Tuesday, 27 August 2013

Susaaaaahnya Merantau Ke Jekardah!!!!!

Tuesday, August 27, 2013 29 Comments
24 Agustus 2013
13.30 WIB

“Mbak, karena ini waktunya tidak cukup, dengan terpaksa semua penumpang diturunkan di sini mbak...”, ujar pak kondektur dengan tengik takzim.

“Pak, ini di Indonesia bagian mana ya pak?”

“Ini di Jagorawi mbak...”

“Pak, saya sering denger jagorawi tapi cuman di tipi pak, ini mananya Cicadas pak?”

“Itulah misteri kehidupan yang harus mbak pecahkan sekarang...”

“Pak, jangan lakukan ini pak! Salah saya apa paaaaak...”

“Tidak pak, ini tidak mungkin terjadi. Tidaaaaaaaaaaaakkkk!!!”

Gue bak bayi kura kura yang dilepaskan di tepi laut menjelang subuh...mau selamat atau tidak, Allohualam.

Gue panik! Ini dimana aja gue nggak paham, dan bahkan di kota yang katanya kejam ini gue akan dilepas dengan semena mena di tepi jalan oleh bis yang gue tumpangin dari asal gue.

Nanti kalau gue diculik gimana? Ato dibius? Ato barang gue yang sejagad raya ini dirampok gimana?? Coba bayangkan gimana???? Gue baru hidup seperlima abad ditambah dua strip.

Gue turun dengan sempoyongan. Muka gue udah buluk, hati jangan tanya. Ransel menggelayut mesra di punggung gue, tas samping menempel erat di dada gue, tangan kanan gue mencengkeram tas raksasa berisi baju , sedangkan tas kiri gue memegang dengan mahfum sekresek oleh oleh untuk tante gue. Kaki gue bengkak kebanyakan duduk karena nggak mampu selonjor selama 19 jam!!!

“Miapah banget ini ya Alloh...nggak beban barang nggak beban hidup sama semua....sama sama....BERATTTT!!!.”

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

Aamiin ya robbal alamiin...

------------------------

20 jam sebelumnya...

Thursday, 22 August 2013

Review : Nine Times Time Travel

Thursday, August 22, 2013 20 Comments
“ Bila Anda diberikan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, apa yang ingin Anda ubah dari masa lalu Anda? Kisah cinta Anda yang berakhir sia sia karena kurang diperjuangkan dan tidak pekatnya kadar rasa? IPK Anda yang karena kurang usaha tidak shine bright like a diamond? Atau gigi Anda yang karena waktu kecil takut dicabut jadi gingsul dan tidak rata?”

Jawabannya bisa macam macam. Tergantung masa lalu orang masing masing.

Dan (mungkin) mengangkat dari hayalan serupa, Director Kim Byung Soo dan screenwriter Song Jae Jung dan Kim Yoon Joo,  yang juga penulis drama Korea “Queen Inhyun’s Man” mulailah menulis script! Makanya tetep mengangkat pola ‘time traveling’

Tuesday, 20 August 2013

Let's See You Again, Lovely Friends!!

Tuesday, August 20, 2013 7 Comments
"Real friends are those who care without hesitation, who remembers about limitation, and forgive without explanation."

If people ask to me,

“Who takes an important role in your life?”

Undoubtly I would answer,

“The first is my family, and the second is my bestfriends!”

And they are just like my family who know me so well.

Yap!! For those who often read my blog they have already known that I have three best friends that among all friends I have, they are the best of the best friends for me.

We have already been in friendship since we were in second grade of senior high school, approximately since 6 years ago!!

We even name our friendship with Pinqueenz!!

Who are we??

Sunday, 18 August 2013

MERDEKA!!! "Alah Indonesia...idih Indonesia...nggak mungkin Indonesia nggak mungkin.."

Sunday, August 18, 2013 13 Comments


Setelah baca postingan temen temen BE kemarin soal kemerdekaan, bagaimana kita merdeka tapi nggak merdeka, bagaimana perjuangan para pejuang bangsa yang bahkan mau mengorbankan segalanya dibandingkan dengan kita kawula muda yang belum bisa apa apa kayak saya ini, saya jadi terinspirasi buat nulis postingan ini.

Ya pasti sudah pada tahu bagaimana para pejuang di berbagai pelosok Indonesia mencoba mengentaskan bangsa dari penjajahan selama berabad abad lamanya. Biar bisa merdeka, bisa menjadi bangsa yang bisa menentukan nasibnya sendiri, bangsa yang bisa memenuhi kesejahteraan hidupnya.

Apakah kita sudah merdeka?

Saturday, 17 August 2013

Review : A Gentleman's Dignity

Saturday, August 17, 2013 15 Comments
Para pecinta drama Korea pasti sudah mengenal beberapa alur jalan cerita cinta yang disuguhkan penulis naskah dari Korea Selatan itu. Ada yang awalnya dibuat serupa komedi dulu, biasanya akan ada tokoh wanita yang sial banget gitu, udah ngaretan, wajah berminyak, atau habis putus sama pacarnya terus mabuk mabukan, eh ketemu sama pemeran lelaki, nah, barulah di tengah sampai mau akhir berubah jadi sendu sendu gimana gitu. Ada juga yang udah dari awal tu cintanya berat banget, sumpah. Dari episode pertama tu udah nangisss mulu ceritanya, nanti akhirnya mati semua berpelukan di gunung kedinginan menemui malaikat Izrail bersama sama dalam lingkaran cinta yang mengakar kuat. Sayanya nanti berlinangan... Juga, yang agak antimainstream dulu ada cerita nggak masuk akal, misal tiba tiba bisa nembus waktu ke masa kerajaan kalau di Indonesia kayak cewek maki, masa kini jatuh cinta sama Angling Darma atau Tunggul Ametung gitu karena bisa nembus jaman beratus ratus taun, atau roh ketuker, atau jatuh cinta sama rubah jadi jadian. Banyak alurnya, dan setelah saya amati itu pasti CINTA SEGITIGA!!

Entah satu cewek direbutin kaka beradik, atau para sahabat, atau cewek suka satu cowok, padahal si cewek disukai sama cowok satunya..ya gitu deh.

Nah, kali ini ceritanya agak beda, sodara sodara!

Ini malahan lebih ke persahabatan yang dikemas dengan ringan, nggak ada yang sakit leukimia, dan yang paling menarik itu ini ceritanya KOMEDI!!!

Jadi, ada 4 sahabat cowok gitu ya, mereka umurnya udah 40an. Dan drama ini mengangkat kisah percintaan mereka, betapa erat persahabatan mereka, hiruk pikuk permasalahan kehidupan mereka, kesuksesan dan kegagalan mereka.

Ini.

Lee Jeng Rook, Im Tae San, Kim Do Jin, dan Choi Yoon

Byurrr Ria di WaterBoom Owabong, Purbalingga!!

Saturday, August 17, 2013 39 Comments

“Sekarang pak?”

“Iya..”

Dengan suka cita saya merebahkan badan di pangkal gorong gorong meliuk liuk itu. Saya rapatkan telapak saya dan menempelkannya di tekuk belakang leher. Saya siap, tetapi ternyata........... seret. Dengan berpegangan pada pinggiran luncuran, saya menarik tubuh saya searah arus luncuran. Saya ngesot dulu, dan setelah lekukan pertama, tubuh saya berhasil menukik turun mengikuti alur luncuran, meliuk kembali, badan saya terpental ke kanan, sayanya kegirangan, ketika meliuk ke kanan, badan saya terpental ke kiri, kecepatan semakin membabi buta dan tak terduga... blash!!!!

Pantat saya mencium dasar kolam dengan bijaksana, dan karena kurang persiapan hidung saya perih dan kepala saya pening.

Seperti halnya siapa berani bermain cinta akan terluka, pun sama halnya dengan siapa berani main air akan kemasukan air hidungnya. Ini quote of the day.

-----------------------

Rabu, 14 Agustus 2013!!

Friday, 16 August 2013

A Fasting-Break Together with Fabulous Ex-Classmates!!

Friday, August 16, 2013 19 Comments
Finally!!!

After succeeded in holding a fasting-break together last year, now we can gather again!!

I felt so excited when my friend, Shinta texted me and informed me to have a fasting-break together with my ex-classmates, IPA 3 2009!

It is so fabulous everytime we gather in such events such as hanging out together in holiday, attending friend’s wedding like last time we did, and having fasting-break together.

Shinta and Bryan, the ones who coordinated the events had already booked a cozy place I’ve never visited before. Unluckily, I forgot the name -_______-

After met up in front of our senior high school, altogether we went to the spot!

Well, the last time we met each other is when one of my ex-classmates held the wedding in around Pebruary, Dian's Wedding!!

So grateful that we can meet up again now although not all ex-classmates could join us yesterday, August 6 2013, two days before Ied-Day.

Saturday, 10 August 2013

Blogger Energy, Sugeng Ambal Warso!!!

Saturday, August 10, 2013 28 Comments
Happy Birthday to youuu,

Happy Birthday to youuu,

Happy Birthday Happy Birthday, Happy Birthday to Youuuuuuuu :3

Gue bertemu dengan Blogger Energy pertama kali waktu itu di bulan Desember (if I'm not mistaken)

Waktu itu gue di dalam kegamangan, berjalan di kegelapan, kesepian, sendirian...

Gue nulis sambil penuh harapan gitu, gue udah nulis senulis nulisnya, lalu gue liat di overview, gue lihat pengunjung hari ini 10 biji, gue liat di postingan gue yang ngeliat Cuma 2 biji, itu juga mungkin tapak gue sendiri yang ngeliatin postingan gue sendiri, terus gue baca sendiri, mau gue komen sendiri tapi terlalu kasihan. Jangan....

“Plis, baca blogku plisss... Pliss banget...”, gue memohon sama temen kuliah gue, temen SMA gue, temen ketemu di bis, gue rajin mostingin blog gue di FB. Hasilnya...tak banyak membantu. Mungkin temen gue di fb nggak begitu suka membaca atau emang blog gue yang cupu kerempeng kayak korek api.

Lalu, saat gue berjalan di dalam kegamangan, hampir putus asa, gue bertemu dengan Blogger Energy.

“Tok tok tok...”

Friday, 9 August 2013

If God Says, "Ok guys, Time is up!"

Friday, August 09, 2013 26 Comments


Few days ago together with my grandparents and younger sisters I visited some memorial gardens since the parents of my grandparents have been placed in some different places. I even visited catolic memorial garden with all beautiful graves there, the grave of my grandfather’s mother.

As I got off the car, we entered the first memorial garden, a quite wide humid land with many gravestones all around. Some were new, some were quite old with some fallen-leaves covered them, and the rest were totally damaged like noone takes care of it.

Thursday, 8 August 2013

08.08.2013

Thursday, August 08, 2013 26 Comments
Yuhuuu...setelah saya menonton drama Korea, akhirnya saya bisa menulis ini..Kisahnya berdasarkan saya yang tonton. Oke sip.

Wednesday, 7 August 2013

Ingat Malam Takbiran, Ingat...

Wednesday, August 07, 2013 9 Comments

Alhamdulillah, finally....

Time flies soooooooooooooo fast, pals!

Kayaknya baru kemarin kumandang takbir mengangkasa luas seantero negeri, sekarang pun lagi..

Juga, riuh rendah suara “duorrr!!!plesss!!ciuuuuuu preketeeeeek!!! Diesss!plaaaak!!byurrr!!pyarrrr” terdengar bertubi tubi di sela sela Allohu Akbar.

Dan kalo sudah sampai di titik ini, ingatan saya kembali bergulung ke belakang, saat tinggi saya sekitar 1/3 dari tinggi saya sekarang.

Dulu, malam takbir jauh jauh lebih ramai dan lebih terasa. Tahun 1999, awal saya tinggal di desa ini, saya takjub dengan lampu berkerlipan di sekujur badan jalan membentuk serupa kubah mesjid dengan lengkungan sedemikian rupa dan meruncing di tengahnya.

Bendera bendera beraneka rupa juga tak ketinggalan bertengger di sisi jalan, berpasangan. Nggak pernah bertengkar.

Sehari sebelum malam takbir, para pemuda sibuk bukan kepalang mengumpulkan botol kratingdaeng, sumbu, dan juga bilahan bambu. Banyaaak kegiatan di sepanjang Ramadhan kita lakukan. 

Bahkan, saya pernah bersama teman teman saya mengangkut bambu panjang nan berat dari sisi sungai besar. Kita bawa bambu itu, naik begitu dan baru dicacah cacak oleh pemuda pemuda desa. Juga, kita hias jejalanan desa. Cat warna putih, ember wadah cat, kuas, rafia, batu, dan juga kulit kelapa yang disulap menjadi kuas darurat. Dengan kompak membahana, kita hias jalan desa sesuai RT nya. Kita cat sesenti demi sesenti begitu.

Kita isi botol kratingdaeng yang kita cari di warung warung beberapa hari sebelumnya dengan minyak tanah.

“Iyuuuuh, masak gueh harus ngais ngasi tempat sampah cari botol kek begince???”

“Ogah amir ah gueh, gila ajah tiap hari luluran masa suruh minta minta botol bekas??”

“What????? Lu pikir gueh tukang mungut sampah????”

Dulu belum ada sinetron Indosiar, saudara saudara.

Dulu masih jamannya film India serupa Kuch Kuch Hotahai, atau filmya Suzanna yang bakpao berubah jadi anak ayam, atau Ratapan Anak Tiri yang lagunya,

“Ibu Tiri..hanya cinta..hiks hiks..kepada...hiks..ayahnya saja,,,tapi bila..ayah pergi ku disiksa dan dicaciiii....”

Kita disuruh ngecat jalan, disuruh isi minyak tanah, atau ngikat botol kratingdaeng di bilahan bambu plus memasangnya di pinggir jalan pun kita lakukan dengan hari riang gembira tiada tara.

Dan malam takbir pun tiba.

Ada satu kenangan favorit saya. Di desa saya ini, ada dua macam takbir.

Pertama, takbir jalan.

Sunday, 4 August 2013

Nge-Jogja ala KOPER !

Sunday, August 04, 2013 25 Comments
Saya berulang kali menoleh ke kiri dan ke kanan. Bukan, saya bukan ingin menyeberang. Tepat di pelupuk mata saya, peta raksasa tiga dimensi terpampang nyataaaa. Sawah dan kebun sayur berterasering, deretan rumah mungil berjejeran random, gundukan tanah raksasa berbalut warna hijau seakan mengitarinya. Kabut berarakan menghadang pandangan dan lambat tapi pasti dingin menusuk hati tulang. Ini......indaaaaaaaaaaaaah!!!!


2 Juli 2013. 

Saat itu saya baru saja merampungkan bendelan kertas penjemput masa depan saya. Skripsi. 

Alih alih ingin merayakannya, setelah saya berhasil ‘Ngejogja via Gembel Ransel’ beberapa waktu lalu dan berhasil mencapai misi saya menikmati kimchi kecut di D Jang Geum Resto, mandi cahaya di Taman Pelangi, lalu melarungkan diri di Goa Pindul, naik bukit berkarang di Pantai Pok Tunggal, lihat perjuangan Pak Soekarno di Benteng Vredeburg, mengunjungi kediaman Sultan di KeratonNgayogyakarta,  dan pingin mandi di Tamansari bersama sahabat sahabat unyu, sekarang giliran saya Ngejogja ala Koper. 

Friday, 2 August 2013

Bila Tiba Ramadhan Terakhir Untukku

Friday, August 02, 2013 2 Comments
Bila ini adalah Ramadhan terakhir saya, apa yang akan saya lakukan?

Beberapa hari yang lalu, karena sebuah keperluan saya mengunjungi kota Jakarta. Di remang remang malam, saat saya melintasi jalan di lekak lekuk ibu kota, bak sebuah barisan, ibu ibu dan bapak bapak paruh baya beserta anak anak mereka yang masih kecil kecil duduk beralaskan tikar dengan gerobak di sisi mereka.

“Mereka malam malam di sana ngapain?” tanya saya pada tante saya yang duduk di samping saya.

“Khan mereka nggak punya rumah. Mereka ya tinggal di gerobak itu, dan setiap malam tidur di pinggir jalan begitu.”

Kalau hujan bagaimana?

Kalau anak anak mereka sakit gimana?

Kalau kebelet ke kamar mandi gimana?

Dapat uang darimana? Makan berapa kali sehari?

Banyak sekali pertanyaan yang menggelitik nurani saya begitu melihat mereka duduk berjejeran. Tidak hanya satu dua atau tiga keluarga, tetapi bahkan mungkin sampai 10 keluarga. Itu baru di satu spot saja. Begitu kejamnya hidup bagi mereka. Di depan rumah rumah mewah, ruko ruko dan swalayan megah yang terus berkembang pesat di kota besar itu.

Dan sekarang bila saya dihadapkan pada pengandaian, bila kali ini adalah Ramadhan terakhir bagi saya, apa yang akan saya lakukan??

The Happiest Moment : CONGRADUATION!!!

Friday, August 02, 2013 13 Comments
“Mbak, bunganya 10ribu mbak...bunga mbak...mas bunga mas...”

“Ya, bunga ini bunga 10ribu mbak bunga mbaaaaaaak...”

Tawar saya di buanyak kerumunan orang orang berbaju cantik dan rapi.
12 Maret 2011.



Profesi : Penjual Bunga di acara WISUDA! 

Yak, dua tahun lalu, saya menjual bunga di acara wisuda kakak kakak angkatan bersama teman teman English Department Pool of Writing. Kita harus gali dana, demi tercapainya acara ekstrakulikuler itu. Sebagai seksi usaha dana, saya harus jualan bunga dan coklat.

Lihat mbak mbak cantek pake kebaya bertoga, sayanya iri. Dua tahun lagi, saya harus menyusul mereka, pikir saya. HARUS!

Terlebih lagi mimpi saya saat itu bisa berwisuda bersama pacar saya, (ehm, iye. Ini konteksnya masa lalu)

“Yank, kita berarti bisa wisuda itu bulan Juli ya, pokoknya kita lulus bareng lho...bisa nggak ya aku...”

Karena dia adalah sosok yang pintar melebihi saya IPKnya, saya pun terus terdorong untuk bisa punya IPK bagus dan bisa lulus tepat waktu yang salah satu tujuannya, agar kita bisa memakai toga dan berfoto berdampingan.

Dan.....

20 JULI 2013


Bergembira Ria di Gembiraloka

Friday, August 02, 2013 26 Comments
“Waaaah.....waaaah....”

Ujung jilbab saya terkiwir kiwir berhempasan dengan angin, ujung depan menampar nampar ombak di danau buatan berair hijau lumut itu. Di depan saya, sepupu saya mengalami pergumulan batin antara senang, ngeri, takut, dan enak. Saya menikmati setiap tikungan tajam tiap kali sampai di ujung danau, lalu kembali jalan kesetanan ke ujung danau satunya. Ini....serrru.