Thursday, 9 January 2014

It is a See-You-Again, Asoy Pals!!

Menurut gue, hidup di dunia fana ini memang sarat dengan moving on. Bukan hanya melulu soal hati dan lumpuhkanlah ingatanku, tetapi juga mencakup berbagai macam sisi kehidupan. Bahkan, bisa dibilang, if you are standing still, you will surely be left behind. Toh, waktu juga moving on. Dan salah satu sisi kehidupan itu adalah kuliah. Perasaan baru kemarin gue bilang,

“Hai, namaku Meykke...namamu siapa?”

“Aku Inggit..” sembari jalan mengelilingi kampus di kota nan sejuk itu.

Sekarang?

Beberapa di antara kita sudah beralih profesi dari pelajar menjadi pekerja, dan sisanya terus berjuang untuk bisa menuntaskan jejak dan bergabung menjadi pekerja.

Alih alih ingin beradu mata setelah 5 bulan berpencaran, gue dan temen temen kuliah gue memutuskan untuk bertemu. Kalau reuni 5 tahun sekali itu udah biasa, nah ini reuni 5 bulan....itu sangat......biasa @.@ 

Bagaimanapun juga, dulu kita bertemu dari Senin sampai Jumat, ngesot bersama mengemis wifi di sepanjang lorong gedung, di antara toilet cowok dan cewek dimana kontak listrik bertengger manis sekali. Dan kami, download drama korea dengan berjamaah dan menganut sikap gotong royong.

-------------

27 Desember 2013


Pagi itu dengan semangat meletup letup gue mengayunkan langkah menuju kampus. Gue daratkan pantat dengan bijaksana di salah satu seat bis SARI, spot favorite gue selama 7 tahun. Dulu, gue ingin buru buru move on dari bis ini. Setiap hari gue harus menyaksikan bis ini mengejan, lalu terbatuk batuk, tak jarang limbung sebelum mencapai tujuan. Tapi, hari ini gue begitu riang gembira. Rasanya sudah lamaaaaaaaaaaaa sekali gue nggak bertengger di dalamnya, lalu melayangkan pandang di hehijauan dan lajur perumahan di sepanjang perjalanan, lalu tak berapa lama kepala gue berayunan di udara sambil mata merem melek.

Begitu mendarat, sekejab mata memori gue terus melompat lompat. Di sepanjang hidup gue, Salatiga adalah kota dengan begitu banyak kenangan di dalamnya. Selama 7 tahun juga hidup gue bermuara di sini. Menjejaki setiap sudut kota ini dan meninggalkan serpihan masa yang berserakan di mana mana. Goe toleh di kiri gue, jalan masuk memanjang dengan sisi kiri gerbang menganga. SMA gue. Dulu gue selalu menjamah jejalanan itu. Gue makan mie ayam di kedai itu dengan sensasi kuah yang belum pernah gue temui di kedai mie ayam Jakarta.

Lurus ke depan dan menikung ke kiri, gedung DIPO. Dulu gue gemar menjelajah dunia maya di sana. Tak jarang, gue juga beradu jari di game online Audition di sana selama berjam jam dan menihilkan uang saku gue. Juga, belajar berjamaah di depannya yang tak jarang berujung pada celotehan sepulang sekolah belaka.

Lurus ke depan, dulu begitu banyak lapak makanan berbaris di pinggirnya, menawarkan berbagai macam pengenyang perut. Mie ayam, lothek, dan soto. Tiga makanan favorite gue. Sensasi rasa dan harga yang ditawarkan terasa begitu selaras. Dan sampailah gue di gerbang panjang dengan nama kampus gue bertahta di dalamnya.

biasanya di sini para lapak berjejeran 



Gue adalah orang pertama yang datang hari itu. Dan kesempatan ini gue gunakan untuk sekedar berkeliling sembari mengundang kembali memori yang lalu. Ini.............vintage!

Walau galau semakin menyelimuti pembuluh hati, toh serpihan masa tertentu itu sudah tak lagi mampu nyakitin gue... *opotoh

taman dimana dulu gue dan Inggit suka duduk sambil makan bakso bungkus bijian

jalan menuju gedung F yang asri

lapangan bola dengan banyak kenangan di dalamnya. Liat konser Kotak juga di sindang

dulu sering duduk di pinggiran sini sambil menatap ilalang yang bergoyang

pohonnya bagus

Balairung Utama, saksi bisu penyematan sarjana gue dan teman teman tempo lalu

Dan datanglah Inggit!! Kita berpelukan seperti ibu ibu arisan. Rasanya sudah lamaaaaaaaaaaa sekali bingit gue nggak beradu mata dan beradu cerita dengannya kecuali hanya lewat rangkaian kata di whatsapp atau BBM. And now, she is right in front of me!!



Disusul dengan Ningrum yang lengkap dengan alat tempurnya.



Juga, Cecek yang tetap sama...sama seperti....preman.
Berempat kita bergumul di depan gedung kita tercinta. Pembicaraan kita tidak jauh seputar drama Korea terbaru, lalu tentang pengalaman kerja, juga usaha untuk segera menuntaskan jejak di kampus ini. Itu yang gue suka dari mereka. Bahan pembicaraan kita begitu menyenangkan, penuh gelakan, dan ringan ringan saja. Terkadang pembicaraan tentang masa depan sebagai wanita terasa begitu membebani. Dan kita tak pernah membahas itu. Hore!

Dan akhirnya datanglah Via. Dengan muka berseri seri dan terlihat lebih feminine, dia menyambangi kami. Dan tak menunggu lama, mata kamera mengabadikan kebersamaan kami siang itu, di depan Balairung Utama, tempat kita mengatamkan langkah kita yang tak jarang tertatih tatih menuju seoarang sarjana Pendidikan. My best moment ever!


dari dulu gue pingin pose di sini dan begini

Inggit, Cecek, Via, Meykke

Inggit, Cecek, Via, Ningrum





Yang gue sukai dari mereka adalah keapa adaannya. Berkumpul dengan mereka, gue bisa tampil apa adanya. Toh, mereka juga mengerti seperti apa gue. Walau dulu kita sering bertengkar, lalu berdiskusi cenderung berdebat dan berdebat cenderung pingin nyakar saat ngerjain tugas bareng, toh dalam hitungan jam kita sudah melambaikan bendera putih.

Puas mengamankan masa, kita menuju ke salah satu lapak baru di Salatiga bernama Mie Tapuk. Tapuk adalah kata kerja, seperti menampar, tetapi menampar di bibir. Kenapa begitu? Karena begitu makan mie ini, kita berasa ditapuki. Toh kita memang temapuk.

Via, Ningrum, Vince, Nurul, Inggit

Wida, Inggit, Meykke






Nurul yang masih bekerja pun menyempatkan diri untuk ikut berkumpul di sini di jam istirahatnya. Disusul Widha yang juga di tengah jadwalnya yang padat pun mau sejenak bersua dengan gue dan teman yang lain. Ini................ so sweeeeeeeeeeeeeet :3

Mereka semua masih seperti dulu. Tak berubah. Gue pun sama. Kemana pun gue melangkah, gue tetap gue. Gue tetap orang Jawa.

Perpisahan pun akhirnya tiba. Puas berceloteh sampai berbusa, akhirnya kita pamit pulang. Hanya saja, gue bersama Inggit dan Via masih ingin meninggalkan jejak rekam di kampus penuh serakan memori ini.



Gue bersama Via dan Inggit yang pulang bersama karena rumah kita searah menancapkan langkah sejenak ke toko aksesoris.

Kita yang dulu pernah membeli friendship bracelet yang gagal dipakai, sekarang kita mencobanya lagi. Dan Inggit, pemilih gelang menjatuhkan pilihan di sebuah gelang bernuansa vintage berwarna coklat dengan tiga buah bintang menempel di antaranya.



Dan seperti tidak ingin kehilangan moment kebersamaan, sembari menunggu bis SARI untuk kmbali pulang pun kita foto foto di emperan toko. Syuper syekali!!


Pertemuan singkat ini mampu menuntaskan dahaga gue akan kesejukan kampus gue, kebeningan udaranya, keasikan teman teman kampus gue, kejenakaan mereka mewarnai hidup, dan mereka adalah teman limited edition buat gue. Teman yang tanpa konspirasi dan politik. Teman yang sepenuhnya jelas bisa dipercaya untuk menjadi penampung cerita apa saja. Teman yang sedetik pun tak gue ragukan ketebalannya. Belajar dari pengalaman akhir akhir ini, gue begitu bersyukur punya teman serupa mereka dan teman teman gue yang lainnya di tanah Jawa.

Dan pada akhirnya, gue begitu bersyukur dengan hidup yang gue jalani, dengan setiap tantangan yang Alloh berikan lengkap dengan solusinya, dengan setiap sosok manusia yang Alloh titipkan ke gue. Hidup ini begitu luar biasa. Alloh luar biasa.

Entah kapan lagi kita bertemu. Gue sangat berharap Idul Fitri nanti gue masih bisa menulis cerita tentang mereka di sini, menambah lagi memori tentang mereka.


It is not a good-bye, it is see-you-again, my fun pals!

16 comments:

  1. ah reuniaaaannn
    aku jadi kangen ama temen-temen SMA. huhuhu

    ReplyDelete
  2. reunian ya...
    lihat fotonya entah kenapa jadi kangen salatiga dan kampus stya wacana. inget jaman antar jemput istri.
    dulu kalau nungguin aku sering di pinggir lapangan situ.

    ReplyDelete
  3. wah seru yaaaa, bisa reuniaaan, kampusnya juga maish enak seklai pemandangannyaaa kayaknya adem, udah lama nih ga ketemu temen2 deket sewaktu kuliah >__<

    ReplyDelete
  4. Kayanya Salatinga sama samarinda gak jauh beda ah, tuh kalo duduk masih make kursi. aku kira udah kaya ngambang aja sih, hahaha

    ReplyDelete
  5. Arrggh jd pengen reunian juga, tapi temen2 skrng udah pd sibuk kerja, lah aku masih setia dgn gelar mahasiswa. Pftt

    Mbak anggittt... :3 #salahFokus
    Eh kampus ka meyke oke juga, masih banyak pohonnya, kampusku ditengah kota, pohon2 banyak ditebang buat bikin gedung baru. Huhu

    ReplyDelete
  6. Kalo cerita persahabatan lo ini beda sma gue, mey. Iri banget gue sma lo. Hahah

    Enak ya, kmpul breng" gtu. Dan skrg obrolannya brubah jga 'dkit'. Tpi ttep aj, ngomongin mslaah drama korea. Yah, namanya jg cwe. Lo pnya serialnya gumiho ga? Wah, gue jg suka tuh #gagalgaul

    Yah, smoga smpe kedepannya klian ttep nyatu kyak gtu. Gue jg kgen sma tmen" gue yg dlu. Lo ga nnya yak? Okeh abaikan aja.

    Btw, si Inggi cakep yak. Sjuk d pandang #halah

    ReplyDelete
  7. reuni sama teman lama ya ituuu aaak, kapan gue bisa reunian sama temen TK gue ya? :/
    posenya kak meyke pas di patung apalah itu keren ya :))

    ReplyDelete
  8. itu patung buruh tani bukan ya? yang dijadiin lagu itu, haha
    "buruh tani mahasiswa rakyat miskin kotaaa" hehe *sotoy (entahlah dari sisi mana gue nilai itu patung buruh tani -_-)

    hmm, jadi inget temen-temen baru gue di kampus
    baru ngejalin hubungan sekitar 5 bulanan dan rasanya udah wah banget kenangannya
    gmna pas lulus entar? *galau mode on*

    ReplyDelete
  9. iiih udah kaya novel aja Meyk, kamu emg pinter merangkai kata :p
    senengnya bisa reunian 5bulan bersama teman2
    untung ya kalian bisa ketemu lagi, semoga kebersamaan kalian bisa dijaga sampe kalian punya ank cucu nanti
    beeeuuuh kalian narsis plus tampang wifi gratisan wkwkwkwkwk piiss

    ReplyDelete
  10. reuni itu emang kegiatan paling seru, gue suka kalo udah reuni.
    tapi sayang temen2 sekarang udah pada sibuk :(

    ReplyDelete
  11. kalo ak malah alergi kampus meykke...males kalo ngampus pas udah lulus kayak gini...hahaha

    seru banget ya kayaknya..sama temen lama...di kampus... semacam petualangan pake mesin waktu gitu...semua kenangan balik lagi...

    iya, bener... see-you-again...selama masih bisa saling ngumpul...nggak akan terlalu berasa perpisahannya...

    ReplyDelete
  12. ceritanya reunian ni mbakk.. asyikkk yah bisa ngumpul kayak gtu setelah lama tak jumpa ama teman akrabnya... dengan aktivitas yang udah beda-beda... belum.bisa ngebayangin... gimna nasib saya setela jadi wisudawati.. tapi stlah membaca postingan kak Mey ini.. saya bisa dikit menerawang... satu moment yang indah selepas kuliah adl reunian with teman di kampus^^

    ReplyDelete
  13. seneng ya bisa reunian sama sahabat yg udan jauh, kalo ketemu pasti ngomongin yg absurd absurd tentang masa lalu, hehehe....... aku juga pernah kayak gitu!

    ReplyDelete
  14. Waaah nostalgia nih sama temen2.. Kayaknya seru banget. Saking serunya nulisnya jadi sepanjang ini dan ciri khas elu nih.. Potonya banyak juga :D

    Beruntung ah, masih ada temen yang bisa diajakin reuni kayak gitu, kebetulan momennya pas jadi bisa muter2 seharian...

    Suatu saat kalo gue reunian sama temen kampus mungkin gue bakalan sebahagia ini, bahkan lebih...

    Oh iya... Salamin buat Inggit ya (ʃ⌣ƪ)

    ReplyDelete
  15. Aduh, jadi kangen ama temen sma.
    udah 5 bulan gak ketemu mereka, dan kayanya gak bakal ketemu diliburan ini, huhuhu

    aaah,pengen reunian :(

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...