Tuesday, 12 November 2013

Karena Hujan



Timbul tenggelam...

Sekian saat timbul...dan sesaat kemudian menghilang,

“Ah, sudah tidak...”, dan lalu beberapa lama, ngilu ulu penuh sembilu..

Aku fikir sudah meraih batas akhir,

Dan belum genap kaki melangkah melaluinya, kamu menarikku lagi.

“Tidak! Kamu tau khan aku seperti apa? Bukannya sudah lama kamu ‘mengetahui’ku?”

Dan bahkan bayanganmu saja kadang mampu menarikku,

Bukan, bukan menarik untuk melewati batas tamat,

Kamu tarik aku turun lagi, turuuuun, gelap dan pekat...

Pekat hingga ingin ku peluk lekat lekat...

Dan bila saja sosokmu menghampiriku di gelap kali ini,

Dan hujan mengguyur tak berhenti,

Aku kecap sekali lagi kenangan kita bersama hujan.

Diguyur hujan bersamamu, merajai jalanan di balik punggungmu

Dan bila ku boleh lebay,

“Hujan, sampaikan padanya....
Aku di sini baik baik saja...
Kuharap kau pun sebaik aku di sini...
Karena aku...... baik baik sekali...
Kuharap kau bahagia...
Karena aku....bahagia...
Kuharap kita..................................
     Beradu mata lagi


nanti"

17 comments:

  1. ini curhat ya mbak? hehe
    keren deh kalau jadi cerpen utuh kayaknya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Cba deh ntar klo ada inspirasi tambahan. Hihi

      Delete
  2. "Dan bila ku boleh lebay" --> lucu juga nih kata2nya :D ahahahaa

    ReplyDelete
  3. aku juga suka suasana hujan, bau ujan...
    dingin, hawa hawa hujan..

    ReplyDelete
  4. Aku sebenarnya bingung tiap mau ngomentari postingan teman-teman BE yang ber-genre sastra.
    Maaf yah, aku gak pernah bisa kasih masukan bagus kalo udah berhubungan sama puisi.
    Itu kenapa aku ambil Linguistik waktu nyusun skripsi. *curcol*

    Aku cuma bisa nangkap si Aku dalam puisi rindu dan ingin bertemu lagi dengan seseorang.
    cmiiw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Behehehe errr waktu itu sih bgtu cc. Skrng udah nggak
      Udah sadar. Hahaha

      Delete
  5. ini kalo gue terjemah kan lo lagi mengalami gejala gagal move on karna keingetan mantan saat hujan tiba. itu karna dulu pernah ujan2nan bareng sama mantan. IYA KAN?

    bagus tulisannya. coba lebih dibuat enggak dimengerti deh sama pembaca! ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Errrrrr yoga mah komennya frontal...

      Pura pura ga tau gitu keeek

      Delete
  6. Ehem.. uhugh...uhugh...
    Kenangan hujan..
    Dengan siapa??

    Hem, hujan memang selalu menyisakan kenangan. Karena dia hadir dalam suasana yang merangsang siapa pun untuk merenung. Berbeda dengan kenanganku akan hujan, membawaku kepada kepedihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiwww knapa pedih?
      Sabar yak ghaaa... hehehe

      Delete
  7. hujan selalu menyampaikan pesan untuk orang yang dicinta selebay apapun isinya #halah hahahaha
    kereeeen kak meykeeee. jadi pengen maen hujan *eh x)))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiwww jangan nanti msuk angin bihihihi

      Delete
  8. ih fotonya serem ih ayunan dilangit -____-

    hujan sudah menyampaikannya padaku
    dan aku sudah membalasnya via angin (?)
    sudahkah kau menerima balasanku?

    :)))enggak dramatis banget gue pft

    ReplyDelete
  9. cieeee untuk siapa tuuhh kalimat puitisnya
    aahhh kenangan tentang hujann... banyak yang romantisnya,,, sebab hujan memang menyimpan kenangan dan karena hujan .. semoga kebahagiaan yang kau rasakan ia sampaikan #eh ini apa sih^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangaaaaan udah nggak perlu zhieee... haha

      Delete