Tuesday, 31 December 2013

RESOLUSI 2013 : UNTUNG ATO RUGI???

Tuesday, December 31, 2013 11 Comments
Tak terasa tahun 2013 tinggal menghitung jam dan akan digantikan oleh tahun selanjutnya. Dan bila melayangkan memori ke belakang, di sepanjang tahun 2013, banyak sekali hal yang terjadi. Dan seperti yang gue bilang di sini, dibandingkan tahun apapun, tahun ini adalah tahun penuh berkah dan tahun dimana 2 mimpi raksasaku gue akhirnya menjadi nyata. Gue masih ingat resolusi yang gue tulis di awal tahun 2013, dan kali ini akan gue buka lagi dan akan gue evaluasi.

Sampai mana gue bisa melangkah dan menggenggam mimpi mimpi yang gue rancang di awal tahun, di SINI.

1. MENJADI SOLEHAH YANG SEBENARNYA

GAGAL. Bayangan gue untuk bisa disebut menjadi solehah yang sebenarnya adalah memakai jilbab dengan memenuhi syarat syari’i serupa ukhti Oki Setiana Dewi. Dan well, gue gagal. Gue masih dalam tahap ‘sholehah belajar’. Toh pada kenyataannya, untuk bisa memenuhi syarat syari’i adalah pekerjaan yang berat. Kita harus konsisten seperti itu sepanjang masa. Tapi gue yakin, one day gue akan memakai jilbab yang terjulur sampai dada dengan baju longgar tak berlekuk. Dan menjadi solehah gue pikir tidak melulu soal baju, kita juga harus menjilbapi hati, dan pikiran dari hal hal negatif dan hal hal yang bisa merusak, juga selalu menaati apa yang Alloh perintahkan. Dan lagi lagi, gue masih dalam taraf belajar.

2. LULUS DAN WISUDA BULAN JULI

BERHASIL. Ini adalah hal yang luar biasa buat gue. Kalau lu liat di sini, gue juga menargetkan IPK untuk kelulusan gue. Dan percaya atau tidak, gue lulus dengan IPK yang SAMA seperti yang gue tuliskan sebelumnya!!! Exactly 3,52! Padahal gue nulis tuh angka di awal tahun! Dan seperti yang gue mimpikan, gue bisa lulus dengan predikat cumlaude! Bagi gue, ini adalah fase paling bersejarah dalam hidup gue karena sarjana adalah sesuatu yang gue impikan sejak gue kecil. Kilahan kebahagiaan gue, gue amankan di SINI


Sunday, 29 December 2013

2013 : The Most Gorgeous Fabulous Amazing Year EVER!!

Sunday, December 29, 2013 14 Comments
1991, 1992, 1993...2010, 2011, 2012, sampai 2013. Setiap tahun, cerita hidup gue bergulir, dari saat gue mulai membuka mata dan melihat birunya langit, tahun dimana gue mulai tahu kalau matahari terbit dari timur dan beranjak pergi ke arah barat, tahun dimana gue ngerti kalau 1 ditambah 1 mau nggak mau haruslah berujung pada angka dua. Tahun semakin bergulir, dan every single year brings their own story, their own memory. Ada tahun tahun penuh kelabilan, ada tahun tahun habis gelap terbitlah terang, pun ada tahun gue mengalami konspirasi hati yang teramat sangat tertampar nasib cinta gue yang pada akhirnya karam, dan bila dibandingkan dengan semua tahun yang pernah gue jalani, tahun 2013 adalah tahun terindah bagi hidup gue. Tahun 2013 adalah akhir dan juga awal dari mimpi mimpi gue semenjak gue bisa membaca, dan sering liat FTV di SCTV.  

“Buk, lusa aku juga pingin kayak buleek..bisa pake kemeja sama jarik terus dikasih topi ada talinya sama jubah gituu...kereeeen..”, celoteh dulu saat gue balita dan menyaksikan bulek gue menyabet gelar D3nya.

“Buk, aku lusaaaa kalau kuliah juga bisa pakai baju bebas sama pake high heels kayak di tipi itu ya buk?” celoteh gue banyak tahun kemudian saat FTV SCTV merajalela.

Hingga akhirnya tahun 2009, mimpi gue mulai terwujud. Dan tahun 2009 menyulut mimpi mimpi gue selanjutnya.

----------------------
20 Juli 2013

Day 10 : Hidup Cuman Sekali, Please Bisa Ke Sini!

Sunday, December 29, 2013 20 Comments
Sepertigalah sudah gue bisa memenuhi 30daysbloggingchallenge yang diadain oleh kk Claude. Kali ini di hari ke 10 gue akan bercerita tentang tempat yang ingin dikunjungi ato ditinggali di semesta ini.

1. Karimunjawa Island, Jawa Tengah

Tempat yang paling indah menurut gue seantero bulatan raksasa ini adalah pantai. Decakan kekaguman selalu memenuhi pikiran gue setiap kilahan air berkilat kilat berhamburan membentuk gelombang berkejar kejaran. Nafas gue tertahan tiap kali gue sampai di sebuah pantai dan berdiri di ambang juluran ombak, mengayunkan mata ke air bergenang genang sepanjang mata memandang, lalu semilir air menyapu nyapu wajah, dan merdu gelombang memecah memecaaaaah! Indahnya, meeeeeeen...

Dan di karimunjawa gue nggak hanya sekedar menatap air kejar mengejar, gue juga bisa menyibak lautnya, dan bernari nari bersama para ikan dan karaaang. Snorkeling!! Saking gue pinginnya, tiap gue ada waktu senggang gue buka youtube, lalu gue ketikkan karimunjawa isladn dan ngeliatin mbak mbak dan mas mas meliuk liuk di dalam air sambil sesekali nyentuh nyentuh karang sama ikan. Lalu, mereka loncat dari kapal, iaaaaaaaaaaak......byurrrr!! dan menyatu dengan lautan....



Susahnyaaaaaaaaaaaaah Pulang Kampung!

Sunday, December 29, 2013 9 Comments
“Pak...hari ini ada bis lagi yang berangkat ke Ambarawa pak??”

“He he..” Setelah apa yang gue alamin hari itu, badan gue udah kek tiang tas gagal move on, kulit mulai melepuh, kehujanan, sampai di agen bis, cuman senyum kecut itu yang gue dapet.

Gue lirik jam tangan gue. Jam 3. Kalau gue ditanya, kenapa lu bisa bisanya ujan ujan nggak pesen tiket bis jauh jauh hari udah tau banyak yang pulang kampung di akhir tahun?? Atas dasar apa?

Gue jawab, ‘nekat’

Iye, nekat. Sambil duduk di kursi plastik tepat di depan meja pak agen, gue melayangkan memori jauh jauh hari. Bagaimana gue bisa sampe di sini.

-------------------

28 November 2013

“Ka, gue mau beli tiket kereta api!”, ucap gue sambil mengumpulkan keyakinan. Setelah merasakan duduk di seat bis selama 19 jam non stop terhambat bis yang galau di tengah jalan hingga harus ganti bis di malam buta seperti yang gue muntahkan di sini, gue ingin sesuatu yang beda.

Gue bayangin duduk di pinggir jendela kereta, sembari memasang ujung kabel di pangkal telinga dan memainkan lagu slow cenderung galau dengan hamparan pemandangan yang terus disuguhkan di depan mata, sawah sawah menguning, lalu pinggiran pantai yang kilahan airnya berkilat kilat memantulkan sinar mentari senja, dan angin terhempas hempas hingga ujung jilbab berlengkukan di udara. Gue bayangin aja udah bahagia.

“Meykke, santay....imajinasi lu kali ini akan gue jadikan kenyataan. Gue bayar nih tiket kereta api hari ini juga...”, ucap gue dalam relung.

Thursday, 26 December 2013

Day 9 : Dua Quotes Penunjuk Jalan!

Thursday, December 26, 2013 11 Comments
Alhamdulillaaaaaah....

Berbekal kopi yang kepulnya berbilah bilah di udara sembari menyisipkan ujung kabel bersuara di pangkal telinga, akhirnya gue bisa nulis hari ke 9. Berasa lamaaaaa banget nih challenge nggak move on move on terpancal banyak hal. Behehehe.

Tepat di hari ke-9 ini, Claude meminta kita untuk nyebutin quote favorite.

Gue pribadi, hidup gue sangat terpengaruh oleh kedua quotes ini. Bisa gue bilang, quotes ini ibarat tonggak penyangga dikala gue mulai limbung, dan tongkat penunjuk jalan di saat gue tak lebih dari sekedar butiran debu yang terkadang suka kelimpungan mencari arah jalan pulang. Iye, gitu.

“SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN MENGUBAH NASIB SUATU KAUM KECUALI KAUM ITU SENDIRI YANG MENGUBAH APA APA YANG PADA DIRI MEREKA ” QS 13:11

Wednesday, 25 December 2013

Sohabit Sayang, Sohabit Malang (Tamat : Gempuran Cacar di Saat Yang Tidak Tepat!!!)

Wednesday, December 25, 2013 10 Comments
“Alhamdulillaaaaaaah.....”

Pantat gue mendarat dengan bijaksana di seat empuk merah menyala yang tepat berhadapan dengan layar maha besar yang memantulkan jutaan cahaya bergerak. Tanpa pop corn karena waktu mau beli, gue tanya dulu ke Dore.

“Dor, beli pop corn nggak yak?”

“Hashhh, nonton aja udah alhamdulillah udah ntar nonton sama makan pop corn dijual terpisah aja. Sekarang nonton, makan pop corn sesudahnya beli di warung yang seribuan. Nih lo beli pop corn disini udah bisa buat makan 2-3 hari!”

Gue mengangguk takzim dan segera menutup Dore dan serta merta memasukkannya ke posisi semula.

Lo udah tau khan gimana tertatih tatih nya gue dan sohabit gue sampai bisa mendaratkan pantat ke seat menyala ini. Bayangan naik gondola di TMII pun pupus sudah terhantam kenyataan kalau di Jekardah, mau move on itu susyaaaah!!! Maceeeet, ibarat kate nih orang pada gagal move on berjamaah. Pada nyindir!! 

Keterlaluan. Sebab musababnya ada di bab ini, dan bab ini. 

--

“Emang lo nonton apa?”

Ah, seperti yang udah gue ceritain di sini, gue dan Uma menancapkan pilihan pada film bernuansa religi. Alih alih memperkaya diri dengan ilmu agama, gue dan Uma segera memesan tiket “99 Cahaya Di Langit Eropa”.

Usai ngepelin nih pipi yang udah kek ranah Jekardah di kala musim penghujan dan diketawain Uma, akhirnya kita berdua keluar dari cinema 21. Gue lihat dari jendela mall, di luar sudah gelap.

“Seph, naik taksi aja ya. Aku nggak sanggup dan nggak mampu kalau harus jalan lagi jauh kek tadi ke pangkalan angkotnya. Mana di belokan situ nggak ada area buat pejalan kaki. Kita kan nggak punya lampu belakang, salah salah kita disosor mobil lalu ditinggalin. Itu khan perih, Seph..”

“Iya, naik taksi...ke toilet dulu yuk..”, ucapnya. Lalu kita berdua berjalan terseok seok ke toilet.

---

“Seeeeph!!”

Gue tatap Uma yang keluar dari toilet sambil megap megap. Seperti ada yang dia sembunyikan di dalam relung hatinya. Hati gue kebas ngeliatnyaa. Dia ingin berkata kata, hanya saja tertahan di ujung lidah.

“Seeeeph, akuuuu....aku.....”

“Iya, kamu kenaaaapaaa???”

Friday, 20 December 2013

Review : 99 Cahaya Di Langit Eropa Movie ( Keindahan Jejak Islam di Tanah Eropaaa!!! )

Friday, December 20, 2013 14 Comments
Berbicara tentang film Indonesia emang tidak ada matinya. Beragam genre disuguhkan untuk menentaskan dahaga para penikmat film di Indonesia, mulai dari film yang mengangkat tema pendidikan dan perjuangan, film romantis yang bisa dibilang agak dipaksakan ( film romance yang saya suka sepertiTestpack), film religi yang menyentuh relung, film komedia nyeleneh serupa Pocongggg juga Poconggggg, sampai film horor yang ternyata salah fokus menjadi film dada paha chrispy.

Dan kali ini agaknya musim film dada paha chrispy di Indonesia sedang tidak musimnya, digantikan dengan film film yang menurut saya jauh lebih membangun. Seperti yang saya lihat kali ini bersama sohabit saya.

Yak, bila Anda membaca kisah saya di sini berlanjut di sini, saat itu saya dan sohabit saya sedang mencoba untuk menjelajah Jekardah, hanya saja kita harus menelan kepahitan dan menghibur diri dengan perkataan bahwa ini hanyalah sukses yang tertunda. Iya.

Dan jadilah kita mendaratkan pilihan ke salah satu mall, di lantai teratas.

Kita dihadapkan pada tiga pilihan. Ada dua film Indonesia yaitu ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”, “99 Cahaya di Langit Eropa”, dan juga satu buah film Barat yang saya lupa namanya. Yang saya ingat kala itu di bawah judul tertera, “DEWASA”.

Tapi, belum belum, saat saya mau mengutarakan keinginan saya kepada Uma, dia komat kamit tak karuan,

“Inalillah inalillah inalillah...”

Ya sudah saya urungkan.

Begitu membayar tiket yang bagi saya tergolong mahil, bersama dengan Uma kita berjalan di keremangan dengan papan raksasa yang memantulkan jutaan cahaya membetuk gambar bergerak gerak.

----------------------------

 Bila ditanya tentang alasan mengapa kami memilih film ini, oke. Saya jelaskan :

1. SETTING

Thursday, 19 December 2013

Sohabit Sayang, Sohabit Malang ( Episode 2 : Kesuksesan Yang Tertunda Menjelajah Indonesia Mini )

Thursday, December 19, 2013 12 Comments
“Jeglek!”

“Kricik kricik kricik kricik...”

“Jeglek!”

Sambil menggeliat menukik membungkuk sedemikian rupa, gue liat ada sekelebat bayangan terlihat membungkuk lalu bersimpuh, lalu bangkit, bersimpuh lagi dan berujung pada tengok kepala ke kanan berangsur ke kiri.

Yang biasanya gue setiap bangun pagi, hal pertama yang gue liat adalah tembok di keremangan subuh, pagi itu rasa rasanya adalah pagi yang spesial.

Why?

Nggak pernah ngebayangin pagi gue akan diisi oleh mereka berdua di kost gue yang sempitnya nggak santay  banget ini. Setelah sempat kesasar dan naik taksi sehingga harus mengiklaskan banyak lembar melayang, akhirnya dua sohabit gue ini bisa beradu mata sama gue.

Cerita butiran debu mereka di sini.

Setelah menunaikan subuh, agaknya si sohabit number satu belum sepenuhnya ikhlas melepaskan kasur gue yang hanya bisa dia jamah per pinggang ke atas. Iye, seperti halnya

“Walking together in the dark is better rather than walking alone in the right one.”

Kita pun ikhlas untuk menganut paham

“Sleeping together in damn tiny place is better rather than sleeping alone in the huge one.”

Dan kita harus memutar otak untuk bisa tidur di kasur yang sesungguhnya hanya bisa menumpu satu atau dua manusia saja. Jadilah kita tidur serupa pindang. Tapi ini bukan pindang biasa. Ini.....pindang presto.

------

Jumat, 6 Desember

Tuesday, 17 December 2013

How my dad looks after me

Tuesday, December 17, 2013 16 Comments
my daddy and I, 17 years ago!


“Ke, how are you? Healthy? Do you get used to the environment there? Is your job fun? Does it work out well?”

Yesterday was the longest conversation I made with my daddy by phone.

It recalls my memomy to some months before, I still stayed in my hometown together with my dad and mom. 

At that time, I got some calls giving the invitation to do interview in some places in Jakarta. As my parent’s daughter, I asked them whether I had to go or not.

“It’s okay. Just do it and see what will happen”, my mom said.

“Just go...”, my grandmother added.

Day 8 : Letter for My Future Someone

Tuesday, December 17, 2013 13 Comments
Yak! Finally gue ada kesempatan untuk nulis hari ke8. Sebenarnya agak malu maluin juga karena bukannya semakin hari semakin update blog, malahan semakin hari semakin sipil (bahasa gaulnya dikit) gue ngepost. Dan di hari ke8 ini, Claude nyuruh kite para peserta buat bikin surat cinta!!!
What?? Cinta??? Hahahha.... (ketawa getir)

Tapi karena ini sifatnya fardhu a’in, dan karena gue memutuskan untuk bisa move on apa pun yang terjadi, dan berhubung gue juga lagi istirahat dari kegiatan membuka kesempatan untuk terluka, oke, gue akan bikin surat cinta.

Surat cinta untuk orang yang akan hadir di masa depan gue beberapa tahun mendatang. Dan gue berjanji, saat kita sudah berjumpa dan berkeyakinan kalau gue untuknya dia untuk gue, kita untuk Alloh, gue kasih ni surat.

To : My Future Soulmate

Thursday, 12 December 2013

Sohabit Sayang, Sohabit Malang (Episode 1 : Perjumpaan Perdana)

Thursday, December 12, 2013 18 Comments
“Yah, kmu akhirnya nginep di rumah sepupumu yang anaknya kakaknya ibunya Ayahmu itu yak?”

Gue menelan ludah kepahitan. Sebelumnya, dia menelepon ingin numpang hidup selama beberapa hari karena dia harus mengikuti test kerja. Dan....................nggak jadi.

“Seph, lusa aku mauk ke jekardah lagi.”

“Ngapain?”

“Ikut job fair di senayan sama temen temenku..”

“Tempatmu ke senayan jauh nggak?”

“Sumpah deh.................aku nggak tauuuuu...”

Jelaslah gue nggak tau. Daerah yang gue jamah baru sebatas kost-tempatkerja-mallciputra-kost-tempatbulek-kost-mallcibubur-kost-mallcibuburJunction.

Bahkan, saking kudetnya, tuh ada mall tinggal jalan aja gue baru ke sana 2 kali dan bahkan gue udah tinggal di sindang selama 3 bulan lebih. 

Ngadem di kost ato balik ke rumah bulek di akhir pekan terlihat lebih manusiawi demi pundi pundi yang katanya sedikit sedikit menjadi bukit.

------

Pada akhirnya, disusunlah rancangan kalau sohabit gue yang jauh jauh dari Jogjakertah ini setelah dia menghadiri jobfair di Senayan, dia akan bertemu dengan sohabit gue yang lain pasar Rebo dan akan mencari jalan untuk bisa bertemu seorang.................

Gue.

Wednesday, 11 December 2013

Day 7 : Andai Ku Punya SAYAP !!

Wednesday, December 11, 2013 15 Comments
Alhamdulillah...

Akhirnya gue udah ada di day 7 gue ikutan #30daysbloggingchallenge yang diadain sama abang Claude! Well, walopun gue nggak bisa tiap hari nulis buat challenge ini karena terbentur banyak faktor, tapi gue bertekad untuk terus bisa ikutan challenge ini sampai selesai nanti. Gue pasti bisa!!
Kali ini, day 7 akan membahasa tentang hasil interaktif yang gue bikin beberapa waktu lalu, tentang imaginasi andai gue jadi sesuatu.

Dan hasilnya lu bisa liat di bawah ini.



Sebenarnya setiap opsinya ada cerita tersendiri. Dan bisa diliat kalau polling terbanyak jatuh pada Andai gue jadi............

Manusia bersayap!!

Well, emang dari dulu gue entah kenapa gitu ya, selalu bermimpi seandainya gue punya sayap...

Dan bahkan, sampai sekarang tanpa sadar gue suka nyanyi,

“I believe I can fly...I believe I can touch the sky...”

Dulu lu inget nggak waktu lagi marak maraknya chatting pake Mig33, char gue juga ada yang namanya @sayappatah. Gue labil gilak waktu itu.

Kenapa gue pingin punya sayap? 

Finally!! Calon Antologi Kedua Gue!!

Wednesday, December 11, 2013 3 Comments


Alhamdulillah!!

Emang sebenarnya kalau niat nulis gini kek kite kite bisa banget nama kite tertoreh rame rame jadi antologi sebuah buku. Walau pun baru indie, toh kate leluhur buat mencapai puncak gunung kite harus rajin merangkak dari kaki gunung, melewati semak semak, lali ilalang berduri, belum lagi sebelum puncak pasti akan ada jalan terjal berbatu dan berpasir dengan mentari terik membakar kulit.

Ya gitu pokoknya. 

Intinya, setelah alhamdulillah gue berhasil jadi juara kedua dari cerpen bertemakan Cinta Terpendam yang diadain oleh Mozaik Publisher, sekarang alhamdulillah naskah gue yang berupa flash true story mengusung tema I AM SINGLE BUT HAPPY akhirnya bisa tertoreh menjadi salah satu kontributornya!!

Well, gue cuman ikutan di urutan ke 83 out of 90, men.

Tapi gue ngerasa jadi jomblo gue ini nggak sia sia!! Kata publishernya, Desember ini gue bisa pre-order dan buku gue akan terbit bila Tuhan Menghendaki, man!

Gue seneng bukan kepalang! Dalam satu bulan, ada dua naskah gue yang akan diterbitin menjadi sebuah antologi.

Thursday, 5 December 2013

Day 6 : Gue Takut....

Thursday, December 05, 2013 15 Comments
Alhamdulillah hari ini gue bisa juga melalui hari ke enam dalam rangka #30daysbloggingchallenge yang diadain sama abang Claude di blognyah.

Tema kali ini adalah tentang hal yang gue takutin. Dan begitu memikirkan hal yang bikin gue takut, cuman ada satu hal yang ada di otak gue.

Lalu, gue buka milik si abang penyelenggara tentang hari ke enam, dan menemukan fakta kalo dia nggak suka beberpa hal kayak darah, kecoak, ketinggian, dan juga film horor.

Dan gue berpikir lagi. Kalo ketinggian?? Justru ini yang gue suka. Gue paling demen naik bandul raksasa yang berayunan dengan elok sekali sampai rasanya gue mau menggapai langit tiap mencapai titik klimaks. Demen amirrr gue saking demennya. Walau pun setelah itu gue sedikit mabok, tapi itu tu bener bener bikin legaaaaa banget karena bisa teriak teriak dan sensasinya bikin otak jadi lega dan plong. Kalau darah atau kecoak, gue juga nggak yang gimana gimana. film horor pun gue juga biasa biasa aja.

Tapi di dunia ini ada satu hal pasti yang paling paling gue nggak demen banget. Ini yang lansung muncul di otak gue tiap orang tanya,

"Hal apa di dunia ini yang lu takutin?"



1.KEHILANGAN

Tuesday, 3 December 2013

Day 5 : The place I make a living!

Tuesday, December 03, 2013 15 Comments
Yuhuuuu...
Finally setelah sekian lama, gue bisa nulis untuk challenge ini. Alhamdulillahnya nih bang Claude pemilik Emotional Flutter yang menyelenggarakan event keren ini nggak mewajibkan para blogger untuk mempostingankan tulisannya setiap hari!
Tepar banget karena pasti juga punya kesibukan masing masing di dunia nyata.
Dan di day 5 ini, gue akan bercerita dengan daerah dimana gue tinggalin sekarang beserta alasannya biar kayak essay abis ngerjain soal a b c d.
Dimana sekarang gue?