Tuesday, 13 May 2014

MENOREHKAN LANGKAH HEBAT BERSAMA SAHABAT HEBAT

Surat ini aku buat dalam rangka mengikuti suatu event bertajuk sepucuk surat untuk Sahabat. Hanya saja, seperti halnya siang dan malam, ada keberhasilan dan ada kegagalan juga. Agar tidak teronggok tanpa pembaca, this is it!! A letter for my gorgeous bestfriend.... :*


                                                                                                           
Dear sahabatku terkasih,

Dari lamat lamat udara segar yang tersisa pagi ini, dari kota teramai dengan deru berseru seru , aku menuliskan sepucuk surat untuk kalian, para sahabat penguat sanubari.
Mengingat kalian sungguh menciptakan ceruk lesung yang melekat erat di pipi. Mengingat kalian sungguh menanamkan benih kedamaian yang melesat menembus sanubari. Karena bagiku, kalian sahabat sejati yang tak bisa terganti.

Sahabatku yang baik hatinya, ingatkah kalian saat kita masih berbalut rok biru dengan paduan kemeja putih bersih. Itu adalah awal kebersamaan kita, awal dari segala awal jalinan erat yang kokoh terjalin hingga kini. Tak jarang kita beradu mulut dan saling menatap penuh amarah. Namun, tak peduli berapa kali kita berkelahi, pada akhirnya kita mengurai senyum tergelak gelak kembali keesokan hari. Kelabu hatiku sungguh bertabur bintang karenamu.


Sahabatku pewarna hari, ingatkah kalian saat kita dipertemukan kembali oleh Tuhan di balutan rok abu abu dengan paduan kemeja putih bersih. Kita mewarnai hari hari bersama dan tak henti menorehkan kenangan manis di setiap ujungnya. Masih begitu lekat hari itu, dengan mata meruah dan hati terluka, aku memuntahkan lahar yang sudah membumbung meledak ledak di hati.

“Nggak papa, semua akan baik baik saja...” Sorot mata kalian begitu melegakan himpitan beban yang bersesakan ingin keluar. Tepukan kalian memberikan kobaran semangat yang melesak masuk memenuhi serat serat relung yang sedang akan berceceran. Tahukah kalian apa makna kalian untuk seorang aku?

Sahabatku yang berhati peri, kemana lagi aku mengadu atas keluh penuh peluh di setiap injakan tangga yang coba aku daki? Tuhan menjawab segala pertanyaan lewat kehadiran kalian. Hati yang redup pun disulap penuh lilin berjajaran. Hati yang beku disulap menjadi suam suam kuku. Hati yang akan mati disulap diguyur hujan rintik rintik esok hari.

Sahabatku, bagaimana aku tak berseru syukur setiap waktu? Lihatlah aku kini. Lihatlah aku sejak menginjak umur 19 tahun di bawah naungan sebuah persahabatan yang hakiki. Dahulu kala, angin berayunan membelai rambut yang terurai lepas. Dahulu kala, leher memanjang berbalut udara menepuk nepuk. Dahulu kala, kaki jenjang berutas utas melenggang tanpa balutan.

Lihatlah kita kini, berbalut serba panjang dengan mahkota berumbai rumbai. Lihatlah kita kini, bermahkotakan seutas kain menutup sempurna rambut dari belaian angin. Lihatlah kita kini, menyembulkan senyum di wajah berbingkai jilbab warna warni. Lihatlah kita kini, menjejaki hidup bak pelangi.

Sahabatku, bagaimana aku tidak sujud syukur membelai takdir serupa ini? Tak peduli badai sebesar apapun yang menerpa, tak peduli gulungan pasir sekering apapun di gurun selebar apapun yang melambai di pelupuk mata, tak peduli sekencang apapun petir menyerang bertalu talu, selama jabatan erat kalian membalut hatiku, maka semua akan baik baik saja.
Sahabatku, sudah begitu lama kita menggenggam rasa. Kita telah melewati balutan putih biru, lalu putih abu abu, beranjak berbalut jilbab berhias kerudung. Sewindu kiranya kita menjemput asa bersama dalam suka dan duka, dalam tangis dan tawa.

Bila aku harus menyodorkan kata, terimakasih adalah kata baku pertama yang pasti terlontar. Terimakasih untuk semua ucapan saat aku mampu terbang. Terimakasih untuk segala dorongan saat aku tertatih tatih untuk melangkah maju. Terimakasih untuk setiap uluran tangan saat aku terjerebab. Terimakasih untuk tepukan bahu saat aku bergelimang duka. Terimakasih untuk seberkas cahaya hingga aku menetapkan hati menjadi perhiasan dunia. Terimakasih untuk persahabatan yang telah kalian tawarkan dengan janji bahwa kita akan genggam hingga raga menua.

Sahabatku yang kini merantau di penjuru negeri, bulir bulir do’a ku selalu menyertai setiap langkahmu. Tak peduli seberapa jauh jarak terbentang di antara kaki kaki kita, hati kita bertautan.

Sahabatku yang kini meniti mimpi masing masing, aamiin selalu aku selipkan di akhir doa yang kalian kirim, berikut tautan harapan yang akan terus mengalir. Langkahkan kaki selebar mungkin, sejauh mungkin, dan melompat setinggi mungkin.

Aku akhiri sepucuk surat untuk kalian. Terulur segala doa yang mengalir tak kunjung putus, terulur segala harapan yang terus menuai tunas, terulur segala kerinduan tentang kebersamaan yang begitu berharga. Sampai bertemu di hari Raya, sahabat sahabatku. Alloh akan terus memeluk mimpi mimpi kita.

                                                                                                Bekasi, 18 April 2014
    Teruntuk pinqueenz :
     Mashlahatul Umami, Lombok Timur
Aprilla Dany, Bandung
Ellena Rosmayanti, Jogjakarta

15 comments:

  1. kayaknya aku ngak cengeng cengeng banget jadi orang...tapi setelah baca ini kok terenyuh....hadeh......
    sahabat-sahabat..betapa mengagumkan mereka....ingin merasakan sepenuh hati......
    semoga ketika pulag nanti bisa bertemu mereka....

    buat mbak mey....semoga nggak ada rintangan apapun buat menjaga persahabatannya...amiin..

    ReplyDelete
  2. dari SMP bersama. berbagi susah senang sama-sama. sekarang sudah merantau masing-masing. akan ditemukan dengan lingkungan yang baru, orang yang baru pula. meski begitu, yang lama tentulah jangan terlupakan. persahabatan yang hebat mey. meski berjauhan selalu saling mengirimkan doa. aku sendiri sampai sekarang gak tau, sahabat aku yang sebenarnya itu siapa. :)

    semoga persahabatannya selalu terjaga. dan selalu dipertemukan dalam kehangatan yang sama. :)

    ReplyDelete
  3. jadi teringat sosok sahabat yang ga tau hilang kmana,
    semoga suatu saat akan bertemu kembali,

    sungguh ajaib, tuhan menciptakan sosok yang berjuluk "SAHABAT" bisa menjadi nyawa kedua disaat kita hilang asa,
    itu yang aku rasakan saat bersama sahabat-sahabatku.

    ReplyDelete
  4. Time passes but memories remind. Walau tak bersama lagi dengan sahabat2 setiap hari, tapi sahabat itu akan selalu dihati. Akan selalu ada dan terasa walau jauh. Kenangan-kenangan bersama dalam suka dan tawa tak akan terlupakan. Jadi kangen sahabat aku? Teman2 kak mei pada jauh2 semua ya, asli mencar2. susah banget ketemunya pastinya ya?

    ReplyDelete
  5. Hehehe Meyke banyak bercerita ttg sahabat sahabatnya nih, seneng ya. Kalo udah jauhan gini sedih sih, kangen. tapi ada kenikmatan yg ga terbayar oleh apapun saat kalian akan berkumpul kembali. Joss pokoke :D

    ReplyDelete
  6. Semoga sahabat sahabatnya baca ini yah. Dan semoga menang di event yang diikuti. Jangan lupa juga untuk cek ulang naskah di tulisan ini. Ada beberapa yang tak sesuai EYD. Lihat lagi ya.

    Semoga menang dan sukses selalu buat Mey:)

    ReplyDelete
  7. bandung, lombok, jogja, dan elu di jakarta mey.. wuidihhhh...

    suratnya agak mellow-mellow tapi keren bahasanya.

    jadi terinspirasi nulis surat buat sahabat juga... temen2 SMP ku ada yg di makasar, jakarta, jogja dan papua...

    ReplyDelete
  8. sahabatannya LDR ya mbak mey, aku juga :")
    udah mau sewindu juga kita sahabatan, temenan dari SMP sampai sekarang. susah ketemu tapi komunikasi nomer satu kan mbak mey? hehehe
    semoga secepatnya bisa ketemu sahabat2nya ya mbakk

    ReplyDelete
  9. Duhh.. Ka meyke itu nama grupnnya "pinkqueenz" duhh.. Jadi ingat grupku juga dulu "pinkyboy" #ehh gak..gak. Hahaha xD

    Terpisah-pisah yah, duh.. Sama kek aku, terpisah-pisah sama teman2 yang entah sekarang dimana. :(

    Tapi suatu saat pasti akan bertemu kembali dengan sahabat lama. Entah dalam suasana gembira :) atau suasana berduka :(

    ReplyDelete
  10. *tarik napas kemudian hembuskan*

    Jadi ingat juga Mey sama sahabat superhero yang ada di Makassar. Jadi ingat sama teman-teman kelas XII IPA 5 yang bentar lagi bakal mencar buat menuhin hidupnya masing-masing. Buat jalan-jalan kecil dan besar yang bakal mereka tempuh.

    Budi baik mereka enggak ada matinya.

    ReplyDelete
  11. Sahabat oh sahabat, sahabat mba di pertemukan di sma ya? saya jadi menunggu masa sma yang sebentar lagi mau di jalanin.. huaa apakah saya akan memiliki sahabat lebih banyak lagi?
    tapi kalo saya menemukan sahabat, saya gamau ada perpisahan... kalau terjadi yasudah, mungkin benar, hidup memang banyak perpisahan..

    ReplyDelete
  12. Penggunaan katanya bagus, isi suratnya juga keren...
    aku suka
    aku suka

    ReplyDelete
  13. Persahabatan memang akan terus abadi hingga akhir, salam buat semua sahabatnya ya.....:)

    ReplyDelete
  14. aaaaa Meukke itu ada foto kamu saat ga pake jilbab ??

    padahal suratnya bagus lhoo, syang ga lolos, tapi gakpapa, kamu tetep keren
    semoga persahabatanmu hakiki ya
    aku pernah baca ceritamu ttg si Dany sih

    ReplyDelete
  15. Kak aku terharu nih sama suratnya. Aku jadi ikutan sedih juga. Bener-bener sahabat yang saling mendukung satu sama lain banget yaa. Kata-kata yang kamu bikin juga menyentuh Kak. Mungkin belum waktunya lolos.

    Aku seneng liat persahabatan kalian. Meskipun sekarang udah pisah-pisah, tapi semoga cepet ketemu lagi yaa. Saling mendukung juga. Keren keren :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...