Friday, 13 June 2014

SURAT UNTUK YANG TELAH TERTINGGAL

Ini adalah naskah yang pada januari 2014 coba gue kirim demi keperluan lomba dengan tema senada. Sayang, gue belum bejo. Daripada tulisan ini teronggok di draft lepi, alangkah baiknya gue tulis saja di blog. But, I have nothing to do with the content. Ini hanya untuk keperluan event. I'm done.

source


Dear you,   
     
Apa kabarmu sekarang? Lama tak menyapamu di social media sejuta umat itu. Terakhir kali kau menyapaku saat menjelang tengah malam di pijakan hari ke 11 bulan terakhir tahun yang lalu. Kau tanya kabarku, aku tanya kabarmu. Ini lucu. Bukankah dulu kita tak pernah absen saling bertanya berita masing masing, setiap hari, selama 5 tahun kurang 12 hari? Karena di hari itu, di sore hari berpayungkan langit keemasan, kau memintaku untuk melepasmu. Muatan hatimu terlalu berat, katamu. Dan kau tak mau lagi menghitung masa di sisiku, bersamaku, menggenggam hatiku, seperti hari hari yang lalu.

Bagaimana kabarmu hari ini? Hujan terus mendera, banjir menjamah di banyak kota. Kau tak jarang radang tenggorokan, berpacu dengan cuaca ekstrim yang tak menentu. Ah, tapi itu khan dulu. Aku yakin kali ini beda. Seperti apa kau sekarang ya...

Sudah setahun lebih kita tak bertatap mata. Terakhir kita bertemu saat tak sengaja kau berpijak di jalan yang sama denganku, di depan kampus. Aku dengan riang, ehm, mencoba terlihat riang menyapamu. Dan kamu berkata apa saat itu?


“Halloo...”, melemparkan pandang sekilas dan melemparkan muka kemudian. Apa kau tak mendengar jeritan relungku, dan tak menangkap hati berdarah darah tertikam sembilu, bertalu talu, tersayat bertubi tubi. Patah, remuk hingga leburannya tak mampu lagi dibagi dua. Halo adalah kata kata terakhirmu kepadaku. Ha.Lo

Setelah lima tahun berbagi hati saling mengisi sanubari, tak lupa diakhiri dengan satu buah kata, halo.

Saat aku menulis surat ini, kau sedang apa? Jangan jangan sedang mengayunkan jari jemarimu di atas tut sembari menatap dengan penuh konsentrasi di layar monitor laptopmu, bertumpu di atas kasur kamarmu. Seperti yang sering kau lakukan dulu. Tapi soal ini aku yakin. Kau pasti sedang beradu misi dan kecekatan jari.

Apakah hidupmu indah setahun ini? Bila kau bertanya bagaimana hidupku, dengan mahfum akan aku sodorkan jawabanku. Aku bahagia sekali, hidupku indah. Pun hatiku sudah kebas dengan segala kenangan kita saat tumbuh dewasa bersama, dari anak dengan balutan seragam putih abu abu hingga sosok dewasa yang segera mengatamkan skripsi dulu. Sayang ya, kita hanya mampu pada petikan ‘tumbuh dewasa bersama’ tanpa mampu ‘tumbuh menua dalam pelukan cinta, bersama’.

Aku pun tak menanam harapan apa apa, toh aku sudah melangkahkan kaki sejauh 500 km, pergi jauh dari tempat tempat penuh serakan kenangan tentang kita berdua. Aku telah mengayuhkan langkah berkelok kelok hingga aku tak bisa lagi menemukan serpihan masa tentang kita, hingga aku bisa bernafas lega, dan berayunan begitu riang gembira.

Apa kabarmu? Sekarang pun hujan turun lebat sekali. Pernahkah kamu bertemu sosokku di malammu? Karena sering sekali aku beradu pandang denganmu di pelukan malamku.

Sudah sudah, aku sudahi dulu suratku untukmu. Bisa bisa rangkaian kataku mencapai panjang 17 surat, seperti yang pernah aku berikan padamu di ulang tahunmu yang ke 17 dulu. Sekarang, kita berdua katam menginjakkan usia di satuan dua yang berpijak pada angka dua pula. Dan semuanya memang telah berbeda. Bahkan arah jalanku dengan jalanmu pun tak akan pernah lagi sama, dengan debaran hati yang tak mungkin lagi senada. Karena memang inilah jalannya.

Harus aku sudahi sepenggal sapaan ini, sebelum mataku senasib dengan langit sore ini.
Apakah kita akan bertemu lagi di penghujung senja suatu ketika? Tuhan memegang jawabannya.

Dariku,
Meykke Santoso

Bekasi, 2 Januari 2014

26 comments:

  1. hmm. mey. kenapa yang kamu tuliskan selalu pernah aku alami ya?beberapa hari yang lalu pun aku mengalami hal yang sama, menyapa seseorang yang sudah berpisah tapi hanya dibalas dengan lirikan. itu mending satu kata halo. yang ini cuma melirik doang.
    tapi memang, jika ditanya bagaimana hidup yang sekarang,semua pasti akan lebih berbeda dari sebelumnya. saat bersama dengannya sebelumnya akan sangat berbeda dengan saat bertemu lagi setelah sekian lama berpisah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah, sabar ya rit...lirikannya maut pasti hehehe..tapi kita sih berteman nggak yang terus musuhan juga nggak..iya sih berbeda kali ya, soalnya belum pernah ngalamin hehehehe

      Delete
  2. alhamdulillah kabarku baik kak, hehe
    Tulisan kk cantik banget, dalem banget kena ke hati. Aku juga pernah merasakan hal yang sama, bertemu dengan seseorang spesial di masa lalu. Bedanya kalau kk masih ada kata sapaan. Kalau aku sudah tidak ada lagi. hmmm :( Kenapa sebagian besar wanita jika bertemu dengan seseorang di masa lalu selalu ingin terlihat jauh lebih bahagia yah, padahal dalam hati masih menginginkan seperti dulu.

    Aku suka tulisan seperti ini kak, lebih semangat lagi menulisnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehehe, lah kan masa dulu aja disayang sayang masa skrng ketemu nggak nyapa tuh makiinnn tertatih tatih hatinya hahaha...

      waduuuh, aku bahagia benran nih nggak dbuat buat hahaha...makasih ya licooy :)

      Delete
  3. Wah sepertinya kalo dilihat cerpen2 sebelumnya, cerita2 sebelumnya plus surat ini ada satu kata kunci yaitu 500KM!
    Hmmm.. Apakah ada hati yang tertinggal di kampung halamanmu kak? Hati yang kau titipkan pada seseorang di kampungmu kerawang? (Eh bener kerawang kan? Duh..) Hahaha.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. karawang dari hongkong??? aku orang jawa dari Ambarawa sanaaaa hahahahaha

      Delete
  4. weeweeee.. mau dong dibuatin surat sama bak meyke :D

    merinding bacanya mbak.. terus apa ya istilahnya menggunakan hiperbola atau apa ini ya aaaaakk :| lupa pelajaran bahasa.. eh personifikasi kah mbak ;3

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha, makasih yaaa aku juga sambil merinding nulisnyaaa..hehehe

      Delete
  5. Baca tulisan ini rasanya gimana gitu.

    Semakin lama tulisannya semakin bagus deh, mbak, hehehe. :D

    ReplyDelete
  6. ini tulisan ditujukan buat mantanmu yang 5 taun pacaran tu ya ?? hehehhe
    wah klo emg iya, 5 taun bukan hal singkat.
    dan ternyata saat ketemu lagi dan disapa, dia cuma menanggapi sekilas aja...
    entah karena pgn ngelupain kisah lama atau krna udah move on ke hati yang baru.

    kamu kuat ya meykke...bisa ngelepas cwo yang sudah 5 taun nemenin kamu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak sihh dia emang gitu sih bukan karena ngelupain apa kalo move on ya emang iya sihhh ahahahaha...
      waaah, ini masa lalu khan bikinnya januari kakaaaakkk...bisaaa if there is a will there must be a wayyy, ciaaaaaaaaattttt!!

      Delete
  7. sepertinya belum genap setahun gue ngalamin hal yang agak sama dengan cerita ini. Tapi kata orang-orang sih move on aja, hmm nyatanya susah banget. gak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi ngebaca tulisan ini gue jadi flashback ke masa lalu lagi...

    hmm,, tapi tak apalah.. kenangan memang harus diingat bukan untuk dilupakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue setuju, toh dilupakan juga nggak berhasil khan kenangan kecuali kalo kepalanya terantuk pinggiran meja, mungkin ada peluang buat lupa hahaha

      Delete
  8. Ngomongin ikutan lomba? dan ini sejenis surat? Apa ikutan GA "Surat Untuk Ruth" nya bg @benzbara ?

    *sok jadi mentalist*

    ReplyDelete
  9. isi surat ini sangat mewakili apa yang aku rasakan.. bener2 klop di hati.. tips2 nya apa nih kak kalo bikin tulisan semacam ini? kok kayaknya aku susah banget buatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. tipsnya adalah MENGGALAUUUUU...udah itu ajah cc hehehehe

      Delete
  10. ini lombanya menang kagak mey??

    gue selalu heran kalau baca sesuatu yang kata-katanya gak gue tau dan fahami, heran karena harus menelaaah secara dalam makna kata2 seperti 'kebas' dan teman-temannya hehe

    sekarang udah di bekas yah, kenangan tentang mantan pun udah tnggal kenangan, tapi masih ada lah yah dikit2 mah ;))

    ReplyDelete
    Replies
    1. kagak nih Pik :( gua syediiiih hehehehe...

      ehm, ya pasti berbekas lah cuman bekasnya nggak menyakiti kulit, kulit hatii huehehehehe

      Delete
  11. Kita akan bertemu lagi jika nanti kita sama-sama bahagia, karena aku tak ingin melihat kau terluka lagi *apa ini*

    Seperti biasa, aku suka banget sama tulisan ka Mey meskipun ada beberapa kata yang tak kupahami :D

    Aku belum bisa bikin kalimat kayagini di setiap ceritaku iya seperti ini >> Apa kau tak mendengar jeritan relungku, dan tak menangkap hati berdarah darah tertikam sembilu, bertalu talu, tersayat bertubi tubi. Patah, remuk hingga leburannya tak mampu lagi dibagi dua...Ajarin dong ka Mey :3

    Ah kenapa sekian lama tak bertemu hanya kata halo yang terucap dari bibirnya? kenapa? apakah dia tak ingin tau kabarmu kak :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. aahhh makasih ya Fatimaaah :)
      banyak baca buku aja dan serapp kata kata indahnya hihhi...

      nggak sih, dia nggak gitu juga cuman emang mau bilang apa lagiii, itu udah yang paling betuuul..ehehehe

      Delete
  12. kerasa bgt konflik batinmu. Ini beneran kan kak?
    pindah sejauh 500 km ntuk terhindar dari tempat2 kenangan bareng mantan? gue bisa bayangin kak. kadang, ngelewatin tempat makan langganan bareng mantan dulu bisa bikin hati senut2... hahaha

    gk tw kenapa suka sama kata ini, "...sebelum mataku senasib dengan langit sore ini."

    ReplyDelete
  13. Berkali-kali aku baca tulisan Kak Mey, hmm, jadi semacam petunjuk gitu. Nggak sih, tapi isinya hampir sejenis semua. (banyaknya). Ceritanya tentang cewek yang mengenang masa lalunya setelah putus sama si cowok. Mereka bertahun-tahun bersama tapi akhirnya putus. Terus si cewek galau karena cowoknya jadi nggak care.

    Kayaknya ini curhatan ya Kak? Setuju juga sama komen Bang Erick, aku banyak nemuin kata 500 KM, it means kamu mungkin beneran lagi mengenang masa lalu.

    Tapi aku suka sama tulisan kamu soalnya di awal aku nggak ngira kalau ini terinspirasi dari kisah kamu sendiri. Nggak keliatan curhat juga soalnya. Ya meskipun bukan curhat beneran sih hehe.

    Oh iya, maaf ya Kak baru sempet bewe sekarang nih.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...