Saturday, 23 February 2013

Life-Lesson From Ukhti Oki Setiana Dewi


Assalamualaikum....

Gue kemarin habis download video di Youtube setelah gue dikasih link sama Uma. Jadi itu link ke videoklipnya Ukhti Oki Setiana Dewi yang nyanyi ‘Hijab, I’m in love’. Nah, dan di situ banyak video Oki lainnya. Salah satunya adalah saat Oki ada di acara Hitam Putih. Gue download lah itu video kan ya...

Dan habis itu gue lihat barusan.

Lihat ukhti ukhti kayak Mbak Oki, kayak Uma yang sebelas dua belas sama bagaimana Mbak Oki berjilbab itu bener bener bikin adem. Dan cara ngomong Mbak Oki, cara dia menggerakkan wajahnya sedemikian rupanya, caranya tersenyum, dan lain lainnya itu bener bener.....gue yang cewek aja rasanya sejuk adem tenang sejahtera sentosa, apalagi cowok.

Di situ Mbak Oki bercerita tentang bagaimana Ibunya sakit yang kulitnya ngeletek. Jadi pake baju, kulitnya ngeletek. Bahkan, tidur juga kulitnya menempel di kasur, dan bila Ibunya bangun, Mbak Oki harus menempelkannya lagi.



Dan saat rekaman suaranya Ibunya itu didengerin gitu khan ya di acara itu, gue jadi nangis. Orang Yuki yang sebelahnya juga ikutan nangis tersedu sedu begitu kok. Gue sih sebenarnya nggak cengeng juga, cuman kalau lihat kalau nggak drama Korea ya bagaimana orang berjuang itu baru nangis. Denger bagaimana perjuangan seperti Mbak Oki itu bener bener bisa jadi inspirasi dan motivasi.

Lalu, yang kedua waktu Mbak Oki berjuang hidup di Jakarta. Karena saking tidak ada uangnya, Mbak Oki itu sampai cari cari koin di tas, di saku, di rumah, dan dikumpulin buat makan. Bahkan, makan siang juga dibagi dua yang separonya buat makan malam. Dan lihat sekarang, Mbak Oki sudah nulis tiga buku inspirasional.

Dan gue jadi mikir, perjuangan gue ini alaaaaah...belum ada apa apanya dibandingin usaha orang lain, seperti Mbak Oki. Gue yang kadang menempuh 25 km pulang pergi kuliah aja suka sok capek, desel deselan naik bis bersama mbak mbak Pabrik lainnya malam malam suka sok perkasa, masih masalah cinta gitu aja suka sok orang paling tertatih tatih. 

Dan gue jadi sadar, gue ini belum ngapa ngapain. Dan gue jadi semakin pingin bisa merantau ke Jakarta dan merasakan hidup yang benar benar hidup di sana. Yang gue lihat, orang orang sukses sepeti Mbak Oki, dan artis artis lainnya (tapi gue nggak pingin jadi artis), atau pengusaha besar di sana, mereka pasti mengalami masa dimana mereka benar benar miskin. Dan dari situ mereka terpacu untuk bisa memperbaiki nasib. 

Bagaimana pun, Alloh tidak akan mengubah nasib kaumnya selain mereka mau mengubah nasibnya sendiri. Dan pernah gue dikasih tau temen gue, di Injil juga kurang lebih dikatakan, Tuhan hanya akan menolong orang orang yang mau menolong dirinya sendiri. Sama intinya. Dan, gue semakin bersemangat untuk bisa memperjuangakan mimpi gue setelah lulus nanti. Keluar dari zona aman. Bisa nggak ya gue?

Sama seperti Mbak Oki, gue juga anak pertama. Adik gue ada 2, cewek semua. Mimpi gue untuk punya kakak laki laki tidak akan pernah terjadi. “kakak ketemu gede” sedang dalam radarnya menemukan gue di milyaran manusia lainnya. Dan wanti wanti Ayah gue adalah adik gue. Dua duanya. Masa depan adik gue ada di pundak gue. Dah karena Ayah gue juga pernah stroke sekali, jadi gue harus benar benar bisa diandalkan. Dan adik gue yang terakhir itu TK, karena jaraknya sama gue sekitar 17 tahun. Jadi, gue harus sukses.

Yang berikutnya yang bikin gue nangis itu adalah waktu Mbak Oki tanya ke Ibunya yang hampir dua bukan dirawat di rumah sakit,kira kira begini :

“Ibu, apa yang bisa Oki lakukan untuk Ibu? Apapun akan Oki lakukan..”

“Ibu Cuma minta satu...”

“Apa Bu?”

“Oki jadi anak solehah saja sudah cukup untuk Ibu.”

Lah, gue ya langsung mewek mewek. Lalu dari situ, tujuh tahun yang lalu waktu Mbak Oki berumur 16 tahun, Mbak Oki memutuskan untuk memakai hijab.

Lalu Mbak Oki bilang, ada dua hal yang bisa mengubah seseorang. Lingkungan dan kejadian sedih. Dan berubahnya pun bisa ke dua kutub, whether getting better or getting worse.

Dan Mbak Oki, karena penyakit Ibu nyalah yang bisa mengubahnya menjadi dia yang sekarang. Katanya, karena penyakit Ibunya membuat dia beserta Ayah dan adik adiknya semakin dekat dengan Alloh. Jadi, dia bersyukur Ibunya sakit.

Lalu, Deddy bertanya, “Lalu, jadi Anda bersyukur Ibu Anda sakit?”

“No, I mean Alloh mempunyai sejuta cara untuk bisa membuat hambanya bisa menjadi lebih dekat dengannya, salah satunya dengan cobaan cobaan. Kalau cobaan itu hanya berupa kesenangan, takutnya manusia malah menjadi lupa, tetapi dengan cobaan sedemikian rupa, manusia jadi semakin pasrah dan dekat dengan-Nya, karena dengan-Nya manusia bisa minta apa saja.” 

Kira kira begitu, yang bikin gue...owh bener...

Musibah memang bikin orang bisa lebih dekat dengan Alloh.

Ayah gue. Nggak papa kali ya cerita soal Ayah gue. Ayah gue dulu nggak pernah sholat dan melakukan hal hal yang sebenarnya melenceng. Tetapi, suatu ketika Ayah gue dikasih cobaan sama Alloh. Ayah gue kena stroke, dan gue anak pertama masih mengais ngais ilmu dengan biaya yang tidak murah karena gue kuliah di swasta. Dan dari situ, Ayah gue sering baca buku motivasi yang sering gue beli waktu ada bazaar buku di Salatiga. Dan sejak saat itu sampai sekarang, sholat Ayah gue udah kayak auto-alarm. Kalau dulu jam 7 baru bangun, sekarang jam 5/setengah 6 Ayah gue bangun dan sholat subuh. Dan gue percaya tentang apa yang dikatakan Mbak Oki. Musibah atau cobaan membuat hambanya lebih dekat dengan Alloh. Katam.

Lalu, ada lagi Mbak Oki tulis di bukunya tentang orang yang mencemooh hijabnya.

Tujuh tahun yang lalu jilbab belum sebooming ini. Mereka yang berjilbab masih pake kain katun biasa, belum ada paris apalagi shawl dan hoodie dan masih dikatakan sedikit jadul dan primitif. Bahkan, di kampus gue dulu gue denger belum boleh pake jilbab. Dan banyak pekerjaan yang melarang pake jilbab. Nah, mbak Oki pake jilbab ada yang bilang, kalau pake jilbab itu mau jadi apa? Nggak bisa jadi apa apa.

“Jadi, lihat saya sekarang dan saya sekarang menjadi apa apa.” Dia bilang begitu.

Dan, wah.....superb sekali memang...

Makin bikin gue mantap untuk berjilbab. Mantap maksimal sekarang. InsyaAlloh nggak akan gue copot jilbab ini.

Dan gue pingin banget bisa baca bukunya Mbak Oki yang Melukis Pelangi, dan dua buku lainnya.

Tapi, gue pasti akan dapat 3 bukunya Mbak Oki. E-booknya udah keluar belum ya... -________- *jiwagretongan

Dan gue punya dua role model dalam hidup ini. Yang pertama, idola gue, Mbak Oki. Dan yang kedua, sahabat gue, Uma (Aduh, kalau baca kepalanya bisa nggak pas make helm ini.).

Karena apa? Gue pingin menjadi seperti mereka. Mbak Oki itu kalau ngomong suaranya meneduhkan, nggak pernah kasar, dan Cuma lihat saja hati sudah adem. Gue belum bisa. Gue ini kalau boleh curhat nggak ada halus halusnya, galak, sadis, dan sedikit sarkastik. Thus, I wanna be like her. Ini bukan soal, “Alah Mek...just be yourself...Kalau be myself yang bisa menjadi lebih baik ya kenapa tidak? Kalau myself gue ini yang galak, sadis, judes, lah, kasihan banget gue...”

Lalu Uma. Karena yang gue lihat, dia itu dulu tomboy dan sekarang dia selalu make rok. Dulu waktu dia make rok, ngeluh gitu. What?? Gue?? Make Rok?? Oh My God. Sebangsa itu. Lalu dia itu pekerja keras sampai bisa ke Rusia dengansegala modal otak, kerja keras, dan tangan Alloh. Dia itu wanita perkasa, yang dulunya dia penyakitan karena sedikit sedikit sakit, suka tiba tiba sesak nafas dan sebagainya. Dan sekarang, alhamdulillah sehat wal’afiat. See??

Gue masih on the way. Dan hal hal seperti ini bikin gue yang...gue bisa nggak ya...pasti bisa...tapi...ya kalau diniatin ya bisa....tapi.....orang lain bisa masa kamu nggak...tapi...asal percaya sama Alloh pasti bisa...nothing is impossible, even impossible itself means I’m possible...

Wassalam
20.02.3013
18:12

4 comments:

  1. karena untuk berubah itu butuh motivasi. jadikan mereka motivasi hidup mu agar lebih baik. semangat.
    *kerasukan UJ*

    ReplyDelete
  2. iya..sempet liat juga sekmen ini..tapi cuma bentar.nggak sampek selesai

    ReplyDelete
  3. This page truly has all the info I wanted about this subject and didn't know who to ask.

    my web site - Reebok Nano 2.0

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...