Monday, 29 April 2013

Menikmati Seni Reog Langen Kridho Utomo

Monday, April 29, 2013 31 Comments

Tabuhan bertalu talu, lalu semakin tak terkendali. Lari mobat mabit, lalu menjatuhkan diri. Menggelinjang di tanah dengan sorot mata liar. Lalu gemuruh kendang bertabuhan, lari lagi, menyeruduk, lalu seperti penyakit menular, orang yang ditabraknya lalu menggelinjang bersamanya. Lalu sorot mata berubah tajam, mereka sama. Tertular. Lalu tabuhan kembali berpacu, dan mereka berjoget bersama. Bukan joget dangdut atau menari gambyong. Jelas bukan. Kata orang, bukan mereka yang berjoget sedemikian liar, mereka mengidap setan!

21 April 2013

Anda tinggal di mana? Perumahan? Kota? Pesisir pantai?

Saya tinggal di desa, dengan berbagai budaya yang masih kuat melekat dan mengakar berdampingan dengan perkembangan teknologi. Tak tergerus.

Salah satunya adalah reog. Ya, reog. Dengan baju yang didominasi dengan selendang berjuntai juntai, lalu topeng dengan berbagai mimik menyeramkan dan juga seragam yang menyerupai seragam prajurit jaman dulu. Lalu tak lupa dengan ikat kepala dan juga kuda yang mereka naiki. Bukan, bukan kuda biasa. Kata orang, setiap kuda, terasuki satu setan. Kuda itu berpenghuni. Juga, mereka para ‘punggawa’ berdandan sedemikian rupa.


Siapa mereka semua? Mereka semua tetangga saya. Saya kenal para ‘punggawa’ itu. Sejak sekitar setahun lebih yang lalu, desa saya membentuk sebuah kelompok reog. Mulai dari para pemain sampai para penabuh adalah asli pribumi desa saya. Dan bahkan ada yang bermain reog sekeluarga. Dari anak nya sampai Ayahnya ikut meramaikan ‘festival budaya’ ini.

Hari itu adalah hari ulang tahun desa saya, atau orang bilang ini “Kadeso”. Sejak tahun 1999, saya beserta keluarga berpindah ke sebuah desa yang sampai sekarang unsur budaya nya begitu kentara.
Sebelum ada pertunjukan reog ini, malamnya digelar pertunjukan wayang. Wayang ini main dua kali. Yang pertama di siang hari dan puncaknya ada di malam hari mulai pukul 8.3o sampai melewati subuh pukul 6 pagi harinya. Semalam suntuk!! Dari mbah mbah, pakde, bude, mas mas, mbak mbak sampai anak anak memenuhi kursi yang memang sudah ditata rapi berhadapan dengan panggung besar berisikan deretan wayang beserta dalang, para penabuh dengan seragamnya, dan juga sederetan sinden dan juga penyanyi campursari. Ada juga bapak bapak yang menjelma menjadi sinden kemayu yang mampu menghidupkan kekantukan orang orang yang menonton. Dia ngelawak khas jawa dan terkadang disisipi lawakan vulgar berbahasa jawa.




Sebelumnya pun para warga termasuk Bapak saya berkumpul dengan berbekal makanan yang biasanya didominasi opor dan masakan sambal ati. Mereka berdoa bersama di sebuah mesjid, berdoa untuk keberkahan desa kami dan pada akhirnya saling bertukar lauk dan nasi.

Kebersamaan dan kekompakan sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Orang ujung sana pasti juga hafal nama orang di ujung satunya. Team-oriented. Karakteristik desa kami.

Nah, dan akhirnya, reog ini adalah puncak acaranya.

Review : Sejuta Pelangi Chapter 2

Monday, April 29, 2013 1 Comments

Assalamualaikum...

Yak, tulisan ini sambungan dari tulisan sebelumnya, SINI.

Nah, ada lagi dua poin yang paling gue suka dari buku Oki, uhm...gue pake ‘ukhti’ gitu yak.

Bener sih dari jaman SMP dulu kalau ditanya, “Idolamu?”

Gue jawabnya “Nabi Muhammad”. Kalau ditanya kenapa, gue bersilat lidah.

“Karena nabi Muhammad khan manusia paling baik sedunia. Uhm...khan nabi Muhammad itu katanya pembawa syafaat untuk umatnya...Uhm..khan semua umat islam emang harus mengidolakan Nabi Muhammad...”

Dan kalau dihadapkan pada follow-up question, “Kok bisa begitu? Kenapa? Kok paling baik emang nabi Muhammad ngapain? Pembawa syafaat emang syafaat itu apa? Owh jadi ikutan mainstream?”

Blank.

Ini juga ternyata kayak apa yang dialami oleh ukhti. Kalau ditanya siapa idolamu? Ya serta merta bilang Rosulullah tanpa ada keyakinan. Bilang cintanya Cuma di bibir saja.

Sunday, 28 April 2013

My Part-Time Job, NGELESI Seri 2

Sunday, April 28, 2013 7 Comments

Hari Sabtu. Weekend. Tetapi sabtu kemarin bukan weekend gue. Ehm, nehi. Itu weekend gue, hanya saja weekend yang gue isi dengan bekerja. Boleh khan pake term ‘bekerja’? Toh bekerja khan melakukan suatu aktifitas yang bisa menghasilkan sesuatu dan juga mendapatkan imbalan.

Pukul 8 Gue sudah siap siap mandi.

2 jam kemudian, gue sudah katam menyelusuri jalan Ambarawa-Salatiga dilanjutkan dengan fotokopi materi, lalu kembali naik angkot nomor 2. Sesampainya di jalan Pramuka, gue jalan sekitar ehm..ya...300 meter.

Yak, gue semangat hari itu. Karena gue ada tantangan baru. Gue akhirnya punya kesempatan ngajar anak SMA, dan itu kelas 3 yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti test Poltekkes. Tugas gue adalah mengantarkan ilmu yang gue punya untuk mereka.

Friday, 26 April 2013

Sibuk atau Santay, Which One Do You Prefer?

Friday, April 26, 2013 11 Comments



Kalau disuruh pilih antara sibuk atau santayyy kayak di pantayyy lue milih apa?

Kalau gue dihadapkan pada pertanyaan itu tanpa pikir panjang gue pilih sibuk. Oke lah kalau misal seminggu full sibuk tanpa istirahat juga kurang bijaksana buat tubuh gue. Gue akan ngerasa sumpek sama rutinitas gue, gue akan ngerasa capek jiwa dan raga, dan gue akan mudah marah. Tapi, kalau gue sehariiiii aja di rumah terus tanpa ada aktifitas yang berarti, aduh. Gue tersiksa setengah mati

Kayak kemarin aja. Sebenarnya gue ada rencana mau ngeliput pawai budaya yang diadain sama universitas gue, Satya Wacana Christian University. Hanya saja, karena nggak ada yang bisa gue ajak dan teman teman gue pada nggak berangkat, jadilah gue memutuskan untuk ya syudah, di rumah saja.

Sehabis subuh, gue tidur lagi karena emang bingung nggak ada kerjaan dan malamnya gue tidur pukul 12an terhambat insomnia.
Lalu, gue tidur lagi dan bangun jam berapa coba?? Setengah sembilan! Gadis macam apaa???? Dan kalau di rumah gue, Ayah dan Ibu gue nggak pernah ngebangunin gue. Paling paling Cuma bilang,
“Ke..tangi to Ke..” dan kalau liat gue masih berkecamuk dengan mimpi gue, Ibu gue nggak gimana gimana. Saking sayangnya apa ya.
Lalu, setelah bangun gue ngapain? Udah jam segitu gue males mau nyuci gitu khan. Terus gue malah liat drama Korea!! Sambil gue sambi blogwalking dan buka buka jobstreet.co.id buat mulai browsing browsing kerjaan, lalu ke kompas.com baca baca cerpen yang bahasanya tingkat tinggi secara bayarannya saja konon satu tulisan bisa sampai sejuta lebih, terus facebook dan twitter nggak pernah absen. Sampai kapan coba???

Sampai magrib!!!!

Thursday, 25 April 2013

Review : Sejuta Pelangi Chapter 1

Thursday, April 25, 2013 5 Comments



Assalamualaikum...

Alhamdulillah salah satu keinginan gue tercapai. Tanpa harus merogoh dompet, gue akhirnya bisa baca salah satu buku Oki Setiana Dewi. Gue menemukannya di perpustakan Daerah Ambawara. Perpustakaan Daerah is daebak!!!!




Ini adalah buku kedua Oki setelah dia berhasil merebut perhatian pembaca Indonesia yang haus akan pencerahan, just like me.

Dan gue akan segera mengatamkan keinginan gue untuk membaca semua buku Oki Setiana Dewi, yaitu Melukis Pelangi, Sejuta Pelangi, Cahaya di Atas Cahaya, dan Jilbab I'm in Love.

Banyak sekali yang dibahas di buku Oki ini. Bahasanya sangat sangat halus, Oki banget. Umur gue dan umurnya hanya terpaut dua tahun. Dia sudah sedemikian bermanfaatnya untuk orang lain, dan gue belum bisa berbuat banyak bahkan untuk Ayah dan Ibu, dan kedua adik gue. Syedih.

Bila gue baca di resensi, buku pertama Oki menceritakan bagaimana dia berjuang hidup di Jakarta hingga akhirnya terpilih menjadi pemain utama Ketika Cinta Bertasbih, masa kecilnya di Batam, dan juga tentang nadzarnya memakai jilbabnya bila Ibunya sembuh dari sakitnya. Di buku yang kedua ini lebih kepada kumpulan cerita dan kisah hidup orang lain yang Oki saksikan disertai refleksi di setiap ceritanya.

Wednesday, 24 April 2013

Jika Aku Menjadi FIKSI

Wednesday, April 24, 2013 12 Comments

Perlahan lahan ku bangun jika, untuk aku, dan juga kamu.

Sekeping demi sekeping ku kumpulkan jika

Sedetik demi sedetik, detik menjadi menit, menit menjadi jam, jam menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, bulan menjadi tahun. Bertahun tahun.

Aku kumpulkan jika sedikit demi sedikit, sesuap demi sesuap.

Aku isi serpihan jika di antara kita. Sedikit, sedikit, sedikit...

Menjadi bukit.

Jika ku melampaui batas, menerobos waktu yang masih berkabut di depan mata. Bukan, itu bukan di depan mata, jauh di sana, berkilo kilo meter jaraknya. Jika yang menggiring hatiku semakin memasuki mu. Jika yang berpendar pendar tak terperi. Jika ku yang....

Plak!! Kenyataan menampar keras mukaku. Memerah, berdarah darah.

Plak Plak Plak!!! Jika menghabisiku. Benar benar habis. Bukan lagi hingga tetes terakhir. Se molekul pun tak ada. Aku habis. Miris.

Jikaku menyeret ku mendekati tepian, lalu tanpa belas kasihan mendorongku sekonyong konyongnya. Terpelanting, batu batu kenyataan membenturku, bertubi tubi. Sakitnya, merajam rajam. Ngilu, ngilu menembus sampai batas tulang rusuk. Busuk!

Dan mulai detik itu, aku bersumpah akan menghabisi segala jika. Persetan dengan jika.

Demi Tuhan, segala jika yang mendera dera, yang pernah menggebu gebu, menggema gema di setiap sudutku, demi Tuhan, akan aku habisi hingga potongan terakhir.

Sejak hari itu, setiap hari aku menggiling jika yang sempat membawaku terbang, terbang jauh, dan lain hari, mendorongku jatuh. Berserakan, tercecer cecer. Habis!!!!

Aku kubur segala jika, karena jika ku padamu membinasakan ku sedikit demi sedikit. Dan aku tidak akan binasa hanya karena kumpulan jika. Aku kubur segala jika, karena sejak hari itu, jika telah mati. Mati mutlak, mati di tempat. Dan selamanya tak akan mampu bernafas. Kau rebut oksigen ku, kau cacah cacah, bahkan itu bukan lagi mutilasi. Karena kenyataannya, yang aku punya bukan lagi serpihan, apalagi potongan. Yang kau tinggalkan, serbuk! Bahkan setiap sel nya sudah tidak dapat dibagi lagi menjadi dua.

Jika itu serupa garam beryodium, dioleskan tanpa ampun di luka yang menganga. Perih!

Jika itu seumpama empedu bertemu lidah, pahit!

Jika itu bak air laut memuncah muncah berjalan ke daratan, memporak porandakan!

Jika itu pisau di dalam daging, mengoyang ngoyak!

Sakit!!

Kau tak pernah tahu bagaimana aku melewati hariku, mencoba membungkam hati yang tercabik cabik, membungkusnya dengan koran bekas berlapis lapis, menutupi wajahku dan melapisinya setebal 10 sentimeter, hingga orang orang tak bisa lagi melongok sampai batas ceceran.

Bila jika itu adalah hotel J.W Mariot, aku akan berpikiran sama dengan pemuda itu, aku hancurkan hingga tak ada lagi yang tersisa. Aku bom!! Duarrrr!!

Semua binasa.

Santai saja, aku selalu berusaha setiap waktu, setiap detik, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, akan aku habisi semua jika yang masih melekat. Karena bila tidak, fitrah cinta bukan lagi saling membahagiakan, tetapi saling membinasakan. Fitrah cinta?? Apa apaan. Itu sudah aku bunuh.

Sudah aku bunuh? Apa apaan?? Memangnya siapa aku? Hati bukan vcd atau pun dvd player.

Dan cinta pun bukan untuk di-play.

Peduli setan dengan tulang rusuk dan seperangkat radar neptunus. Peduli setan dengan cinta bertahtakan jika. Karena yang tersisa hanya ngilu yang merayap membelah belah, karena yang ada sakit yang mendera dera, karena yang ada isakan yang menggema gema.

Dan bila hatiku tak bisa berhenti melafazhkan jika, awas saja.

Akan aku terobos segalanya, segala darah dan nanah. Cinta itu buka drama Korea, menye menye!

Cinta itu bukan sinetron Indosiar, tak masuk akal! 

Dan cinta itu bukan aku dan kamu, karena Tuhan tidak mempertemukan jika ku dan jika mu di halaman yang sama.

Ini benar benar lucu. Karena semua ini fiksi semata. Jika aku menjadi tulang rusukmu itu adalah fiksi. Jika aku menjadi tujuan radar neptunusmu itu pun hanya sebatas fiksi. Mengapa begitu?

Karena aku dan kamu tidak akan bertemu lagi di debaran yang serupa, di tepian hati yang setara, di gelombang radar yang bisa saling menemukan.

Mengapa jika ini adalah fiksi? Karena ini tidak pernah terjadi, karena ini hanya mimpi, dan karena ini sudah mati.

*cerita ini semata mata saya buat untuk mengikuti Best Article Blogger Energy.

24.04.2013
20:15   

Pelajaran Hidup dari Emperan Toko Baju

Wednesday, April 24, 2013 4 Comments

“Pulang Bedono, mbak?”

“Bukan Mbak, Kelurahan..la mbaknya?”

“Tapak.”

Pertanyaan singkat itu membuka percakapan panjang kita selama perjalanan.

23.04.2013

Seperti biasa, gue wifian dan berkumpul bareng temen temen kuliah di ruang Access. Gue ngelesin dua jam setelahnya. Pulang ke kost Mela untuk sholat Ashar, dan meneruskan langkah menyambangi jarak 25 km, ke rumah.

Karena lapar, sesampainya di Ambarawa, gue beli gorengan 2000 dapat 4, yaitu tempe goreng dua dan gumpalan daun ketela diselimuti tepung dua. Kenapa nggak makan? Takut kemalaman.

Sudah magrib, sudah sampai di Ambarawa, dan gue dengan cekatan ndlosor di teras sebuah toko pakaian bersama mbak mbak pabrik dan pekerja lainnya yang sedang menunggu jemputan atau menunggu bis.

Dan dimulailah percakapan itu. Hal yang paling menyenangkan buat gue ketika nunggu adalah ngobrol. Mungkin emang dasarnya orang nya suka banyak omong. Dan emang sudah menjadi kebiasaan suka ‘mencoba’ ngobrol dengan mbak mbak yang duduk di sebelah gue, entah di bis, di emperan toko, di teras warung, mau laki mau perempuan. Gue ajak ngobrol, tentu saja tanpa modus. Ngobrol dan berkenalan dan juga bercerita membuat perjalanan menjadi lebih cepat, dan dari situ gue sering mendapat pelajaran hidup yang luar biasa.

Ani. Ternyata itu namanya. Dia bekerja di sebuah salon di Ambarawa, sudah dua tahun, dia bilang.

“Pulang dari SMK mbak?”, tanya dia..

Monday, 22 April 2013

My Part-Time Job, NGELESI !!

Monday, April 22, 2013 14 Comments


Wah, aku berarti lebaran kemarin udah ngelesi di sini ya Miss?”

“Uhm..iya Miss kayaknya udah setahunan gitu Miss..”

Nggak kerasa pake banget ternyata udah setahunan aku part time job sebagai tenaga pendidik tambahan, yaitu guru les Bahasa Inggris. Dan di les ini aku bukan hanya sebagai guru Bahasa Inggris tetapi merangkap sebagai guru Bahasa Indonesia dan juga guru les SD.

Sukses Cemerlang. Nama bimbelnya. Bila melemparkan ingatanku ke setahun yang lalu, waktu itu aku kira kira semester 6. Aku ditawari oleh Mbak Devi, salah satu pengajarnya dulu. Setelah melamar dengan CV, surat lamaran dan transkrip nilai, juga ikut test mengerjakan UAN Bahasa Inggris SMA, juga wawancara, akhirnya aku resmi menjadi salah satu guru les di sana.

Tetapi dulu pencarian itu tidak semulus seperti kelihatannya.

Bila kembali melangkah mundur dari titik itu, aku juga pernah melamar beberapa bimbel. Yang pertama adalah bimbingan belajar segala matpel di Ambarawa bernama MMC. Sebenarnya, MMC memang kekurangan tenaga pengajar. Hanya saja di sana jadwal kurang fleksibel karena sudah dipatok setiap hari ini dan itu, dan sayangnya waktu itu secara aku masih kuliah dan juga lumayan sibuk, jadwalku bertabrakan dengan jadwal ngelesi. Gagal.

Kedua, waktu itu aku mendaftar di J*smine,

Table Manner Class at Grand Wahid Hotel

Monday, April 22, 2013 6 Comments


Assalamualaikuuuum....

Setelah katam mendaki gunung Andong dan dengan begitu memenuhi RESOLUSI 2013 poin ke 15, 3 hari sesudahnya, saya harus mengikuti acara yang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan mendaki gunung.

16 APRIL 2013

TABLE MANNER. 

Nah, seperti yang pernah saya ceritakan, saya mengikuti salah satu kelas pilihan, yaitu Public Relation Class, dimana di akhir semester, kita akan mengikuti table manner di salah satu hotel, kita memilih Grand Wahid Hotel, Salatiga dengan modal Rp. 99.000. Pilihan di sini maksutnya kita boleh memilih, jadi serupa sunnah. Hanya saja kita harus mengikuti 6 kelas pilihan atau elective untuk menuju ‘lulus’. Salah satu yang saya pilih adalah kelas ini karena saya tertarik dengan pekerjaan pekerjaan kantoran atau non-pendidikan, serupa translator di suatu perusahaan, public relation officer, atau di bank. Tapiii, tidak menutup kemungkinan suatu saat saya menjadi guru. Hidup adalah misteri. Hehehe..

Nah, ini beda banget ini dari kegiatan saya sebelumnya. Dari mulai tempatnya, kontentnya, cara berpakaiannya, dan cara berpose. Jelas beda. 

Di sini saya nggak bisa dong pose berdiri sedemikian rupa dengan tangan saya rentangkan ke udara seakan ingin menggapai awan seperti yang saya lakukan di puncak gunung Andong. Wah, tidak bisa. Nanti saya bisa dianggap gila dan tidak punya etika. Haha. Baju nya pun nggak mungkin pake celana jeans dipadu padankan kaos panjang rajut casual. Itu juga tergolong tidak beretika. Baju harus serapi mungkin layaknya mbak dan mas mas kantoran begitu. Teman teman saya mendadak menjadi sangat tinggi semuanya. Masalahnya, saya tidak pernah menggunakan high-heels atau wedges yang bisa mengganjal sedemikian tinggi. Kesempatan berikutnya, saya ingin memakainya. Yeah!  I love dressing up like that!


Nah, setelah semuanya berkumpul, hal pertama yang kita lakukan adalah hotel tour, alias muter muter hotel sambil diterangkan oleh mbak mbaknya. Ada kamar tidur dengan berbagai kelas dan patokan harga, ada banyak hall untuk tempat pertemuan juga, ada wedding hall untuk merayakan pengaitan hati, ada kolam renang yang cukup membayar Rp. 20.000 kamu bisa renang dilanjutkan bersauna ria. Bila sedang galau, kamu juga bisa naik plosotan dari atas dan mencebur langsung berenang gaya kodok. Bisa juga sun-bathing sambil memakai bikini polkadot warna biru setelah berenang karena di sana disediakan kursi tidur memanjang kayak di tipi tipi. Kata mbaknya, ada juga paket pernikahan. Bisa sepaket dari tempat sampai catering dan juga menginap untuk menghabiskan malam pertama di hotel. Ya sudah.

Sunday, 21 April 2013

MENGGAPAI PUNCAK ANDONG BAB 5 (TAMAT)

Sunday, April 21, 2013 23 Comments


Assalamualaikuuuuuum !




Menggapai Puncak Andong Bab. 4

Dan tibalah saatnya saya dan ketiga rekan hebring saya tiba di halaman terakhir dari pengalaman tak terlupakan ini. Wah, sampai sekarang pun masih terbayang bagaimana rasanya bisa dihadapkan pada pemandangan indah luar biasa di atas titian jalan setapak yang tingginya seribu lebih di atas permukaan air laut.

11.20 AM

Dan jalan pulang juga tidak kalah serunya dari jalan menanjak. Dan turunan sepulang dari puncak itu seperti ini.

                                                                                                                             
Benar kata iklan susu Anlene bahwasanya jalan menurun akan lebih memberikan beban lebih daripada sekedar jalan naik!

RE to the SO to the LU to the SI 2013

Sunday, April 21, 2013 58 Comments

Halo pemirsaaaaah,
Dan setelah cukup lama saya tidak menampakkan batang hidung di dunia maya fana ini, sekarang saya muncuuuul lagi, dengan segenggam resolusi setelah sekian lama bersemedi untuk mendapatkan pencerahan. Oke let’s go. Apa sajakah resolusi saya tahun 2013 ini? *pakesayanibiarauranyabedaseriusgimanaaaagitu

1. Menjadi solehah yang sebenarnya.


Lebih dari apapun, hal yang sangat saya ingin lakukan adalah menjadi solehah. Menjadi solehah memiliki 
artian yang luas. Dan melebihi apapun, saya memang tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi saya ingin sekali mengubah masa depan dengan berubah dari sekarang untuk bisa menjadi lebih baik. Dan lebih dari apapun, untuk bisa menjadi lebih baik dalam segalanya, saya percaya hal pertama yang harus diubah adalah konsentrat iman saya. Bergelut dengan kehidupan yang saya jalani, untuk bisa menjadi pribadi solehah bagi saya perlu usaha yang agak mati matian. Dan bagi saya, teman teman akhwat saya adalah segalanya bagi saya. 

Saya adalah orang yang sangat labil dan mudah tercetak dengan keadaan dan situasi dan lingkungan. Maka lebih dari segala resolusi yang ada, hal pertama yang ingin sekali saya raih adalah berpendirian teguh untuk bisa menjadi pribadi yang solehah, yang rajin sholat 5 waktu, yang tutur katanya lembut, yang aura mukanya berseri karena air wudhu, yang jilbabnya bukan hanya penghias rambut, yang segala yang dilakukannya adalah tidak melenceng dari apa yang diajarkan oleh Alloh

Dan entah demi apa saya sering melewatkan sholat dan menggampangkannya. Dan lebih dari apapun, saya ingin berubah menjadi jauh lebih baik dari sekarang. Tidak terseret oleh keadaan, tidak mengubah diri menjadi air di daun talas.

Saya tidak bisa mengubah cerita bagaimana saya terlahir, saya tidak bisa mengubah masa lalu yang ada, dan saya tidak bisa mengubah keadaan seperti apa yang saya inginkan untuk terjadi. Dan saya yakin saya bisa mengubah masa depan dengan berubah dari sekarang. Dan lebih dari apapun, lebih dari lulus, dan lebih dari bekerja di perusahaan ternama dengan gaji banyak, hal yang paling ingin saya lakukan nomor satu adalah menjadi pribadi solehah yang bersih hatinya, bagus akhlaknya, lembut tutur katanya, dan tebal imannya –walaupuntipisbadannya-.

Bagi saya, kunci pertama inilah pembuka segala kunci berikutnya. Menjadi pribadi solehah dan dekat dengan Alloh maka insyaAlloh akan dipermudah segala hal yang sedang saya kerjakan. Dengan dekat dengan Alloh, hati akan terasa sejuk, lapang, bersih dan ini akan mempengaruhi bagaimana kita berpikir dalam menghadapi masalah, tidak berpikiran negatif, tidak grusa grusu, tidak mengedepankan emosi, dan bagaimana kita menghadapi masalah akan berpengaruh pada apa yang kita dapat dan apa yang terjadi pada kita. Dan bermula dari semua ini saya akan tahu mau dibawa kemana arah hidup saya ini. Dan, yang saya yakini adalah, Alloh akan memasangkan setiap umatnya, yang baik dengan yang baik, yang buruk pun serupa begitu. Dan yang saya tangkap adalah,

“Wooo...Anda merasa keburukan telah bersama Anda? Ingat, Alloh akan memasangkan umatnya yang baik dengan yang baik, yang buruk pun dengan yang buruk. Hal satu satunya yang bisa dilakukan adalah berantas keburukan yang ada, dan pantaskan diri Anda untuk siap dipasangkan dengan orang yang pantas untuk Anda. Serupa upgrade diri Anda untuk bisa meng-upgrade ‘future husband’ Anda (bahasa mulai berat).”

Yang saya yakini dari kata kata itu adalah Alloh memotivasi kita untuk terus ‘memantaskan’ diri dan menjadi lebih baik. Dan ada satu hal di dunia ini yang paling saya takutkan. Being a daughter whose father has ‘less usual’ life just gives me so much burden, negative thinking, difficulties in being positive thinking, and what I have experienced gives me much anxiety. Dan resolusi tahun 2013 terkait dengan nomor 1 adalah menjadi pribadi solehah dan mengesampingkan segala pikiran buruk yang ada. Bila ada satu hal yang bisa dihilangkan dari diri saya, tanpa ragu ragu hal nomor wahid yang ingin saya buang adalah ‘negative thinking’ saya. Membuat hidup terasa sangat melelahkan karena otak dijejali dengan pikiran pikiran negative. Dan sekali saya mencintai seseorang, pikiran pikiran negative berawalan ‘jangan jangan dia..’ ‘jangan jangan dia..’ bermunculan seperti tunas kelapa. Dan setiap menit dimana pun saya berada, saya merasa selalu berdebat. Berdebat dengan pikiran sendiri. Capek sekali.

Dan tidak bermaksut bermain sinetron berjudul ‘Tobat’ dan ‘Lebay’, resolusi nomor 1 ini adalah pembuka resolusi resolusi berikutnya. (abot banget iki)

2.  LULUS dan WISUDA bulan JULI.

Saturday, 20 April 2013

MENGGAPAI PUNCAK ANDONG BAB 4

Saturday, April 20, 2013 34 Comments



Assalamualaikuuuum.....

Daftar isi :




Menggapai Puncak Andong Bab. 4, here!

Memang benar, segala usaha pasti terbayar. Dan alhamdulillah kita berempat bisa mencapai puncak gemilang cahaya dengan langkah yang masih tegap.

Gunung Andong adalah gunung percobaan bagi mereka yang masih dalam level pendaki pemula. Namun, bagi saya, bisa sampai di sini saya sama sekali tidak pernah menyangka. Orang segering saya??? Hehehe...

Dan saat kita sudah sampai di puncak dan menoleh ke belakang melihat lengkungan raksasa itu, saya tidak menyangka kalau selangkah demi selangkah, sengesot demi sengesot, kita bisa ngesot sejauh itu. Ini jelas rekor ngesot saya paling jauh. Luar biasa sekali.



Dan Alloh sungguh baik luar biasa. Dari yang semula kita sampai puncak hanya bisa melihat putih berlapis lapis mengelilingi kita, setelah kita istirahat dan makan, kabut sedikit demi sedikit jalan menyingkir.

Wah, wes tekan kene...wes syiap...syiaaaap...oke tak sebulkeee...Nyoooo..”

 Dan apa yang kita lihat?? Luar biasa sekali, saya speechless tidak terhingga. Ini jelas jelas pemandangan super mewah.

Baiklah, kamu juga bisa melihat hal serupa saat kamu naik pesawat. Tetapi melihat dari atas gunung pastilah memberi debaran tersendiri. Dan menyadari semua kerja keras meniti ratusan tanjakan dibayar lunas dengan hidangan mata sedemikian mewah, sumpah apiiiiiik buanget!!!Apik biyanget!!!


Friday, 19 April 2013

MENGGAPAI PUNCAK ANDONG BAB 3

Friday, April 19, 2013 25 Comments


Assalamualaikuuuum...



Now, Menggapai Puncak Andong Bab 3

10.00 AM

Setelah setengah perjalanan meniti punggung sapi raksasa selangkah sebelum mencapai puncak, saya dan ketiga partner saya seratus persen tercengang dan takjub saat Alloh membuka ‘tirai’ di sisi kanan dan kiri kita.



Yang semula hanya arakan kabut yang menutupi pandangan, saat kita mencapai setengah perjalanan, kabut bergerak maju, dan lamat lamat....

Di sisi kanan kita terlihat hamparan sawah berpetak petak, rumah bersususun, jalan meliuk liuk, hutan tertata sedemikian rupa. Allohu akbar banget lah deh speechless banget. Kereeeeen banget! Sampai sekarang saya masih bisa membayangkan apa yang ada di depan mata saya saat ngesot di sana. Bahkan, saya dan awan pun tinggian saya. Lihat gumpalan kapas itu mengingatkan saya pada arum manis.  Hap!! Saya meraih gumpalan awan, saya bawa pulang.





Thursday, 18 April 2013

MENGGAPAI PUNCAK ANDONG BAB. 2

Thursday, April 18, 2013 12 Comments

Assalamualaikum...

Setelah berdoa, mulai jalan menanjak, nyanyi nyanyi dan ngobrol di sepanjang perjalanan, hidung mengembang dan mengepis hand in hand dengan paru paru yang aktif tarik dan buang, setelah meniti tangga bertepi tebing di sebelah kanan dan berdasar sawah sawah, hutan, perumahan, dan jejalanan yang terlihat mini, setelah peluh berjuntai juntai, akhirnya sampai juga kita pada sebuah bukit kecil akan di puncak Gunung Andong. Cerita sebelumnya bisa dibaca di SINI

9.28 AM



Di dalamnya, terdapat satu ruangan dengan tikar tikar, kata Yanta. Jadi, bila kamu ingin mendaki tetapi tidak ingin mendirikan tenda, kamu bisa memanfaatkan tempat inap sederhana nan gratis ini. Dan keesokan harinya pasti akan disuguhi panorama alam yang tak terbeli. Hidup menghidangkan sajian alam yang tak terbayang bila kita mau menyelusurinya. Mendaki gunung Andong membuat saya jadi serupa pujangga.
Bahkan ada sejenis tungku terbuat dari tanah yang dilubangi sedemikian rupa. Keren.


Dan, lagi. Kita berempat mengabadikan moment pertama kalinya mendaki gunung, bagi saya at least. Udaranya lumayan dingin, tetapi karena kita membakar kalori dan menghasilkan panas tubuh, kita tidak merasa dingin yang teramat sangat.



Oh ya, di sana kita juga berjumpa dengan dua bule asal Brazil, dia berteriak pada temannya yang sepertinya masih on the way di bawah..

“Bagaimana di sanaaaaah???”

“Hiduuuuuuuuuuuuuuuup!!”

“Di sini sakit sekaliiiiiiiiiiiiiii”

Yang setelah saya fikir fikir, kemungkinan besar maksutnya begindang.

“Gimana di sanah???”

“Cemunguuuuuuuuuuuuuuth eaaaaa!!”

“Sini capeeeeeeeek beuuuuuth!!!”

Wednesday, 17 April 2013

MENGGAPAI PUNCAK ANDONG BAB 1

Wednesday, April 17, 2013 25 Comments



Setelah sempat tarik ulur pendapat tentang pendakian ini dengan Bapak dan Ibu, setelah menerjang hujan angin membawa dua buah tas dari Ambarawa ke salatiga sore harinya seperti mahasiswa mau minggat, setelah menginap di kost seorang teman kenthel bernama Mela, setelah jam 4.45 bangun dan siap siap dengan teliti agar semua barang yang memang perlu dibawa bisa terbawa, dan setelah bertemu Angga dan Agam dan Yanta,dan setelah menempuh perjalanan ke desa Ngablak diboncengkan Angga dan dipinjami helm olehnya,  akhirnya...

Mengutip dari blog Milik Yanta, saya akan mendeskribsikan bagaimana dan dimanakah gunung Andong temannya Dokar ini.



Gunung Andong, dibandingkan dengan gunung lainnya seperti Merbabu yang mencapai 3.142 di atas permukaan air laut, gunung Andong termasuk gunung yang tidak terlalu tinggi. Dia hanya 1.736 mdpl. Tapi ini tidak sekedar 'hanya', bila kamu menaikinya, alamaaaaak... 

Gunung ini berada di Magelang, dan kamu bisa memulai pendakian melewati desa Srigading, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Okesip.
Sebentar, saya perlu mengenalkan siapa saja partner saya kali ini. Saya menamai kita berempat sebagai pendaki lalala yeyeye.

1. Yanta.


Dia adalah teman SMA saya. Dia bisa dikatakan sebagai pendaki PRO. Dia juga mempunyai blog yang mengupas tentang travelling. Mau dimana? Merbabu, Lawu, Bromo, semua sudah pernah dia taklukkan. Sepanjang yang saya tahu selama kita mendaki, dia pendiam, jarang tertawa, dan mukanya datar tak terperi. Dia adalah kunci sukses pencapaian puncak karena dia semacam leader pendakian kita, dan selama beberapa jam itu hidup kita, kita gantungkan di pundaknya. Saking beraninya, dia bahkan sebelumnya pernah mendaki puncak Andong sendirian. SENDIRIAN, saudara saudara. Andong yang tingginya 1742 mdpl dia daki sendirian. Di SINI ceritanya. Keren sekali. Dan foto foto spektakuler di sini diabadikan oleh Yanta, dan setiap moment pendakian telah terabadikan. Yeah!

2. Angga


Dia juga teman SMA saya. Kita dulu pernah ingin berkongsi untuk bisa mendirikan komunitas blogger menjalin para blogger seantero Salatiga, bernama Salatiga Blogger Community bersama para blogger lainnya. Terbentur kesibukan masing masing, rencana yang sudah sampai tahap pembentukan kader itu masih terhenti. Dan mengingat hal pertama yang ingin saya lakukan setelah lulus adalah memulai hidup yang baru di kota yang baru, maka saya tidak akan bisaikut  meneruskan rencana itu. Dia juga yang memboncengkan saya menyelusuri jalanan arah Kopeng menuju Ngablak, tempat dimana Gunung Andong bertengger. Selama perjalanan, dia juga berkelakar bersama kami. Dia juga seorang blogger dengan cerita perjalanan berjunta juntai di blognya, di SINI. Dia juga keren!

3. Agam




Dia adalah teman SMA dan juga sekarang menjadi teman satu fakultas. Bergumul dengan skripsi tidak membuat kita terus menerus membelalakkan mata di depan susunan kata kata. Kita butuh vitamin mata. Setiap hari memandang laptop, mata kita pedes sekali. Otak apalagi. Memuncah muncah! Dia dan saya itu sebelas dua belas. Sama sama terlalu banyak bicara. Pembicaraan dari seputar supporter Dasyat lalala yeyeye, tentang topik skripsi yang sekarang sedang digodog, dan sampai finalis favorite AFI dari musim pertama dan musim berikutnya. Menuju Puncaaaaak, gemilang cahaya....kita bernyanyi. Pucuk! Pucuk!Pucuk! Sungguh, dia dan saya...ceriwis sekali. Kombinasi yang kurang stabil.

4. Meykke


Lha...ini. Ini adalah saya. Kadang aku, kadang gue. Moody. Katanya, dia ingin sekali bisa tergabung dalam komunitas backpaker. Dia gemar jalan jalan dan wisata alam, tetapi dia tidak gemar menarik lembaran dari dompetnya. Prinsipnya, pergi sejauh jauhnya, dengan biaya seminim minimnya.Dia suka perpaduan langit dan tumbuh tumbuhan. Harmonisasi biru dan hijau baginya harmonisasi terindah ciptaan Alloh SWT. Puncak gunung yang gagah seakan mencium kapas berarak arak dengan semburat semburat biru adalah pemandangan elok sepanjang masa. Pantai, gunung, air terjun, danau adalah tempat yang tak pernah membuatnya bosan. Mimpinya, berkunjung ke pantai pantai di segala pelosok Indonesia. Hanya saja dia tidak ingin sun-bathing. Jangan, kasihan.
Katam

----------------------

Via whatsapp, Angga mengirimi saya foto ini. Dan dari situ keberanian saya muncul. Ukhti ukhti ini saja bisa, pakai rok pula. Subhanalloh...saya juga pasti bisa, walau pun saya tidak berani memakai rok. Takut kesrimpet.

Sabtu, 13 April 2013
7.45

Monday, 15 April 2013

Kenapa harus LARI Episode 4 (TAMAT)

Monday, April 15, 2013 4 Comments

Assalamualaikuuuuuuuum...

Dan Lari saat SD mengajarkan pada gue kalau satu kekurangan itu tidak akan meruntuhkan dunia gue. Lari memang bukan keahlian gue, tetapi gue juga ada keahliannya. Hehehehe...Alhamdulillah

SMP. Karena olahraganya paling paling lari mengelilingi lapangan Jenderal Sudirman atau dikenal dengan nama Pangsar, Ambarawa, jadi nggak berat berat amat. Dan waktu SMP, banyak yang jalan juga jadi gue nggak keliatan belakang sendiri. Pelajaran lainnya itu berenang yang pada akhirnya menuntun gue pada nilai sempurna itu di akhir kelas tiga. Berenang adalah salah satu ujian prakteknya. Lalu kelas satu dan dua itu kebanyakan juga mainan raket mementul mentulkan kok alias bulu tangkis, dan gue juga suka juga jenis olahraga itu.

SMA. Selain lari setiap pagi takut telat, gue juga harus lari di pelajaran Penjaskesnya. Lari mengelilingi Kemiri sebanyak dua kali. Naudzubillah. Cuman karena perkembangan mental gue udah nggak se menye menye waktu SD, jadi proses itu bisa gue jalani dengan hati yang tegar. Ha ha ha
Kuliah. Nah, kuliah udah nggak ada pelajaran Penjaskes. Upacara pun tak ade. Tapi gue harus tetap lari lari mengejar waktu. Semoga di lain hari gue nggak dikejar ‘waktu’

“Ke...lhek segera to..umurmu tu udah berapaaaa... mau kapan, itu lho teman temanmu banyak yang sudah...”
Itu salah satu kejadian dikejar waktu. Naudzubillah. http://www.emocutez.com

Thursday, 11 April 2013

Kenapa Harus Lari Episode 3

Thursday, April 11, 2013 31 Comments

Assalamualaikuuum...



Tuh kan, entah mengapa Lari itu sensitip banget sama gue. Dia nggak pernah ngertiin apa mau gue. Gue susah sejak pertama kenal sama dia. It drove me crazy to the death!! *abaikanpembukaannya

Dari SD sampai Kuliah gue sudah berkubang dengan ‘penderitaan’ seputar lari.

Apakah itu bisa disebut penderitaan?? Apa iya? Masa??

Bila kembali mengedarkan ingatan menuju ke 14 tahun yang lalu, waktu gue masih kelas 3 SD. 

Sejak itu, dari hati gue yang paling dalam, setiap pelajaran penjaskes yang isinya kalau nggak lari mengelilingi desa dua kali, lari melewati jalan alternative Brongkol sampai SD tetangga yang ada di sana, main kasti, bikin paving, ya jaring jaringan. Dan jaring jaringan adalah permainan paling memuakkan.  Kalau lari dan kasti itu burdennya itu nggak besar besar amat. Tapi kalau jaring jaringan, subhanalloh gue depresi berat.

Akan dipilih satu orang yang terpilih untuk menjadi pemula. Semua anak akan menyebar di segala penjuru di suatu lapangan rumput yang sekarang udah jadi ruko ruko Ambarawa rest area. Satu orang itu akan memilih satu target dan menangkapnya. Bila sudah tertangkap, mereka akan berkongsi untuk menjadi 2. Mereka bergandengan mesra sekali mendiskusikan seorang target dan menangkapnya. Tertangkap sudah, jaring menjadi 3 orang. Begitu seterusnya. Semakin beranak pinak.

Bedanya, bila Kasti gue dipilih paling akhir sendiri, ini gue jadi ‘dipilih’ paling awal. Karena apa??? 

Yak, karena gue larinya ithik ithik ithik, dia Cuma lari setengah interval aja juga sudah mampu nangkep gue. Dan akhirnya gue harus berkolaborasi dengannya, menangkap yang lain. Pasangan gue ini bukannya memperlakukan gue dengan mesra, tetapi kekerasan dalam jaring jaringanlah yang terjadi.

“Ke, cepet ke sebelah kono!! Sebelah kono!!” dengan bergandengan tangan gue mencoba lari sebisa mungkin.

Wednesday, 10 April 2013

Kenapa harus LARI Episode 2

Wednesday, April 10, 2013 25 Comments

Assalamualaikum....



Sambungan dari INI.

Nah, itu cerita betapa gue merasa untuk bisa ke kampus, lari lari adalah kegiatan rutinitas di semester semester tengah kemarin.

Jarak 25 meter yang terbentang di antara kita (gue dan kampus,red) membuat tenaga gue terkuras di jalan. 
Lari lari sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam hidup gue. Bila gue flashback satu strip fase hidup gue, saat gue masih memakai seragam putih abu abu dengan tingkat kelabilan yang diperkirakan mencapai titik nadir, gue sudah akrab dengan lari lari.

Oke. Jadi gini, Dulu, gue juga sekolah di salah satu SMA di Salatiga. Kota yang sama. Gue juga bolak balik dari Ambarawa-Salatiga setiap harinya. 25 kilometer. Bedanya, dulu gue sama temen temen seperantauan, sekarang mereka merantau sendiri sendiri. Dan gue, masih setia dengan ini semua. Gue belum move on. Jadi, sejak sekitar 7 tahun yang lalu, gue setia naik bis ESTO atau pun SARI, atau pun SUKSES, gue setia meniti jalan demi jalan di sepanjang jalur Ambarawa-Salatiga, dan bahkan muara kaki gue tetap di spot yang sama, di depan gang besar bernama Kemiri. Kalau SMA, gue masuk gang itu lalu belok kiri, kalau kuliah, gue lurus nggak pake masuk gang, terus melewati Diponegoro internet cafe and game center, melewati pos polisi, lalu SD Al-Azhar, diteruskan dengan deretan penjual makanan di pinggir jalan. Dan, belok kiri.

Bisa disimpulkan, SMA dan universitas gue itu tetanggaan.

Nah, maka rutinitas pulang dan pergi pun nggak jauh beda. Dan proses pelarian pun hampir serupa. Bedanya, dulu gue kalau lagi apes nggak bisa naik bis di jam yang pas, gue harus lari lari mulai dari gang itu, bersama teman teman senasib lainnya.

“Ayoooo...Ayo...” http://www.emocutez.com

Tuesday, 9 April 2013

Kenapa harus LARI??

Tuesday, April 09, 2013 29 Comments

Assalamualaikum................


Gue nyangklong tas, gue lari menuruni jalanan menuju jalan raya. Mau pake rok, mau pake celana, gue tetep able buat lari. Demi. 

Kalau kelas gue adalah jam 9, dan gue jam 8 masih berpijak di lantai rumah gue, ini adalah sebangsa musibah. Gue pasti telat. Dan kalau sudah begitu, lari adalah solusi tercerdas.

Sesampainya di Ambarawa, gue juga harus tetep lari. 

Kenapa? 

Kalau lagi apes, sini jalan pake rok dan sok anggun menelusuri jalan tepi di Ambarawa kota, bis SARI dengan ‘megah’nya menanti gue, lalu tinggal jarak 50 meter, tiba tiba bis SARI jalan. Gue kelabakan, gue udah manggil manggil nggak denger. Dan kalau sudah begitu, gue yang telat 5 menit bisa telat 20 menit. 15 menit buat ngetem di tempat itu juga. Syedihh. http://www.emocutez.com http://www.emocutez.com


Sunday, 7 April 2013

Hasil Gemilang Wawancara di Selasar Kartini!

Sunday, April 07, 2013 5 Comments


Assalamualaikuuum,

Nah, gue menempati janji gue tentang mampublish hasil apa yang gue peroleh dari hasil wawancara demi menggoreskan nilai jurnalism yang menawan dan seperti yang gue harepin kemarin.

Sebelumnya, gue akan cerita itu apa Jurnalism? 

Jadi ceritanya begini. Di semester gue yang ke delapan dan insyaAlloh terakhir ini, gue ambil satu mata kuliah elektive means mata kuliah yang bisa dipilih, ada banyak mata kuliah pilihan, seperti public relation untuk mereka yang berniat kerja menjadi public relation officer di kantor dan perusahaan, ada juga mata kuliah tentang American Language and Literature untuk mereka yang lebih tertarik pada bahasa dan budaya Amerika, ada pula Theme Song yaitu menganalisa lagu, Song Subtitling bagi mereka yang tertarik untuk menyubtitle film Barat misalnya, ada pula Teaching English for Young Learners untuk mereka yang tertarik untuk bisa menjadi guru Bahasa Inggris di Kindergarten yang sukses, dan Jurnalism adalah salah satu dari mereka, bagi mahasiswa yang suka dunia tulis menulis seperti gue.

Oke, katam.

Dan di Second News Story kita disuruh menulis lagi tentang berita yang terjadi sekitar Salatiga, kota kecil yang selama hampir sepertiga hidup gue, setiap hari gue bolak balik dan melakukan banyak hal di kota itu.

Dan gue memilih menulis tentang Selasar Kartini. 

Apa itu Selasar Kartini? Loe bisa baca sendiri hasil artikel yang gue tulis.

Dan memang, bila kerja keras, usaha, dan do’a bila digabungkan bisa menjadi nasib baik. Setelah gue mempertaruhkan urat malu gue yang menjadi sangat fleksibel waktu wawancara di tengah keramaian Selasar Kartini tempo hari dibantu oleh temen baik gue, Via, lalu menulisnya menjadi berita dengan mencampurkan ilmu ilmu jurnalism yang udah gue terima di kelas, lalu setelah itu harus konsultasi dan revisi, akhirnya hasil yang gue tunggu tunggu bertahta indah di kertas gue.
Ini sebelum direvisi :3

Friday, 5 April 2013

Saengil chukahamnida, Dany Aprilla

Friday, April 05, 2013 14 Comments
Happy Happy Happy Happy Birthdayyy!!!!!!!!!


*balang air dibungkus plastik dikasih tepung di dalam

*nggak bisa mengelak, hiaaaaak dyess dyesss!!

*basah kuyup

*dibalang telur 22 biji

*amis

*nggembeng, nangis di pojokan.

*pulang, kandakke Ibuk

Wow, omaigot!!! I can believe it! You are so old now. What??

You have reached 20, added by 2. You are 22 years old!! Wekekekeke...

Remembering that you are the oldest among us, kakaaaaak...we are going to say “Happy the Happiest Birthday Ever!!” for you.

Without realizing that time goes by totally fast. I still remembered how we were so unyuk unyuk going to school and going back from school together while wearing such a precious uniform together full of laughter and happines in labile mental.




Tuesday, 2 April 2013

One Day Out with Dany Aprilla

Tuesday, April 02, 2013 15 Comments

Assalamualaikum....

Setelah sudah lama rasanya nggak hang out atau bertemu teman lama atau jalan jalan menghabiskan waktu bersama karena terbentur jadwal kuliah, skripsi yang menyebabkan semakin rajin bertapa di perpus dan karena emang nggak ada yang diajak dolan, akhirnya pulanglah salah satu sahabatku. Huahaha...

Dany. Sebelum aku ceritakan kita ngapain aja, let me tell you who she is. 

Dany Aprilla


Kita sudah bertatap muka sebenarnya sejak SMP. Ya, SMP. 10 tahun yang lalu. Cuma waktu SMP kita belum berteman hanya saling tahu dan kenal saja. Ada dua moment yang paling aku ingat perihal dia waktu SMP. Dia masuk dalam jajaran siswa terkenal waktu SMP dulu. Moment pertama yang aku ingat adalah waktu itu aku dan Ibu sedang akan mendaftar, tiba tiba ada dua anak lari lari melewati kita dan aku masih ingat dua orang itu adalah Dany dan satu temannya dulu sewaktu SMP, Dewi.

“Aduh, kemayu banget”, batinku melihat mereka lari lari sambil ketawa geje ala anak SMP.

Yang kedua, waktu itu akan pulang sekolah, lalu seperti biasa aku nggak ada teman menghadang angkot sendirian. Emang apes banget aku dulu. Punya teman satu jurusan (jurusan angkot) juga ndeketin aku kalau lagi nggak ada teman buat pulang. Kalau yang satunya bisa bareng, mereka berdua ninggalin aku. Hahahasem  http://www.emocutez.com http://www.emocutez.com http://www.emocutez.com

Nah, waktu aku lagi di tengah menunggu angkot tiba tiba Dany yang dulu aku memandangnya sebagai anak tingkat ‘atas’ nyapa aku. “Meykke!”

Aku lupa aku ngrespon apa, tapi aku inget bagaimana dia menyapa. Dia yang aku kenal dulu itu emang aktif cenderung hiperaktif karena terlalu banyak gerak.

Kelas 1 SMA, kita sekelas dan mulai sebangku. Dan dari sanalah kita mulai dekat dan akhirnya walau banyak badai menghadang, salah paham, pertengkaran, perdebatan, apapun, mulai dari 7 tahunan, kita berteman.

Dan semakin dekat walau pun kelas 2 kita pisah kelas. Dan bersama Umami dan Ellena kita mendirikan Pinqueenz. Alhamdulillah sampai sekarang, kita masih keep in touch dan menyempatkan untuk bertemu atau conference call untuk sekedar bertukar cerita hidup.

Pembukaan katam.

Nah, sebelumnya aku juga bertemu secara terpisah dengan Ellena Rosmayanti dan juga Mahlahatul Umami. Ceritanya di SINI dan SINI.

Nah, sekarang what did we do yesterday, 30 Maret 2013???

Monday, 1 April 2013

I Got Blogger Energy Award!

Monday, April 01, 2013 31 Comments

Assalamualaikum..... 

Hai teman teman semuanyaaaah......

Hai teman teman Blogger Energy, sudah cukup lama kita saling berkunjung dan bertukar cerita. Sudah cukup lama aku mempunyai teman teman satu hoby satu kesenangan dan satu derap kaki dalam dunia tulisan. Sudah cukup lama tiba tiba aku bisa punya teman beda pulau, tersebar dimana mana, dan dunia maya mempertemukan kita. Bali, Borneo, Papua, Surabaya, Jogja, Djekardah, ada yang Malaysia, dan kota kota lainnya. Nggak kayak dulu kenal sih kenal temen dari berbagai kota, sampai manca negara tapi di Mig33 atau MIRC. Kalau di Mig33 tiba tiba nyasar chat sama orang India, alamak.... Dan kalau di MIRC udah namanya jadi cewemaniezh_17 tendensi nya sudah berubah total. Cari kenalan. -__-. Yasud, dulu itu asyik.

Let me tell you about my blog first.. http://www.emocutez.com

Ngeblog dari tahun 2010 dan pertama kali menyebut diri sebagai “Melted Javanese Sugar”. Artinya apa?

Saus cincau. Itu lho coklat coklat meleleh yang buat saus kalau makan cincau, terbuat dari gula jawa dilumerin. Artinya apah?? karena aku walau coklat tapi manis, kayak saus cincau *nggantungdiri  http://www.emocutez.com

Itu mulai tahun 2010, itu berarti waktu umurku masih belia, 19 tahun. Masa di antara belasan dan puluhan itu masa penuh gejolak jiwa dan kurang stabil perkembangan mentalnya karena faktor internal dan eksternal. 
Sebelum ini ada blog lain terdahulu, namanya macam macam, seperti Black Cappuccino; Black, White, and Colorful; The Beach of Mine.

Dan akhirnya aku melabuhkan hatiku pada blog ini. Blogku ini setelah Melted Javanese Sugar pernah aku ubah menjadi Meykke’s cup of story. Kenapa?? Karena aku suka kopi.

Terakhir ini aku ubah lagi menjadi M.E.Y.K.K.E S.A.N.T.O.S.O Kenapa? Karena namaku itu. http://www.emocutez.com