Monday, 26 November 2012

Kedua Terakhir


Thursday, Nopember 22nd 2012

Ceritanya aku mulai dari melangkahnya kaki ke gerbang SMA saja, karena adegan sebelum itu kurang patut dicontoh. http://www.emocutez.com

Dengan langkah gontai modal sarapan nasi paginya dan belum menerima asupan gizi lagi, aku dengan menenteng lepi, menyangklong tas sedemikian rupa, wajah agak kuyu termakan lelah, masuk dan duduk dulu nunggu bel selanjutnya. 

It was my second last teaching time. Kalau ingat temen lainnya yang udah penarikan, atau udah tinggal nunggu waktu ditarik, hatiku pilu. Tapi tiap masuk di SMA itu otakku langsung sibuk sendiri. Sibuk bernostalgia. Kenangan tercecer di setiap sudutnya. Galau. http://www.emocutez.com

Bel akhirnya bunyi juga, aku bareng Mbak Kharisma yang jobdesknya hari itu buat motoin aku ( so sweet sekali koordinator PPL satu ini :*) masuk ke kelas. Well, it is my favorite class. http://www.emocutez.com

Kelasnya walau pun agak rame, tetapi waktu aku jelasin dengan muka entah pura pura atau beneran antusias mendengarkan penjelasanku, nggak sibuk sendiri. Kalau nggak mudeng ya nanya, disuruh bikin latihannya ya mayoritas bikin. Rame tapi bisa kerjasama, intinya begitu. Rame tapi mudeng (insyaAlloh). Aku njelasin soal narrative text beserta direct –indirect speech. Dan memang mereka itu gathekan.

Nah, waktu kemarin Bu Luci, guru pamongku ikutan seminar internasional di kampus. Well, jarak kampus dan SMA ini Cuma beberapa langkah saja, bisa dibilang sebelahan. Dan alasan kedua aku memilih sekolah ini dulu juga karena nggak perlu susah payah bolak balik SMA-kampus. Alasan pertama karena toh sudah mengenal sekolah itu jadi mudah adaptasinya, dan juga alasan tambahan untuk memunguti kembali kenangan yang tercecer. http://www.emocutez.com Kembali ke alasan kedua, Hidup sudah susah kalau ada yang bisa dipermudah ya harus dipermudah! Pelajaran hidup nomor 26.

Dan di akhir akhir pelajaran, mendekati waktu pulang ( pelajaran terakhir ), aku membuka tasku, mereka sedang sibuk membuat exercise ditulis di papan tulis buat dicek bareng bareng, aku mengambil sebongkah logam bewarna abu abu, bisa di-slide sedemikian rupa, aku berdiri dan,

“Kamu nulis aja aku foto buat dokumentasi ya..”

Dan hasilnya begini..

“Mau aku foto?”


Begini hasilnya..

“Sama aku ya..”

Begini hasilnya..


aku : sebaiknya diganti menjadi “miss”, atau “saya”. http://www.emocutez.com

Di akhirnya, aku membagikan lembaran kertas HVS dan meminta mereka buat nulis kesan dan pesan soal teaching’s performance ku selama itu. Karena aku Cuma mengajar 3 kelas, frekuensi ketemu per kelas itu banyak dibanding guru jadi jadian PPL lainnya yang mencoba banyak kelas, aku dan kelas kelas ku yang sering ketemu jadi berasa lebih akrab. Ide ini muncul waktu aku inget jaman SMA dulu. Ada mbak mbak yang juga nyebarin kertas dan minta kita nulis kesan dan pesan.

Dulu waktu aku masih menjalani role sebagai murid seperti mereka, ada mbak mbak PPL dari UKSW yang juga sedang jadi guru jadi jadian praktikan di situ. Dia itu aku lupa namanya, dandannya heboh, walaupun tubuhnya serupa Adelle nya “Someone Like You”, tapi mbaknya super PD, sambil nerangin, sambil berkacak pinggang, ngomong bahasa Inggris lancaaaar banget cap cis cus, dan aku nggak ngerti. Di hari itu, aku berkata,

“Suatu saat aku juga bakalan ada di situ, dengan ‘jabatan’ serupa, dengan kelancaran bahasa Inggris kayak gitu. It must be sooooo sweet!”

And now, I am here :Dhttp://www.emocutez.com

Menyoal kertas kesan dan pesan, dan benar benar benar serpihan serpihan kertas itu so sweet so sweet banget!! http://www.emocutez.com, so sweet, terus juga buat refleksi diri sendiri, ada kelemahan kelemahan yang harus aku perbaiki, dan juga hal hal yang jadi bikin aku bangga. Dan nanti mau aku tulis di entry selanjutnyaaaa...

Dalam dunia per-teaching-anku, ini adalah moment yang paling menyenangkan. Pernah dicuekin waktu njelasin sampai rasanya mau makan papan tulisnya, pernah juga ngajar waktu hati sedang tercabik cabiknya, berdarah dan terseok seok, pernah ngajar pake jas almamater yang berasa kayak pake sauna portable kemana mana,  http://www.emocutez.comdan sekarang semuanya sudah hampir berlalu. Dan kemarin itu, untuk pertama kalinya aku menikmati jadi guru. Walau pun umur kita Cuma terpaut 5 tahunan, they appreciate me as a teacher.

Karena memang intinya aku kita semua mengidap takingpicture-oriented, we took pictures after class finished. Sayangnya agak gelap gini. Afterall, I love teaching although I don’t want to be the future teacher. Many things I want to do except that job. Many things I want to explore. I have so many things to do in the future.

And this experience will be one of my unforgettable experiences within my life time, my youth. The atmosphere I’ve ever touched one more time, the teachers I have met frequently one more time, the building I’ve come in once again, my role that has been changed, everything happened just make me so grateful with my life, myself. And from here I am going to feel every new experience I want. Fighting!!!  

http://www.emocutez.com

24 comments:

  1. Ini ngajar kok malah ngajakin foto2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha kan menganut prinsip sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui Iam :D

      Delete
  2. kenangan pas ngajar PPL itu apa aja kak? jadi pengen tahu gini guenya =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya yang aku tulis itu Dek...banyaaaaaaaak banget yang bisa dibuat pelajaran, terus juga moment moment paling tak terlupakan juga. banyak cerita soal itu di postingan yang lain. sok atuh gitu dibuka dan dibaca,,,:D *promosi

      Delete
  3. Ah jd teringat dgn guru ppl gue, ngajar b.inggris jg. Katanya dia paling inget sama gue karna gue murid terbandel tapi paling rajin kalau dikasih tugas *kok jd gue yg curhat* :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehehehe, selamat yaa...*ehh
      tapi emang aku sebagai mantan guru ppl juga paling inget ya sama anak bandel soalnya yang keliatan menonjol gitu..tapi kalo yang cuma moda bandel doang sih malah sebel. tapi kalo bandelnya itu diimbangi sama pinter dan aktip, wah sukak!:D

      Delete
  4. I did the teaching practice in 2008 to 2009, in a Junior High School in Pontianak. And I conclude that your teaching practice is much funnier than mine, since teaching junior high school student is, errr, not that into my passion hehe..

    after this teaching practice, you're gonna feel the real atmosphere of teaching english, mey.. in a classroom where you control the rules, and sometimes being dizzy by some naughty but smart student there :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaaah...we are almost in the same age then, Mbak?? weehehehe, thank you, mbaaaak...but then it didn't work the same in all classes. there were some which I can even not control :( it was my favorite class :)

      yeah, you are so trueeee... I have gained the amazing experience and it is just sooooooooooooooo unforgettable. :)

      Delete
  5. “Suatu saat aku juga bakalan ada di situ, dengan ‘jabatan’ serupa, dengan kelancaran bahasa Inggris kayak gitu. It must be sooooo sweet!”

    akhirnya...kata2 ini kesampean jg yahh... :)
    aku gak gitu lancar english..jd gak kebaca semua pas dibagian yg ada englishnya...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, alhamdulillah...di SMA yang sama pula...:)
      ehehe, bahasa Inggris itu serrru lhoo...bisa ngomong2 sama bule lho...lumayan. *modus hahaha

      Delete
  6. wah calon bu guru bahasa inggris lagi PPL nih. eh mey mbak yg dulu PPL km yang tubuhbya kayak adele, gua kirim salam ke dia ya. Bilangin dari AA' rinem hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, kalo uda ketemu sama mbak mbak jadi Aa' ya Nem...udah nggak takut jatuh cinta Nem?? hahahaha :D

      Delete
  7. guru PPLnya gaol banget deh.. hehehe
    :D
    aku juga mau dong di ajarin ibu guru.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehehe, makasih ya :D
      ehm...aku mbak guru ok sist..belum jadi Ibu..hehehehehe

      Delete
  8. waah ternyata anak BE banyak yang calon guru yaaa .____.

    I think u're a true fighter when u said "I have so many things to do in the future". Maybe u can't explain completely what u feel now, when looking for unforgettable experience. But someday u should immediately determine the road and your talent.

    ReplyDelete
    Replies
    1. uhm...tapi aku pinginnya nggak jadi guru si kakaaaaak...:D

      yes, surely I will...even from now on, I have determined on which way i should take to reach in my real dreams :D

      Delete
  9. aaaaa guru bahasa inggris ya???

    bahasa inggris aku berantakan kaka mey ajarin aku napa deh kaka mey:( :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih mantan guru ppl bahasa Inggris dek..:D

      cini cini kakak ajariiin ciniiii..:D

      Delete
  10. sebentar lagi aku pasti kaya kakak deh :D
    aku juga jurusan bhs inggris lohh, tapi baru semester 3 *promosi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya aku doain ya Dek..semoga bisa lebih baik malahan. semangaaaaaaaat! :D

      Delete
  11. waaah calon guru bahasa inggris :D
    ampun deh '_'

    PPL emang selalu gaul, bakalan kangen berat ..

    dulu aja pas awal2 penarikan, gue beberapa kali bikin tulisan tentang PPL gue..
    dan beberapa gue ceritain di buku gue :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehehehe, kemungkinan kecil sih calon guru..tapi pinginnya nggak..hehehehe

      iya bener bangeeet!!

      waaah, lagi nungguin bukunya abangnya iniii...:) berkat menang kemarin yang hadiahnya bukunya situ..nggak sabar!:D

      Delete
  12. Kakak ngajar bahasa inggris? mau dong ajarin.... #memohon#
    Itu seru juga ya murid-muridnyanya. pengen juga deh ngerasain PPL, sayangnya saya salah ngambil jurusan pula...

    ReplyDelete
  13. Dek Erny, iyaaa ni...tapi kalo udah lulus pinginnya yang bukan ngajar mengajar...hehehe..loh kok salah jurusan gimana? ;o

    ReplyDelete