Wednesday, 17 December 2014

INI SOAL CINTA jilid 2 Part. 1 (Cinta Rasa EMPEDU)

Kata orang cinta itu obat segala duka lara nestapa. Ibarat FTV, pemeran cowok yang tinggal ditiup menggelepar, karena diteriakin “Aku cinta kamu!” sama orang yang dia gebet berbulan bulan, badan yang semula lunglai tanpa daya jadi langsung gagah berani kayak abis minum Extra Joss bareng Mbah Marijan sebelum gunung Merapi meletus.

Kata orang yang lain cinta itu kayak bom Nagasaki dan Hiroshima. Sekali meletus, apapun yang semula indah, tenang dan damai seketika porak poranda dengan kehancuran yang sanggup meluluh lantahkan semua yang ada. Nggak ada sisa. Hancur di batas lebur. Porak berujung poranda. Salah salah bisa minum Extra Joss campur Mixagrip sambil nulis surat wasiat.

Kata gue, Allohu alam.

Dulu gue pikir cinta berujung tragis itu cuman ada di Indosiar abis sinetron Angling Dharma naik elang malam malam. Tapi, sekarang gue tahu kalau itu juga terjadi di dunia fana ini.

Panggil saja Tamara. Dia adalah salah satu teman gue di perantauan ini. Di suatu malam abis gue pulang dari ngajar les privat, gue dan teman teman makan bareng sambil nonton ada dracula mau gigitin leher cewek terus kegap di TransTV.

Tibalah saatnya Tamara menceritakan kisah cintanya. Gue nggak pernah nyangka kisahnya sebegitu likunya seperti ini. Bagi gue bahkan ini lebih nestapa dari sinetron Indosiar yang diputer tiap pagi dengan pemain yang itu itu saja. Kemarin jadi istri yang ditinggal nikah lagi, besoknya jadi selingkuhan suami orang, besoknya lagi jadi ilalang yang bergoyang di tengah tengah suami istri yang rebutan anak karena hendak akan berpisah dikarenakan suaminya ketahuan punya selingkuh. Macem macem.

Saat itu Tamara berumur 22 tahun. Dia jatuh cinta dengan seorang laki laki super sempurna luar dan dalam. Belum jadi pacarnya saja Tamara udah diajak diner di daerah Garut yang super duper romantis. Pasti ada lilinnya dua di tengah, makannya daging, minumnya anggur kayak di film film. Terus pas makan tiba tiba ada orkestra dangdut keliling lengkap dengan gerobaknya mengalunkan tembang kenangan yang mendayu dayu. Ah, so sweet abis. Bahkan, si cowok yang panggil aja Sarno, singkatan dari Sarape Keno atau bahasa Indonesianya ganteng banget sampai bela belain reserve restoran satu ruangan cuman buat dinner sama Tamara.

“Waaaaah, so sweeeeet abissss....” gue hampir nyanyi Yamko Rambe Yamko saking mupengnya.

Wednesday, 3 December 2014

Ini Soal Teman KOST 4 ( The First Gathering Ever In My Life!!!!)



Salah satu angan angan gue tentang deskripsi temen kost adalah teman yang bisa diajak menyatukan kekuatan bersama sesama anak rantau karena gue adalah orang yang meyakini bersatu kita teguh berpisah susahmoveon kita runtuh.

Tapi di awal gue merantau, gue harus menghadapi sebuah keadaan dimana manusia boleh berencana tapi temen kost yang menentukan. Temen kost gue yang dulu sadis sadis. Hubungan gue dan mereka hanya sekedar,

“Wah, lagi nyuci ya?”

“Iya.”

“Udah mau berangkat mbak?”

“Iya.”

“Mbaknya asli mana?”

“Kepo.”

Kalau begini caranya gue jadi pingin foto sambil pegang dada dengan mata menyipit seakan menahan sakit yang tak tertahankan.

Tetapi gue yakin bahwa Alloh adalah Maha Penyayang. Setelah gue dilanda cobaan tentang teman teman kost yang tidak sesuai dengan impian, satu per satu teman kost gue pindah. Sekarang, harapan gue tentang teman teman kost mulai tercapai. Memang benar kata Ibu Kita Kartini yang juga merupakan pelajaran hidup gue nomor 111

“Habis gelap terbitlah terang”
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...