Friday, 2 May 2014

Alarik Namanya!


“Alariiik, give me a hug please, come hereeeee....” Dia, dengan muka penuh rona dan mata penuh binar lalu mengepakkan kedua belah lengan kecilnya. Dia akan lari ke ujung sana dulu lalu dia akan menunggu gue berhitung

‘oneeee...twoo...threeeeee....’ Sekonyong konyongnya dia lalu akan kembali mengepakkan lengannya dan lari tunggang langgang ke arah gue yang sudah siap siaga membuka lengan lebar lebar.

‘happ!!” dalam sekejab dia menghambur di pelukan gue dan gue seketika berdiri dan berputar putar. Alarik memekik dengan tawa tergelak gelak, masih lekat di dada gue dengan kedua belah lengan gue yang rekat rekat membawa tubuh mungilnya.

Lalu, dia akan gue turunkan, dan dia minta nambah. Dipikir gue bianglala di pasar malam.


---

Alarik namanya. Dia berumur sekitar 4 tahun. Masih ingat betul kala dia menginjakkan kaki ke kelas untuk pertama kali. Sekejab pun dia nggak mau beringsut dari dekapan Mamanya. Gue colek jarinya pun dia mimbik mimbik. Gue butiran debu.

Hari kedua, dia tetap terus selalu ada di dekapan Mamanya, begitu hari ketiga dan keempat hingga seminggu. Lalu, Mama diganti oleh nanny atau mbaknya. Hanya saja, sejak saat itu dia sudah berani duduk sendiri walau tetap berpegangan erat pada jemari si mbak. Gue colek sedikit demi sedikit, dia sudah menunjukkan tanda tanda ‘aku rapopo’. Gue akan tarik untuk maju, dia masih belingsatan dan malah kadang dia tiduran di matras. Kadang kadang, dia tidur beneran. Gue butiran debu episode 2.

Namun, waktu berjalan dan Alarik berkembang. Dari yang semula dia nempel rekat rekat, dia mulai mau duduk sendiri, mau dicolek, dan mau maju!! Perkembangan pesat berikutnya dia mau ditinggal mbaknya dengan satu buah metode.

“Alarik, mbak mau beli kupas kupas dulu di bawah ya...” Ini sungguh ajaib.

Sebelumnya, kita telah menerapkan beberapa metode yang biasanya mempan,

“Alarik, mbak mau pipis dulu ya...”

“Nggak mau nggak mauuuu...huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....”

“Alarik, mbak sakir perut mau ke toilet yaa...”

“Ikut ikut ikutttt huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....”

“Alarik, mbak mau pulang kampung...”

“APPPAAA???? Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....”

Lalu, tibalah hari terciptanya kupas kupas. Dengan muka penuh wibawa, si mbak berkata,

“Alarik oh Alarik, mbak mau beli kupas kupas...”

Alarik kali ini terdiam sejenak, lalu bola matanya akan bergerak ke atas ke bawah, lalu dia memandang lagi kedua bola mata mbaknya dan mulut mungilnya terbuka dua kali berlafaskan

‘iya...’

Subhanalloh...gue sejak itu menyadari betapa maha dahsyatnya kupas kupas. Lalu hari berikutnya gue yang akan berkata dengan nada penuh penghayatan dan suara penuh wibawa,

“Alarik, mbaknya beli kupas kupas dulu yaaaa....”

Sama seperti dugaanku, begitu berharga untuk perkembangan Alarik. Gue sampe lupa nanya,

“Mbak, emang kupas kupas apaan?”

Beberapa hari ini gue sampe tidur telat demi memikirkan sebuah teka teki kehidupan. Kupas Kupas. Sedahsyat apa kupas kupas hingga tiap kali mbaknya bilang akan beli kupas kupas Alarik selalu merestuinya dengan sepenuh jiwa.

Apakah kupas kupas itu sejenis mainan yang tiap kali dikupas nutup lagi, dikupas nutup lagi, dikupas nutup lagi, gitu terus sampai kiamat.

Apakah kupas kupas itu pisang? Sebelum dimakan dikupas dahulu.

Apakah kupas kupas itu diapers? Sebelum dipake dikupas dulu?

Apa sebenarnya??? Mengapa hidup begitu penuh misteri??? Gue berkata pada keempat bilah tembok yang mengitari raga gue tiap malam. Tak ada jawaban. Hanya sesekali tapak kaki gluduk gluduk terdengar dari balik atap. Lalu, tiba tiba kipas angin berkata penuh kegaduhan,

“Tikus aja gandengan??? Masa lo nggak???”

"Coba aja di sini nggak panas, udah gue matiin lu." Ucap gue pada kipas yang dari kemarin cuman bisa geleng ke kanan, lalu ke kiri, geleng lagi ke kanan lalu ke kiri...gitu terus sampai kiamat.

---

“Mbak apakah sebenarnya wujud dari kupas kupas mbak?” Akhirnya gue ingin menyudahi segala tanya yang menyesakkan dada. Gue harus menemukan jawabannya hari ini juga.

“Itu lho Miss, mainan yang kayak telur yang bisa dibuka. Yang satu isinya coklat, dan sebelahnya isinya mainan...”

1 misteri duniawi terpecahkan.

----

Kembali lagi tentang sosok Alarik. Kini, dia sudah bisa lari lari dan ikutan nyanyi.

“Alarik, what song do you wanna sing??? Open shut them??”

“Adek mau ebisi.." ucapnya riang. Lalu, kita akan menyanyikan ke 27 huruf dengan riang gembira...ABC adalah lagu kesukaan Alarik.

Gue juga menyematkan nama special untuknya.

“Kecil kecil lombok setan.” Walau pun dia ringan bila digendong, tapi dia adalah anak yang cerdas. Setiap kali gue memberikan jajaran mainan binatang misalnya, maka dia dengan penuh keyakinan akan menunjuk dengan takzim ke arah gajah saat gue bilang,

“Adeeeeek, where is an elephant??”

Dia juga lalu menyambar mainan berbentuk binatang ikan saat gue bilang,

“fish???” lengkap dengan peragaan ikan sedang berenang di akuarium. Gue akan meliuk liukkan sebilah tangan gue serupa ikan yang renang zig zag.

Daya tangkap Alarik lebih cepat dan dia mempunyai daya fokus yang bagus. Dia akan amat senang tiap kali gue terbangkan. Dia juga suka main bola,

“Alariiiiiik, catch it!!” lalu dia akan menengadahkan kedua tangan mungilnya di depan dada, dan gue akan melempar ke arah tangannya.

‘happ!!’ raut senang jelas tergambar di wajahnya.

Tapi, dia takut stiker.

Setiap kali mereka berhasil menunjukkan gambar yang tepat dan juga mengucapkan vocabularynya, gue dan Miss yang lain akan menempelkan sticker di punggung tangan mereka. Kalau cewek dikasih yang gambar barbie dengan banyak pose, kalau cowok dikasih gambar ben10.

Namun, saat gue akan memberikan stiker kepada Alarik, dia malah menolak mentah mentah.

“Nggak mau...nggak mau...” Misteri kehidupan kembali menyembul ke permukaan. Bila anak anak yang lain akan dengan senang hati gembira tiada tara sembari memamerkan ke mbaknya begitu les selesai, nih anak kok malah nggak mau.

“Why??”

“Nggak mauuu...”

“Whyyyy???”

“Nggak mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu...”

Gue kembali nggak bisa tidur. Apa yang sebenarnya terjadi? Sebenarnya Alarik dan stiker punya hubungan apa?
---
“Mbak, kenapa Alarik nggak mau dikasih stiker di tangannya?”

“Kemarin pas itu dikasih stiker terus pulangnya mau dicopot, dia nangis mbak...”

“hah??? Kenapa mbak?? Katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya?”

“Miss, Miss sehat?? Miss kebanyakan liat sinetron Indosia*”

“Nggak, aku sukanya liat Drama Korea.Kenapa Alarik memendam ketakutan kepada stiker mbak?”

“Soalnya waktu mau dicopot, bulunya Alarik khan banyak jadi ikutan copot jadi sakit...”

----
Sayangnya, kini Alarik harus cuti dulu.

“Iya, Alarik mau ke Solo Miss..”

Gue tertunduk sedih. Padahal, Alarik adalah sosok anak yang penuh keriangan. Dia suka berlari lari lalu teriak teriak penuh tawa. Dia juga akan dengan segera menghambur ke pelukan gue lalu akan gue putar putar di udara kayak naik bianglala. Dia juga mudah menyerap kenyataan bahwa ‘bag’ adalah tas, ‘green’ itu hijau, dan dia akan melompat lompat saat gue bilang,

“jump jump jump!”

Intinya gue sedih. Tapi, gue yakin satu hal. Alarik akan tumbuh menjadi sosok yang pintar. Dia bisa melawan ketakutannya sendiri dari yang hanya menggelayut di lengan Mamanya hingga kini bisa masuk kelas sendiri.
Terakhir, kita bertemu di kantin dekat dari tempat les. Gue beli soto, dia beli makan.

“Alariiiik...” Lalu dengan langkah riang dia mendekati gue. Sumpah, anak kecil mah lucu amaaaat....

“Alarik, cepetan ke Solonya dan nanti ke sini lagi yaaaak...dadaaaaaaaaaaah....”


Alarik dan Justin




20 comments:

  1. Kupas - kupas itu apaan sih ? aku gak tau sumfeh... Udah di jelasin tetep aja gak tau nih... Mungkin sejenis mainan anak - anak kah ? kok aku ga pernah nemu... Ato mungkin masa kecilku kurang bahagia ye...

    Haha... pantesan nggak mau di pakein stiker, orang si Alarik udah trauma duluan pas bulu tangannya ikut kecabut... Iya emang sakit sih. Perih - perih gimana gitu...

    Btw... ngeliat postingan tentang anak kecil kayak gini, bikin aku kangen masa - masa adekku masih belom bisa merangkak. Dulu dia imut banget, sekarang enggak. Kami juga sering maen sama - sama... Uhh... rindu... Okeh stop curhatnya.

    Itu benerkah kamu ngomong pakek bahasa Inggris ke Alarik ? keren dong... Perasaan juga dia ngerti - ngerti aja... Berarti nih si Alarik emang cerdas banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu lho...yang bentuknya kayak telur bisa dibuka isinya coklat terus setengahnya mainan, judulnya joy apaan lupa gue Dal..hehehe

      iya, lah khan namanya juga les bahasa Inggris masa ngomongnya bahasa jawa nak yo lucu tooo..hahaha

      Delete
  2. hihihi ada anak kecil,,nama yg bagus ALARIK kreatif orang tuanya kasih nama ya,,,lucu banget kepalanya ,,, harus datengin teletubis tuh kesana kalo tiap kali dia minta peluk bisa langsung pelukan ma teletubis kan mey :)
    kirim salam deh buat si ALARIK ya mey

    ReplyDelete
    Replies
    1. whatt?? yang lucu apanya?? kepalanya?? -.-

      nggak udah, pelukan aja sama aku, aku khan pelukable..hahaha.. oke dah kalo aku ketemu lagi ya Jul @.@

      Delete
  3. Kegundahan gue akhirnya terjawab setelah baca 2 kali. Ternyata kupas-kupas itu itu, emang anak kecil suka beli itu, adek gue juga. Tapi gak sekronis alarik. Namanya keren, semacam cat gitu.

    Moga aja setelah ke Solo dia balik lagi, gak menetap di sana. Entar kalo menetap di sana lo jadi butiran debu entah part keberapa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha, alhamdulillah akhirnya kamu mengerti. errrr, cat ya? -.-

      aamiin, tau amat lu gue rawan butiran debu

      Delete
  4. Aaaaa Alarik lucu banget ya kak, semoga Alarik akan menjadi anak yang selalu ceria dan bisa menghilangkan semua ketakutannya :D

    Kupas-kupas? aduh yang mana ya -__-
    Bisa kali kak difotoin kupas-kupasnya hahaha

    Wah kakak suka nonton korea, wuih sama dong :D Kapan-kapan kita nonton bareng ya kak hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiin :D

      ayook, kapan mau main ke kost aku Fatimah? haha

      Delete
  5. Alarik yang lucu dan pintar yah kak :3
    Oh ternyata kupas kupas itu mainan yang suka ada di iklan itu yah, aku kira apaan. Kalo ngomong sama anak kecil itu emang simple yah, kayak mainan kupas-kupas. Simpel untuk anak kecil tapi rumit untuk orang dewasa sampe harus memikirkan apa itu kupas kupas hihihihi
    semogaalarin tumbuh menjadi anak pintar, :3

    ReplyDelete
  6. Kayaknya aku paham deh maksud si kupas-kupas itu...

    Aaaakkkk Kak lucu banget sih Alarik-nya. Buat aku ajaaaaa. Terus Alarik bakal ngejawab, "Nggak mauuuuuuuu." *ikutan jadi butiran debu part 1.

    Iya tapi serius Alarik lucu banget. Ngegemesin abis pengen aku gendong juga terus aku ciumin pipinya.

    Eh btw aku suka cara kamu ngajar Kak. Kayaknya bikin anak-anak paham juga ya. Bolehlah kamu ajarin aku Akuntansi pake cara begitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Alarik emang lucu suka aku lempar lemparin ke udaraaaa...hahahaha..

      waddduuuh, Akuntansi ya?? *mulutberbusa

      Delete
  7. gue kira ini cerpennnn ternyata muridnya kak Meyk.. beuh..

    kupas-kupas, baru ngerti kalo itu salah satu misteri dunia, bersyukur deh udah terpecahkan. Meskipun sejujurnya gue tetep enggak ngerti apa itu kupas-kupas.

    btw buat alarik, salam buat kak meyk yak... *eh kebalik

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha, tertipu kamu Hud?

      sabar Hud, suatu saat kau akan mengerti...

      iyahh nanti adek calamin ea kakakk... *alarikngomong

      Delete
  8. Alarik lucu banget ya kayaknya, pengen lihat aslinyaa. pantes pinter, bisa dilihat daari jidatnya yg kata orang kalo jenong itu tanda pinter *kaya yg komentar*
    kipas-kipas? dari deskripsinya kok kaya makanan yg ada di tipi-tipi itu ya? tapi bener ga sih? di sini belum pernah lihat anak kecil dateng ke warung bilang beli kupas-kupas -,-
    Wah Alarik ke Solo ya, yess bisa aku culik nihh :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, jenong emang hahaha...
      iya, ada di tipi kok cari aja Seh @.@

      Delete
  9. Uwah, kupas-kupas ternyata jajan yang kayak gitu toh.. Hem... anak-anak emang cerdas yak... daya tangkapnya cepat. Beda sama orag dewasa. Hihi.
    Anak-anak itu emang bikin capek juga, tapi tetep aja ngegemesin bagaimanapun nakalnya mereka. Heuheu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, capek tapi bikin gemes bingiiitttt

      Delete
  10. Kirain cerpen. Alarik lucu ya. Takut stiker.

    Tapi, walaupun takut stiker, dia pinter. KEREN!!!

    ReplyDelete