plasa Cibubur sepulang kerja bersama kedua teman kerja gue, Miss Dian dan Miss Hesty.  Biar kita dapat seat paling strategis yaitu di paling belakang dan sisi tengah, gue dan Miss Hesty beli tiket dan booking tempat siangnya saat jam istirahat. Malamnya, kita tinggal berlenggang menuju Plasa Cibubur tanpa takut kehabisan tiket.

Sebagai anak kekinian, sebelum gue nonton gue update status dulu di BBM yang langsung dichat sama temen kuliah gue, Mela.

“Mey, siap siap tissue..Sedih abis!”

“Ah, masa sih? Aku khan seterong...”

“Pret.”

Begitulah kira kira bunyi percakapan gue dan Mela yang singkat, padat dan tidak jelas sama sekali. Mengapa harus pret?

Setelah beli popcorn dan air mineral, kita bertiga siap banget buat nonton nih film. Maksut gue nonton film religi ini juga biar iman gue yang masih sebatas remah remah roti Mari ini bisa lebih meningkat at least kayak remah remah roti Sari Roti. Gue udah siap banget nontonnya.

Film dimulai, gue konsentrasi. Di awal film diceritakan tentang pertemuan seorang gadis bernama Arini (Claudia Cyntia Bella) dan Pras (Fedi Nuril). Arini ini seorang pendongen untuk anak anak dan Fedi Nuril bekerja di tehnik bangunan yang kerjaannya kayak bikin proyek bangun jembatan dll.
Saat mereka bertemu, tiba tiba Arini nyeletuk,

“Mas, Mas mau jadi imamnya kan?”

“Hah?? Secepat itu?”

“Loh, bukannya sholat memang harus disegerakan Mas?”

“Owh iya..”

Thursday, 20 August 2015

Menantang Angin Ganas di Pantai Cemara, Lombok Tengah!!

Thursday, August 20, 2015 14 Comments
 

Setelah basah basahan, renang renang sendirian kayak orang ilang di tepi lautan mana sampe pinjem kacamata renang milik mas mas Lombok di Pantai Pink, gue dan Uma melanjutkan perjalanan ke pantai Cemara yang letaknya nggak begitu jauh dari Pantai Pink. Jalannya pun nggak seterjal dan seganas jalan menuju pantai Pink yang jalannya udah kayak jalan menemukan cinta sejati ; berliku, berlubang, berdebu, terjal menukik dan rawan celaka.

Pantai Cemara ini terletak di antara Tanjung Ringgit dan Pantai Surga, tepatnya di desa Pemokong Kec. Jerowaru – Lombok Timur. Yuk, kita ke sana!!

Keindahan dan Keaslian Pantai Cemara yang Masih Alami
source
Saat gue ke sana, pengunjung nggak begitu banyak dibandingkan dengan pantai lain kayak Pantai SelongBelanak, Kuta, ataupun Pantai Pink. Kayaknya belum begitu banyak orang yang tahu. Fasilitasnya pun gue rasa masih minim. Seingat gue hanya ada beberapa gazebo di tepi pantai sebelum turunan menuju bibir pantainya. Dan begitu gue sampai, gue langsung tau kenapa pantai ini namanya pantai Cemara. Karena banyak pohon cemara di sana dan juga serupa padang semak belukar sebelum turunan pantai berpasir.

Saturday, 15 August 2015

"Hello Nemo, Hello Coral!" Menyibak Isi Pantai PINK, Lombok Timur!!

Saturday, August 15, 2015 13 Comments
 

“Seph, ayo dong renaaang...” Gue merajuk. Uma bergeming.

“No. Gue nggak bawa baju ganti. Lo aja...”

“Emang gue bawa baju ganti apaaa?? Tapi gue pingin bangetttt! Kapan lagi gue ke sini, Seph!”

“Ya udah lo aja renaaang...”

Seumur umur gue belum pernah berenang beralaskan terumbu karang. Gue belum pernah liat ujung terumbu yang bergoyang goyang seirama gelombang. Gue belum pernah merasakan sensasi berenang bersama ikan nemo dan kawan kawan. Gue belum pernah terapung diapit langsung oleh langit dan lautan. Dan sekarang semuanya udah ada di pelupuk pandang. Terus gue nyia nyiain kesempatan ini begitu saja, gitu???

Walau sempat bimbang, akhirnya sedikit demi sedikit gue mencelupkan kaki lalu betis dan paha, merangsek ke tengah, merasakan terumbu karang di sela sela jari kaki. Bahkan, begitu gue ke tengah, tanpa masuk ke air pun gue bisa melihat gugusan terumbu bermacam macam wajah!! Airnya lebih bening dari sekedar paha ceribel!!! Ada terumbu yang panjang dan melambai pelan, ada juga terumbu berwarna coklat yang berbentuk seperti cawan dan sangat besar! Walau pun gue nggak bawa baju ganti, gue memutuskan untuk memikirkan hal itu nanti. Gue harus mencobanya. Gue harus berenang di antara kepakan terumbu yang melebar, bersama ikan ikan. Beberapa ikan bahkan memutari kaki gue. Gue lalu menjatuhkan badan ke belakang dan membuang tangan di masing masing sisi tubuh. Tak peduli mentari ganas menyiksa wajah. Tubuh gue bergoyang mengikuti gundukan tenang para ombak. Gue buka tangan dan kaki gue dan membentuk huruf T yang kakinya bercabang. Gue ambil nafas dalam dalam dan hembuskan pelan pelan. Gue seakan tidur terlentang berselimut air. Sekarang....akhirnya gue bisa....mengambang di lautan!!! Sensasinya......beuh.....even I can’t describe it through words. I’m speechless!!

 Dan sekarang saatnya mengucap salam pada para terumbu karang. Setelah mengambil nafas gue mulai menjatuhkan badan gue ke depan, dan mensejajarkan pundak dengan permukaan. Kini gue menyatu dengan gelombang!!! Sekarang...akhirnya gue bisa...berenang di lautaaann!!! OH MY GOOOD!!

Tapi, saat gue membuka mata di dalam, pemandangan ngeblurr. Ternyata gue lupa sesuatu.

“KALO NGGAK PAKE KACAMATA RENANG YA KARANGNYA NGGAK KELIATAAANNN!!! GUE KAN NGGAK BAWA!! APA YANG HARUS HAMBA LAKUKAN YA,ALLOOOH....”

Gue sedang akan sedih dan rapuh saat gue melihat seorang mas mas di kejauhan sedang berjalan menuju ke tengah sembari membawa..........kacamata renang!!!

“Siapakah dia?? Apakah ini jalan dari Alloh untuk hamba?? Apakah gue akan seperti kisah FTV di SCTV??” Gue tersenyum penuh harap.

----

Wednesday, 12 August 2015

"MANDA, JANGAN BUNUH DIRI!!" - Pantai Seger, Lombok Tengah

Wednesday, August 12, 2015 8 Comments


Walaupun hari ini gue dan Uma katam mengunjungi 3 pantai, yaitu pantai cantik berpasir putih - Selong Belanak,  pantai indah berpasir merica-Kuta dan pantai terkepung bukit – Tanjung Ann, gue dan Uma ternyata belum puas. Sebenarnya hari itu gue pingin ngajak Uma balikan lagi ke Pantai Kuta karena gue belum bisa move on darinya. Tapi, Uma bilang

“Kita harus ke satu pantai lagi, Seph...Ini pantainya seru. Kita nanti ketemyu dulu sama Putri Mandalika. DIA BUNUH DIRI SEPH!!”

“WHAAAAATTTTTTT????!!!!” Gue terperanjat.

“Ya udah, kita samperin aja, Seph!” dari bukit Meresek kita buru buru turun dan langsung ngacir ke pantai dimana putri Manda berada. Pantai Seger nggak jau kok dari Tanjung Ann. Malahan sebenarnya pantai Seger itu lebih deket dari Kuta, tetapi sebelumnya kita memutuskan untuk jalan lurus dulu dan menemui tanjung Ann sebelum belok ke kanan dan mengunjungi putri Manda di Pantai Seger.

Pantai Seger ini terletak di kecamatan Pujut, Lombok Tengah dan bersisian dengan pantai Kuta.

“Masalah cinta ya, Seph?” Gue penasaran.

“Perhaps.”

Pantai Seger ini sangat luas dan dibagi menjadi beberapa bagian. Ada pantainya,

Gue liat pantai ini sambil makan pop mie.
Pantai Seger yang luas dan indaaaaah!! Ada patung, pohon tengah laut dan juga jembatan.

Monday, 10 August 2015

Mengintip Bentangan Laut dari Pucuk Bukit Meresek, Tanjung Ann - Lombok Tengah

Monday, August 10, 2015 13 Comments
 

“Wushhh...Wushh....”

Genangan air tenang penuh semburat biru tua dan biru muda terpampang nyata di pucuk retina. Barisan bukit bukit yang kakinya penuh dengan pohon kelapa saling menyundul di batas pandang. Mereka mengepung pantai!! Laut yang tenang bak pangeran yang mengecup mesra daratan, menyisakan lapisan putih bergulungan syahdu bertemu miliaran buliran pasir yang tersapu lalu berhamburan ke tepi, tergulung lalu terbawa lagi, pergi dan kembali, terus dan terus...

Berdiri di tepi tebing sebuah bukit yang menjulang panjang, aku bergumam..

“Itu pasir apa perasaan cinta?”

“Uhuk.” Uma sudah berdiri di samping.

“Buset!” Aku kaget.

Aku melayangkan pandangan ke segala penjuru arah mata angin. Kini, berdiri memandang hamparan laut bukanlah sebuah mimpi. Jauh di ambang pandang, kapal kapal nelayan bergoyang pelan di tengah lautan.

“We are like those boats, aren’t we?” Aku menunjuk ke satu kapal yang pelan tapi pasti mengarungi laut.

“Why so?” Uma penasaran.

“We are those boats and sea is our world. We are passing through the sea.”

“For what?”

“To search..search fish, coral, and anemone. Then at the end we reach the land. At the end, the land is the only destination. You know? Life is searching...search and get, search another one and get another one..but at the end there will be one destination we’re looking for. Then we stop searching.”

“Galau ki bocah..” Uma gagal faham.

Ah, memang benar kata pepatah. Dari mengarungi sebuah perjalanan, seorang manusia bisa lebih mampu memaknai hidup, betapa alam dan hidup berjalan bak cermin yang saling berhadapan. Dari alam kita belajar tentang kehidupan.

Pelajaran hidup nomor 65 :

“And then I realized adventures are the best way to learn.” –unknown-
---