Friday, 21 February 2014

WISUDA jelas SWEET!!

Bulir bulir hujan dengan derasnya terus merangsek ke dalam jeans biru laut gue. Setengah badan gue lainnya bersembunyi di balik mantel berekor, sepenuhnya menempel lekat di balik punggungnya. Gue hanya bisa melihat jalanan beraspal yang basah terserang hujan. Dan gue, terserang cinta. Tak peduli betapa kuyupnya kaki beserta jari jemari, hati gue lain cerita. Suam suam kuku. Walau pun gue harus sesekali memegangi ujung mantel supaya tidak beterbangan, toh gue melepaskan sepleton kupu kupu beterbangan di perut gue. Dan deburan dada gue tak ubahnya seperti deburan ombak saat pantai sedang pasang. Di derai hujan, di hangatnya punggung, di sela sela kupu kupu yang beterbangan, gue mengulum do’a.

“Jangan surut ya Alloh...bila jodoh maka dekatkanlah hati kami berdua, dan bila tidak jodoh, maka jodohkanlah kami berdo’a.”

Agak maksa memang, tapi mau gimana lagi, namanya juga cinta.

“Tidur aja yank...” suaranya menembus mantel tertangkap telinga. Ah, andai dia tahu, suaranya bahkan dalam sekali menembus relung , mengendap mutlak berakar serabut.

“Tidur dimana??”, ucap gue dengan sok polos.

“Di hatikuuu...” gue muntah kupu kupu. Bukan, dialog kedua dari bawah tidak pernah terjadi di dunia nan fana ini.

Senyum menyembul di antara pipi gue, mata gue berseri seri, hati gue menari nari. Satu keinginan egois yang gue fikirkan kala itu,

“Pelissss, jangan cepet sampai pelisssss....” Kalau begini kejadiannya, gue ingin hidup seribu tahun lagi.

Sebenarnya gue pingin ceritain ini. Tapi, karena sahabat gue bilang dalam naungan whatsapp

“Mey, can I speak honestly to you?”

“Iyess...”

“Don’t write about it again. And againnn...and again...Think..there is no box..”

“Oke kak”

“Think that your life is not about blabering about your ex boyfriend”

“Yesss kak”

Bulu kuduk gue merinding melihat pesan itu dari temen gue. Jadi, gue nggak jadi menceritakan soal ini. jangan menceritakan kisah berlalu yang hanya tinggal abu. Ini jelas bukan moment terindah dalam hidup gue. 

Setahu gue, moment terindah adalah moment dimana manisnya masih bisa dikecap hingga sekarang, yang visualisasi masa nya masih bisa menyunggingkan senyum merona, bukan kalau dikenang manisnya menjadi getir dan visualisasinya memancing gerimis tak diundang yang datang dari pelupuk retina. Nggak boleh, kasihan...

Dan bila berbicara tentang moment terindah, memori gue langsung meloncat ke pertengahan tahun kemarin, saat mimpi yang gue tumpuk sebata demi sebata akhirnya terkatamkan dengan gelar sarjana bertahtakan cumlaude. Bahkan, ini adalah mimpi yang gue retas sedari kecil. Kuliah adalah hal yang wajib bagi gue, karena gue yakin if there is a will there must be a way. Kuliah bagi gue adalah jalan untuk meretas mimpi selanjutnya dan perjalanan setelahnya.

Dan di hari yang paling bersejarah dalam hidup gue, 20 Juli 2013,
di ambang subuh gue sudah duduk manis di depan meja rias sebuah salon dekat rumah. Memakai kebaya berwarna gold, dengan topi ajaib bertengger di kepala, gue pulang ke rumah, lengkap dengan wajah yang sudah dibubuhi bedak setebal 5 cm, dengan mata dibuat terlihat lebih lebar tak lupa menggantungkan bulu mata palsu sebesar sapu ijuk.

Gue, Ayah, Ibu, dan kedua adik dengan bahagia memuncah muncah mulai membelah jejalanan, menuju ke kampus gue yang sudah 4 tahun lamanya membantu gue menggali ilmu dan jutaan pengalaman berharga.

Begitu sampai, gue berpisah sebentar sama Ayah dan Ibu gue. Tak lupa gue bernyanyi dulu..

“Aku hanya pergiiiiii...tuk sementara...bukan tuk meninggalkanmu selamanyaaaa...aku pasti kan kembali..pada dirimu, tapi kau jangan nakal...aku pasti kembali”


gue yang mana yeeee...

Gue harus ke sebuah lapangan basket, tempat para winisuda dibriefing. Kita nggak bisa masuk seenaknya di balairung tempat upacara wisuda digelar. Kita harus dibriefing sedemikian rupa. Siap sudah, foto juga sudah dengan berbagai pose, akhirnya gue dan teman teman berjalan satu satu dari lapangan Basket menuju ke balairung utama. Di sepanjang perjalanan, banyak sekali yang menonton. Gue melambai lambai kayak Miss Indonesia. Banyak yang dikasih bunga di perjalanan, atau difoto sedemikian rupa, tapi bukan gue. -.- Nggak papa. Aku rapopo. Bahkan, kamera diletakkan dimana mana dan langsung terhubung di televisi besar yang dipasang di beberapa spot. Merasa tidak pernah masuk tipi, begitu lewat, gue dadah dadah tak terhingga.

“Hush!!”  teman gue mencolek gue, dikira gue sabun cuci.

“Oh iya, lupa...harus anggun..Meykke harus anggun...” gue ulangi beberapa kali mantra itu sampai merasuk ke tulang tulang iga. Muka udah putihnya nggak ketulungan, jadi gue harus bergaya elegan. Lalu gue berjalan dengan semestinya dan sekadarnya.

Moment paling nendang saat wisuda adalah moment moment kita satu per satu mendapatkan giliran untuk maju ke depan. Setelah menunggu agak lama, tibalah saatnya gue menaiki sebuah panggung dengan pak Rektor beserta jajarannya menunggu dengan begitu gagah.

“Meykke Alvia Yuntiawati Spd. Kab Semarang..”

“Oh Mai Gat!!! Itu nama gueee!!! Untuk pertama kalinya dalam hidup gue yang menginjak angka dua dengan satuan dua pula, nama gue ada ekornya!! Nama gue jadi ada Spd nya!! Kali pertama gue dipanggil Meykke blah blah Spd!!!” Gue melonjak lonjak, nari rumbai dan diakhiri dengan lompat harimau sambil handstand............................. dalam hati.

Seanggun mungkin dengan dagu terangkat dan bahu tegap, gue melangkah dengan pasti ke tengah panggung. Berlandaskan high heels 5 cm yang seumur umur make juga kali ini dengan latihan sebulan dulu, gue mendekati pak Rektor yang bijaksana. Gue sedikit menunduk, dan happp!!! Tali berujungkan logo kecil dari logam mendarat dengan begitu cantik dari kepala sebelah kiri menuju kepala sebelah kanan.

“Sah???”

“Saaaaah...”, ucap para saksi lalu kita membaca Al Fatehah bersama sama.

“Selamat ya...”, ucap pak Rektor

“Terimakasih pak!!”

Cekerekkk!!!





Lalu, dengan muka masih dibuat seanggun mungkin gue melangkah ke jajaran pak Rektor untuk mengambil seperangkat ijazah demi masa depan gemilang di pelupuk mata.
“terimakasih pak..” tak henti hentinya gue bilang terimakasih kepada sosok sosok yang begitu berjasa dalam kehidupan gue.


Dan bahkan, saat menuruni tangga pun gue harus pose satu kali untuk ditangkap oleh kamera berlampu. Atas dasar kecintaan gue terhadap drama Korea, gue tanpa ragu ragu langsung mengepal telapak tangan kanan dan mengangkatnya di dekat wajah,

“FIGHTIIIIING!!!!”


Jelas ini adalah moment paling membahagiakan dalam hidup gue. Selama 22 tahun gue berkecimpung di dunia fana ini, jelas moment wisuda bersama keluarga lengkap dan teman teman yang saling mengasihi adalah moment terindah, hadiah dari Alloh.

Bahkan, untuk menceritakan seribu kali pun gue mampu. Moment dimana bahagia dan haru berkolaborasi menjadi satu, lalu menggulungkan memori di masa masa sulit khas anak kuliah. Semua terbayar lunas dalam satu hari itu. Semua keringat, kegalauan, konspirasi hati, dan air mata langsung menguap bergantikan kebahagian tiada tara.



Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy!!!

14 comments:

  1. Kak Mey.. bener sudah hipotesisku sejak baca judulnya saja sudah bikin merinding. Jadi inget pas kakak pernah posting tentang wisuda kalau ngga salah. Yang saya inget kakak itu dapat gelar “cumlaude..” wah, keren banget tuh kak! *orang cerdas itu kayak kakak~!

    Selamat ya kak,... semoga ilmu dari kuliahnya bermanfaat di tengah-tengah masyarakat.. amin,,...

    ReplyDelete
  2. Ah kak mey... Aku terharu bacanya. Aku netesin air mata nih. Semoga tahun depan aku juga bisa wisuda dengan gelar cumlaude. Kalau di kampusku, yang gelar cumlaude suka ditambahin kata "dengan pujian" otomatis, ruangan langsung riuh sama tepuk tangan. Di sana gitu juga nggak kak? Semoga aku juga bisa posting cerita gini tahun depan, amin:')

    Semoga ilmu yang didapet di kuliah bermanfaat terus ya kak! Congratulation:))

    ReplyDelete
  3. Mengenang masa2 wisuda yach.
    Wah pasti ortu ma adek2mu bangga banget tuh kamu sudah mempersembahkan sebuah prestasi yg utk meraihnya hrs melalui perjuangan selama 4 tahun di bangku s1.

    Dlu UKSW, boleh berjilbab ya?
    Wih keren tuh toleransi kampusnya :-)

    Trus kisah yang di awal2 paragraf gak jd diterusin, knpa? Memori ma ex boy yg 5 taun masa pacarannya itu ya mey?

    Duh namamu udah panjang, tambah panjang dgn gelar. Yaaakk aku merasa senasib :-D

    ReplyDelete
  4. Kak Meykeeee, doakan aku 2 tahun lagi ikut seperti ituuuuuuuuuuu
    Bahagia banget emang yaa.
    Bener-bener moment paling sweet dan aku yakin juga gak akan lupa manisnya.

    Btw Kak Mey cantik banget yaaaa

    ReplyDelete
  5. wiihhh cakep, bener tuh, wisuda tuh manis banget, gak heran kalau banyak yg mati-matian ngejar wisuda, hahaha cieehhh gaya fightingnya, cantik kak, uwooowww d(>_<)b

    ReplyDelete
  6. Hmmm.. .
    moment yang benar2 ditunggu. . .
    Jadi pengeeeeennn. . . .

    ReplyDelete
  7. Abis wisuda mau ngapain nih? Buat sebagian orang, habis wisuda bisa menjadi masalah tersendiri. Semoga kamu nggak.. hehe

    Btw, selamat ya udah wisuda.
    Gue belum pernah ngerasain wisuda. Bahkan di TK sekalipun -_-

    ReplyDelete
  8. Loh, hubungannya dengan pacar apa -___-
    bukannya wisudanya udah lama ya? ciyeeee tua hahahaha
    selamat ikut best article :D

    ReplyDelete
  9. entah kenapa aku nyesek baca postingan ini. -____-" iya, aku nyesek kalo ada tulisan tentang wisuda, skripsi dan saudara-saudaranya. Hahahaha.. :D

    Haduuhh... pengen ikutan best artikel, tapi belum wisuda. #ehh

    ReplyDelete
  10. insyaAllah tahun depan gue udah make topi ajaib itu O:) aamiin ya ALLAH T_T
    kebayang banget kalo nama gue dipanggil pake ekor pasti yang gue pikirin pertama adalah orang tua :') ah itu pasti part paling mengharukan.

    ReplyDelete
  11. Aku akan segera menyusul :D
    doakan yaaa aduuh jadi iri berat nih gara gara ini X(

    ReplyDelete
  12. wah, selamat ya.. udah wisuda..
    gue, tamat SMA aja belum -,-

    ReplyDelete
  13. Selamat atas wisudanya. Semoga menjadi manusia yang manfaat untuk umat. Tercapai semuanya. Sukses dunia akhirat^^

    ReplyDelete