Friday, 26 April 2013

Sibuk atau Santay, Which One Do You Prefer?




Kalau disuruh pilih antara sibuk atau santayyy kayak di pantayyy lue milih apa?

Kalau gue dihadapkan pada pertanyaan itu tanpa pikir panjang gue pilih sibuk. Oke lah kalau misal seminggu full sibuk tanpa istirahat juga kurang bijaksana buat tubuh gue. Gue akan ngerasa sumpek sama rutinitas gue, gue akan ngerasa capek jiwa dan raga, dan gue akan mudah marah. Tapi, kalau gue sehariiiii aja di rumah terus tanpa ada aktifitas yang berarti, aduh. Gue tersiksa setengah mati

Kayak kemarin aja. Sebenarnya gue ada rencana mau ngeliput pawai budaya yang diadain sama universitas gue, Satya Wacana Christian University. Hanya saja, karena nggak ada yang bisa gue ajak dan teman teman gue pada nggak berangkat, jadilah gue memutuskan untuk ya syudah, di rumah saja.

Sehabis subuh, gue tidur lagi karena emang bingung nggak ada kerjaan dan malamnya gue tidur pukul 12an terhambat insomnia.
Lalu, gue tidur lagi dan bangun jam berapa coba?? Setengah sembilan! Gadis macam apaa???? Dan kalau di rumah gue, Ayah dan Ibu gue nggak pernah ngebangunin gue. Paling paling Cuma bilang,
“Ke..tangi to Ke..” dan kalau liat gue masih berkecamuk dengan mimpi gue, Ibu gue nggak gimana gimana. Saking sayangnya apa ya.
Lalu, setelah bangun gue ngapain? Udah jam segitu gue males mau nyuci gitu khan. Terus gue malah liat drama Korea!! Sambil gue sambi blogwalking dan buka buka jobstreet.co.id buat mulai browsing browsing kerjaan, lalu ke kompas.com baca baca cerpen yang bahasanya tingkat tinggi secara bayarannya saja konon satu tulisan bisa sampai sejuta lebih, terus facebook dan twitter nggak pernah absen. Sampai kapan coba???

Sampai magrib!!!!


Gila bener deh, gue di kamar dari terbitnya matahari, bahkan dari 12 malam, sampai pagi hari melewati siang lalu malam beranjak, dan gue tidur. Itu gue di kamar mulu! Gue bingung mau kemana lagi kalau di rumah. Bahkan gue mandi Cuma sekali itu pun juga habis magrib. Gue bingung bin galau. Mau dolan mau dolan ke siapa? Temen gue udah pada membangun mahligai rumah tangga di usia yang sangat muda.

Masa iya gue dolan ke sana.

“Dek In, main yuuuuuuk...”

“Aduh Ke, anakku rewel ki...”

“Mbak Isa, ayo mainnn...”

“Duh, anakku nendang nendang terus Ke, perutku berat banget nih..”

Jelas impossible.

Gue dolan sama adikku gue yang bahkan nama di facebooknya aja PrincessClaluTrsnyumWlupunDcciiti, jelas nggak mungkin.

“Nikeeeen, main yuuuuk..”

“Apacyihhh Mbaggh Ikkheee, akkuu maiinn. Cmahzx tmnxuh kocks”

Gue bisa depresi. 

Maka kamar adalah tempat paling aman di rumah gue. Dan percaya nggak percaya, kalau gue nggak ada kerjaan di rumah, gue mendadak pilek dan batuk. Itu kenyataan. Gue kemarin dari terbitnya mentari sampai malam hari gue mendadak batuk dan hidung gue bampet separo. 

Tadi pagi masih, dan setelah gue mandi dan beranjak ke kampus, penyakit gue hilang tanpa jejak. Sekarang, barang sedikit aja gue nggak batuk, apalagi pilek.

Juga, kalau gue di rumah bukan karena keluarga nggak harmonis bukan, tapi emang kalau nggak ada kerjaan itu gue jadi mudah marah dan keadaan mental kurang stabil. Gue mudah tersulut dan gue bad mood.

Nah, sekarang kalau gue sibuk. Karena gue tahu besok gue sibuk, gue buat perencanaan kegiatan dimulai dari jam 5 sampai gue di rumah lagi.


Nah, alarm bunyi gue bangun. Sholat subuh kayak biasa. Lalu, karena di jadwal itu misal ngeblog gitu, maka gue akan ngeblog. Di jadwal ada tulisan nyuci, maka gue nyuci setelahnya. Dan gue makin semangat karena gue tahu gue akan sibuk. Gue mandi, dandan dan berangkat. Tidak lupa sarapan dulu.

Nah, sampai kampus ketemu sama temen dan donlod drama Korea bersama. Lalu, gue ngelesin setelahnya. Dan gue pulang pulang itu sampai rumah habis magrib. Gue mandi, dan kalau gue bahagia begini gue nggak ngerasa capek sama sekali!! Kayak hari ini, gue baru aja sampai rumah abis magrib. Sambil gue nunggu air masak, gue langsung buka si Lee Suhee dan gue langsung nyari materi buat ngelesin besok. Yap, gue besok ngelesin lagi anak SMA kelas 3 buat persiapan mereka masuk Poltekkes Solo. Dan merasa tertantang, gue ambil kesempatan itu. Walau pun besok hari Sabtu. Karena gue kemarin udah di rumah dan gue malah ngerasa nggak sehat dan loyo banget. Jadilah gue semangat banget cari materi buat besok. Ketemu, gue mandi. Dan gue langsung nulis ini. sekarang pun gue nggak ngerasa capek.


Gue juga bingung. Kalau gue melalang buana, bertemu orang banyak, bercanda sama temen, lalu mengajar, lalu berjalan sedemikian panjang karena gue nggak bawa motor, lalu gue naik bis dan juga angkot, gue malah merasa sangat good mood. Tetapi kalau gue di kamar terus seharian, mandi juga Cuma sekali, makan juga malah nggak teratur, merasa sepi dan kalau tubuh gue nggak mobat mabit pikiran gue yang mobat mabit tak tentu arah.


Makanya, gue paling takut itu kalau setelah wisuda nanti, kalau gue jadi pengangguran, gue sama sekali nggak bisa bayangin. Gue nggak butuh istirahat pasca skripsi atau apapun itu namanya. Kalau bisa, hari ini wisuda gue besok udah kerja. Atau at least, gue masih ngelesin dengan jadwal yang padat sebelum gue mendapat panggilan dari lamaran lamaran yang gue kirim. Gue juga nggak bisa kalau beberapa hari aja nggak ketemu teman teman gue. Buat gue, teman teman gue itu berharga tiada terkira. Bertemu mereka gue bisa ketawa, bisa foto foto, bisa bercanda, bisa semuanya. Hal yang paling gue inginkan setelah wisuda adalah pergi secepatnya dari Salatiga. Karena gue udah sangat lama berkecimpung di sana, dari gue SMA kelas 1 sampai lulus kuliah yang kalau gue itung gue udah 7 tahun di sana! Di spot yang sama karena SMA dan kampus gue sebelahan. 

Lagi, di setiap sudutnya berceceran kenangan kenangan gue sama temen indah masa lalu gue.
Bukan karena gue belum move on, bukan. Kalau kata Mario Teguh, the more you try to forget, the more you remember. Just flow with it until the memory does’t hurt you anymore. Semakin mencoba untuk lupa itu akan semakin teringat. Jadi, biarkan saja sampai bila kamu mengingatnya, kenangan kenangan itu tidak akan melukaimu. Dan gue udah ada di level itu. Masalahnya, setelah itu gimana Pak Mario Teguh?


Makanya, I am going to leave this town. Tekad gue udah sebulat gerhana bulan malam ini.

Sangat bulat, bulat sempurna dan gue yakin segala usaha akan membuahkan hasil.

Thus, I need being busy, instead, my mind and my heart being busy going around and around and around.

Bagaimana denganmu?

11 comments:

  1. idem ke, kadang gak ngapa2in itu telasa lebih melelahkan ketimbang berkegiatan =,='

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener bangeeet, waktu terasa lamaaaa Dil

      Delete
  2. kadang kalo lagi sibuk2nya ya tetep pingin santay kan???
    hohohoh...
    klo bisa sebelum wisuda dah mulai nyari kerjaan besok mey. pas slesai yudisium itu berbekal surat keterangan lulus. ini trik biar gak dikatain pengangguran ma org2. hohoho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih Mbak Ina..ya kalau di kadar sibuk antara 70 sampai 80 persen saja..jangan full time sibuk juga nggak bisa menikmati hidup. tapi terlalu santay juga nggak bisa menikmati hidup. hehehe..
      iya mbak, nih tiap hari mantengin jobstreet mulu...mulai liat liat lowongan kerja. tapi cuman liatliat doang. hiks.

      Delete
  3. ya udah kalau emang gituh sih...mendingan pilih sibuk deh...kalau mamang pasti lah lebih pilih nyantay kaya dipantay..bisa liat yang lagi berenang dipantai...segerrrr mata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, emang pilih sibuk tapi juga nggak terlalu sibuk karena yang terlalu itu tidak baik..hehehe..
      ahh, beda fokus itu mah..@.@

      Delete
  4. Katanya manusia itu senang jika ada dalam kesibukan, tapi mereka seperti telah terprogram untuk menyukai suasana santai atau cenderung malas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih kalau dari pagi udah nggak tau mau ngapa ngapain akhirnya males juga mau ngapa ngapain, terlanjur malas. Syedihhh

      Delete
  5. yah kok sama kayak gua sih, tiap hari kebanyakan dikamar mulu, apalagia, ngurusin bagian blog yang gua punya, ga bisa kemana2, dikamar terus, sibuknya dikamar, tapi enggak sibuk tidur ya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah kamu laki laki kamaran...:p

      Delete
    2. sama aja, cewek kamaran, tukang tidur :P

      Delete