Tuesday, 29 April 2014

PERMAINAN TUHAN




Ini adalah cerpen yang aku ikutkan dalam lomba bertema "Cinta Terlarang". Sayang, nggak masuk jadi kontributor. Daripada menggelepar tak terjamah, aku tampilin di sini saja. Silahkan komentarnyaaaa :)

Meykke Santoso

sumber

 
Hujan. Ya, sore itu hujan begitu pekat. Rinai hujan tak henti hentinya berhamburan seolah mengolok olok seonggok aku yang diam dengan hati yang pecah berhamburan pula. Aku kembali memandang sosok yang juga mematung di depanku, mencoba menahan diri dari hati yang juga berserakan. Aku tahu betul itu. Selang beberapa detik, pun dia melayangkan pandang tepat di manik mataku, mencoba melumat habis perasaanku yang tergambar jelas dari pantulan itu. Ah, tatapan teduh itu mengingatkanku akan masa yang kita namai lalu, bernama masa lalu. 

Kaki kaki kecil itu berkecipak di air sungai yang begitu jernih hingga kita bisa melongok menatap ikan ikan yang tengah berenang riang. Tepat di sebelahnya, dua belah kaki kecil pun ikut berkecipak beradu kecepatan menghasilkan air berbuih buih. Rambut kita sudah basah bukan kepayang hingga bulir bulir air menetes dari tiap pucuknya. Masalah tubuh jangan ditanya, sudah dua jam lebih kita berkubang di sungai belakang rumah ini. Tapi kita tidak berdua saja. Menengok sedikit saja ke belakang, lima buah pasang kaki kaki kecil lainnya tengah asyik bergurau bersama ikan ikan kecil yang lagi lagi berenang riang. Mereka akan menancapkan seantero tubuh ke air lalu sekonyong konyongnya menyembulkan kepala ke atas demi paru paru yang terus mengembang dan mengempis. Senyum akan bergulung gulung di wajah mereka yang sedikitpun tak menggambarkan beban. 

Sebilah kaki kecil yang berkecipak lalu mulai turun dari batu besar di tengah sungai, menyusul kaki kaki yang lainnya. Dia menjulurkan tangan ke kaki berkecipak di sebelahnya dengan senyum yang mengembang lebar.
“Ayo, renang sekarang Raina!” Sekejab kemudian, tangan kecil perempuan itu menjemput tangannya dan berdua mereka membelah sungai ke kanan dan ke kiri, dari kiri balik ke kanan. Tak henti hentinya si gadis kecil mengulum senyum di jangkauan tangan si laki laki kecil berkulit legam. Bukan, saat itu dia belum berjumpa dengan cinta. Bahkan, dia masih mengelap ingusnya dengan tangan kanan, lalu si laki laki bertubuh jangkung dengan kulit legam itu akan tertawa terbahak bahak melihat wajah si gadis yang tak karuan. Namun, sebilah mata teduh itu selalu membuat si gadis nyaman dan aman. 

--

Sunday, 27 April 2014

kicauan sebelum lelap

Buka tutup buka tutup, susah terkatub...
Melempar jauh pikiran yang berkecamuk seperti kena amuk
..
Lagi lagi aku di sini, menatap nanar pada kegelapan, menyisakan seutas cahaya dari celah celah ventilasi bergerigi..
Lagi lagi aku di sini, menghitung denting jam bersamaan dengan detak jantung...

Tuesday, 22 April 2014

SUDAHMU BERDERAI DERAI


Meykke Santoso
“Sudah....”



Dia berdiri tepat di ambang pandangku, berbalut jaket tebal berwarna hitam pekat dengan dalaman kaos dual warna hingga kedua sisinya bisa dipakai semua. Dia berlindung di ujung jaket. Maklum, udara begitu dingin, dan rinai air tak mau berhenti mengguyur. Kita mematung.

Pandanganku terus merangsek menjelajah secara paksa ke penjuru retinanya. Makin lama, matanya terlihat kabur, tertutup rinai yang akan kuciptakan sendiri.

Detik detik berikutnya, kami masih mematung, menyelami mata masing masing sampai mataku terasa terbakar. Ah, jangan tanya hatiku. Tak peduli betapa dingin hawa menerpa kulit ariku yang terbalut jaket tebal, toh hatiku porak dalam batas poranda. Semakin lama memandangnya, rasa rasanya ada gumpalan yang terus membesar memenuhi dada, seakan ingin keluar tapi tak bisa.

“Apa?” Aku berharap aku salah dengar. Aku berharap perjumpaan sore ini adalah bunga tidur siang bolongku saja. Nyatanya, ini lebih dari sekedar petir di siang bolong. Ini lebih dari jilatan tsunami yang menyambar seisi hati. Kaca kaca di mataku semakin menebal, siap tertuang menganak pinak.

Masih berdiri tepat di depan tubuhku, dia menghela nafas terberatnya. Sorot nanarnya menancap mataku. Dengan begitu sigap aku membuang muka. Sedetik lagi aku melihat matanya, pipiku hanya akan seperti tanah sore ini. Namun, usahaku nampaknya sia sia. Dua detik berikutnya, pipiku berkubang, hatiku berlubang.

Aku tak mampu lagi menatap air mukanya. Aku menunduk sendu, menatap jaketnya. Tak ulung dalam sejekab mata, jaket ini menggulungkan memoriku.

Friday, 18 April 2014

Anak Muda, MERANTAULAH!!!




Setiap pagi, sesaat setelah mengerjabkan mata dan mendapati jawaban atas pertanyaan,

“Aku dimana???”

“Owh iya, aku di kamar kost, aku dalam rantauan..”

Aku mematikan alarm dengan nuansa musik yang cenderung menidurkan daripada membangunkan. Pelan aku merentangkan lengan, membuang jauh jauh lengan lengan ke udara, mencoba menyusupkan udara di setiap jengkal tubuh dan melenturkan sendi yang sejenak lelap.

Aku pandangi pantulan sepasang mata yang masih terlihat sayu dengan sedikit gumpalan tepat di atasnya, berikut hidung yang menganga ke bawah setelahnya dan sesungging senyum yang melekat di bibir ala kadarnya.

Lalu, aku akan mendapati pertanyaan terpantul bertubi tubi.

“Kenapa aku di sini, Ke??” Aku pandang lekat lekat bangun oval berdaging yang kini sedikit menggumpal di kedua sisinya.

Buseeettt!! Dia!! Iya, dia menggerak gerakkan kepalanya, lalu sesaat kemudian bibirnya bergerak gerak diikuti dengan dengungan bermakna, bernama kata kata.

“Karena kamu merantau, Mey...” Ucapnya fasih. Matanya melihat ke dalam mataku lekat lekat, dan aku memandangnya tanpa kerjab, seakan terhirup di kedua pupil bulatnya yang jernih mengkilat.

“Kenapa aku merantau, Ke?”

“Karena kamu akan meninggalkan lingkaran dengan kadar rasa nyaman meruah ruah dan melihat sisi lain dunia fana. Kamu akan mendapati dirimu terbangun di kota asing, terlingkupi oleh kumpulan daging bernyawa asing. Kamu akan linglung serupa butiran debu di awalnya, dan mau tak mau kamu terus memeras otak dan keringat untuk bisa berpadu padan"

“Lalu apa yang akan aku dapatkan?” Pertanyaanku serupa menantang. Dia tersenyum simpul lalu menskak mati tepat di retinaku.

“Kamu akan lebih kuat. Di awal bahkan mataku pun terkuras bukan? Hati terasa nelangsa menghadapi kenyataan bahwa tak ada lagi “Nduk, makan dulu...”, “Nduk, bangun udah pagi nanti telat...”, “Nduk,mau makan sama apa?”, “Nduk, ini uang jajanmu..””

Tuesday, 15 April 2014

RAGUNAN, WAIT FOR US!! ( Saat Traveller merangkap Teacher!!)

 

“Miss Meykke move to the center a little bit..again again...”

Mengikuti panduan dari big boss lalu gue mefet agak ke tengah dengan posisi seksi seperti yang Anda saksikan di gambar. Dengan pose guru gahoool gue mempampangkan kedua jari gue membentuk V, yang artinya

“peace, love, and gauuuuul...” Lalu Dwi Andika akan memandu Planet Remaja setelahnya.

Seluruh siswa pun dengan muka muka innocent mereka menghadap kamera dengan sangat mahfum dan ceperettt!!

Ini adalah moment pertama dalam sebilah hidup gue ini menjadi pemandu piknik atau fieldtrip untuk para siswa siswa. Now, I am a teacher!! *tertawasongong

--

29 Maret 2014.

Sunday, 13 April 2014

Katalog ORIFLAME BERDISKON EDISI APRIL 2014! Semua produk Oriflame yang berdiskon, jom ke lapak saya kakak!!

As a woman, pasti kita butuh produk produk kecantikan dengan harga terjangkau kaaaan...Nah, untuk teman teman yang ingin beli Oriflame tapi nggak ada katalog, tenaaaang...di bawah ini saya ada semua produk produk Oriflame yang bertaburan DISKON selama bulan April!!!

Silahkan dipilih, dan untuk pemesanan atau pertanyaan, bisa sekali SMS atau WhatsApp ke 085641564616 atau invite pin BB saya, 744DC7F0 !!

Selamat belanja, xoxo! :)


Friday, 11 April 2014

Bernafas



Bulir hijau melambai lambai. Aku masih bergeming. Bulir hijau melambai episode kedua. Aku mulai menggerakkan kursor menghampirinya. Dengan satu jentikan saja, kotakan biru siap menyambung lidah. Tapi tetap tak mampu sambungkan hati. Hati? Hahaha...aku terpingkal.

“Ardiiiiiiiiiiiii...” what the hell, jemariku lepas kendali. Dia bahkan tak sempat meminta ijin dan bergerak liar di tut laptopku.

“Apa kabar?”

“Baik seperti biasa..” Tak sampai 10 detik balasan mendarat menghalau ratusan jarak yang terbentang. Iya, jarak yang terbentang antara kakiku dan kakinya, tak terhitung lagi jarak yang terbentang antara relungku dan relungnya.

“Kamu?” Ini serupa menyodorkan tangan nak bertepuk dan dia menyambut dengan sebilah tangannya.

“Alhamdulillah baik bangeeeet...”

Wednesday, 9 April 2014

SERBA SERBI KAIN FLANEL MURAH MERIAH!! CEKIDOT!!

“Aduh, aku pingin punya bros yang simple tapi cantik...”

“Wah, aku pingin bros yang nggak bisa pecah...alias awet..”

“Waaah, aku pingin punya bros yang murah tapi nggak murahan...”

“Aku juga pingin punya bros yang imuttt dan modelnya macam macam...”

Tenang tenang...karena sekarang saya hadirrr dengan produk produk awet nan imut dari kain flanel!!

Selain rupanya macam macam dan nanti akan semakin rupa rupa bentuknya, bros ini dijamin tidak akan membuat kantong teman teman semua kering. Ini murmer!! Murah berlevel meriah. Eits, tapi ini bukan murahan...

Kalau nggak percaya, just cekidot!!

# B001



Bros Bunga Manik!! Harga per item : Rp. 4000. Harga per lusin : Rp. 40.000

Review Kumcer "CINTA TERPENDAM", Betapa Tatihnya Memendam Rasa!

“Dan hal yang paling mematikan dari jatuh cinta adalah harapan bahwa orang yang kita cintai akan mempunyai rasa yang senada dengan kita. Dan matinya lagi, kalau ternyata.....tidak!”

Itu adalah seglumit kata kata mutiara di cerpen saya yang dibukukan secara keroyokan bersama dengan teman teman pengumpul kata lainnya.

Setiap orang pastilah mempunyai masa masa suka sama orang lain tetapi hanya terpendam karena tersandung banyak hal, misalnya dia terlalu ganteng atau cantik dan kita hanyalah seonggok manusia dengan kadar tampan atau cantik dibawah garis rata rata, atau mungkin karena berbeda keyakinan walau katanya “Tuhan memang satu, kita yang tak sama, haruskah kita lantas pergi  la la la la...”, atau karena dia tidak lain adalah sahabat sendiri yang tak mungkin berubah status, atau bisa jadi yang kita suka ternyata sudah berkeluarga! Macam macam alasannya.

Itu pula yang disodorkan oleh buku yang satu ini!



Di buku ini ada 21 cerita bagaimana tertatih tatihnya para pelaku cinta yang cintanya bak ketela pohon, nggak kelihatan. Ntar sekalinya dicabut ternyata gedenya nggak ketulungan. Tapi selagi tidak dicabut, mau segeda gaban segede apa gimana juga nggak keliatan. Ya itu dia, cinta terpendam.

Thursday, 3 April 2014

YOU CAME FROM THE STARS!!! (The most handsome Allien I've ever seen!!!)



“There is no one who lives for the death, what’s important is living in that moment.”

Tidak ada manusia di dunia fana ini yang hidup untuk mati. Yang terpenting adalah bagaimana hidup dan memaknai hidup di setiap momen yang ada, yang dianugerahkan Tuhan.

Ucap Do Min Joon sembari memeluk Chun Song Yi di tempat tidur. Well, kalau lo baca kalimat gue barusan mungkin terbaca cheesy cenderung geli. Tapi, kalau lo liat adegannya, beeeehhhhh...damn romantic!!! Banyak lagi scene yang bikin gue gigit sprei sambil guling guling sehabis pulang kerja mengarungi malam demi melihat mereka berdua!!

Yapp, kali ini gue akan bercerita tentang kisah cinta mereka berdua di drama terbaru yang gue tonton. Ehm, gue agak telat sih mengingat sebenarnya drama ini ditayangkan di SBS Korea Selatan sana mulai 18 Desember 2013 dan berakhir tanggal 27 Februari tahun selanjutnya. Tapi, ini pun gue butuh perjuangan untuk mendapatkannya.

Kalau dulu saat gue kuliah, gue punya banyak teman yang juga merupakan bandar Drama Korea. Seperginya gue dari kota itu, gue butiran debu karena hasrat yang tak terbendung untuk menyaksikan drama Korea tidak diimbangi oleh eksisnya bandar drama Korea. Tapi Alloh itu Maha pemberi kejutan. Gue masih bisa menonton drama Korea karena satu mantan teman kerja gue dan satu teman kerja gue ternyata.....BANDARRRR GILAAAAK!!! Dan jadilah gue bisa menyaksikan seumur umur gue liat alien paling guanteng sejagad raya alam semesta barulah kali ini.

“Siapa yang alien??”

“Emang ini soal alien?”

“Kok serem gituuuu???”

Santay santayyy..ini alien bukan sembarang alien. Kalau yang gue bayangin biasanya alien itu matanya setengah wajahnya dengan mulut kecil dan hidung kayak kutil. Telinganya besar dan kulitnya bergurat gurat warna coklat, udah jalan nggak pake baju, jarinya kecil kecil dan nggak bisa gemuk. Kalau iniiii?????
Aku kasih tahu tapi jangan kaget ya? Janji dulu....

The allien is this one!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...