Friday, 10 May 2013

My Part-Time Job, My First Time Teaching TOEFL!!

"Selamat sore Pak...oh ya kemarin sampai apa Pak?"

"Skill 19 mbak.."

"Oh iya pak, sekarang kita mulai Skill 19...jadi,"

"Mbak, itu tasnya nggak ditaruh dulu mbak??"


*keringatdingin
*blank
*pulangkansajaakupadaorantuaku

Ruangan di salah satu kursus Bahasa Inggris yang bisa dibilang terkenal kemahsyurannya itu terasa panas. Padahal AC dalam keadaan ON. Panas dalam ternyata. Gue nya.

Ini hari pertama gue ngajar di sana. Bermodalkan CV dan transkrip nilai terbaru, gue daftar kursus Bahasa Inggris lagi. Bedanya, kalau selama ini gue ngajar anak SD, SMP, dan SMA bahasa Inggris dan juga mengepakkan sayap ngajar Bahasa Indonesia untuk anak SD dan SMP, gue berusaha mengepakkan sayap lagi dengan mendaftarkan diri ke salah satu kursus khusus les Bahasa Inggris. Kursus sebelum ini bertemakan bimbingan belajar, jadi seluruh mata pelajaran. Gue seminggu cuma kebagian ngajar di sana ya...paling mentok 5 kelas. Merasa kurang, gue mulai cari peluang lain. Bukannya apa apa, gue ini sekarang hanya mengurusi diri sendiri dan skripsi seorang. Gue nya yang selalu merasa hidup tak tenang dan senewen serta pikiran mobat mabit tak karuan kalau nganggur keseringan merasa harus berbenah diri.

Berhasil interview, hari ini, yaaa..hari ini!!! Hari pertama gue ngajar di kursus itu.


Pukul 2.30 gue sampai di tepat kejadian perkara. Gue kebagian ngajar 3 kelas, jadi 3 kali 1,5 jam. Di sana, gue ketemu sama temen kuliah akrab gue, Via dan Wida. Mereka senior gue di sana dan juga yang merekomendasikan gue untuk bisa menginjakkan kaki di sana.

Cuman, karena 2 kelas ternyata kosong, kita bertiga bergegas ke kost Wida. Ngadem dan cerita ngalur ngidul sampai jam 6.30.

Berangkatlah kita. Gue ngajar TOEFL!!! Kliennya bukan anak SD, SMP, atau SMA. Dua bapak bapak yang kata Wida merupakan pekerja salah satu perusahaan jamu terkenal se antero Indonesia. Gue ngajar TOEFL Structure menginjak Skill 19!!!

Bayangkan! Ngeliat dua bapak bapak itu saja pikiran gue udah kalang kabut. Ini jelas pengalaman dasyat gue. 

Dan karena saking nervousnya, bahkan gue lupa kalau gue ngajar tas gue masih anggun bertengger di punggung gue. Dan jadilah salah satu bapak mengomentari gue.

Merasa ke-grogian-an gue tertangkap intuisi mereka, gue makin grogi.

"Bodo amaaaaaaaaat, gue udah ada di sini, dan selama 1,5 jam ke depan, apapun yang terjadi gue babat abis!!" Gue memotivasi diri sendiri sekuat tenaga.

Skill 19, skill 20, move on ke 21, 22.

Terkadang saat kadar kegrogiannya sudah pekat, mau soal mudah pun dibikin susah. Gue sampai di skill 22 dan gue blank.

"Ini apa???? Berikan petunjuk padaku ya Alloh??? Ini apaaa????"

Gue santay di luar, di dalam....kayak benang kusut! Gue mikir, cuma walau pun mikir jangan keliatan kalau mikir. Jadi, harus gue baca tu kata kata di buku khan, bahasa Inggris semua man. Kepala gue oleng, mental gue...kalau yang ini dari dulu sih sudah....

sudah oleng -_____-

Nah, gue menjelaskan dengan belibet bersilah lidah padahal gue masih lupa. Udah gitu bapaknya tanya,

"Lho mbak, itu kok bukan was, tapi were???"

Dan...

"Itulah bapak yang sedang menjadi pertanyaan besar dalam benak saya saat ini.."

Dan.......sedetik dua detik, gue tatap lekat lekat tu papan tulis, gue ubek ubek ni memory kembali ke beberapa bulan waktu gue belajar TOEFL di kampus dan, ketemu!!!

Yang gue percaya dari diri manusia adalah manusia mempunyai the power of kefefet! Saat manusia terdesak, tersudut, dan harus bertahan, maka maha Dasyat Alloh akan memperkerjakan orak sedemikian rupa sehingga manusia bisa keluar dari kesempitan itu. Gue percaya itu.

Dan setelah gue tatap lekat lekat, gue inget kenapa bisa begitu. Dan akhirnya gue yang sudah cerah ikut mencerahkan pikiran bapak bapaknya. Alhamdulillah!!

Gue move on ke skill 23,

"Ehm..pak..ini sudah stop di sini atau lanjut skill 24?" Gue liat di jam, sudah tepat waktunya habis.

"Ya lanjut...kamu capek ya?" nadanya tak biasa..

"Nggak kok mbak, ya 1 skill lagi pak.."

Gue hapus tu papan tulis, dan sang bapak saling berbisik..

"Nah, ini lho Jawa banget...suka basa basi jadinya begini..khan jamnya udah habis kok masih nawarin.."

"Iya, sekarang jam nya udah habis padahal..ya masih baru sih pak.."

*IbukpulangIbukakumaupulaaaaaaaaaaang

Atas nama profesionalitas, gue kasih 1 skill lagi..jadilah selama 1,5 jam gue ngajar 6 skill sodara sodara...6 skill itu terdiri dari uraian, contoh, dan 10 soal beserta pembahasan...

Dan finally!!! Fiuuuuh!!!

Lalu kita bercakap sebentar.

"Lha kamu juga sekarang sedang skripsi?"

"Iya pak.."

"besok mau jadi guru atau perusahaan?"

"perusahaan pak.."

"saya malah kasihan lo kalau perempuan kerja di perusahaan. kasihan nanti kalau udah menikah dan punya anak.."

"Pinginnya dimana?", bapak yang satunya bertanya..

"Ehm..nggak di sini pak, di kota besar sih pak pinginnya, cari pengalaman baru.."

"Kamu belum tahu aja di kota besar kayak apa..."

Waduooooh.....

Berakhirlah kelas pertama mengajar umum dalam hidup gue. Ini pertama kalinya. Hari ini hari penuh sejarah!! Hari gue hari ini renyah luar biasa.

Dan gue bersyukur Alloh ngasih teman kuliah macam Via dan Wida. Gue di ayem ayemin, gue dikasih motivasi, gue dikasih masukan. 

"Alah Mey, rapopo Mey...kamu keren kok tadi ngomong terus gitu.wah keren...", kata Via penuh penghiburan.

Mereka, selain menjadi sahabat kuliah juga mulai sekarang partner kerjaku, pemberi motivasi padaku.. Bahkan, hari ini Via ngajar dari jam 9 pagi sampai 8 malam! Dia ngajar 4 kelas. Keren sekaliiii!!!!

Dan mereka tadi habis gajian gitu khan. Punya Wida dibuka, dan itu rupiahnya membawa motivasi tersendiri. Hahaha...

Hari ini daebak sekali!! Jam 8 gue pulang bareng Via dan seperti biasa bercakap cakap penuh motivasi di bis. 

"Kerenlah Vi, itung itung kita ajar kerja, ajar menderita biar besok kalau kerja beneran nggak kaget Vi..."

"Iyo Mey.." Via menganggung takzim., "Biar besok nggak gampang ngeluh karena kita udah kredit rasa berjuang dari sekarng.."

"Iya, jadi besok kita sudah terbiasa..."

Gue bersyukur, dan gue berjanji next time gue akan lebih baik lagi. Gue sudah Pede, gue sudah tahu kemampuan gue, dan gue bisa mengajar lebih baik lagi. 

Alhamdulilllah...

----------------------------------



6 comments:

  1. Buk guru, saya like your postingan, meskipun kayaknya kecapean banget, tapi cara nulisnya full spirit..hehe

    may be itu adalah the power of kefefet...huahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, iya, itu the power of kefefet..karena ada 2 piliha. semangat ati nggak, trus aku memutuskan untuk ya udah semangat aja..hehehe

      Delete
  2. alhamdulillah. semangat terus mey. jangan patah arah. terus maju. karena sesungguhnya kesuksesan dan kebahagiaan hidup itu ada ditangan mu sendiri. kamu yang menentukan sendiri. allah hanya merestui.
    ekhem... *benerin kerah baju*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tumben pinter Ben. hahaha..
      Tapi emang bener sih...semangat lah.. *benerinkatpinggang

      Delete
  3. Semangat kak Mey..
    Wow, kak Meyke hebat.. Ngajar 2 orang dari perusahaan besar..
    Keren2..
    Ajarin aku TOEFL juga dong kak.. :D
    :D

    Bener banget kak, kita harus mulai belajar kerja dari sekarang.. Supaya kita tahu kemampuan dan kelemahan kita dimana.. Supaya nanti kalau kita sudah bener-bener terjun ke suatu tempat kerja yang besar kita ngak kaget lagi..
    Aku juga dapet banyak banget pengalaman dari tempat kerjaku sekarang.. Semangat kak Mey.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Ginty, hehehehe...

      iya, dipersiapkan biar besok hidup nggak penuh dengan kejutan. kalau kejutan ultah sih gapapa, kalo kejutan hidup yang kadang keji ini lah...hehehe

      Oke, semang juga Ginty ya:3

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...