Sunday, 27 January 2013

27.01.2013




Darimana harus memulai, bahkan aku juga tak tau kapan hatiku memulai

Sekejab masa yang rasanya masih tersisa.

Ah, ini bukan sisa..sama sekali bukan menggunakan kata ‘sisa’

Sekejab masa yang hanya dalam sekejap mengubah banyak hal

Aku pernah bilang, “Kowe ki senterku”

“Lho, nak wes terang aku ra kanggo no.” Dan aku bingung harus menjawab apa.

Dan bahkan saat senter tak lagi ku genggam, sinarnya terpantul dimana mana


Dan bayangmu berkali kali memantul saat aku menyambut Subuh dan tak kudapati suaramu menggema dimana mana, tak kudapati “tangi Mek..tangi..”.

Dan bayangmu lari lari saat aku menatapmu dari sisi dalam jendela bis sesaat sebelum tertidur.

Dan bayangmu melompat lompat saat aku beranjak menyambut mimpi, dan mimpi, tak usahlah dikata aku bermimpi apa. Kamu tahu jawabannya.

Dan bahkan aku sudah tertarik magnetmu sebelum kamu menarik ku mendekati magnetmu.

Dan magnetmu mengalihkan duniaku.

Magnetmu lebih dari cukup untukku, dan saat kamu mengitari poros menjauh dariku,

Aku mematung. Karena aku memang begitu.

I struggle like crazy for my life, but not yet for my love.

I am not I was a year ago. Mencintai seseorang yang dengan mudah ingin mengangkat kaki untuk pergi seperti tindakan menjerat leher sendiri, dan bukannya leher yang sakit, tapi hati yang berdarah menanah menanah. Itu dulu.

Untukmu, bila aku memang porosmu, kamu akan kembali mengitariku.

“Lalu kenapa bukan dia yang menjadi porosmu, dan kamu mengitarinya?”

I am self-oriented. Aku tak ingin membuka kesempatan untuk mendapati luka. Dan aku tidak ingin siapapun terluka karena usahaku untuk tidak terluka. Aku ingin semuanya baik baik saja.

Living for ten years in the situation where love can be more than one, where love is not something we have to keep for just a person, changes my way of thinking.

Nobody understands, because nobody doesn’t experience it.

I experience it, and it –was- is fun like a hell.

Aku tidak tahu sedalam apa aku terjatuh padamu. Tapi aku bahkan sudah terjatuh sebelum kamu terjatuh padaku.

Aku tidak tahu seberapa pekat konsentrat itu.

Dan memang terdengar cheesy bila aku berkata, “You are in my pray”

Dan memang terdengar iyuuuh bila aku berkata, “All I want is you.”

Dan kali ini aku akan mempause hatiku dulu. Memanjat dahan demi dahan untuk bisa memetik buah masa depan.

Dan bila masanya tiba, tas ku sudah penuh dengan buah, bolehkah aku mengitarimu? Dan kamu mengitariku.

Dan kita menciptakan poros bersama.

Because for me, you are more than enough. I love you not because what people can see outside. But I love inside you. Loving you make me much better.

I'm praying, I'm waiting, I'm believing if God is the reason why I have fallen to you.



25 comments:

  1. Ciyee kaaan, kak mey :D
    I lafyu too kak mey :*

    ReplyDelete
  2. I love you moreeee cc Ainiiii..hahaha..

    ReplyDelete
  3. hmm meski engga ngerti part yg ada bahasa daerahnya tapi secara keseluruhan cerita ini 'dalem' banget maknanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, makasiiih, lha tak buat dari hati yang paling dalem...kekeke

      Delete
  4. bagian yg ini nihh mey...
    "Aku tak ingin membuka kesempatan untuk mendapati luka. Dan aku tidak ingin siapapun terluka karena usahaku untuk tidak terluka. Aku ingin semuanya baik baik saja."

    tidak ingin terluka..namun tak ingin melukai orang lain...
    ini sulit mey...tindakan kita untuk tidak terluka justru kadang salah dimata orang lain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih suliiit...tapi terluka itu sakit, jadi kalo bisa aku nggak mau dan nggak punya intention buat melukai orang lain...hehe

      Delete
  5. hahahah aku paling yg pakek kata2 konsentrat-konsentrat itu hahaha kayak iklan apa gitu hahahahahaha tapi emang iklan itu kayak cinta mbak mei, ditebar aja dimana2 konsentratnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iklan deterjen???:p

      maksutnya ditebar dimana mana tu gimana ini?? cintamu maksutnyaa??
      aduuuuh, Nem kmu lebih tua daripada aku juga manggilnya mbak, udah banyak yang manggil mbak berasa ta banget niiiiih -_________________-

      Delete
  6. bingung ngak ngerti ... walaupun udah berkali-kali di baca

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa? terkendala bahasa atau bagaimana? hehehe

      Delete
  7. "you're in my pray"..
    ah, so sweet banget deh.. ^^

    ReplyDelete
  8. sentere njaluk diganti lampu petromak iku hhahaha *piss

    ReplyDelete
  9. Aseeekkk bahasa jawanya agak gak ngerti tapi over all paham n bagus bgt.
    Y udh diisi aja dlu tasnya dgn buah, urusan hati pending aja dlu, ntr pasti dtang dgn sndrinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiih sayaaaang :)
      iya, kamu benarrrr...insyaAlloh amien :)

      Delete
  10. Hmmm puisinya 'dalem'.

    Si doi bakal berbunga2 mawar anggrek melati tulip tuh kalo mbak mey nunjukin ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, kemungkinan mas nya tidak membuka blogku sih cc...hehehe.semoga suatu saat nanti bukak amieeeen ..hehehehe

      Delete
  11. ini kumpulan quote ya... ato puisi?
    belum mngeh nih... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini puisi bikinan aku Javas...aku ketularan kamu galaunya ini...hehehe

      Delete
  12. yang namanya cinta emang gak bisa ditahan :3
    pasti plong deh abis nulis ini :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ploooooooooong banget Ges. hehehehe:D

      Delete
  13. "I'm praying, I'm waiting, I'm believing if God is the reason why I have fallen to you".
    i like this sentence :bd

    katakanlah jika meman itu baik kaka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, aku tidak bakat berkata hal hal semacam itu langsung Henn...hhehe, nanti kalo pas momentnya..:)

      Delete