Tuesday, 28 May 2013

Terimakasih, Dokter! Semangat!



“Dokter”

Kalau ada pertanyaan semacam,

“Apa yang kamu fikirkan bila mendengar kata Dokter?”

Lalu secepat kilat angan saya akan terlempar di banyak tahun yang lalu.

“Ke, nggak boleh minum es! Udah to, kamu itu makan roti aja. Roti itu terbuat dari es.” Dan kala itu saya percaya. Kalau roti terbuat dari es. Dan menginjak SD kelas 3 saya baru tahu kalau itu tak lebih dari sekedar penipuan. Intinya, saya tidak boleh makan es. Titik

Dan larangan itu bukanlah tanpa alasan. Dan alasan itu bermula dari 21 tahun yang lalu, saat saya masih berumur satu tahun.

Saya adalah anak pertama dari Ayah dan Ibu saya, sekaligus cucu pertama dari kakek nenek saya. Dan tiba tiba saat saya berumur satu tahun, suatu ketika saya panas. Lalu, saya sesak nafas. Dada saya  mengembang dan mengempis serupa ada yang melonjak lonjak di dalam dada saya. Nafas saya tersengal sengal, dan keringat saya menganak sungai. Pernah, kata Ayah, saat saya juga masih berumur satu tahun, suatu malam, tepatnya dini hari, saya sakit parah. Bahkan, saya sangat susah bernafas dengan dada naik turun yang tidak stabil. Lalu, dengan digendong Ibu, Ibu dan Ayah nekat pergi ke salah satu rumah dokter. Waktu itu Ayah dan Ibu masih berdomisili di Magelang. Dan karena panik, Ayah saya menggedor gedor pagar dokter itu, dan akhirnya saya bisa tertolong.

“Ike, nggak boleh makan es.”

Sejak saat itu, sejak berumur satu tahun saya dilarang keras minum es. Tidak hanya es, bahkan dengan mudahnya saya jatuh sakit karena AC yang terpasang di slaah satu bioskop di kota saya. Dulu, bersama Ayah dan Ibu , saya sering pergi ke bioskop Garuda namanya. Dan tiap kali habis pergi, kalau sedang tidak beruntung, saya jadi masuk angin. Kata dokter, paru paru saya ketiban flek.
Flek paru paru. Dan sejak saat itu, segala jenis obat dari syrup, puyer atau serbuk, pil, dan kapsul sudah katam saya kosumsi. Karena tidak berhenti di tahun pertama itu saja, tetapi sampai SD saya masih sering kontrol di salah satu dokter.

Bu Bowo. Dokter langganan saya setiap kali saya masuk angin. Ehm...jelas ini bukan masuk angin biasa, karena katanya, di paru paru saya tergambar flek. Kata Ibu, masa paling parah saya terkena flek adalah satu tahun sampai sekitar 3 tahun. 4 tahun sampai 5 tahun, masa pemulihan. Tetapi umur 5 tahun sampai SD saya masih sering ke dokter Bowo, terkadang masih suka kambuh.

Lalu, apakah di masa itu saya sama sekali tidak minum es??

Jelas tidak. Jelas saya minum es. Melihat teman saya bahagia mengenyot es lilin beraneka rupa, jelas saya juga ingin mencoba. Saya minum es sambil sembunyi sembunyi. Takut kalau ada yang lihat dan dilaporkan ke Ayah. Bahkan, pedagangnya pun tahu saya seharusnya tidak minum es. Tak berhenti sampai di situ, dengan dalih ingin berbagi, saya memberikan uang 200 rupiah kala itu kepada teman saya. 100 untuk dia, 100 untuk es saya tercinta. Dan hanya dengan modal satu batang es lilin berharga 100 rupiah, sehari kemudian saya harus dibawa ke Dokter Bowo. Degup jantung saya tercetak jelas di dada saya yang naik turun dengan sangat kelihatan, dan nafas saya tersengal sengal.

“Hayooo...abis makan es ya...”, Dokter Bowo bertanya kepada saya.

Saya menggeleng dengan raut wajah “iya..”. Lalu, saya akan diperiksa, dan dikasih obat. Beberapa hari kemudian, saya sembuh.

Apakah saya jera???

Jelas tidak. Sebagai anak kecil, saya masih tetap minum es diam diam dan pada akhirnya harus menjalani siklus pengobatan yang sama. Bu Bowo sampai hafal nama saya. Saya berobat di sana selama bertahun tahun.

“Ke, nggak boleh minum es! Udah to, kamu itu makan roti aja. Roti itu terbuat dari es.”

Sampai Ayah bilang serupa itu. Saya masih ingat saat itu, di bawah temaram lampu ruang tamu rumah kakek dan nenek saya, disaksikan Ibu, kakek dan nenek, juga tante. Saya disidang. Ketahuan.

Alhamdulillah, menginjak SMP, saya sudah bisa minum es. Saya rutin melakukan kontrol di Dokter Bowo dan semakin besar, kekebalan tubuh saya semakin meningkat. Beranjak dewasa, saya semakin sehat. Bahkan, saat SD saya juga belajar renang. Siapa tahu bisa untuk menguatkan paru paru dan jantung. SMP, saya pun semakin hobi berenang. Dan akhirnya saya sembuh total.

Sampai sekarang, saya tidak pernah lagi sesak nafas bila masuk angin menyerang, atau menjumpai degup jantung yang terlalu ketara di dada saya. Alhamdulillah, saya sembuh.

Dan bila saya telaah kembali, betapa besar jasa dokter untuk hidup saya yang sudah saya arungi selama 22 tahun ini. Andai 21 tahun lalu, saya tidak ditolong oleh dokter di Magelang, entah apa yang terjadi dengan saya. Andai di tahun tahun awal hidup saya tidak disertai peran dokter, maka mau jadi apa saya?

Dan bagi saya, dokter adalah bahkan salah unsur terpenting dalam hidup saya. Menyembuhkan saya, melayani dengan ramah, dan memberi motivasi untuk bisa pulih kembali.

Dan alhamdulillah, sekarang saya sehat wal’afiat. Juga, pengalaman masa kecil saya akan saya jadi motivasi untuk bisa terus hidup sehat sekarang, dan selamanya. Hehehe...


“Terimakasih Bu Bowo, terimakasih para dokter di Indonesia dan dunia, semangat!!!” 

"Tulisan ini diikutsertakan dalam  Omfikri.com GiveAway" 

27 comments:

  1. alhamdulillah meskipun bandel masih tetap bertahan samapai sekarang...
    dan menulis di blog serta dinikmati oleh banyak orang...

    dokter emang keren..tapi kadang2 bikin takut juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya alhamdulillah Mot. hahaha...

      iyaaa, coba nggak ada doktor?? waaah, nggak bisa bayangin deh aku..mau jadi apa umat manusia yang lemah ini..hehehe

      Delete
  2. My first thank you for the article photos on this site.
    my likes see it, however sorry I did not accidentally daydreaming here and I also did not know because what ...
    hopefully can inspire many people. success always

    ReplyDelete
  3. Wah senasib kita mey, anak pertama,cucu pertama.
    Aku jg dulu gitu mey, es haram! Haha.. Tp ya ttp aja ngiler disekolah..

    Smg menang ya kontesnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah, jangan jangan kitaa....hahahaha

      iya, doain ya cc Risah, makasiiih :D

      Delete
  4. Aku dulu jadi tukang es *Nggak nyambung*

    ReplyDelete
  5. flek ? semacam bintik matahari gitu? nama penyakitnya apa ya?

    cie....cie... yang udah pasang iklan di blognya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bintik matahari? itu apaa?/@.@ aku juga nggak tahu penyakitnya namanya apa gitu Sabda Awal...Ibunya bilang sih flek paru paru, tapi sekarang cuda syembuhh..:D

      yeyyy, lagi usaha mau nambah lagi, doain yaaaa :D

      Delete
  6. klo masih flek paru2 sih bisa sembuh
    minum obat setahun !

    ReplyDelete
  7. Orang tua tuh kadang emang suka boongin anak kecil kayak gitu ya...

    ReplyDelete
  8. alhamdulillah udah sembuh,,,jadi bisa mkan es sepuasnya dong :)

    ReplyDelete
  9. saya sudah kenyang berdekatan dengan dokter- dokter.. dari yang nyeremin sampe yang kece abis.. klo sakit mending d datangin dokter yg profesional + kec.. kalo setengah2 takut mal praktek..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener..yang ada nggak sehat malah nambah..errrr

      Delete
  10. Hahahaha... Ka ike mau aja dibodohin sama dokter,, atau jangan2 emang......ah sudahlah :p

    ReplyDelete
  11. Waw... dokter Bowo pasti sudah kenal betul sama kamu, ya? 21 satu bersama dokter Bowo...

    ReplyDelete
    Replies
    1. we??? 21 tahun??? itu 21 tahun yang laluuuuuuuu :D

      Delete
  12. wahahaha lucu juga ceritanya. kalau aku juga ada penyakit semacam gitu juga kok. cuman sama buah rambutan. berarti kita senasih :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. we?? buah rambutan?? sakit apa yang pantangannya buah rambutan yak? @.@
      semoga cepat sembuuuuh :)

      Delete
  13. Ye. Sama kita. Bedanya saya nggak sakit flek paru paru. tapi, ,,,,ada deh. Hehehe.

    Selamat ya udah sembuh. Doakan saya juga bisa sembuh, dan bisa minum es lagi tanpa takut setelahnya pilek berhari hari, dan lama sembuhnya.

    Dokter, terima kasih juga buat mereka. Tanpa mereka saya tidak akan ada sampai sekarang ini.

    Nice post deh buat meyke:))

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi sakit apa?? hehehe

      iya...alhamdulillah. lho? cc belum sembuh ya? semoga cepat sembuh ya cc..:)

      mereka siapa??? wah komentar yang penuh misteri ni @.@

      terimakasiiiih :D

      Delete
  14. alhamdulillah :)
    entar bandelnya nurun loh ke anak kamu ... hihihi

    ReplyDelete
  15. yang terpenting itu. Alhamdulillah sudah sembuh :)

    ReplyDelete