Thursday, 24 October 2013

TIPS JITU DAN MUTAKHIR MENEPIS HOMESICK BAB 7 (TAMAT)

Thursday, October 24, 2013 23 Comments


“Endreeeet...endretttt....endreeeet....”

Setengah sadar setengah sadar mabok tangan gue secara otomatis dan terlatih langsung meraba raba lantai. Gelap dimana mana. Gue memicingkan mata ngeliatin jam di layar HP gue yang bergetar. Dia ayam berkokok gue. Di sini sampai kiamat gue nggak akan pernah denger ayam berkokok pagi pagi kayak di Ambarawa. Bahkan gue sekarang nggak pernah liat ayam, kecuali yang sudah siap dihidangkan.

Gue syedih, perasaan baru aja gue bobok kok tiba tiba udah pagi. Ya udah, nggak papa. Gue melirik ke tembok. Si Al ternyata udah bangun.

“Al, kenapa lo senyum senyum sendiri gitu?”

“Makasih ya Mey...”

“Kenapa?”

“Kemarin lo udah ngajakin gue pulang, gue bisa ketemu sama Jaco, sama Bedi, sama temen temen sekamar gue. Bisa ketemu sama Ibu Mey, Bapak Mey, adik adik Mey...”

“Ah itu...makasih sama Alloh, Al...Dia yang menciptakan tanggal merah dengan begitu indahnya bersanding dengan hari Senin di antara Minggu dan Idul Adha, Al...kita jadi bisa libur..”

“Iya, emang obat homesick terbaik adalah Pulang ya, Mey...”

7. PULANG

Tuesday, 22 October 2013

TIPS JITU DAN MUTAKHIR MENEPIS HOMESICK BAB 6

Tuesday, October 22, 2013 17 Comments
“ Lo lagi ngapain Mey?”

“Nggak liat lo? Ini namanya half of handstand, half of sit up!” ucap gue sambil terus mempertahankan posisi gue. Kedua kaki gue angkat ke tembok setinggi tingginya dan selurus lurusnya dengan separo badan bagian atas tiduran di kasur, lalu dengan berulang ulang gue sit upin tuh kepala sampai pundak gue.

“Biar apa?”

“Gue lagi olahraga, Al..”

“Owh, gue tahu gue tahu arah pembicaraan kita...ini tips mengatasi Homesick bab 6 khan Mey?”

“Ah, kagak sia sia gue ajakin lo kuliah dan urbanisasi, Al..”

6. JANGAN SAKIT!!!

not far enough, I think.

Tuesday, October 22, 2013 9 Comments
This is crazy. This is so crazy.
I thought I was successful, I thought it was a piece of cake,
Hey! It’s over a year.
Hey! I have been in far away!
Hey!! I succeed running away!
Hey!! I never go to the place where we used to meet again!
Heyyy!!! It is not romance movie, it is reality!

Sunday, 20 October 2013

JIKAKU PADAMU

Sunday, October 20, 2013 15 Comments

Perlahan lahan ku bangun jika, untuk aku, dan juga kamu.
Sekeping demi sekeping.
Aku kumpulkan jika sedikit demi sedikit, sesuap demi sesuap.
Aku isi serpihan jika di antara kita. Sedikit, sedikit, sedikit...
Menjadi bukit.

Jika yang menggiring hatiku semakin memasuki mu. Jika yang berpendar pendar tak terperi. Jika ku yang....

Plak!! Kenyataan menampar keras mukaku. Memerah, berdarah darah.
Plak Plak Plak!!! Jika menghabisiku. Benar benar habis. Remuk hingga serpihannya sudah tidak bisa lagi dibagi menjadi dua. Aku habis. Miris.

Jikaku menyeret ku mendekati tepian, lalu tanpa belas kasihan mendorongku sekonyong konyongnya. Terpelanting, batu batu kenyataan membenturku, bertubi tubi. Sakitnya, merajam rajam. Ngilu, ngilu menembus sampai batas tulang rusuk. Busuk!

Persetan dengan jika.

Sejak hari itu, setiap hari aku menggiling jika yang sempat membawaku terbang, terbang jauh, dan lain hari, mendorongku jatuh. Berserakan, tercecer cecer. Habis!!!!

Jikaku seumpama empedu bertemu lidah, pahit!
Jikaku bak air laut memuncah muncah berjalan ke daratan, memporak porandakan!
Jikaku pisau di dalam daging, mengoyang ngoyak!
Jikaku padamu, matilah sudah!

 Diikutsertakan dalam lomba Puisi oleh Rintik Hujan

Saturday, 19 October 2013

Review : Mujhse Dosti Karoge

Saturday, October 19, 2013 27 Comments
“Ceklek...thing!”

Ini semacam konspirasi semesta. Gue pulang awal dan gue ingin sesuatu yang beda. Sambil makan apa yang bisa dimakan, gue nyalain tuh tipi satu satunya harapan gue hari Sabtu ini.

Hari santay kayak di pantay, gue namain hari Sabtu. Gue pulang jam 1 dan gue bisa ngapaiiiiiiin aja sampai malam. Iye, di kamar aja gitu.

Nonton tipi adalah satu satunya harapan gue di siang ini, dan begitu gue nyalain tipi, Rani Mukherjee muncul. Tidak lama berselang, Kareena Kapoor, dan gue makin girang. Hritik Roshan, man!!!



Film yang dirilis tahun 2002 ini langsung menjedotkan ingatan gue ke 11 tahun yang lalu waktu gue masih pake baju selaras dengan bendera Indonesia. Gue bersama temen temen seperjuangan gue dulu waktu kecil dibela belain jalan jauuuh ke desa sebelah cuman buat apa coba? 

Pinjem VCD film India di rentalan film satu satunya. Gue bahkan masih inget satu film dibandrol dengan harga 1500 dan kita patungan 500 500 bertiga, ato kalo ada 6 orang jadi 250 perak per orang. Lumayan. 

Begitu film di tangan, kita langsung menuju ke rumah Vina, salah satu personil kita. Tipi dinyalakan, VCD dimainkan. Setengah jam, satu jam, tuh keadaan sunyi senyap, man. Kita nonton tipinya nggak santai banget. Lama lama, mbak Isa mendadak pilek. Gue bingung, gue liatin tuh Mbak Isa, air mukanya berubah. Sekarang, Fita juga ikutan nyedot nyedot umbel. Gue lirik nih dia, matanya mulai berlinangan. Begitu sampai di tengah film, kita nangis berjamaah. 

Yang gue tau kala itu, saat sedih mau pun senang, menyanyilah. Bedanya, kalau sedih harus nyanyi sambil ujan ujanan sekalian nangis karena katanya “I like crying in the raining because noone will know it”, dan kalau lagi seneng menyanyilah di taman bunga yang bunganya warna kuning. Inget ya, warna kuning sambil menyibak nyibakkan ujung selendang kain sari biar udelnya kemana mana, dan jangan lupa rambut digerai, tapi keramas dulu.

Tapi, walau pun masih mengusung type sedih nyanyi seneng nyanyi, film ini gue liat lebih modern dibandingkan film terdahulu semacam Kuch Kuch Hotahai, Dil To Pagal Hai, dan lainnya.

Ceritanya pun tergolong unik, tapi tetep mengangkat isu cinta segitiga dan prahara badai cinta di antara persahabatan dan hati.

Jadi, ceritanya begini :

Thursday, 17 October 2013

Along The Road Heading To Ungaran

Thursday, October 17, 2013 36 Comments
Monday, October 15 2013.

That morning at 6.30 am. My father and I were so ready to go to Ungaran.

“Dad, I need a driving lisence since I want to ride motorbike in Jakarta.” I said. My aunt helped me to make my wish comes true. Then, finally I went back to Semarang in order to make it.

I sat down at the back and my father rode the motorbike heading to Ungaran. I could see the big green mountain with a wide rice-field lying down in front of it. Trees are everywhere. I could feel the morning breeze as much as I can. This cool breeze is a rare thing for me now. I do love this place. Nice view, fresh air, and nice people. If I get lost in this place, I could ask to everybody because I believe that they would help me. But If I get lost in Jakarta, don’t ask everybody except a police or you will be in the bigger trouble. You would get lost more.

I really love this place. I have sweet life here.

But, I don’t wanna just stay in comfortable place forever. Sometimes, I wanna go over the border and see what is outside my border? How does it feel living outside my box? What will happen to me if I go across the border?

Friday, 11 October 2013

TIPS JITU DAN MUTAKHIR MENEPIS HOMESICK BAB 5

Friday, October 11, 2013 27 Comments
Hari ini kayak biasa gue pulang menjelang magrib.

“Makaaaaan...”, ucap penghuni kost yang kamarnya persis di depan kamar gue..

“Owh iya mbak, udah pulang mbak..”

“Udah...”

Ngomong ngomong soal temen kost emang dari empat temen gue, dia memang yang paling ramah. Ntar detailnya gue omongin sendiri yak. Gue capek, pingin cepetan mau sampe ke kamar. Pingin cepet cepet bebenah kamar terus nonton OVJ.

Waktu gue ngesot ngesot mencari kesejukan sambil nonton OVJ, gue mendengar isakan. Gue toleh ke arah tembok, gue pikir si Al nangis lagi yak. Ternyata dia sedang bergelantungan dengan aman terkendali.

“Ngapa lo liat liat? Bukan gue yang nangis..”

“Sante napa lo Al. Lagi dapet??”

Kali ini sumber suara ada di lemari. Gaswat nih. Pelan pelan gue buka.

“Greeeeeeeek...” Gue liat tumpukan ada setrika, sajadah, sepatu sepatu, dan juga banyak plastik plastik di lemari paling bawah sebelah kanan.

“Suaranya dari tumpukan ini.” Lalu gue cari cari tuh ya siapa nih yang nangis.

“Alah, ternyata lo Hil...” buru buru gue keluarin tuh si Hil takut nanti bludrunya pada rusak kena air matanya.

“Kenapa lagi lo Hil? Biasanya lo anteng anteng aja tuh bersemayam di situ...”

“Mey...kapan kita pulang? Gue udah kangen sama Ibu, sama Astrid, sama temen temen gue juga di kamar, gue...hiks...gue...kangen Kibi.”

Gue usap airmatanya. Karena gue kasihan, gue bilang ke dia

“Kayaknya lo juga musti gue kasih jurus mutakhir gue nih. Kemarin itu si Al juga nangis nangis bombay karena dia kangen sama Jaco dan pingin kembali ke rutinitas tiap hari gue piggyback di punggung gue ke kampus. Dia belum bisa move on, Hil...Tapi liat... baru gue kasih 4 jurus sekarang dia udah tenang banget noh nempel di tembok..”

Si Hil cuman diem aja sambil sesekali mengelap airmatanya.

“Hil, kemarin gue udah ngeluarin jurus kaping siji yaitu berdo’a pada Tuhan Yang Maha Esa, terus juga kaping loro gue udah ngamalin jurus tatalah kamar kost layaknya my room myheaven, abis itu kaping telu gue bilang terus berkomunikasi dengan keluarga danjuga teman lama, dan yang keempat yaitu jalinlah pertemanan dengan teman barudi perantauan, lah sekarang bersiaplaaaaah....gue akan mengeluarkan jurus kaping papaaaat... lo siap Hiiiiiil????” ucap gue sambil mengambil kuda kuda.

“InsyaAlloh, Mey!” keluar sinar dari mata Hil.

5. TERUS HIDUPI HOBIMUH!!!

Thursday, 10 October 2013

TIPS JITU DAN MUTAKHIR MENEPIS HOMESICK BAB 4

Thursday, October 10, 2013 16 Comments
Gue syedih. Gue udah punya alarm rangkap dua dengan waktu yang berbeda, jam 4 dan jam 5. Maksut gue sukur sukur bisa bangun jam 4 terus mandi dan menggunakan waktu sampai nanti jam setengah 9 buat mantengin layar laptop sambil senam jari jemari. Atau at least jam 5 lah gitu ya terus subuhan tidak lupa. 

Tapi, ini...

“Mey, udah jam setengah 6 woy Mey....”

“Duh, perasaan gue tidur sendirian.”

“Mey, buangun Meyyyyyyy!!!”

“Ah, Al. Ganggu aja lo. 5 menit deh...”

“5 menit dari tadi cuman liat jam tidur lagi, liat jam tidur lagi...”

“Berisik lo ah, nih gue bangun nih...eh, ada SMS..”

“Sapa emang Mey?”

“Ibu lah, tanya udah bangun apa belum..”

“Lah tuh ada SMS lagi...”

“Owh, si Nova nanyain bisa ngopi kapan sambil mau coba coba bikin cerita bareng.”

“Kayaknya lo nggak punya temen namanya Nova, gue belum pernah ketemu, Mey..”

“Lah emang belum, dia khan temen baru gue di sindang...”

“Embyerrrr....udah punya temen baru lo..”

“Lah khan, ini yang harus diamalkan number 4 untuk menangkis serangan HOMESICK, Al...”

4. CARI TEMAN TEMAN BARU !

Monday, 7 October 2013

TIPS JITU DAN MUTAKHIR MENEPIS HOMESICK BAB. 3

Monday, October 07, 2013 23 Comments
Hari ini gue pulang malem. Ya emang tiap hari juga pulang malem sih.

Begitu buka pintu kamar, si Al udah kecut banget mukanya.

“Kenapa lo Al?”

“You knowlah, lo masih punya utang sama gue.”

“Ebuset deh, utang apaan gue?”

“Utang cerita Mey, apalagi...”

“Sabar napa, Al? Gue harus makan dulu, nyapu ngepel, cuci piring, cuci badan, sama cuci baju nih..oh ya gue juga mesti telpon Astrid nih...”

“Enak loh ya bisa telponan sama Astrid di Ambarawa, gue juga kangen nih sama Jaco..”

“Emang telponan tu nikmat banget, Al..makanya nih tips termutakhir number three itu... Masih inget khan number one adalah Berdo'a mengingat Alloh Maha Membolak Balikkan Hati Hamba-Nya, terus yang kedua Buat Kamar Kost Senyaman Mungkin

3. TETAP MENJALIN BIDUK ASMARA KOMUNIKASI DENGAN KELUARGA DAN PARA SAHABAT LAMA

Nah, ini...masa waktu dulu gue jamannya gulana gitu, gue terus cari cari tips gitu di Google, eh, ada juga yang bilang

‘untuk mengurangi kadar ketergantungan dan rasa kangen, usahakan tidak perlu sering sering menghubunginya.. nikmati kehidupan Anda di masa sekarang dengan keadaan yang baru dan kehidupan baru Anda...’

Gue bingung ini tips buat nggak homesick apa tips buat bisa move on.. kenapa dunia ini begitu rumit, Ya Alloh....

Setelah gue berdoa, gue mendapat pencerahan...

Saturday, 5 October 2013

TIPS JITU DAN MUTAKHIR MENEPIS HOMESICK !! ( Bab 2 )

Saturday, October 05, 2013 18 Comments
“Widih...udah bangun lo Al??”

“Udah nih Mey, seger banget gue habis tidur sore Mey...mandiin dong Mey...”

“Ogah Al, kapan kapan aja deh males gue pingin leha leha biasanya kagak bisa nih...”

“Lo malam minggu gini nggak kemana mana emang?”

“Kagak. Orang gue juga nggak tau mau kemana, mana nggak tau jalan pula. Yang pasti pasti aja di kost gitu nopi sama leyeh leyeh aja. Cari yang aman...”

“Kalau gitu sini aja Mey, gue dikasih tau tombo ati homesick yang kedua...”

“Owh iye, jadi gini Al tips menepis kegundahan hati karena homesick. Tadi khan yang pertama udah katam yak, Berdoa dan Beribadah mengingat Alloh Maha Membolak Balikkan HatiHamba-Nya, sekarang yang kedua adalah...”

2. TATA KAMAR SENYAMAN MUNGKIN

Iye. Tau sendiri kalo udah ngekost udah bukan my home my paradise, tapi jadi my boarding house my paradise.. Mau yang kuliah, mau yang kerja kalau menganut sistem merantau pasti pulang pulangnya juga ke kamar kost.

Pulang kerja gue udah capek banget gitu yak. Mana masih baru baru masih masa adaptasi dari berbagai sisi. 

Adaptasi keadaan kerja, adaptasi kerjanya itu sendiri, adaptasi tempatnya, adaptasi orang orangnya beserta adaptasi budayanya. Walopun sama sama orang Indonesia, jelas watak orang Jawa dan watak orang orang Jakarta udah beda jauh tanpa ada maksut buat over-generalized ato temennya. Waktu di Jawa gue nggak perlu harus pinter pinter ‘baca orang’ karena hampir semua orang ber-type sama. Naaah, kalo di sini...waduuuh...banyak orang dengan berbagai varietas watak.

Nah, udah gitu pulangnya malem, capik gitu saking capeknya,

“Ngeeeeeek...”, gue buka kamar dengan sisa sisa tenaga yang gue punya.

“Ceklek!” gue idupin pentolan lampunya.

“Byarrrr...." Semuanya terlihat. Gue layangkan pandangan ke pelosok kamar gue.

Kasur posisinya udah malang melintang, gue lirik ke tembok,

“Wuaduuuuh!!!” baju ada celana, ada kaos, ada jilbab, gemelantung menuhin hunger. Gue langsung melemparkan pandang ke tembok yang lain, nggak kuat gue. Waktu gue mau duduk, maksutnya menghela napas sejenak gitu, wuaduuuh!

“Prang!!” ada sesuatu yang hancur di balik kasur!

TIPS JITU DAN MUTAKHIR MENEPIS HOMESICK ! ( Bab. 1 )

Saturday, October 05, 2013 22 Comments
Hari ini karena hari Sabtu, gue cuman kerja setengah hari doang. Jam 1 gue pulang dari kerjaan dan langsung menuju ke kost buat berteduh. 

Panas banget sumpaaaaaah!! Gue harus pake kaos kaki dan juga masker sambil meringkuk di belakang badan temen gue yang tiap hari tulus ikhlas nebengin gue pulang karena rumahnya ngelewatin kost gue. 

Sampainya di kost, waktu gue buka pintu rumah kost, gue liatin kamar satu per satu. Lengang. Mungkin lagi pada mencari kenikmatan hidup mumpung ini hari Sabtu. Tapi gue denger lamat lamat suara gitu. Asalnya dari bagian belakang kost, gue berjingkat jingkat menuju ke asal suara yang ternyata dari dalam kamar gue! Iye, kamar gue!

“ihihihihihiiiiiii....”

“Huhuhu.....hiks...huhuhu...hiks..hiks..”

Pelan pelan gue buka tu pintu kamar gue. Dan tenyata sambil bergelantung dia nangis!

“Loh? Kenapa lo Al?” gue gendong dia dan pelan pelan gue baringin di kasur.

Dia nggak mau ngejawab, masih aja nangis sambil sesekali menyeka air matanya. Gue yang ikutan pedih ngusap ngusap tubuhnya.

“Al...lo kenapa Al...”

“Mey....gue....gue....”

“Iya, lo kenapa....”

“Gue kangen rumaaaah Meeeeeeyyyy....Huaaaaaaaa....” Lalu nangisnya justru semakin menjadi jadi.

Gue peluk dia sambil gue nenangin dia. Mungkin dia lagi dapet. Gue kasih dia air putih terus gue nyalain lilin aromatherapy wangi lavender. Gue mendekat ke dia yang masih berlinangan air mata. Namun, debit air matanya mulai berkurang.

“Owh..Lo homesick ya Al??”

“Lo khan tau gue nggak pernah sekolah, gue cuman ngikutin lo kuliah dulu tiap hari..homesick apaan?”

“Homesick adalah perasaan yang seringkali hinggap ke orang yang bepergian jauh dan dalam jangka waktu yang panjang. Gejala homesick ini seringkali membuat seseorang memiliki perasaan sangat rindu akan orang orang di kampung halamannya dan rutinitas biasanya. Jadi Lo kangen rumah, lo masih kikuk di situasi baru yang jauh dari rumah. Lo serasa asing, di tempat yang asing dan bersama orang orang yang asing..Gitu khan Al?”

“Iya Mey...gue tiap bangun tidur gitu, gue masih yang bingung, gue nih dimana? Oh iya khan sekarang gue ada di Bekasi, 551 km dari rumah gue... Terus gue yang mikir kenapa Mey ngajakin gue sampai sini...gue kangen sama si Jaco yang tiap hari lo buat natakin tu ada bedak, buku buku, segala macam. Gue juga kangen sama Ratam yang tiap malam ada di sisi gue, gue kangen sama Rico. Semuanya gue kangen Mey...”

“Iya Al gue tau gue tau....lo khan tau dulu dulu waktu gue masih 2 mingguan di sini gue juga ngerasain hal yang sama Al...gue juga kangen sama Ibu, Bapak, temen temen gue, gue kangen sama rutinitas gue dan semuanya...”

“Iya gue tau, Mey...terus gimana dong Mey kita?”

“Ya udah, nih aku kasih kunci kunci praktis mengatasi homesick...tapi lo janji habis ini jangan nangis lagi..”

“InsyaAlloh Mey...”

“Khan malu kalo ketahuan sama temen kost Al...”

Dia mengangguk takzim dan menatap gue dengan berbinar binar.

1. RAJIN BERIBADAH DAN BERDOA

Wednesday, 2 October 2013

My First Story, My First Career

Wednesday, October 02, 2013 28 Comments
2 Oktober 2013 !!

Genap sebulan gue kerja di tempat yang jauh dari orang tua gue, keluar dari zona aman gue, dan mencoba untuk bisa hidup lebih mandiri. Gue dari Semarang dan kini mencoba peruntungan di Bekasi. Beruntungnya gue karena gue tidak sepenuhnya mandiri karena gue rasa gue belum mampu, ada tante Om gue yang membantu gue untuk bisa mewujudkan apa yang gue pingin selama ini.

Owh, so it is the job you really want?

Actually........ehm......
------------------------

“Dan, aku sedih dan...”

“Nopo Meyyyy???”

3 September 2013, di rumah tante gue. Gue membuka percakapan dengan Dany via signal.

“Anak anak Dan...aku...ngajar anak anak..”

“Khan cute Meyyy...”

“Tapi khan kowe reti aku...aku...I’m afraid of children.. Kemarin aku ngajar mereka, merekanya tiduran daaaan...ngajar pertama kali mereka tidur daaan...yang satu mimbik mimbik mau nangis dan...”

“Heheehe...la kok bisa Meyy?? Emang ngajarin apa?”

“Halo Mey??”

“Mey??”

Gue tersedak sedak.

“Nangis Mey??”

“Sek Dan, dilit...” 10 detik gue hirup napas, hembuskan...hirup napas, hembuskan..hirup...biarkan aliran darah mengalir ke seluruh tubuh dan memberi hidup pada jaringan dan sel, lalu hembuskan...
-----------------------------