Friday, 31 May 2013

UAN Matematika SMA



Besok pengumuman kelulusan tingkat SMP. Pengumuman buat adek gue, Nicken. Dan ngomongin soal pengumuman, menyeret memory gue ke ehm....*ngitung 7 tahun yang lalu, waktu gue masih unyuk.

Waktu SMP, kala itu, gue yakin lulus. Gue bisa ngerjain setiap soal yang ada, dan saking semangatnya pun gue janjian sama sahabat gue, Uma buat nyatet jawaban di kertas coretan dan nanti kelar test kita cocokkan. Matematika.

Piye seph? Punyamu mana?” Gue menghampirinya di depan ruang serba guna yang terletak di samping pagar masuk sekolah, persis di depan lapangan basket dengan pagar jaring besi yang melingkarinya.
Spontan dengan muka berseri dia membuka lipatan kertas kumal dengan coretan angka berserakan dimana mana.

“waaaah, beda 2, seph...”

Yah, at least, kemungkinan semua jawaban selain dua itu mencapai kebenaran adalah besar.

Dan benar saja, kita bisa melenggang anggun meninggalkan bangku SMP dengan mengantongi segepok nilai yang bisa kita buat modal menggapai bangku SMA yang kita impikan. Dan singkat cerita, kita berdua bisa masuk ke SMA idaman kita.

Nah, ini akar persoalannya. Asal muasal gue sekarang bisa ada di titik ini.

Wednesday, 29 May 2013

Skripsweet 13 (Menuju Puncak!)



Alhamdulillah ya Alloh alhamdulillah ya Alloooh Alhamdulillaaaaaaah....
Hari ini, saudara saudara!!
Hari iniiii.....

"Iya, ini udah revisi lalu masuk ke final...Selamat ya..."

Semendengarnya kalimata sakti mandraguna itu rasanya gue mau nari rumbai seketika, lalu lompat harimau, diakhiri dengan handstand 7 hari 7 malam. Walau pun kalau emang gitu beneran gue bakalan pingsan, tapi ahhh..nggak tau lagi deh apa yang harus gue ucapin dan lakuin sekarang!!

Thesis gue masuk FINAL!! Ibarat kata, gue hanya perlu revisi sekali dan langsung thesis gue melaju mulus ke FINAL, dihadapkan dengan penilaian yang dilakukan oleh Supervisor beserta Second Reader!! Bahagiaaa!!! Gue bahagiaaaaa!!!!!!!!!! Ah, bahagia luarrrr biasa. Ini ngga selama yang gue bayangin!!!

Tentang saya, Tentang Hijab.



Assalamualaikum.....

Bila disuruh menceitakan bertemakan “All About Me”, maka yang langsung tercetak di ingatan saya adalah bulan Mei 2010. Tepatnya tanggal 22 Mei 2010. Hari transformasi saya. Hari saya berubah paling drastis yang pernah ada.

Saya berasal dari keluarga yang tidak begitu religius. Ya, hanya keluarga Indonesia pada umumnya saja. Mulai dari kakek, nenek, Ibu, dan keluarga besar saya, tidak ada yang menghijrahkan diri untuk menutup aurat. Pun saya juga sangat gemar mengoleksi bando dengan berbagai model pada saat itu. Tidak ketinggalan jepit rambut dan segala aksesoris jepit. Koleksi saya sampai satu kaleng pada saat itu. Dan soal sholat, jangan ditanya, serupa saringan tahu.

Lalu, tahun 2007 saya berhasil merengkuh mimpi saya untuk bisa bersekolah di salah satu SMA terfavorit di daerah saya. Dua tahun bersekolah di sana, banyak yang saya dapatkan.

“Ayo sholat dulu sholat dulu...”, 

salah satu teman sekelas saya sering mengingatkan setiap istirahat kedua. Juga, saat jam pelajaran awal kosong, kita serempak sholat Dhuha bersama. Dan sejak saat itu, sedikit demi sedikit saya tercerahkan. Juga, saya mempunyai 3 sahabat dekat. Walau pun kita tidak pernah menempati kelas yang sama selama tiga tahun di SMA, tetapi karena kita sering pulang dan berangkat bersama, juga les mata pelajaran tambahan bersama, dekatlah kita satu sama lain. Salah satu dari mereka sudah mengukuhkan niat untuk berhijab sejak memasuki jenjang SMA. Dan yang kedua, telah menguatkan niat untuk menutup aurat menginjak kelas tiga. Namun, saat itu sedikitpun tidak terbersit niat untuk melakukan hal yang serupa.

Bahkan, saat kelulusan tiba, saya meneruskan pendidikan saya ke salah satu perguruan tinggi Kristen yang berlokasi dekat dengan SMA saya.

“Ah, nggak papa aku sekolah di sini. Toh aku emang nggak ada niat buat pake jilbab..”, ucapku pada sahabat sahabatku itu.

Rencananya, saya akan mengubah diri saya menjadi lebih feminine dengan mengoleksi rok selutut.

Tuesday, 28 May 2013

Terimakasih, Dokter! Semangat!



“Dokter”

Kalau ada pertanyaan semacam,

“Apa yang kamu fikirkan bila mendengar kata Dokter?”

Lalu secepat kilat angan saya akan terlempar di banyak tahun yang lalu.

“Ke, nggak boleh minum es! Udah to, kamu itu makan roti aja. Roti itu terbuat dari es.” Dan kala itu saya percaya. Kalau roti terbuat dari es. Dan menginjak SD kelas 3 saya baru tahu kalau itu tak lebih dari sekedar penipuan. Intinya, saya tidak boleh makan es. Titik

Dan larangan itu bukanlah tanpa alasan. Dan alasan itu bermula dari 21 tahun yang lalu, saat saya masih berumur satu tahun.

Saya adalah anak pertama dari Ayah dan Ibu saya, sekaligus cucu pertama dari kakek nenek saya. Dan tiba tiba saat saya berumur satu tahun, suatu ketika saya panas. Lalu, saya sesak nafas. Dada saya  mengembang dan mengempis serupa ada yang melonjak lonjak di dalam dada saya. Nafas saya tersengal sengal, dan keringat saya menganak sungai. Pernah, kata Ayah, saat saya juga masih berumur satu tahun, suatu malam, tepatnya dini hari, saya sakit parah. Bahkan, saya sangat susah bernafas dengan dada naik turun yang tidak stabil. Lalu, dengan digendong Ibu, Ibu dan Ayah nekat pergi ke salah satu rumah dokter. Waktu itu Ayah dan Ibu masih berdomisili di Magelang. Dan karena panik, Ayah saya menggedor gedor pagar dokter itu, dan akhirnya saya bisa tertolong.

“Ike, nggak boleh makan es.”

Sejak saat itu, sejak berumur satu tahun saya dilarang keras minum es. Tidak hanya es, bahkan dengan mudahnya saya jatuh sakit karena AC yang terpasang di slaah satu bioskop di kota saya. Dulu, bersama Ayah dan Ibu , saya sering pergi ke bioskop Garuda namanya. Dan tiap kali habis pergi, kalau sedang tidak beruntung, saya jadi masuk angin. Kata dokter, paru paru saya ketiban flek.

Monday, 27 May 2013

Sekerat Pelajaran dari Emperan Toko PAULINE

20.30 WIB

Sesampainya gue di depan toko baju anak anak Pauline, tepat di pertigaan mengarah ke Bandungan, puncaknya orang Ambarawa dan Semarang, gue langsung menempelkan pantat gue dengan bijaksana ke teras toko. 

Tas backpack gue yang isinya subhanalloh cenderung inalillah gue daratkan dengan mulus ke samping gue. Gue berbisik pada pundak gue,

“Pun, cabal eaa..kapan kapan kamu aku service..”, gue pijat pelan pelan secara bergantian. -Dia mengangguk pelan-

Gue menebarkan senyum ke seorang wanita seumuran gue yang duduk tepat di kiri gue. Ini jumpa kita kali kedua.

Pulange jam segini terus to?”, gue tidak sanggup diam saja.

Iyo mbak..”, lesung pipinya tercetak samar.

Kali pertama kita ketemu, dia menyebutkan rumahnya di Banaran, Grabag. Dan kali kedua kita bertemu, hari ini.

Nak pulang jam segini terus mbak?” kembali gue melemparkan tanya.

“Iya mbak...”

“Uhm...padal kalau pagi harus berangkat jam berapa mbak?”

“Jam setengah enam, mbak..”

“Waduoooh, padahal jam segini baru sampe sini, trus nanti bisnya datangnya jam berapa Mbak?”

Saturday, 25 May 2013

Pojok Pulsa, Solusi Tepat dan Praktis Mengisi Pulsa



“Me, koq beyum masuk pulsanya yach??”,

Dan kembali saya memencet mencet tut HP saya.

“send”

Entah untuk berapa kalinya lagi saya harus berkutat dengan hal yang sama.

“Maykeee...mana pulsanya? Udah aku tunggu tujuhharitujuhmalam sejam kok belum masuk juga?”

Lalu saya secepat kilat membalasnya,

“Aduuuh, maaf ya Rin. Ini lagi dalam perjalanan... kayaknya macet pending nih. Di-wait ya..”

Tak selang berapa lama, SMS dengan maksut senada juga masuk. Lalu disusul lainnya. Bertubi tubi. Sayanya stress..

Ya. Terhitung sejak tahun 2010 lalu, saya mencoba peruntungan bisnis pulsa elektrik yang cakupan pembelinya meliputi Ayah, Ibu, keluarga besar, teman kuliah, dan juga tetangga.

“Mey, beli pulsa 10ribu reguler ya...thx”

Wangi Tanah Bertemu Hujan



Menembus kaca jendela bis, aku amati setiap butiran yang jatuh. Aroma tanah bercampur air yang khas tiap kali hujan turun melemparkan ingatanku pada bulan ke sebelas  tahun  2011 . Karena bagiku, selama bertahun tahun aku menempel di hatinya, bila ku harus memilih memory terbaik, maka akan aku pilih hari itu. Kenangan yang akan selalu menempel, menggeliat geliat tiap kali hujan turun, dan aroma tanah basah menyerbu hidung.

“Tidur saja dulu...”, sambil menepuk lututku, suaranya menembus mantel yang kita pakai berdua. Meringkuk, aku berlindung di balik punggungnya. Kakiku jelas tak terselamatkan, hujan sebesar biji jagung terus turun tanpa ampun. Berbanding terbalik dengan kakiku, hatiku suam suam kuku. 80% celcius.

Kita disambut hujan kala itu saat dia menemaniku menggali pengalaman pertama menjadi tenaga pengajar tambahan di salah satu rumah muridku.

Dan dalam hamburan air hujan, aku gali kenangan itu.

Friday, 24 May 2013

Skripsweet 12


Kali ini gue lagi di ruang Access Cuma berdua sama temen gue, Tiwi.

Dan mumpung ada waktuuu sebelum gue nanti ngajar lagi, gue mau nulis..............

Ehm, nulis......SKRIPSI gueeeeeeeeeeeeeeeeeeee!

14 MEI 2013 !!

Hari itu gue bahagiaaa.... Pasalnya akhirnya –hati- thesis gue bisa move on ke Second Reader!!!

Itu apa Mey?? Itu proses apa Mey?

Jadi gini, beberapa hari sebelumnya, gue khan cerita INI. tentang kekecewaan gue kalo ternyata gue masih harus revisi dan sekaligus memadamkan harapan gue untuk bisa ke second reader kala itu. Setelahnya, gue revisi tujuhharitujuhmalam. Lalu, gue kumpulin gitu khan ya...

Gue terus berharap dan berdoa bisa cepet move on. Plan gue, gue ingin mengatamkan perkara ini secepatnya dan gue bisa fokus mengajar ke lembaga gue sekarang, make money, dan dolan dolan, salah satunya dolan sampai puas ke Jogja dan menginap di tempat sahabat gue, Uma, sebelum akhirnya gue dapat kerjaan yang tetap.

Nah, akhirnya do’a gue didengarkan Alloh sodara sodara!

Akhirnya, saat gue ambil hasil revisi 3 gue, Bapak Pembimbing yang baik hati menyerahkan hasil revisi gue dengan ditempelkanlah suratcinta memo yang artinya gue bisa boleh meneruskan perjalanan gue ke Second Reader.


Thursday, 23 May 2013

I'm running like a mad

It is not the matter, for now..

After Monday, will be Tuesday, and Wednesday, so what is the matter?

One plus one equals to two, so what is the matter?

No matter how big the matter is, it doesn't matter..

Run like a mad, work to the death...

Now, lying down on my bed, feel pathetic, feel like....I....stuck still

But then, what the hell is the matter?

After morning comes noon, and afternoon, evening, continued by night...

Just run..run until you cannot move your leg,

Run...until when you turn your head back...

nothing left...your heart.

Wednesday, 22 May 2013

GAMSAHAMNIDA, TERIMAKASIIIIIIIH :)

22 Mei 2013

*berdiri
*cincing rok
*naikmimbar
*ngetes mic

“tes...tes...123 tes..321...tos.”

Assalamualaikum....

Wah, akhirnya tanggal ini di tahun ini datang juga. Perasaan baru kemarin aku digendong Ibuk pake topi bundar lalu nyanyi, “Bababa ahh...”.

Perasaan baru kemarin aku girang tiap jam 3 sore ada kartun Tom and Jerry di TVRI yang gambarnya Cuma hitam dan putih.

Perasaan baru kemarin aku pulang nangis,

“Buk, aku oya oyeh kepot buuuk...”, Iri melihat teman temanku yang usianya 3 tahun di atasku menerima rapot, dan aku didiskriminasi karena memang aku hanya sekedar titipan.

Perasaan baru kemarin aku sehabis dianter Ayah sekolah, lalu temanku, Iis, teman TK ku, tergopoh gopoh menyambangiku,dia bilang...

“Ike Ike..aku tumbas parfum anyarrr...Ki ambune inuk lho...”, Lalu seketika aku mengendus endus keteknya. Bener, baunya harum bunga melati. Sekarang Iis sudah punya anak.

Perasaan baru kemarin aku dan teman teman bermain layangan, lompat tali, sundamanda, kelereng, teletubbies teletubbisan, betengan, ngesot ngesot di tebing, main air di sungai yang dulu airnya masih jernih.
Perasaan baru kemarin aku dan teman teman sekampung cari cengkeh di kebun kebun, dikeringkan, lalu dijual. Lalu, kita patungan pinjam VCD film India dan nangis berjamaah di rumah Vina.

Perasaan baru kemarin aku dan teman teman Takbiran naik truk dan berkeliling seantero Ambarawa dan sekitarnya, juga menggemakan takbir melalui corong mesjid sampai subuh.

Perasaan baru kemarin, and time runs extremely fast.

Dan bila Alloh bertanya padaku,

“Sampai hari ini, apa yang kurang dalam hidup mu Meykke?”

“Alhamdulillahirrabil ‘alamin”

Alloh memberiku begitu banyak memori indah, Alloh memberiku kesempatan dan waktu. Alloh memberikanku tenaga, orang orang terkasih. Alloh sudah memberikanku segalanya yang aku butuhkan untuk saat ini. Dan syukur yang tiada terkira karena I can be what I am now. Dan untuk sekarang, semuanya lebih dari cukup untukku. Alloh Maha Baik, Alloh Maha Segalanya.

Dan tanpa tendensi untuk menulis script telenovela Mexico, script Film India yang mendayu dayu atau script drama Korea yang mellow syahdu selevel,

“Tolong, tinggalkan aku saja. 3 bulan lagi aku akan meninggalkan dunia ini. Aku divonis kanker usus. Bila kau terjerat lebih dalam, bagaimana kau akan melangsungkan hidupmu kelak saat aku sudah tak ada lagi di sisimu?” Lalu menangis dalam diam sambil berpelukan di tepi pantai saat senja. Mehek sekali.

Nehi. Hidup selama ini, begitu banyak orang yang aku syukuri kehadirannya, yang kehadiraanya membawa semarak dalam hidupku, yang kehadiraanya serupa crayon di ‘buku gambar’ku.

My family and two young sisters!

Yang telah mengantarkanku ke dunia yang fana ini. Membesarkan ku walau sampai sekarang belum besar besar juga. Memberikanku pendidikan yang terbaik. Yang dengan segala upa daya nya selalu berusaha mengabulkan setiap permintaanku. Dengan membanting tulang, memenuhi segala kebutuhan yang ada.

Perasaan baru kemarin aku dilemparkan ke atas, di tepi pantai Parangtritis, dan kita dibidik. Lalu bila kita berjalan jalan, aku sering dibelikan tank, pesawat terbang, dan juga boneka Susan yang matanya bisa digerak gerakkan. Seru seru mistis.

Perasaan baru kemarin ulang tahun ku yang ke5 dirayakan, serupa ini....



Ibu yang kalau aku sakit diobatin, aku dikelonin, setiap hari aku disiapin sarapan dan dibekali seperangkat tepak dan gembes untuk bekal merantau.

Kedua adikku, Nicken yang nama di fbnya PrinczzTrsenyumWlupnDickiti yang sekarang akan move on ke pendidikan primer ketiga, dan Astrid yang juga akan move on ke bangku pendidikan primer nomor satu berseragam serupa bendera Indonesia.

Mbah Putri dan Mbah Kakung, Eyang putri dan Eyang Kakung, yang karena andil dari mereka pula aku bisa ikut menyemarakkan dunia fana ini. Om, bulek, Budhe, Pakdhe, Om dari Budhe, Mas dari Pakdhe, Sepupu, Sepupu level nenek, anaknya ibunya kakaknya sepupunya adiknya ibunya ayahku, adiknya ibunya keponakannya budhenya omnya Ibuku, semua keluarga besar. Keluarga besar yang tiap hari masih bisa bersua dan berbagi cerita... Gomawooooo 

Dihitung dari waktu kehadiran, terimakasih untuk teman desaku yang juga teman TK dan SD ku.

Tuesday, 21 May 2013

MY NEW RECORD : NGAJAR 9 JAM NONSTOP!!!!




“Pak!! Tebak aku hari ini ngajar berapa jam Pak???”, gue dengan penuh antusias berkelakar di sepanjang perjalanan pulang. Ayah gue hanya menggut manggut mendengarkan segala cerita gue.

“Pak!! Aku ngajar 9 jam pak!! Bayangkan Pak! Aku ngajar aku dari jam 11 sampai jam 8 malam marathon pak!!!”, semangat gue meletup letup. Ayah gue tersenyum. Hati gue merona kayak pipinya mbak iklan Ponds!!

Yak!! Dimulai dari bangun dengan malas malasan pukul 6.30, pastinya sebelum itu sempat bangun untuk menunaikan sholat Subuh. Lalu, gue tidur lagi sebentar. Kemarin malam gue pun ngelesi sampai jam 7 malam mulai dari pagi jam 8.30. hanya saja kemarin gue hanya kebagian ngajar sebanyak 3 jam saja. Dan hari ini, waktu gue sampai sana pukul 9, gue dikasih kabar kalau gue ngajar jam 11 terus dan terus sampai jam 8 malam. Tanpa break time. Gue ngajar 6 kelas, dan per kelas berdurasi 1, 5 jam. Total semua kelas adalah 9 jam. Marathon!

Tentunya ini bukan hal baru. Gue juga pernah ngelesi 8 jam marathon, yaitu 8 kelas di bimbingan belajar sebelum ini. Kisah serrrru nya ada di .SINI

"Jadi, tips biar jadi orang sukses itu ada 5 mbak!"




“Miss..karena Miss Via dan Miss Wida khan hari ini ngurusi seminar, jadi Miss Meykke hari ini ngajar 6 kelas ya...”

Gue syok. Proses kalkulasi langsung terjadi di benak gue. 6 kelas, oke fine. satu kelas tidak kurang dari 1,5 jam. Itu artinya gue harus ngajar selama 9 jam!! Daebak!!!

Seperti yang udah gue ceritain di sini kalau gue baru baru ini mencoba mendaftar ngajar atau jadi tenaga pengajar di salah satu kursus Bahasa Inggris di Salatiga. Alhamdulillah, keterima. Juga, karena partner kerja gue adalah temen deket gue semua, maka indahnya dunia kerja gue. Wida dan Via memegang peranan penting dalam nasib pekerjaan gue ini, karena melalui tangan mereka juga gue direkomendasikan.

Udah hampir 2 minggu ini gue kerja di sini. Toh, alhamdulillah skripsi gue ibarat jalan sama Dora, gue udah melewati lembah, naik, gunung, dan rumah nenek sudekat..tinggal ketok pintu, kalau dipersilahkan masuk sudah bebas perkara. Aamiin.. Gue tinggal menggantungkan nasib masa depan gue ke Second reader. Jelas gue udah nggak ada kerjaan selain berburu wifi di kampus guna download drama Korea dan liat drama Korea di kamar sambil leyeh leyeh minum kopi.

Dan anehnya gue adalah, kalau udah sehariii aja gue liburan, maka hari berikutnya gue malah stress. Gue cenderung orang yang suka bertemu orang banyak, suka pergi pagi dan pulang sore, dan nggak suka kalau Cuma leyeh leyeh lebih dari sehari. Bukannya sok sibuk, gue soalnya kalau nggak ada kerjaan, giliran otak gue yang banyak kerjaan mikirin hal hal yang seharusnya nggak perlu dipikirkan. Capek, gue capeeeeek.... *ngesot. Mending gue capek tubuh sampai berkunang kunang daripada........galau. Ini lebih...ehm..lebih..mematikan.

Sunday, 19 May 2013

PANDUAN LENGKAP MENJADI COMMUTER HANDAL


Menjadi commuter selama 7 tahun tidak ada salah buat gue untuk menulis tips dan trik berikut.

*Tapi Me, commuter itu apa? Kok ini tulisannya Panduan Lengkap Menjadi Commuter Handal? Apa ini 11 12 dengan Panduan Lengkap Menguasai Microsoft Word, atau Panduan Sukses Berternak Ayam Kalkun, atau bahkan Panduan Jitu Menakhlukan Hati Wanita?

Nehi. Commuter adalah orang orang yang harus mengarungi jarak yang relatif jauh pulang dan pergi setiap hari. Entah untuk menuntut ilmu atau menggali rejeki.

Bagi gue, menjadi commuter tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak hal yang harus diperhatikan. Juga, commuter dan anak kost walau pun menghadapi kesulitan yang cenderung kontrast tetapi level kesulitannya bisa senada.

Dan bukan. Commuter yang akan gue bahas di sini bukan commuter yang jarak tempuhnya hanya sebatas 1 sampai 15 km. Itu walau pun memang menglaju tetapi jaraknya masih dibilang dekat dan tidak serempong yang mengarungi jarak 20 sampai 30 km.

1. PERKARA BEKAL

Ini penting nomor wahid. Nasib di perantauan sangat ditentukan oleh barang barang yang kita bawa.
Dan gue setiap hari membawa barang serupa ini.



                1. LAPTOP

                Gue yakin dewasa ini hampir semua anak kuliah pasti punya laptop. Bahkan sekarang ini peran buku dan bolpen sudah tergeser oleh kehadiran si laptop ini. Bagi gue, laptop ini jelas sangat berharga. Di sana semua kejadian yang terabadikan berjejeran, di sana semua peluh mengumpul, semua pemikiran mengendap. Dan hampir setiap hari gue membawa Lee Suhi. Leeptop Asus Hitam. Apalagi pemburu wifi demi lancarnya pengembangan kehidupan gue di dunia maya, gue jelas butuh banget.

                2. CHARGER LAPTOP DAN HAPE.

                Hanya membawa laptop saja tanpa charger nya serupa memakan pecel tanpa sambal kacang. Berhubung gue menghabiskan lebih banyak waktu di sekitar kampus pada hari biasa, gue berangkat pagi lalu pulang magrib atau jam 8 malam bila mengajar sebagai part timer, maka charger sangat penting untuk menyambung hidup Suhi dan HP gue.

                3. DOMPET

                Bila charger adalah penyambung hidup Lee Suhi, maka dompet adalah penyambung langkah kaki gue. Tanpa dompet yang berisi uang, gue nggak bisa mengarungi jarak 25 km dengan bertengger nyaman di seat bis. Nyaman?? Errrr..

Saturday, 18 May 2013

[BeraniCerita #12] Gadis Bersepatu Butut




Dengan berbekal secangkir kopi hangat dan beberapa potong brownies, sambil duduk santai di sebuah sofa menghadap langsung ke kaca besar yang menembus ke jalan raya aku menghabiskan hampir setiap sore.

Kali ini hujan besar menggempur Ibu Kota. Sambil sesekali memandang keluar, tanganku lincah menari nari di atas tut huruf. Mataku terhenti. Berjalan seorang diri, seorang anak kecil dengan payung rombeng sambil memeluk erat buku buku yang beberapa sampulnya sudah terlepas. Celana kolor putih tulang, kaos oblong bergambar ultraman, serta sepatu butut berwarna merah dirasa sudah cukup menghangatkannya.

“Mbak, gadis itu siapa ya?”, penasaranku seketika memuncah.

“Nggak tahu Mbak, setiap sore dia tidak pernah absen lewat sini sambil membawa banyak buku seperti itu. Bajunya pun hanya itu itu saja. Anak pemulung kali Mbak, mau menjual hasil tangkapannya.”, jawab salah satu pelayan sambil sibuk mengelap meja sebelah.

Friday, 17 May 2013

Mengambang Di Waduk KedungOmbo, Sragen.


Sejauh mata menyapu, hamparan air dengan ombak minimalis berkilat kilat diterpa sinar mentari siang. Jauh di batas pandang, kapas langit putih bersih berarak arakan. Bertumpu di geladak depan paling ujung, menyambut angin sepoi sepoi, dan ujung jilbab berkibar berjuntai...Tinggal berdiri lalu menelentangkan tangan ke samping rata rata air...Pas. Kalau di Titanic, Rose dan Jack lalu berasyuk masyuk, kalau saya tinggal nyebur. Dah...tamat.



Hap!! Jam menunjukkan pukul 2 kurang 8 menit ketika kita melangkahkan kaki ke Waduk Kedungombo, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen (± 29 KM dari Solo atau ± 31 KM dari Sragen). 

Setelah menghela nafas dan menunaikan sholat di mushola terbuka di area Waduk, kita melanjutkan perjalanan kedua kita. Untuk bisa menapakkan kaki di sini bukannya tanpa tantangan. Jalannya subhanalloh cenderung inalillah. Uma yang dibonceng Agam berasa seperti naik kuda binal. Jalannya rusak sangat parah dengan aspal yang hancur berkeping keping. Dugaan saya jalannya gagal move on.

“Waa!! Agam! Aaa..Waa...Waa!!Agam Aaa!!” Agamnya stress.

Saya yang dibonceng Angga menyerahkan sepenuhnya nasib saya padanya. Sedikitpun saya tak bergeming. Berkata kata pun tidak. Entah kenapa, saya malah mengantuk.

Alhamdulillah dengan cukup 3.500 rupiah per tubuh, kita bisa sepuasnya menikmati kilahan air sejauh mata memandang. Luarrrr biasa!

Kebahagiaan serasa memuncah muncah melihat air yang memuncah muncah seperti ini. Luasssss sekali. Ombo!! Jelas ombo, kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area seluas 6.576 Ha yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan daratan seluas 3.746 Ha. Waduk yang mulai dibangun pada tahun 1980 dan selesai pada tahun 1991 ini terletak di 3 (tiga) wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Sragen, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Grobogan. Waduk Kedung Ombo dibangun pada pertemuan Sungai Uter dan Sungai Serang yang terletak di Dukuh Kedungombo, Desa Ngrambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Daebak!!

Tanpa ba bi bu, kita langsung memasang badan dan...cekerek!!

Blog Gue : Kenapa Oh Kenapa???


Waaaaah, setelah tahu tema Best Article BE buat bulan ini, gue jadi langsung pingin menari narikan jari lentik gue ke deretan penyusun bahasa di Lepi. *bilangajakeyboard *belibetamat

Melalang buana di dunia perblog an selama hampir 5 tahun pastilah gue udah melakukan evolusi nama blog. Ada 2 nama yang akan gue bahas kali ini. Sebenarnya gue ganti nama nggak Cuma dua kali sih. Pernah blog gue gue kasih nama Black, White, and Colorful. Alasannya waktu itu karena ya...biasalah waktu gue menginjak tangga keababilan, gue ngerasa hidup gue ini ada sisi putihnya, ada sisi kelamnya, dan pastinya juga pernuh warna.

Pernah juga gue ganti blog gue jadi Fried Banana and A Cup of Hot Coffee. Alasannya karena waktu itu gue lagi suka sukanya makan pisang goreng sambil minum kopi panas.

Nah, dan tahun 2011 gue berkemantapan hati.

“Ini tidak boleh terus seperti ini. Aku harus menemukan nama yang bisa mengubah nasib blogku.”

Gue berpikir keras waktu itu, keras sekali.

Dan timbullah sebuah nama yang gue pake sampai menginjak pertengahan tahun 2012.

Bahkan gue selama periode itu juga ganti header beberapa kali. Mau liat masa lalu gue? Yah, nanti gue nggak bisa move on gimana? *abaikan


Wednesday, 15 May 2013

Menjenguk Kakek dan Nenek (Moyang) di Museum Situs Purbakala Sangiran, Sragen.


Tanpa berpikiran kotor, saya menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Di benak saya berputar putar banyak pertanyaan. Apakah awal mula dari manusia itu adalah hasil evoluasi maha dasyat dari seekor binatang serupa kera, atau awal muasal manusia itu dari Adam dan Hawa yang memakan buah kuldi terlarang dan diusir dari surga, atau apakah Adam dan Hawa memang terusir dari surga dan memang mereka adalah dua ekor kera yang siap mengadakan evolusi untuk menyemarakkan dunia fana ini.



Kali ini saya beserta teman unyu saya menuju ke sebelah utara kota Solo, tepatnya di desa Krikilan, kec. Kalijambe, Kab.Sragen.

Mau kemana kitaa????

11 Mei 2013

Ini adalah perjalanan kali ketiga saya beserta teman teman unyu saya. Kami memulai semua ini sebulan yang lalu dengan melakukan Pendakian Di Gunung Andong. Lalu, dengan rencana dadakan, kami mendaratkan langkah mengeksplorasi tempat bersejarah di Ambarawa serupa Benteng Willem 1,Ambarawa, lalu naik  Wirogomo dan bersua dengan Kilahan Air Meluncur di Curug Kembar Bolodewadan diakhiri dengan mampir di Candi Dukuh.

Dan, here we are!!! Menjenguk kakek dan nenek (moyang) di Museum Situs Purbakala Sangiran, Sragen.

Kali ini salah satu teman saya, Yanta, tidak ikut dalam jajaran personil karena kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan. Hehe..dan senang bukan kepalang karena saya juga ditemani personil baru, sahabat saya, Uma.
Jadilah kita berempat. Saya, Uma, Angga, dan Agam.

Yuk kencangkan sabuk pengaman, dan kita akan berkeliling museum yang merupakan salah satu Warisan Budaya Dunia “World Heritage List” Nomor : 593 sejak tahun 1996. Dengan demikian pada tahun tersebut situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Setelah sempat tersesat (seperti biasa) dan meminta petunjuk kepada penjual gorengan di depan sebuah Alfamart, akhirnya kita bisa kembali ke jalan yang benar dan menemukan Gapura menuju Museum ini.

Monday, 13 May 2013

I'm Sorry I Love You


Sorry....
Although you hurt me like a hell
I keep loving you to the death...
I am sorry..although my heart was broken into more than just damn pieces
Love is still glowing more than just damn stars...
I am sorry, ai lop yu.

----------------------

Eits, stop!
Bukaaaaan...bukaaaaan...
Kalau kamu buka postingan ini dengan harapan untuk  membaca barisan kata kata hasil perasan hati yang terberai berai, salaaaah...nehik.

Mengingat cinta di dunia nyata tak semehek itu.Mari kembali ke jalan yang semestinya. Instead, kali ini aku akan membahas tentang drama Korea yang menurut versiku berada dalam jajaran drama Korea paling menyedihkan dan the most heartbreaking Korean drama!!

Dari berpuluh puluh drama Korea yang pernah aku tonton, ini itu yang paling bikin hati tercacah cacah.

Memangnya apa saja yang sudah kamu tonton?

Ehm..let me mention.

Mulai dari drama jaman baheulak serupa Full House, Sassy Girl Chun-Hyang, Endless Love. Terus ada pula drama Korea bersetting dinasty atau kalau di Indonesia ya sebelas dua belas sama Angling Darma begitu, (tapi bukan Dendam Nyi Pelet) seperti Faith, Moon that Embraces The Soon, Queen Seon Deok, Jewel in the Palace (favoriteku bidang dinasty), Sungkyunkan Scandal, lalu yang sedang dalam proses ditonton itu Gu Family Book, dll. Ada pula yang di mixed antara masa dinasty sama masa sekarang yang fantasy banget alias kebanyakan ngayalnya seperti Rooftop Prince dan Queen Ihyun’s Man, lalu My Girlfriend is Gumiho yang jatuh cinta sama sebangsa setan, Secret Garden dan juga Big yang miapah banget ruh bisa bertukar tempat.  Yang lainnya ada Dreamhigh yang seputar anak kuliah sekolah musik saling jatuh cinta, Prince Hours dan Princess Hours, Love Rain dan Heartstring yang flat cenderung so sweet, My Princess, Shut Up Flower Boy Band dan Marry Me Marry dan Cheondamdong Alice dan Flower Boy Next Door dan King of Drama dan Scent of Woman dan Coffee Prince yang ceritanya ringan romance , Reply 97 yang lucu tapi romance, Arang Magistrate yang juga percintaan antara manusia dan ruh (ini juga yang main Shi Min Ah, pemain di My Girlfriend is Gumiho), Can We Get Married yang so sweet cenderung mellow, I Miss You dan Nice Guy yang kisah cintanya berat tapi berakhir bahagia, Love To Kill yang waduh, ini cintanya beraaaat banget dan akhirnya mati semua bersama sama di atas gunung bersalju saling berpelukan, mantep banget. Tak kalah berat ada 49 Days yang juga ada kaitannya dengan ruh dan sad ending. Ada pula 7th grade civil servant yang sebelas dua belas sama City Hunter dan King2Hearts, ada berkelahi berkelahi keren gitu, Boys Before Flowers dan Playful Kiss yang alur ceritanya bagus dan nggak flat, juga romance beuud!, Operation Proposal yang juga khayal banget karena bisa rewind waktu, dan masih banyak lagi.
-------------------------------------------




“Eun-Chae, Mihanhamda, Saranghanda”

Itu kata terakhir sebelum si Cha Moo Hyuk mengendarai motor ngebut, lalu darah terkucur kucur dari hidungnya, dan.....

Memang apa yang sebenarnya terjadi pada mereka? Mengapa harus ada darah dan naik motor ngebut disertai kenangan kenangan Cha Moo Hyuk bersama Song Eun-Chae berkelebat di benaknya? 

Sunday, 12 May 2013

Mampir di Puing Puing Hati(coret) Candi Dukuh



Satu..dua..tiga..empat...limaa...

Saya hitung titian demi titian tangga menuju ke Candi Dukuh. Energi yang sudah terkuras karena sebelumnya saya dan kedua teman unyu saya sudah berpusing pusing di Benteng fenomenal nan eksotis, Benteng Willem 1, Ambarawa lalu dilanjutkan menjelajahi sawah, kebun dan menerobos hutan untuk bisa melihat kilahan air berterjunan di Curug Kembar Bolodewa, kini semakin terkuras. Ditambah lagi beberapa kali saya mendengar ‘klutuk..klutuk..’ dari salah satu organ dalam saya.

“Duh...masih jauh Yanta?”, tanya saya tak sabar. Puluhan tangga menjulang di depan kita, berkelok kelok serupa ular panjang.

“Bentar lagi..”

Benar saja, setelah mencapai tangga terakhir, dan jalan sedikit..sampailah kita pada Candi yang berada di naungan pemerintah daerah ini dan salah satu peninggalan Prabu Brawijaya V, tentu saja bercorak Hindu.



Friday, 10 May 2013

My Part-Time Job, My First Time Teaching TOEFL!!

"Selamat sore Pak...oh ya kemarin sampai apa Pak?"

"Skill 19 mbak.."

"Oh iya pak, sekarang kita mulai Skill 19...jadi,"

"Mbak, itu tasnya nggak ditaruh dulu mbak??"


*keringatdingin
*blank
*pulangkansajaakupadaorantuaku

Ruangan di salah satu kursus Bahasa Inggris yang bisa dibilang terkenal kemahsyurannya itu terasa panas. Padahal AC dalam keadaan ON. Panas dalam ternyata. Gue nya.

Ini hari pertama gue ngajar di sana. Bermodalkan CV dan transkrip nilai terbaru, gue daftar kursus Bahasa Inggris lagi. Bedanya, kalau selama ini gue ngajar anak SD, SMP, dan SMA bahasa Inggris dan juga mengepakkan sayap ngajar Bahasa Indonesia untuk anak SD dan SMP, gue berusaha mengepakkan sayap lagi dengan mendaftarkan diri ke salah satu kursus khusus les Bahasa Inggris. Kursus sebelum ini bertemakan bimbingan belajar, jadi seluruh mata pelajaran. Gue seminggu cuma kebagian ngajar di sana ya...paling mentok 5 kelas. Merasa kurang, gue mulai cari peluang lain. Bukannya apa apa, gue ini sekarang hanya mengurusi diri sendiri dan skripsi seorang. Gue nya yang selalu merasa hidup tak tenang dan senewen serta pikiran mobat mabit tak karuan kalau nganggur keseringan merasa harus berbenah diri.

Berhasil interview, hari ini, yaaa..hari ini!!! Hari pertama gue ngajar di kursus itu.

Thursday, 9 May 2013

Bersua Kilahan Air Meluncur di Curug Kembar Bolodewa, Wirogomo



Saya tatap lekat lekat hamburan air yang menghempas bebatuan di bawahnya. Dongakkan kepala, Rentangkan tangan dan nikmati titik titik pias air yang membasahi wajah saya. Dan saya dibidik.



Saya bahkan sudah tidak ingat lagi kapan terakhir saya melihat air berhamburan membentuk piasan piasan seumpama spray alam seperti ini. Seingat saya, saat kuliah saya juga belum pernah, saya tengok memory saya sewaktu SMA pun nihil. Dan saya sadar satu hal. Dulu dulu saya kemane aje??? Miapah!

Dan berkat ketajaman mata Yanta saat mengendarai motor, sampailah kita di curug ini, curug Kembar Bolodewa di puncak desa Wirogomo, Banyubiru, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia Raya.

Wednesday, 8 May 2013

Sahabatku, Motivatorku

sumber


Assalamualaikum...

Bila bicara tentang sahabat, maka banyak hal yang langsung muncul di pikiran saya. 

Sahabat bagi saya memegang peranan yang besar, andil yang sangat significan. Kali ini saya akan bercerita tentang tiga sahabat saya. Apa yang sudah mereka berikan kepada saya, hal hal yang telah mengubah sedikit banyak hidup saya.

Mashlahatul Umami. Awal mula kita bertemu dan berkenalan saat kita masih berseragam putih biru. Ya, 10 tahun yang lalu, saat saya masih duduk di bangku SMP kelas 1. Saat itu dia juga menjadi ketua regu Pramuka, regu Matahari.

“Menyebalkan!”, satu hal yang sangat membekas dalam hati saya dulu. Dia pemimpin yang galak, dan tidak santai. Lalu, kelas 1 terlewati, kelas 2 pun terlewati, dan beranjak kelas 3 SMP, kita ditempatkan di kelas yang sama, 3F. 

Entah bagaimana prosesnya kita bisa satu bangku. Setiap hari berbagi meja bersama. Dan ternyata bukan hanya itu, setiap hari, kita beradu argumentasi. Terkadang kita merewelkan hal hal kecil, lalu kita senewen terhadap tingkah laku keras masing masing, tetapi selalu kembali melunak pada akhirnya. Pertengkaran membuat kita semakin akrab. 

Kamu tahu berapa lembar surat yang dia berikan kepada saya saat ulang tahun saya yang ke 15 tahun 2006? 7 lembar. Berisikan gambar kue ulang tahun yang dia gambar sendiri, lengkap dengan 4 buah kejelekan saya versi dia, ada pula puisi berjudul Special Day yang juga merupakan buah pikirannya kala itu. Saya masih suka senyum senyum sendiri tiap kali membacanya. 



Lalu, ada juga halaman yang berisikan gambar benda benda kita yang kita beli kembar. 

Monday, 6 May 2013

Ayo Layangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!!


“Tarik tarik....”, ucap seorang anak laki laki seakan memberi komando ke anak laki laki lainnya yang sedang menarik ulur –hatiwanita- benang berujung layang layang, melayang layang, berkelok kelok lincah di langit.

“Saiki sendal! Disendal cepet!!”, seorangnya lagi seakan tidak mau kalah. Dia bilang tarik saja secara tiba tiba.

“Yah, pedooot...mau kurang kuat sing nyendal ok yo dadi kalah...”, Dan pada akhirnya bercelotehlah lagi anak laki laki lain mencerca kekalahan si anak yang terlihat sedikit kecewa. Layang layangnya temangsang, putus –cinta-.

Seperti biasa gue sehabis ngelesin jalan sekitar 100 meter dari gapura tempat dimana gue turun dari angkot. Siang sampai sore hari, anak anak di sekitar daerah suka bermain layang layang. Gue tengok ke atas, 3 sampai 4 layang layang saling beradu di udara.

Pemandangan itu langsung melemparkan ingatan gue ke sekitar 9-10 tahun yang lalu. Sewaktu gue masih duduk unyuk di bangku dengan seragam merah putih.

Melongok "Warisan" VOC di Benteng Willem 1, Ambarawa


Eksotis, klasik,mistis,  renta tapi kokoh. 5 gambaran yang menurut saya pantas disandangkan untuk Benteng yang satu ini. Benteng ini oleh warga setempat disebut benteng Pendem, dan  ternyata namanya adalah Benteng Willem 1, diambil dari nama King Willem 1.

Seperti yang saya ceritakan kemarin di postingan saya yang bertemakan Monumen Palagan, bisa dilihat di SINI,  Ambarawa adalah kota kecil penuuuuuh sejarah. Bahkan pada masanya Ir Soekarno pernah berkunjung ke sini juga untuk mengurusi kedaulatan RI yang saat itu berusaha digoyahkan oleh Sekutu dan NICA. Lalu, apa hubungannya dengan benteng Pendem atau Willem ini??

Benteng ini sudah berdiri kokoh puluhan tahun sebelum kejadian Perang Empat hari di Ambarawa itu, saudara saudara. 


Kalau waktu peperangan empat hari itu Sekutu sempat terdesak mundur sampai Benteng Pemdem, ternyata benteng ini sudah dibangun pada tahun 1834 yang baru berakhir pada tahun 1845. Untuk prosesnya saja dibutuhkan waktu 11 tahun. Daebak!! Daebaknya lagi dari tahun 1845 sampai 2013 benteng itu masih gagah walau sempat ramai diberitakan terkait kurangnya pemeliharaan oleh pemerintah setempat dan terlihat mengenaskan. Dulu.

Kembali ke ratusan tahun yang lalu, benteng ini untuk apa oleh siapa?? 

Sunday, 5 May 2013

MY PASSION IN BLOGGING !!


Kalau ditanya menyoal,

“Selama ini ngeblog itu suka dukanya apa sih?”

“Kok suka ngeblog gitu sih?”

“Why??? Why??”

Uhm..saya memulai ngeblog itu sekitar 5 tahun yang lalu. Waktu itu saya duduk di bangku kelas 3 SMA semester kedua. Hanya saja, dulu saya tidak langsung menggunakan blog yang sekarang, tetapi saya mempunyai beberapa blog dengan masing masing kegunaan. Misalnya, ada blog yang saya isi dengan cerpen dan puisi saya. Lalu, blogsatunya saya isi dengan pengalaman bermain bersama teman teman. Ada juga blog yang sengaja saya private karena saya gunakan sebagai tempat sampah. Karena dulu saya masih ababil, maka saya rasa saya perlu blog semacam itu untuk memuntahkan uneg uneg. Sekarang sih....masih. dikit. 

Dan, mulai kuliah saya mengukuhkan niat untuk bisa menjadi penulis blog atau blogger sungguhan. Dan mulai saat itu, tahun 2010 saya rajin menulis blog! Dan selama hampir 5 tahun malang melintang di dunia perblog an ini, saya menemukan banyak suka dan duka.

Oke, SUKA :

1. BISA MEMBACA LAGI PENGALAMAN MASA LALU !

Saturday, 4 May 2013

MY DREAMS IN 23 YEARS OLD !!


Assalamualaikum.....

“Uhm...aku mau ini..aku mau itu...uhm...aku mauu ke sini dan ke situ, terus...”

Sekalinya aku baca tentang giveawaynya  cc Aiyu, khayalanku langsung terbang ke mana mana...Ya. ke mana mana, dan langsung membuat deretan list tentang apa yang akan aku lakukan di usiaku ke 23 kelak.

Itu berarti sekitar 1 tahun yang akan datang karena sekarang usiaku menginjak angka 21 yang akan segera berganti satuannya besok tanggal 22 Mei mendatang. Hehe..

Seperti membuat resolusi per tahun, aku pun juga punya banyak mimpi yang ingin sekali aku katamkan di usiaku yang ke 23. Okeh, langsung sajah !!

Karena ini adalah mimpi, dan kata Bapak Mario Teguh dan Merry Riana, “Bermimpilah setinggi tingginya, karena mimpi menghidupkan hidup”, maka aku juga akan menulis mimpi mimpi tanpa terlalu mengkhawatirkan,

“Aduuuh, ketinggian nggak ya..duh, kalau ternyata aku nggak bisa nanti aku dicemooh lagi? Duh, apa aku takabur? Apa aku...apa akuu...”

Mimpi ya mimpi saja, toh mimpi itu gratis. Jadiiii, apa mimpiku di usiaku yang ke23??

1. Bekerja dengan gaji minimal 6 juta.

Menapaki Sejarah Perang Empat Hari di Monumen Palagan Ambarawa



Kali ini saya akan menceritakan tentang perjalanan saya ke suatu tempat bersejarah di manaaaaaaaah???

Di mana lagi kalau bukan di Ambarawah tercintah, kota kecil yang sudah hampir 22 tahun saya tinggali. Walaupun letak rumah orang tua saya termasuk golongan Ambarawa coret, tetapi bagi saya Ambarawa membawa debaran tersendiri. Ambarawa pokoknya kota saya.

Kali ini saya mau kemanaaaah??? 

Yap. Monumen Palagan Ambarawa. Monumen ini berada di sebelah Selatan kota Semarang dan merupakan jantung kota Ambarawa. Beberapa tahun silan, kota ini penuh debaran para pejuang. Demi. Demi kita semua bisa hidup sedemikian nikmatnya sekarang.

Monumen Palagan Ambarawa itu apa?? Untuk apa?? Sejarahnya bagaimana.

Untuk mengatamkan rasa dahaga saya dan juga mungkin saja yang baca, akan saya ceritakan bagaimana asal muasal berdirinya Monumen daebak yang sarat akan sejarah perjuangan pemuda dan pahlawan Indonesia. Dengarkan baik baik cerita saya, ya.

BELAJAR SEJARAH.

Semua ini bermula pada tanggal 20 Oktober 1945.

Waktu itu kemerdekaan Indonesia sudah berhasil direngkuh oleh Bapak Soekarno dan seluruh rakyat Republik Indonesia. Nah, waktu itu Sekutu datang ke Semarang dengan dalih ingin mengambil tawanan perang dan tentara Jepang yang dipenjara di Benteng Pendem, Ambarawa. Nah, soal penampakan benteng Pendem, tunggu tanggal main saya bersama teman saya yang lain mengunjungi penjara dengan bangunan keren itu. *lewati

Nah, ternyata kedatangan Sekutu diboncengi oleh NICA. Saya baru tahu kalau Sekutu ke Ambarawa naik motor. Karena orang Indonesia baik hatinya, setelah Sekutu berjanji untuk tidak mengusik kedaulatan RI, Gubernur Jawa Tengah pun bersedia menyediakan bahan makanan dan segala urusan selama mereka di Jateng. Eh, malah Sekutu yang tadi dibonceng oleh NICA membebaskan tawanan Belanda. Indonesia marah dong, dan mulai terjadi kerusuhan di Magelang. Ibarat kata, Sekutu itu dikasih ati, ngrogoh rempela. Mereka mau dihancurkan gitu kan ya, tapi berkat Ir. Soekarno mereka bisa terhindar dari kehancuran. Eh, mereka malah balik ke Benteng Pendem, Ambarawa. Dan akhirnya dikejar oleh pemuda dan mereka tertahan di Desa Jambu. Sekarang Jambu adalah kecamatan saya... Huahahaha...

Gerakan mundur tentara Sekutu tertahan di Desa Jambu karena dihadang oleh pasukan Angkatan Muda di bawah pimpinan Oni Sastrodihardjo yang diperkuat oleh pasukan gabungan dari Ambarawa, Suruh dan Surakarta.

Nah, kayak gini juga Sekutu sempat menduduki dua desa di sekitar Ambarawa dan pasukan yang dipimpin oleh Letkol Isdiman berusaha menyergapnya. Sayangnya, Letkol Isdiman gugur waktu itu. Usut punya usut, tempat meninggalnya Letkol Isdiman itu ada di depan SD saya. Itu mengapa berdirilah tugu kekar di depan SD saya, Tugu Isdiman.

Singkat cerita karena Sekutu terus menerus ngerogoh rempela dan melakukan aksi perlawanan, maka terjadilah perang Ambarawa dari tanggal 12-15 Desember 1945.

And the winner of this war Goes Toooooo..... Republik Indonesiaaa... *sujudsyukur

Rakyat Indonesia mampu mengurung Sekutu dari segala arah dan mulai memojokkan Sekutu. Begitu sudah terkurung, hancurkan. Dan kita menang!!

Nah, maka dibangunlah Monumen Palagan Ambarawa sebagai simbol untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa, dan harinya pun diperingati sebagai hari Infanteri. Yeah!

Yang menarik di sini adalah ada juga pesawat Mustang Belanda yang ditembak jatuh ke Rawa Pening. Banyaaaaaaak sekali ada kendaraan, tank, senjata laras panjang, dan juga relief yang menggambarkan peperangan antara Rakyat Indonesia melawan  Sekutu.

Katam.

See? Ambarawa adalah kota bersejarah, bahkan Ambarawa pernah ditulis dilaporan Inggris serupa,

“The battle of Ambarawa had been a fierce struggle between Indonesian troops and Pemuda and, on the other hand, Indian soldiers, assisted by a Japanese company….” Yang juga ditambahi dengan kalimat, “The British had bombed Ungaran intensively to open the road and strafed Ambarawa from air repeatedly. Air raids too had taken place upon Solo and Yogya, to destroy the local radio stations, from where the fighting spirit was sustained…”

Kalau tertarik baca halaman lengkapnya, silahkan diklik sumbernya :


-------------------------------------------------

Dan hari itu saya bersama keempat teman saya menapak tilas perjalanan bersejarah tahun 1945. Dimana kah kita saat itu? Kemungkinan sedang antri giliran di ‘sana’.

Errrr...sebenarnya kunjungan saya ini sudah terjadi cukup lama, 6 bulan yang lalu!!

Tepatnya, 12 Desember 2012!!!!

Tapi belum basi khan??? Belum khan??

Kali itu saya ‘dolan’ bersama ketiga kakak angkatan dengan satu pacar dari salah satu kakak angkatan yang menjelma menjadi seorang fotografer.

Saya menduga, pacarnya yang juga teman saya satu angkatan itu mempunyai prinsip, “Sebaik baik pacar adalah pacar yang bermanfaat untuk pacarnya.”

Oke sip.

Siapa saja kitaaaa????



Thursday, 2 May 2013

Skripsweet Bab 11




Assalamualaikuuum..rasanya udah lamiii banget nggak nulis perihal sekerim menyekerip.

Sudah move on sejauh apa gue sekarang???

Sekarng, gue udah sampai revisi 2, sodara sodara. Hanya saja, beberapa masalah bermunculan.

List masalah skripsi gue :

1. Halamannya kebanyakan. Karena skripsi di fakultas gue sekarang menjelma menjadi jurnal, jadilah ketentuan baru yaitu jurnal hanya sekitar 20 sampai 30 halaman saja. Dan berapa halaman jurnal gue? 50. Itu dulu Cuma analysisnya doang. Plis, itu Cuma discussion nya doang! Kalau temen gue,

“Duh, masih terlalu sedikit nih, baru 8 halaman pembahasan, mau aku tambahin apa lagi ya?”

Lah, guenya,

“Ya Alloh, apa yang harus hamba Mu lakukan Ya Alloh, apa yang harus hamba hapus..kenapa ini tidak terasa jari jari hamba mengetik kebablasan hingga 50 halaman ya Alloh..”

Wednesday, 1 May 2013

Traditional Kuliner di Satya Wacana Christian University!!


Kamis, 25 Maret 2013

Begitu selesai dibuka oleh Pembantu Rektor 3, semua orang yang memang sedari tadi mengantri di tepi lapangan, serta merta menyerbu stand stand yang sudah tertata sedemikian rupa lengkap dengan aksesoris, stand yang dihias serupa rumah adatnya plus penjaga stand yang juga menjelma menjadi pasangan dengan pakaian khas adatnya. Orang orang mulai mengisi stand demi stand dan mencicipi satu demi satu makanan yang belum mereka coba. Yap, dari satu lapangan ini saja aku bersama mahasiswa lainnya bisa mencicipi berbagai aneka makanan tradisional dari segala penjuru Indonesia, ada Nias, ada Papua, ada Maluku, dan banyak lainnya.


Acara apakah ini???

Mencomot informasi dari blog teman kuliah ku, Rayi, diketahuilah bahwa universitasku yang tercinta ini, Satya Wacana Christian University menggelar acara tahunan bernama Pentas Seni Budaya Indonesia, yang menampilkan berbagai acara bersifat etnis. Acara ini digelar selama 3 hari. Di hari pertama ada pawai budaya, hari kedua itu yang aku dan teman teman datangi yaitu kuliner tradisional, dan hari ketiga ada juga penutupan, ada pesta kembang api dan pastinya tari temari tradisional yang bertotal 21 etnis!!

Makanya masuk MURI kategori gunungan wayang terbesar se Indonesia! Daebak!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...