Thursday, 3 January 2013

The First Cooking


Selamat malam penikmat udara malam, selamat malam wahai makhluk makhluk malam...

Ini postingan gue yang penting banget. Penting banget!!!!

Hari ini terjadi sesuatu yang suangar biyanget sama gue. Terjadi sesuatu hal yang waaaaah...belum pernah gue lakuin seumur umur. Dari 21 tahun yang lalu sampe sekarang ni ya, waaaah....ini perubahan yang buesar dalam hidup gue. Tenan!!

Hari ini dimana gue memegang buncis dengan kesadaran penuh setelah bangun tidur. Ibuk gue pagi pagi udah pergi karena ada PKK ato apaan gitu biasa Ibu Ibu, dan di hadapan gue terpampang seikat buncis, cantik sekaliiii.

Dengan arahan singkat dari Ibuk sebelum berangkat, gue dengan modal nekat seperti biasa, memegang kendali atasnya.

Ayo cis yang cancik canciiiik, sini come to mamaaaaah... hahahahahahaha

Dan serta merta dengan kekuatan bulan pinjem Sailormoon gue pegang itu buncis, gue patah patahin. Semuanyaaaa...

Gue cuci, beres.

Langkah kedua, gue inget pesan Ibuk. Potong potong cabe 6 lonjor, bawang putih 5 siung, bawang merah 5 siung. Itu gue potong dengan hati hati dan penuh cinta sampai mata gue hampir mbrebes mili di bawah pengaruh bawang. Langkah kedua, sukses!

Dan sekarang saatnya menggoreng segala hal yang telah dipersiapkan. Gue tuang minyak goreng, tunggu panas, dan gue dengan penuh keyakinan melepaskan yang udah gue iris2 tadi ke wajan. Gue osreng osreng dan gue bingung baru sebentar kok udah item item begitu. Gosong sodara sodara, langsung gue telpon Uma tanya bumbunya ada yang kurang nggak, dia lagi bungkusin snack. Cukup membantu.

“Seph, ini seberapa seph garamnya? Gula jawanya?”

“Ikuti kata hatimu, seph...pake perasaan.”

Dan itu jawaban tergalau dan bikin gue tambah galau. Kenapa faktor galau di dunia ini banyak sekali Tuhaaaan?

Dan oke fine, berdasarkan feeling gue kasih tu motto, garam, dan gula jawa. Setelah itu baru gue masukin buncis.

“Buk, ki dikasih air?”

“Iyo.”

Gue langsung matikan telponnya dan gue melanjutkan hidup. Gue icip icip kayak di iklan iklan bumbu masak gitu, dan bergumam sendiri...

Dan akhirnya “Oseng Oseng Buncis Semanis Yang Bikin” tersajikan di dunia ini, dan gue sendiri yang makan karena emang gue di rumah sendiri. Dan ini kalinya gue masak selain masak air, masak mie, dan masak nasi. Dan memang awal awal tahun 2013 ini gue rasain penuh dengan kejutan. Kejutan menyoal soal hati, terus lagi menang event, terus sekarang sudah gue beranikan diri untuk bisa memasak buncis.
What’s next?? God, please guide me. J

Dan mengantarkan gue ke pelajaran hidup nomor 57 : In a way to reach whatsoever mountain, what you need to do is to make one start step!! And I did. Besok mau bangun pagi dan masak lagi.
Xoxoxoxoxoxoxo

good night :)

8 comments:

  1. “Seph, ini seberapa seph garamnya? Gula jawanya?”

    “Ikuti kata hatimu, seph...pake perasaan.”

    hahahaha :))))

    ReplyDelete
  2. boleh dikirim k PDG tu,oseng2nya..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, aku kirim lewat JNE ya nanti kalo udah sampe kirim surat ke jawa tengah :D

      Delete
  3. Replies
    1. terimakasih seph...ini juga berkatmuuuh yang nyuruh aku menaburkan bumbunya pake feeling! hahahaha

      Delete
  4. calon istri idaman yang pinter masak loh mey, nah loh nah lohh
    aniweiiiiii... NO PIC = HOAX :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. asiiiik...aku calon istri idaman yeaaaaay....! hahaha

      ih lah...ini saking takjubnya gitu lo sist, jadinya nggak sempet motoin buncinyaaaaa...next cooking gue kasih gambarnya deh...:D

      Delete