Wednesday, 13 February 2013

Esensi dari Film Chalte Chalte


Assalamualaikum pecinta Bollywood...heehehe

Ada nggak?

------------------------------------
Setelah gue dapat oleh oleh dari Uma kemarin berupa lagu India entitled “Chalte Chalte”, gue jadi punya inspirasi buat nulis ini. Dan gue mau share soal esensi dari film ini, jelas dari sudut padang gue sendiri.

“Chalte Chalte itu yang mana? Yang main siapa? Kayak apa? Penting?”

Yak gue cariin thrillernya. Nih!




Jadi cerita singkatnya begini.

Rani yang berperan jadi Priya, dan ShahRukhKhan yang jadi Raj. Dan ada artis lain tapi gue nggak kenal namanya jadi Sameer.

Raj yang sopir truk ketemu Priya waktu mereka hampir kecelakaan, tapi adegan ini bukan adegan serius, dikemas secara komedi. Ketemu lagi waktu nikahannya temen mereka. Dan pada akhirnya mereka dolan bareng naik truk. Terus nyanyi berdua, Rajnya jatuh cinta. Selesai bab pertama.

Bab kedua, setelah selesai dolan bareng, Raj minta nomor Priya dan itu hapenya Priya masih monochrome. Maklum, itu film jaman dulu. Nah, malahan waktu dicuci, kertas nya kecuci. Dan Raj menemukan jalan buntu. Raj nyanyi, ketemu. *andaihidupsesimpleitu. Katam.

Waktu mereka sudah ketemu, eh ternyata Priya bilang dia akan ke Athens dalam rangka bertunangan dengan teman masa kecilnya. Si Raj tertatih tatih.

Dan yang dari gue pelajari dan belum bisa gue amalkan dari film ini adalah,

“When you love someone, fight for him/her. Hold on as strong as you can. Struggle. Keep fighting!!”



Dan karena Raj sudah jatuh hati pada Priya, dia nyusul Priya ke Athens bermodalkan uang dan cinta. Raj juga pasang kuda kuda penuh janji manis bak arum manis. Dia bilang,

“Wes to, pokoknya kalau kamu nikah sama aku, aku bakalan bikin kamu bahagia. Nanti setiap pagi, aku bangunin kamu lewat nyanyian, pilihlah aku jadi –pacarmu- suamimu ya? Peliiiisssss...”

Mereka akhirnya bertemu di pesawat. Olha dasar film, waktu transit, mereka nggak bisa oper ke pesawat selanjtnya karena cuaca di Athens sedang tidak bersahabat. Di delay. Dan mereka jalan jalan dulu. Mereka nyanyi, jatuh cinta juga si Priya. Dan yang gue pelajari dari film ini adalah, hanya dengan nyanyi, habis segala perkara. Andai hidup sesederhana itu.

Tetapi, Priya tetap harus ke Athens karena semua saudaranya juga sudah menunggu dia untuk melaksanakan acara tunangan. Finally, bermodalkan mobil rentalan, si Raj mengantarkannya lewat jalan darat.
Singkat cerita, sampai rumahnya. Dan mereka berpisah.

Lalu gimana hayo selanjutnya? Hayo gimana?? Mau tau aja apa mau tau banget?Apa mau tahu petis? Apa mau cinta?

Yak, seperti film kebanyakan, waktu mau dilangsungkan, udah dandan sedemikian rupa dan hingga, Priya berkata pada keluarganya. Kira kira begini,

“Ayah, aku nggak mau nikah sama dia, maunya sama Raj...”

“Lha piye to jane..”

“Plisssss...aku maunya sama diaaaaa”

Yak, akhirnya mereka nikah. Perjuangan mengejar cinta tak sia sia. Dan saat di rumah juga Raj nya so sweet, kalau di India itu khan ada ritual masuk rumah bagi pengantin baru wanita, kayak ngasih merah merah nggak tau namanya di dahi antara pelipis wajah mempelai perempuan, juga nabur serbuk putih yang nanti si ceweknya menapakkan kakinya di situ. Ibarat kalau di sini, si cowoknya ngajak sholat tahajud bareng,

“Dek...tangi dek..ayo sholat tahajud bareng..” *aaaaaak

Yak, diarungilah bahtera rumah tangga oleh mereka.

Dan ini adalah masalah yang sebenernya saudara saudara. Seperti kata orang, fase pedekate adalah fase yang lebih indah dibandingkan saat pacaran, begitu juga pernikahan. Gue lihat dari film ini sih begitu. Janji janji manis yang bangunin pake nyanyian di film ini waktu mereka setelah menikah juga nggak ada scenenya. Dan bahkan mereka sering bertengkar hanya karena masalah kecil.

Misal ni ya, Priya orangnya khan bersih banget gitu, sering ngomel ngomel karena Raj nya tu kemproh. Bertengkar. Ditambah lagi Raj itu dari kalangan sederhana, sedangkan Priya dari menengah ke atas. Jadi, Raj merasa di underestimate oleh keluarga Priya everytime they meet.

Tapi ya mau bertengkar gimana juga mereka dasarnya udah cinta ya nanti bentar doang udah mesra mesraan. Bertengkar lagi masalah handuk, terus sayang sayangan. Yah, hidup.

Saat nikah kata orang emang pasangannya jadi memperlihatkan warna yang sebenarnya. Manusia, kadang menakutkan.

Yang pada akhirnya, karena Raj nya bangkrut, si Priya mau bantu. Eh, dianya pinjem uang sama Sameer (bekas calon tunangan, red). Dan si Raj tahu, ngamuk ngamuk, salah sangka, Priya pergi dari rumah dan berniat untuk ce to the rai.

Sekali lagi, Raj ingin mempertahankan apa yang dia punya. Kayak seambreg ambreg film di dunia ini yang mempunyai pola yang sama, Raj mengejar Priya sampai di bandara saat Priya sedang di detik detik kepergiannya.

Karena sudah stress cari kemana mana nggak keliatan, Raj teriaaak..

“Periyaaaaaah...Periyaaaaaaah...”

Ketemu deh. Si Priya sudah nangis nangis gitu khan, terus dia udah melangkah pergi gitu khan. Eh, si Raj ndlosor ngesot ngesot gitu sama megangin rantai terus nangis nangis, sekiranya bilang begini :

“Periyaaah...aku tu ngimpi, kita punya 2 anak, cowok mirip sama kamu, si ceweknya hidungnya kayak aku, matanya kayak matamu...Periyaaaah,, pelisss..jangan tinggalin aku. Nanti aku deh yang nyuci piring, nanti aku juga yang kalau anak anak bangun di dini hari, aku yang ngurusin. Beneran..yang penting jangan pergi...-Ayobikinanak-...jangan pergi..”

Tapi, tetep pergi deh Priya.

Sampai rumah, Rajnya nangis nangis galau tertatih tatih berdarah darah. Ada yang buka pintu. Taulah siapa...
Priya nggak jadi pergi, mereka nangis bersama dan berpelukan kayak Teletubbies.
Selesai.

Yang bisa diambil dari sini adalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah....

Coba disimpulkan sendiri.

Tadinya gue mau nulis ini dengan sensasi so sweet gitu ya, tapi tadi waktu di pertengahan sampai sini kok malah bahasa gue sarcastic. -______________-

Ah, gue ini...

Tapi, emang kalau udah nikah gitu, nggak Cuma ngurus diri sendiri, tetapi apa apa harus diurus berdua.

Dan menikah adalah salah satu fase dua orang manusia yang dengan latar belakang dan jalan pikiran yang berbeda mencoba untuk menyamakan visi dan misi karena toh mereka mempunyai tujuan yang sama dan jadinya langkah juga harus seirama dan sinkron. Dan yang paling penting dalam pengarungan mereka adalah, tidak menerima ‘tumpangan’ di tengah jalan.

Dari apa yang gue lihat sih, berhubung gue belum pernah menikah. Hehe..

Selesai.

Wassalam
09.02.2013
14:40

3 comments:

  1. waduh film india, kebetulan lebih suka action hollywood kalau aku mba, jadi kurang nyambung kalau nonton india, heheh

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...