Wednesday, 10 September 2014

SUDAH


Meykke Santoso

Lekat lekat, kuat kuat..
Begitu nyata menggumpal, mengendap
“Sudah...”
kata ajaibmu seketika mencabik cabik lembaran relungku

Anganku beterbangan, bergulung gulung di kenangan tak berujung
Buliran hujan mengantarkanmu pada hatiku,
Di lindungan daun melengkung itu, manis sekali kau bisikkan
“Genggam hatiku”
Berhamburan kita menerjang hujan,
Menari nari tanpa keraguan,
Seolah olah bumi tak kan pernah berhenti berputar.

Ujung kukuku memutih di genggaman erat gagang daun melengkung
Gigiku gemeretak, nafasku sesak!!
Linangan berjatuhan, deraian berhamburan
Nyatanya, hatiku kini retak!
Bahkan, lebih dari butiran debu, relungku adalah lebur


Di deraian hujan, porosku berhenti berputar
Tak peduli betapa pekat rasa terpendam,
Kau memaksaku untuk padam,

Di jarak 10 centimeter, di naungan lengkungan payung,
meluluhkan relung di ambang lantah,
menghancurkanku di batas lebur,

“Sudah...”

*Puisi yang ada di buku Antology ke- 5, "Cinta di Balik Hujan". I never have such an experience, so it is all fiction. 

9 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...