Thursday, 29 May 2014

MENGARUNGI JERAM DI SUNGAI PALAYANGAN!! Part. 2

Thursday, May 29, 2014 21 Comments
“Yuk sekarang BOOM!!!”

Lalu begitu dikomando sedemikian rupa melesat cepat sekali kita langsung membenamkan pantat di sela sela tempat duduk yang melambung di perahu ban yang kita tumpangi. Dua bilah tangan langsung menggengam erat erat tali tambang di samping kanan dan kiri. Akang Heri yang emang suka heboh sendiri langsung memekikkan aba aba susulan,

“Liat kameraaaaaaaa....”

Sekonyong konyongnya tepat di hadapan kita jejalanan dengan riak air berbuih buih tiba tiba menurun tajam, dan perahu ban melesat cepat mengikuti jalur sungai dan memberikan sensasi terombang ambing dengan hentakan di akhirannya.

“Aaaaaaaaaaaaaak.....” Di tengah hentakan tiap kali perahu menuruni jeram dengan berbagai nama itu, rasa rasanya perahunya sampai ngelipet di tengah tengah lalu begitu dia mencapai dasar lagi maka kita semua akan terpelanting ke belakang. Rasanya kayak naik kuda liar yang binal. Di tengah tengah keadaan kayak begitu pun gue dan teman teman seperahu masih sempet nyari tuh mas mas yang lari lari ngikutin kami dari daratan. Bukannya apa apa, tiap kami sedang akan mengarungi jeram, mereka akan mencari angle yang sempurna lalu saat Kang Heri berujar,

“Aaaaaak, liaaaaaaaaaaat kameraaaaaa...” Maka dengan sekali bidik, muka takut campur bahagia campur bingung nyari kamera terabadikan di lensanya. Masalah nanti perahunya tengkurep atau terpelanting dilanjutkan bilang #akurapopo padahal nyatanya #akurapuhporanda bodo amat, yang penting muka kite terlihat di kamera biar kayak di tipi tipi.



Wednesday, 28 May 2014

CATATAN AKHIR SEKOLAH by SAM @SKRIPSIT

Wednesday, May 28, 2014 13 Comments
“Kreeeeeeeeeeeekkkk....” *uhukuhukuhuk

Ebuseettt, begitu gue buka nih pintu debu langsung membumbung, pintu berdecitan dan gagangnya hampir sempal. Udah lama rasa rasanya gue nggak bersihin apalagi nambahin interior dimari. Gue liat sampe ada ratu laba laba menganak pinak samawa live happily ever after.

Bukannya apa apa, gue udah dua hari ini sama sekali nggak bukain LeeSuhi apalagi salsa di tut tut keyboardnya. Gue sedang dilanda galau berkepanjangan akibat ada sesuatu yang membengkak di salah satu bagian tubuh gue!!! Dan karena bengkak itu juga gue nggak masuk kerja terhitung dari hari Senin sampai berita ini diturunkan! Gue bengkak!! Ibu, anakmu kotoorrrrrrr!! *hush *kotoritubaik

Jadilah gue dari Minggu, setelah gue menyadari kalau ada yang bengkak dan lalu ke UGD sampai sekarang hanya bisa berkubang di ruangan persegi panjang, kamar kost gue. Tiap hari gue cuman nonton tipi, guling guling, salto sambil kayang dilanjutkan handstand, kadang menatap nanar pada bintang yang berkerlipan, atau pun bertanya pada bintang yang bergoyang. Tak jarang gue juga ngobrol sama......tembok. Gue terlilit malu kalau harus tampil di muka umum dengan bengkak seperti ini. Apa kata orang nanti????

Tapi, gue yakin dan percaya setiap musibah pasti ada yang namanya hikmah. Dan dari hikmah yang gue alami beberapa hari ini gue jadi ada waktu lebih buat baca!! Dan gue baru saja merampungkan buku ini. Liat tuh cuyyy sampulnya.

Friday, 23 May 2014

THANKS GOD, I AM GROWING UP!

Friday, May 23, 2014 8 Comments

Hai, My name is Meykke Alvia Yuntiawati. People know me as Meykke Santoso because I want so. I am 23 years old just now. I am living with all dreams and spirit following along.

I am finally-turned-23-year-old woman who is enjoying her life so much. It is not because my life is going damn smoothly. I have been through so many difficulties, obstacles, and nightmares in my life. I experienced so many things in my life that not all people did. My first nighmare when I was in elementary school and I realized something about me. I lost the confidence since then. I wore jacket all the time and the only wish I sent up that time is “Please God, I wanna disappear!” I hit the bottom. I hate myself. Life was just not fair. So damn not fair, suck!

Tuesday, 20 May 2014

Ayah SANTOSO #1

Tuesday, May 20, 2014 8 Comments
nanti waktu pulang kampung gue mau diginiin lagi!

Saat gue lagi liat tipi sambil ngemil remah dinding tembok pasi, tiba tiba gue jadi ingat Ayah gue. Kemarin beliau SMS gini,

“Met mlm ke...gek ngp. Bagaimana kabarmu hari ini?”

Kurang gaoool apa coba Ayah gue, SMS anaknya kayak lagi nulis undangan sunatan pake segala bilang met mlm. Ayah gue ini emang orangnya gaul. Dia selalu menyematkan ucapan selamat malam tiap SMS gue. Dia juga sering SMS gue lalu memberikan semangat di akhir untaian percakapan kita lewat barisan huruf.
“Yo wes Ke...SELAMAT BERKARIR DAN SUKSES SLL, setinggi yg kamu inginkan ke...AMIN”
Kalo udah kayak gini gue yang sebelumnya ngerasa tak berdaya penuh nestapa dikepung butiran debu rasanya jadi punya daya ibarat lampu jadi nyala 100 watt ga pernah mati berhitung generasi ke generasi kayak pilip.

Ngomong ngomong soal Ayah walopun hari ini bukan hari Ayah sedunia gue tetep pingin ngomongin Ayah gue. He maybe not the perfect father, but he is the best father I have ever had. *yaiyaemangcumanpunyasatudoangkeles

SERPIHAN TERINDAH

Tuesday, May 20, 2014 14 Comments
Ini adalah naskah cerpen yang pernah aku kirimkan dengan tema "Mantan Terindah" kayak lagunya Raisa. Namun mengalami fase keberhasilan yang tertunda. So, just check it out and give the comments. It is totally fiction. :)


Meykke Alvia Y
Aku tercenung. Pandanganku terus memaku ke arahnmu. Sosokmu berdiri begitu gagah dengan menyokongku yang lekat lekat menempel di punggungmu. Kala itu matahari sedang akan menampakkan semburatnya dan kabut pekat mengambang membentuk serupa pulau pulau di atas kepala. Kepala kita saling beradu dengan kupluk favorit menutupi rambutmu, dan angin semribit memainkan rambutku yang terjulur julur sepinggang. Kala itu, di atas gunung Merbabu wajah kita memainkan mimik senada, senyum 3 jari dengan bola mata berseri seri.

Banyak menit selanjutnya, mataku masih terpusat di serpihan masa yang kita telah punya, yang kamu tinggalkan begitu saja di salah satu folder pengumpul masa lalu dalam social media sejuta umat ini. Setiap hari, tak pernah absen aku membuka satu demi satu foto yang tak juga dihapus dari albummu, tapi mungkin saja sudah terhapus dari kalbumu. Foto demi foto selalu berhasil menggulung ingatanku dan mengecap lagi rasa rasa indah bersamamu.

Sunday, 18 May 2014

MENGARUNGI JERAM DI PELOSOK BANDUNG!! Part. 1

Sunday, May 18, 2014 13 Comments
Kang Heri : "Teh, berdiri aja Teh.."
Teh Mey : "Kena apa kang??"
Kang Heri : "Kalau duduk nggak keliatan..."
Teh Mey : "Emang ntar nggak jatuh kang? khan ini bergoyang perahunya.."
Kang Heri : "Nggak Teh, insyaAlloh...khan jodoh, maut, rejeki di tangan Alloh..."
Teh Mey : "Ya udah, bismillah..."
Sepanjang mata memandang hanya ada air tenang dengan riak satu satu terbentang. Beberapa kapal dengan penuh penumpang tampak hilir mudik membelah rawa. Beberapa perahu panjang dengan hanya satu orang mendayung di tengahnya juga nampak menawan di ujung retina. Mentari bersinar terang seakan mengamini Rihanna, “Shine bright like a diamond, shining bright like a diamond..... Oh mennn, kini satu kayuhan lagi gue bisa mencentang bucket list nomor sekian. Kayuhan kaki di batas senja tujuh bulan lalu mengantarkanku gue, anak rantau asal Jawa sampai di tanah Sunda ini bersama anak anak Betawi yang ramah sekali. Gue menghirup udara yang segarnya sampai ke sumsum tulang belakang ini dengan pantulan mata penuh binar. Setu Cileunca, rawa di ambang mata seakan berkelakar menyambut gue,

“Sok mangga ulin ka dieu!!!”

Lalu dengan penuh takzim gue menjawab,
“Inggih, kulo pancen bade dolan kaleh sampeyan!! Sumonggo mang diderekaken!”
“Ora popo...” Jawabnya menimpali gue. Kayaknya dia kebanyakan nonton Opera Van Java.
Bersama teman teman baru ini gue mendayung terkepung kilahan air menuju pucuk sana untuk akhirnya meliuk liuk di sungai berliku penuh riak, penuh canda, penuh tawa dan penuh kenangan. Let’s go!!!

---

IF THERE IS A WILL, THERE MUST BE A WAY! MUST!!

Wednesday, 14 May 2014

Menginjak Tanah Jogja!

Wednesday, May 14, 2014 4 Comments
Ini adalah cerita bertajuk travelling yang dulu sempat saya tulis untuk lomba menulis bertema senada. Sayang, tulisan saya belum bisa menarik hati para juri. Jadi, daripada teronggok tanpa pembaca, silahkan dibaca kakaaaak...:)
dibuat 4 Desember 2013!

By Meykke Santoso

“Seph, pokoknya begitu skripsi gue menandakan gejala habislah gelap terbitlah terang, gue benar benar akan memulai travelling gue, Seph. Gue akan travelling keliling...... Jogja!” Kala itu gue mengikrarkan janji gue pada diri sendiri, juga pada Umami, salah satu sahabat gue yang berkuliah di salah satu universitas negeri favorit di kota Gudeg itu.

Sudah lama gue memendam hasrat untuk bisa memulai perjalanan gue. Bukan, bukan sekedar piknik atau one-day trip. Tapi, benar benar travelling. Dan kota istimewa itu gue pikir bisa menjadi permulaan langkah gue untuk bisa menjadi traveller.

Tapi untuk bisa mengabulkan permintaan ini bukan sesuatu yang mudah. Tidak tanggung tanggung, gue berencana untuk stay 3 malam 4 hari di sana.

“Seph, gue akan travelling di Jogja selama 3 malam 4 hari seph... Gue akan nggunain semua gaji part-time ngajar gue.”

Berhubung gue bukan orang yang minta sesuatu main nunjuk langsung jadi, gue harus berusaha keras dulu ngumpulin duit. Gue ngajar begitu getol dari pagi sampai sore, demi lembaran uang yang akan mengantarkan gue ke kota itu.
Bukan hanya itu, gue juga harus menyiapkan plan atau schedule dari mulai hari pertama, hari kedua, dan juga hari ketiga. Bersyukurnya gue di jadwal Uma yang padat, dia bersedia untuk menjadi tour guide gue.

“Seph! Lo jadi tour guide gue begitu gue sampai di Jogja, pleaseeee....” Gue mengiba. Tanpanya, gue pasti akan menjadi butiran debu di Jogja. Demi merampingkan pengeluaran, kost Uma juga satu satunya harapan gue untuk bermalam.

“Iye, I’ll take you wherever you want!”

Gue bahagia bukan kepalang. Gue mulai search di Jogja tentang destinasi destinasi keren yang harus gue datangi,

Maafkan Ayah...

Wednesday, May 14, 2014 17 Comments
sumber

Empat bilah tembok pasi menyelubungiku yang entah sudah berapa minggu ada di dalamnya. Aku melongok ke seorang payuh baya yang berbalut selang dimana mana, bahkan dadanya pun seakan dirajah oleh banyak selang yang masing masing mengampu tugas yang berbeda beda, semata mata demi dua belah barang di dada yang terus mengembang dan mengempis. Mukanya lebih dari pasinya tembok dan bibirnya pun juga senada. Seorang gadis di sampingnya tak bosan bosannya mengoleskan madu di kedua bibirnya. Sayu tatapannya seakan ikut merasakan sakitnya raga laki laki paruh baya itu. Dalam dentingan ketiga, matanya meruah dan buliran membentuk aliran deras di pipinya yang merona.

“Ayah....”

Detak jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Si gadis sedang akan merebahkan diri di sofa dekat Ayanhnya saat seorang dokter mengetuk pintu kamarnya dan bergegas masuk. Si gadis langsung beringsut dari sofa dan mendekati sang dokter. Mukanya yang kepayahan mendadak menjadi tampak begitu tegang. Setelah mengucapkan salam, dokter segera mengecek keadaan Ayahnya.

“ Dek, mamanya mana?”

Ah, rasanya aku ingin menghambur ke gadis itu dan menyodorkan bidang datarku yang selama ini selalu mampu menguatkan setiap hati ringkihnya. Kini aku tahu dia memaksa hati ringkihnya untuk menetap sekuat baja.

“Mama sudah nggak ada. Saya hanya tinggal dengan Ayah.”

Kembali dokter menghela nafas. Dia bimbang untuk meneruskan kalimat selanjutnya.

“Ayah saya sakit apa, Dok?”

Seakan mengerti apa yang ada di benak sang dokter, gadis itu bertanya.

“Dek, Ayah terkena kanker paru paru stadium 4.”

Mata si gadis masih berkedip secara normal. Mataku sudah meruah menganak pinak. Pipiku berkubang genangan air mata yang terus menyeruak tanpa henti. Gumpalan sesalan terus mengendap dan semakin besar.

“Ayah saya nggak akan meninggal khan Dok?”

Sekarang giliran mata dokter yang berkaca kaca. Sumpah, rasanya aku ingin memeluk rekat rekat gadis mungilku itu. Gadis mungil yang bahkan seharusnya tidak perlu mendengarkan kenyataan yang terlalu pahit, yang bahkan dia sendiri masih bisa bertanya kalau aku masih tetap bisa membuka mata di esok harinya.

Aku bersimpuh di hadapannya. Aku memohon ampun kepadanya. Aku memohon ampun telah menjejali hidupnya dengan duka nestapa. Aku memohon ampun pada gadis cantikku karena mengubah hidupnya menjadi begitu kelabu.

Batangan berasap itulah yang telah merusak paru paruku dan hidupku. Memang sejak masih duduk di bangku SMA aku sudah begitu akrab dengan rokok. Menginjak dunia kerja aku sudah menganggap rokok sebagai kebutuhan wajib yang harus aku penuhi. Sehari aku bisa menghabiskan dua bungkus rokok. Namun, sebenarnya aku sudah pernah akan menarik diri dari asapnya yang membumbung. Saat itu istri tercintaku memintaku untuk berhenti merokok. Aku sudah seringkali batuk beruntun yang sukar sembuh. Suaraku berangsur serak, nafasku sering tersengal dan aku gampang merasa capai. Saat itu, istriku mengultimatumku untuk berhenti merokok. Untuknya, apa saja aku lakukan. Namun, istriku rupanya tidak melakukan apa saja untukku. Dia tega meninggalkanku bersama buah hati kita yang kita nanti sosoknya banyak tahun yang lalu.

Rokok mulai menjadi pelarianku semenjak itu. Tiga bungkus pun lunas aku lahap setiap harinya. Asap selalu mengepul memenuhi paru paru. Kini, aku harus membayarnya. Rinai air mataku terus mengalir. Dan sebanyak apapun air mata bercampur sesal tak bisa lagi membasuh paru paruku yang sudah berlubang.

“Maafkan aku, anakku...”

---

Esok harinya, dengan ditemani keluarga yang terbang jauh dari luar kota si gadis berwajah cantik itu mengusap usap pipi Ayahnya. Kini tak ada lagi selang yang menjejali badannya. Pun tak ada alat bantu pernafasan yang melingkupi mulut dan hidungnya. Lihat, tak ada lagi layar pemantau detak jantung. Karena memang sudah tak ada lagi dua belah barang di dada yang mengembang dan mengempis.

“Ayah, selamat jalan....salam untuk Ibu si surga...”

Di ruangan berdinding pasi itu, semua larut dalam pilu bertalu talu.



Tuesday, 13 May 2014

MENOREHKAN LANGKAH HEBAT BERSAMA SAHABAT HEBAT

Tuesday, May 13, 2014 15 Comments
Surat ini aku buat dalam rangka mengikuti suatu event bertajuk sepucuk surat untuk Sahabat. Hanya saja, seperti halnya siang dan malam, ada keberhasilan dan ada kegagalan juga. Agar tidak teronggok tanpa pembaca, this is it!! A letter for my gorgeous bestfriend.... :*


                                                                                                           
Dear sahabatku terkasih,

Dari lamat lamat udara segar yang tersisa pagi ini, dari kota teramai dengan deru berseru seru , aku menuliskan sepucuk surat untuk kalian, para sahabat penguat sanubari.
Mengingat kalian sungguh menciptakan ceruk lesung yang melekat erat di pipi. Mengingat kalian sungguh menanamkan benih kedamaian yang melesat menembus sanubari. Karena bagiku, kalian sahabat sejati yang tak bisa terganti.

Sahabatku yang baik hatinya, ingatkah kalian saat kita masih berbalut rok biru dengan paduan kemeja putih bersih. Itu adalah awal kebersamaan kita, awal dari segala awal jalinan erat yang kokoh terjalin hingga kini. Tak jarang kita beradu mulut dan saling menatap penuh amarah. Namun, tak peduli berapa kali kita berkelahi, pada akhirnya kita mengurai senyum tergelak gelak kembali keesokan hari. Kelabu hatiku sungguh bertabur bintang karenamu.

Friday, 9 May 2014

Teknologi : Bila kaleng bertali menjadi segiempat bisa diusap!!

Friday, May 09, 2014 13 Comments
Gue pikir dan gue yakin semua orang mikir apa yang gue pikir kalo jaman sekarang ini teknologi udah sangat sangat canggih dibandingin saat gue masih kecil dulu. Setiap lapisan masyarakat udah menggenggam benda segiempat yang mampu mengubah yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi tak kasat mata. Juga, tiap orang sudah sangat familiar dengan entah benda entah penampakan ajaib bernama Google, facebook, twitter, instagram, path, foursquare, dan banyak lagi media social yang kadang nyulap penggunanya jadi anti social.

“Paimin, padi lu kok bisa subur ijo royo royo itu gimana caranya?”

“Oke, nanti malam ba’da isya lu sama gue bisa musyawarah mufakat sama petani lainnya. Gue kasih tips cara melebatkan padi unggul. Gue punya bukunya di rumah cuy...pinjem di perpustakaan kampung sebelah”

“Oke cuy...”

Beda sama petani jaman sekarang,

“Patrick, padi lu kok bisa lebat dan subur kayak gitu gimana caranya? Ajarin dong, kafan kite bisa bertatap mata?”

“Duh, gue lagi sibuk cuyy, cari aja di google atau nanti gue tag infonya di pesbuk. Kalo lu perlu apa apa tinggal mention gue ajah..”

Selamanya Patrick dan Reinald sebagai petani nggak akan seakrab Paimin dan Sarimin.

Tuesday, 6 May 2014

Anak KOST yang Butiran Debu

Tuesday, May 06, 2014 9 Comments
“ Ini mbak kamarnya, dilihat lihat dulu..” Ucap Ibu empu kost sembari membuka pintu kamar kost. Gue yang masih polos dan nggak tau apa apa tentang dunia fana ini akhirnya menyetujui untuk tinggal di kost ini setelah gue telepon tante gue yang sebelumnya menampung sebilah badan penuh butiran debu ini. Bahkan, gue melangkahkan kaki sejauh 500 km ini cuman diawali dengan ucapan basmalah, ‘bismillahirrahmanirrahim..”.

Kala itu, genap seminggu gue beralih profesi dari anak kuliah menjadi pekerja sekaligus perantau. Selama 22 tahun gue hidup di dunia ini, seminggu pun gue belum pernah pisah dari ortu gue, nih gue langsung mengambil keputusan dengan inovasi terspektakuler abad ini, merantau!! At least, untuk diri gue sendiri, ini spektakuler. Padahal abis itu tiap malam garuk garuk tembok pingin pulang.

“Pulangkan aku pada Ibukuuuuuu...” ucap gue pada tembok sambil nangis di pojokan.

“Gue ada dimanaaaaaah??? Dimaaaanaaah?? Kenapa gue ada di siniiii???” Gue suka hilang kesadaran setiap bangun tidur. Lalu, gue buru buru tobat nasuha.

Ada saatnya juga gue harus hidup sendiri. Jadilah gue menyewa sebuah kamar di salah satu rumah yang menurut gue cozy dengan teman kost yang cuman 4 biji ditambah gue jadi 5 biji.

Sebelum gue pindahan, semalaman gue udah mimpi indah banget, sungguh indah!!

THE BEST SIZE EVER!

Tuesday, May 06, 2014 13 Comments
Cerpen ini aku buat tepat 1 Februari dan aku ikutkan dalam event menulis bertema "SIZE", tapi oh tetapi tidak terjaring. Nggak papa, namanya juga usaha...
Meykke Santoso

“Mbak, jadi gini ya. Ini diminum tiga kali sehari, setiap kali minum harus minum 5 biji sekaligus..”

“Masa sih mbak?”, Aku seakan tak percaya. Kalau setiap kali minum aku harus menelan 5 butir, maka dalam sehari aku harus menelan 15 butir? Perutku seketika melonjak lonjak seakan butiran sebesar buah melon berputar putar di dalamnya. Si penjual langsung mengernyitkan dahinya.

“Kalo nggak percaya, baca aja sendiri mbak...”

“Iya mbak, makasih...” Aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan penjualnya. Uang sudah dibayar, dan kini obat herbal telah berpindah tangan.

Di bis, pikiranku melayang kemana mana. Obat ini bukannya tanpa alasan.

“Dil, coba deh kamu beli obat herbal. Sepupuku minum obat itu bisa naik 5 kg lho..”, ucap Vince, dua hari yang lalu di sela sela makan siang kita. Saat itu aku kembali berkeluh kesah. Dan bila dipikir pikir, bagaimana aku nggak meluncurkan keluh kalau di badan yang tingginya 170 hanya berbeban pada titik 50 kg saja? Untuk menghitung berat badan standard, tinggi badan dikurangi 110 adalah berat badan yang seharusnya. Itu berarti aku harus menambal lemak sebanyak 10 kg lagi!!

Saturday, 3 May 2014

KAPAN KITA BERTEMU LAGI?

Saturday, May 03, 2014 12 Comments
Cerpen ini aku tulis di bulan Oktober tahun 2013. Cerpen ini adalah cerpen yang aku ikutkan lomba dan menuai hasil 'tidak lolos'. Setelah aku baca lagi, saat itu aku masih alay agaknya. Juga, ini adalah sebatas cerpen yang terlahir dari imajinasi semata. Selamat membaca dan minta komennya kakaaaakk :)



                                                                                                                                  Meykke Santoso

“Andaikan ku dapat...mengungkapkan..perasaanku, hingga membuat kau percaya... akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku, selamanya....selamanya...”

Alunan merdu D’Cinnamons lagi dan lagi dan lagi terus memenuhi seantero ruangan. Ku lirik layar HP.

“03.00”

Ah, bahkan aku masih ingat dengan jelas warna baju yang aku kenakan ke rumahnya, lalu saat aku hendak mengendap endap mencuri pandang, dan entah bagaimana dia melongok di pintu.

“Keia!” Aku ingin lari, namun gagal. Kenyataannya ‘lari darinya’ dalam bentuk apapun memang tidak pernah berhasil.

Dia mengajakku masuk dan seperti biasa kita bercakap cakap. Ya, seperti biasa, seperti biasa yang kita lakukan setahun yang lalu selama lima tahun ke belakang.
Bahkan aku ingat dengan jelas setiap detailnya, dia bercelana pendek dengan atasan coklat, ada dua fotoku di Hpnya saat aku mengobrak abrik isi Hpnya, lagi lagi seperti yang sering aku lakukan dulu, selama 7 tahun dan berhenti di setahun yang lalu.

Friday, 2 May 2014

Alarik Namanya!

Friday, May 02, 2014 20 Comments

“Alariiik, give me a hug please, come hereeeee....” Dia, dengan muka penuh rona dan mata penuh binar lalu mengepakkan kedua belah lengan kecilnya. Dia akan lari ke ujung sana dulu lalu dia akan menunggu gue berhitung

‘oneeee...twoo...threeeeee....’ Sekonyong konyongnya dia lalu akan kembali mengepakkan lengannya dan lari tunggang langgang ke arah gue yang sudah siap siaga membuka lengan lebar lebar.

‘happ!!” dalam sekejab dia menghambur di pelukan gue dan gue seketika berdiri dan berputar putar. Alarik memekik dengan tawa tergelak gelak, masih lekat di dada gue dengan kedua belah lengan gue yang rekat rekat membawa tubuh mungilnya.

Lalu, dia akan gue turunkan, dan dia minta nambah. Dipikir gue bianglala di pasar malam.

Thursday, 1 May 2014

PRODUK ORIFLAME PENUH DISKON EDISI MEI 2014!! GO GRAB THEM!

Thursday, May 01, 2014 1 Comments

As a woman, pasti kita butuh produk produk kecantikan dengan harga terjangkau kaaaan...Nah, untuk teman teman yang ingin beli Oriflame tapi nggak ada katalog, tenaaaang...di bawah ini saya ada semua produk produk Oriflame yang bertaburan DISKON selama bulan MEI!!!

Silahkan dipilih, dan untuk pemesanan atau pertanyaan, bisa sekali SMS atau WhatsApp ke 085641564616 atau invite pin BB saya, 744DC7F0 !!

Selamat belanja, xoxo! :)