Monday, 31 March 2014

God is indeed GOOD.


Dear God,

Today I am writing this to You as my gratitude because You are so much good to me. My real life began once I graduated to that lovely university. I prayed to You at that time,

“God, bring me away...lead me the way...” I was getting through the breakup and I was just totally broken. I also had so many uncomplished dreams.  Then you answered my prayers. Thus, I could go away and step on this kind of place. I know this place is not really good, but you always give me nice people to take care of me.

Thursday, 27 March 2014

Apakah anak kota yang bergelimangan harta pastilah BAHAGIA??



“Miss Meykke, papi kerjaaa...mami kerjaaa....”

“Wah, terus kakak di rumah sama siapa?”

“Sama mbak Ani...”

Seorang anak, sebut saja Ayu selalu berceletuk seperti itu setibanya di kelas. Begitu pula dengan anak anak lain yang selalu diantar oleh ‘mbak mbak’ mereka atau pun sopir pribadi mereka. Orang tua mereka hanya muncul saat pendaftaran saja sembari ‘menitipkan’ anaknya di English Course yang gue tempati.

Mau tahu pekerjaan mereka? Ada yang menjadi pramugari, petinggi bank, direktur sebuah merk raksasa di Indonesia, pengusaha asli dari Korea yang terbang sampai sini, dan banyak para orang tua dengan dompet menggumpal tebal dan uang meruah pinak.

“Iya, khan Jakarta macett jadi kalau kerja di Jakarta, apalagi daerah Semanggi atau Jalan Sudirman, bisa jadi berangkat jam 5 dan baru sampai rumah jam 11.” Gue hanya mengangguk tanda mengerti mendengar cerita sopir course. Banyak orang tua mereka yang berangkat kerja di ambang subuh saat mereka masih bermimpi dan pulang di larut malam saat mereka sedang asyik membangun mimpi mimpi mereka. Dua duanya, papa dan mama.

Gue ada satu cerita tentang dua anak, kakak dan adek. Yang kakak sebut saja Budi, dan yang adek sebut saja Ani.

Tuesday, 25 March 2014

Mengajar itu...

Di cerita sebelumnya, di SINI aku menceritakan tentang betapa anak anak menjadi sumber inspirasi, sumber kebahagiaan dan juga sumber pembelajaran dalam hidupku yang panjangnya di puluhan dua dengan satuan yang senada.

Tapi, aku nggak hanya mengajari anak anak seumur mereka saudara saudara. Aku juga mengajari anak anak seperti mereka.

Laura dan Nasya serius sekali

Aqsha dan Grant memperlihatkan kue gabus enak sekali

Friday, 21 March 2014

Anak anak : Guru Kehidupan Gue

Rasa rasanya baru kemarin gue berjejer rapi di selokan kecil yang meliuk liuk. Bu guru gue nan cantik kemudian mengomandokan untuk mengeluarkan gel rasa strawberry itu dan mengoleskan dengan anggun di ujung sikat. Tangan kanan memegang gagang bersikat, dan tangan kiri memegang mesra gelas plastik berwarna ijo dengan air memuncah.

“Nah, sekarang buka mulutnya, lalu gosok perlahan dari atas ke bawah, lalu dari bawah naik ke atas, dan ujung kanan ke ujung kiri...” Lalu tak lupa dengan banyak sendau gurau kita menuruti perintah Bu Dwi, bu guru TK cantik kayak barbie.

Ah, rasanya baru kemarin gue foto macam begini.



Gue berasa manis sekali.

Dan emang waktu berjalan begitu singkat dan ehm...padat. Kalau soal padat, itu masalah masing masing. Tapi, rasa rasanya baru aja gue beranjak dewasa dan rasa rasanya moment sikat gigi berjamaah itu masih lekat teringat,tapi sekarang gue udah segede gaban. Ehm, bukan gaban juga sih. Cenderung segede korek api gambar korek api lagi nyala dengan background hitam.

Sekarang, bahkan gue udah berasa kayak bu Dwi itu, walau pun daerah umur anak didik gue lebih lebar. Setiap harinya gue disibukkan dengan rancangan mengajar, game game yang akan gue kasih ke mereka, juga materi yang harus gue kuasai secara sempurna.

Wednesday, 19 March 2014

My Books Came!! "Kopi Bercerita #3" and "My Horror Stories #1"



“AKU MEMPUNYAI 7 BUKU ANTOLOGI”

Kira kira itu adalah bunyi salah satu resolusi yang pernah gue tulis di awal tahun 2014. Bahkan, saat itu pun gue belum punya satu pun buku antologi ataupun belum ada satu pun cerita gue di buku kumpulan cerpen atau pun kumpulan puisi manapun! Dan entah bagaimana caranya, gue bertekad pokoknya tulisan gue tahun ini harus menghiasi 7 buku antologi.

Dan dari sini, gue sadar satu hal.

“If there is a will, there MUST be a way!!” Gue mulai nulis dan ikutan banyaaaaak kompetisi menulis dengan akhiran dibukukan, kalau LOLOS. Macam banyak pula tulisan gue hanya berdebam lebam di folder “BELUM BERHASIL”, yang lainnya gue sortir di folder “BERHASIL”, dan lainnnya masih berjajar di folder “DALAM PROSES”, menunggu penentuan. Dan satu demi satu dari banyak lainnya naskah yang belum lolos, naskah gue ada di jajaran kontributor. Satu, lalu menjadi dua, dua menjadi tiga, dan masih menghitung.

Sekarang adalah bulan Maret pertengahan. Dan bulan Maret adalah bulan ketiga dari total 12 bulan yang ada. Antologi berapa yang saya punya di selang waktu 2,5 bulan itu, kakak???

7 antologi.

Kenapa bisa begitu?? Gue terus menulis. Setiap kegagalan gue, gue memicingkan mata dan akan membeli bukunya untuk melihat standard yang dipasang. Lalu, gue terpacu untuk menulis lagi sampai lolos. Saat tulisan gue lolos, gue juga tercambuk untuk bisa menulis dan menulis lagi, karena dari sini gue akan berangkat menjadi penulis yang sebenarnya.

Apakah gue mendapat honor dari 7 antologi itu? TIDAK. 

Mereka diterbitkan secara indie, artinya hanya pesanan yang masuk saja yang dicetak. Gue hanya akan mendapatkan potongan harga khusus karena gue salah satu kontributornya. Gue baru bisa menciptakan ‘honor’ gue sendiri saat gue menjual buku itu ke orang lain dengan harga pasaran, sedangkan gue mendapatkan harga kontributor. Tapi, gue mendapat selusin pengalaman berharga dan juga kepuasan.

Awal tahun, gue menulis “writer wanna-be”, dan sekarang gue rasa pantas rasa rasanya kalau gue melumat wanna-be dan hanya menyisakan “writer”. Iya, pantas kiranya gue menyebut diri gue sebagai penulis. Bahkan, gue sendiri juga tidak menyangka ternyata bisa juga seperti ini. Dalam waktu singkat saja gue bisa menelurkan 7 antologi bersama penulis berbakat lainnya, lalu apa yang bisa gue perbuat selanjutnya??

Lalu gue sadar satu hal. Bisa dan nggak bisa itu sebenarnya sangat sangat tergantung pada NIAT atau tidak NIAT. Sanggup atau tidak didasari oleh mau atau tidak mau.

Tuesday, 18 March 2014

Review "ASEM MANIS CINTA" @bloggerenergy



“Tapi satu hal yang kurang dalam paket Linn, dia lupa mengajari gue pelajaran terakhir yang sampai sekarang gak bisa gue pahami. Bagaimana cinta memaafkan??”

Uhuy!!! Bagi kalian yang udah katam baca nih buku pasti nggak asing lagi dengan kalimat di atas. Pertama baca, gue langsung disuguhi pengalaman berliku seorang blogger nestapa bernama @sandalpedott yang cintanya ‘pedot’ dengan sangat durjana. Iye, pertama gue disuguhi dengan cerita bagaimana seseorang itu sayang bingit sama pacarnya. Dan, seprti pepatah air pop ice dibalas air kubangan, dia serta merta begitu saja mendapat kado special dari pacarnya!!

“Sayang...selamat ulang tahun ya?”

“Hmm, aku boleh minta sesuatu nggak?”

“Lah, yang ulang tahun aku, tapi kok malah kamu yang minta kado?”

“Jadi, boleh nggak nih?”

“Y udah kamu minta apa?”

“Putusin aku.”

Cinta gini amat. Punya gue juga pilu, tapi syukurnya nggak gini gini amat.

Saturday, 15 March 2014

REVIEW : "Sepotong Hati Yang Baru" ( Tere Liye)



“Cinta yang besar, tanpa disertai komitmen dan kepercayaan, maka ia hanya akan menelan diri sendiri.” 

Itu adalah sepenggal kalimat aduhai yang gue temukan di buku Tere Liye berjudul “Sepotong Hati Yang Baru”

Yakk!! Ini adalah kali pertama gue mengenal Tere Liye, dikenalkan oleh rekan kerja gue yang sehobi sama gue, Miss Dian.

Begitu gue disodori buku kumpulan cerpen ini, di sela sela jam mengajar gue, alih alih sambil menikmati hidup gue lahap satu demi satu halaman cerpen. Now, I’m soooo falling in love with his writing! Kenapa?? 

Wednesday, 12 March 2014

MENIKMATI MASA MUDA DI KOTA NAN TUA, JECKARDAH!!!

Dengan semangat menderu deru gue kayuh pedal sepeda, menukik ke kanan kemudian berbelok ke kiri, berkelok kelok melewati sepanjang pelataran Museum Fatahilla yang berdiri megah. Mentari menyorot pedas, tapi happ!!! Gue lawan. Jelas jelas gue lawan, topi segede gaban bertahta anggun mengitari jilbab kecoklatan. Set! Set! Set!! Dengan sigap gue mencari celah di ratusan kaki dengan puluhan sepeda onthel klasik khas kota Tua. And now, I am riding a super classic and vintage bycicle EVER!! 

Where???

KOTA TUA, JECKARDAHH!!



--
AWAL PERJALANAN....

Minggu, 2 Maret 2014

“Ke?”

“Hmm? Gimana Ka?”

PUTIH ABU ABU MAHA BERWARNA!!



“Meykke!!! Gerbangnya sudah ditutup, Meykke!!!”

“Apppahhhh????” Gue lari tunggang berlevel langgang. Rok gue jelas jelas gue singsingkan demi interval langkah yang teruntai maha lebar. Dengan kaki berparas gagang korek api gue menyelusuri pelataran ruko ruko untuk menuju gerbang maha dahsyat yang sudah menciut sepanjang 10 cm saja.

“Meykke, cepattt!! 3 detik lagi gerbang akan ditutup!” Teman gue yang lebih cekatan dalam hal berlari sudah ada beberapa centimeter di depan gue. Dengan keringat menganak pinak karena kalau sungai udah mainstream, gue terus melajukan kaki jangkung gue.

“Paaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!!!” Ucap gue seraya menggapai jeruji pagar yang sekejab akan ditutup. Dengan muka datar, pak Satpam mengijinkan gue masuk. Happ!! Sekali lompat menembus kelebaran pagar yang hanya menganga 10 cm sedangkan saat posisi miring kelebaran gue hanya 7,5 cm saja, gue langsung berhasil. Akhirnya gue bisa meretas jalan demi sebuah ilmu hari itu. Dengan langkah tergopoh gopoh gue berlari kecil karena kalau besar udah capek ke dalam kelas XII IPA 3!!

Tuesday, 4 March 2014

Menyelami Lautan Buku di Istora Senayan, Jekardah!!!



Buku bernafaskan islam dan lainnya dari berbagai induk bertebaran di sepanjang penjuru, memenuhi Istora Senayan dari Timur sampai Barat. Arus pengunjung pun bergerak dari hilir ke hulu, dari hulu ke hilir, sambung menyambung menjadi satu. Itulah Islamic Book Fair 2014!!

Tak ketinggalan, sebagai pencinta lautan kata kata berlandas kertas, gue ada di ratusan pengunjung yang memadati Senayan, mencari cari buku idaman dengan banyak potongan. Well, it’s the syurga dunya fana!!

--

Siang itu semangat gue berletupan tiada tara. Bagaimana tidak? Kali ini gue berasa gaul banget. Gue akan menginjakkan kaki ke Istora Senayan ikut berjejalan untuk menyaksikan buku buku bertebaran elok rupawan.

Hari Sabtu gue tetep kerja, setengah hari saja. Begitu bel pulang berbunyi, gue menitipkan Sera ke rumah temen kerja terbaru gue.

Adalah Miss Dian,  seorang guru baru. Pertama bertemu, gue menyimpan banyak harap. Dilihat dari the way she dress up, dia satu tingkatan dengan Oki Setiana Dewi; kerudung lebar menutupi dada, baju longgar dengan rok berumbai ria menutupi kaki jenjangnya. Bahkan, ilmu gue belum sampai untuk bisa sampai ke tahap itu. Kedatangan Miss Dian membawa warna tersendiri dalam keseharian gue. Salah satunya adalah hari ini, Sabtu tertanggal 1 Maret 2014.

Sunday, 2 March 2014

Don't bother me, please

I have tried so hard. I wake up and clean up my bedroom. I wash my dishes as well then write or just surf on the internet.

As I go back from my work, I clean myself up and eat dinner. Also, I watch TV, write and join many writing competition and go blogging. I have bought some books to read too. I always stay up and sleep at 12 o'clock at midnight. Once I wake up I do the same things. I also watch korean drama, too. I make myself as busy as possible.

But...........
I can not set up my night as I set up my day. I cannot take control my dream as I take control my schedule. No matter how blurred it is, it seems so absolutely damn clear at night. No matter how hard to get rid of it, it continuously come into my dream. And it seems just like the real one, I can taste the feeling, too. I can smell the scent, I can see the face, I can feel the touch, I can look at the eyes. The same dream, the same shadow, the same damn bothering night. I sleep at midnight hoping that I will not dream anything and please time runs fast. Suddenly, sun comes and I feel safe.

It is just fantasy I have to throw away. So please, I never welcome you to come to my day, so don't come at night. Don't make my effort useless. Don't come and give the glad feeling, but end up with nothing once I wake up.

Don't bother me. If I don't have to sleep, I won't. Really.

posted from Bloggeroid

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...