Saturday, 6 October 2012

My Laptop's Story


Assalamualaikum the world!!


Sumpah ini interface blog bikin rempong tak terhingga, karena entah kenapa Cuma mau post entry saja kebanyakan eror dan susahnya setengah mati. Kadang maksut hati mau dipublish, entah demi apa malah ke-draft dan nggak terpost dengan semestinya. Sooooooooooooooo tiring! Kalau boleh pilih, kembalikan blog ku yang duluuu...kembalikan!!!!! Oke, protest time is up.

Teng teeeeeeeeeeeng!!!!!




Alhamdulillah setelah tertatih tatih selama kurang lebih dua bulanan, terombang ambing sedemikian rupa karena netbook kesayangan dan satu satunya rusak, sekarang mendapat gantinya yang lebih baik.
Jadi  asal mulanya begini..Sewaktu itu..aku lagi asyik liat Drama Korea Romantic called “Love Rain”, tiba tiba sewaktu di tengah tengah pemutaran film, tiba tiba selama beberapa detik muncul garis horizontal berwarna menghiasi layar, lalu efeknya menghilang. Lalu, muncul lagi dan juga hilang lagi. Begitu berkali kali. Aku pikir ini pasti kualitas gambarnya yang kurang bagus. Maklum, hasil jarahan dari bandar dari segala bandar drama Korea hasil download gratisan di internet, Tince Martince. Okeh, ini perwujudannya!


Terjadi berkali kali seperti itu. Suatu saat aku mau buat tugas, aku buka itu khan ya, lah tiba tiba di sudut atas bagian kanan muncul garis serupa dan sekarang muncul permanen nggak mau hilang. Perasaanku mulai tak enak. Ada apa dengan netbook yang aku beli tertanggal 28 November 2010 ini???

Aku periksakan dia ke suatu conter komputer di Ambarawa.

Si Om bilang, “ ini kalau nggak kena virus, cip VGAnya yang kena, atau, atau kalau nggak malah LCD nya kena ini..” 

Lebih lanjut si Om menjelaskan, kalau kena virus tinggal diinstal modal 50 ribu beres, kalau chip VGA nya yang kenal modal jadi 10 kali lipat sekitar 500 ribu untuk mengganti chip di dalamnya. Nah ini, yang terakhir kalau nggak, ya kena LCD nya. Bayar dulu sekitar sejuta tertambah 50 ribu biaya instal ulang baru bisa sembuh seperti sedia kala. Itu pun tidak menggaransikan bisa langgeng hidupnya. Kalau memang lagi apes, kapan kapan bisa kambuh lagi.

Ibarat kata setelah diperiksakan, ada tiga kemungkinan. Masuk angin tinggal biaya 25ribu di dokter deket rumah juga beres, atau lambungnya bisa saja sudah maag kronis jadi harus dipondokkan di rumah sakit dan diambil gambar lambungnya dengan cara memasukkan kamera super kecil yang disalurkan dengan semacam sedotan kecil melalui saluran pencernaan yang pasti tidak memakan biaya sedikit, atau gejala stroke yang ditandai mini-stroke dulu. Kalau lagi apes, setengah badannya akan lumpuh dan kalau pun misal disembuhin sudah sembuh juga harus hati hati karena kalau memang lagi apes, kapan kapan bisa kambuh lagi.

And well, since life is so complicated, beberapa kemudian, di akhir semester 6 kemarin saat tugas serupa gunung merbabu, saat aku sedang asyik bermain kata kata untuk tugas American Culture and Literature, saat si netbook minta diisi asupan energi, begitu aku mencolokkan kabel charger, klek!!! Aku berbalik badan dan aku dapati semburat semburat warna warni menghiasi setengah layar netbookku. Kali ini semua separo bagian dari netbookku seperti itu. Rame sekali. Aku terpana, aku kalang kabut, aku panik.

“Piye iki??piye iki??” kataku dalam segala ketidakberdayaan.
Aku cabut si kabel, semburat pelangi tak mau hilang. Aku matikan, lalu berdoa, lalu aku hidupkan lagi, tetap saja semburat menampakkan wujudnya. Aku frustasi. Kenapa ini terjadi pada netbookku ya Alloh?? Apa salah dia? Dia tidak berdosaaa.... Depresi.


Aku lari tunggang langgang menyelusuri jalan menuju rumah nenekku. Di sana tersimpan dengan anggun komputer dengan monitor tabung renta yang kemarin baru saja diservice karena tidak mau menyala. Dan komputer yang sudah menempati kamar itu semenjak aku SMP menyelamatkan tugasku hari itu. Apenya, beberapa hari setelah itu juga si monitor kembali tewas dan sampai berita ini diturunkan, dia masih belum terjaga. Malang sekali, kapan kapan aku service lagi deh ya.. Lalu aku pulang karena tugas sudah beres. Untungnya rumah nenekku hanya dibatas tembok saja alias dempet, jadi tiap lebaran tak perlulah pakai mudik segala. Melangkah beberapa langkah juga sudah bisa saling menyapa. :D Alangkah indahnya.
Hari berikutnya, dengan perasaan campur aduk tidak menentu, aku membukanya lagi. Berharap bisa melihat perubahan mengarah pada kebaikan di sana. Dan yang aku dapati bukanlah semburat seperti kemarin, sekarang semburat berkembang menjadi blok. Ngeblok putih, lalu hitam, kadang biru, tak jarang hijau. Macam macam. Dan aku makin terguncang.

Ini benar benar mimpi buruk, bagaimana bisa dia berubah seperti sekarang?? Aku mau dia yang dulu, menemaniku membuat tugas dan wifian, menemaniku sambil menyeruput secangkir kopi, menyuguhkan berbagai macam film, dan menyanyikan ratusan lagu untukku. Membuat hidupku lebih berarti. Dan sekarang??? Nightmare. Dia telah berubah. Seperti ini.


Aku bawa netbookku ke conternya di bilangan Laris, Ambarawa. Ini sudah out of garansi. Setahun sudah lewat. Aku titipkan dia di mbaknya untuk bisa ditindaklanjuti. Itu aku masih belum tahu apa penyakit sesungguhnya. Masuk angin, maag kronis, atau gejala stroke.

Sehari kemudian, aku mendapat telepon ketika berkumpul bersama teman teman yang lain.
“Maaf mbak, dia....ah, bagaimana mengatakannya, dia mbak...dia terkena....ah, maaf mbak, kami telah membantu semaksimal mungkin, dia terkena gejala stroke. Sini uang 1.050.000 dulu nanti kami sembuhkan dia seperti sedemikian rupa.”

“Apa???????? Apa yang sebenarnya terjadi mbak?Garansi berapa tahun mbak??”

“Tiga bulan mbak...”

“Jadi bisa saja gitu tiga bulan kepungkur dia terkena serangan lagi???”

“Ya gitu deh mbak..”

“Besok dia aku bawa pulang saja, mbak..saya rawat di rumah saja,terimakasih. Semoga harimu menyenangkan.”

“Terimakasih, you too..”

Separuh jiwaku pergi saat itu juga.. mereka menyarankan aku untuk mencari yang baru lagi.

“Sing uwes yo uwes lah mey, golek anyar neh we...mungkin pancen kudu ganti..”

Oke fine, saat itu aku memutuskan untuk tidak melihat ke belakang dan terus mengarah ke depan, aku yakin aku akan mendapatkan yang lebih besar, lebih tangguh, lebih tahan banting, dan lebih bisa diandalkan..... LAPTOP ASUS.

Saat itu juga, aku print gambar laptop ASUS dan aku lihat setiap hari, seperti ini..


Karena aku adalah golongan orang yang jika menginginkan sesuatu tidak bisa langsung mengacungkan jari dan terjadi, melainkan harus berusaha dan berjuang dulu, maka sejak itu aku bertekad, setelah Lebaran, aku harus sudah mendapat penggantinya. Yang lebih baik!! Of course YES!!!!


Alhamdulillah, sekarang aku mendapatkannya :D

Mereka jika disandingkan bersama menjadi seperti ini.


Dan semua ini mengajarkan ku begitu banyak pelajaran berharga,

“Terkadang Alloh bilang tidak untuk hal ini, karena Alloh menyiapkan hal lain yang jauh lebih baik.”
“Meykke, kamu itu bisa mendapatkan yang lebih daripada ini, tinggal dimaksimalkan kemampuanmu, ni aku kasih cobaan ini. Nanti dapat yang lebih baik lagi.”

Mungkin begitu kira kira...
Lalu bermuara pada kesimpulan,

“Jangan terlalu bersedih kehilangan apapun di dunia ini, Percayalah Alloh tahu yang terbaik untuk umat-Nya. Alloh akan menggantinya dengan yang lebih baik. Toh Alloh Bersabda, Dia akan menjodohkan hal hal yang baik dengan yang baik dan sebaliknya... jadi, tugas Umat-Nya adalah memperbaiki diri. Agar Alloh menaikkan kualitas jodoh masing masing Umat, Umat pun harus menaikkan kualitas diri mereka.”

Itu serupa kalau kita belajar di level keseriusan 8, kita akan mendapatkan nilai 8, kalau all out, bisa saja nilai sempurna di tangan, tapi kalau ngerjainnya asal asalan, 4 atau 3 bisa saja jatuh di pangkuan. Dan semua itu juga nggak melulu soal ikhtiar, karena orang pintar kalah dengan orang bejo. Jadi juga berdoa biar bisa dapat nilai semaksimal mungkin. Entah ini soal laptop, mate, atau ulangan, semuanya membawa misi pelajaran hidup yang sama.

Wassalam :D
Thanks for reading...
04.09.2012.21:57

2 comments:

  1. Saya sangat kagum dengan semangat kamu.. Nice Blog, Salam kenal.

    ReplyDelete
  2. wah, makasiiiih..hehehe..salam kenal juga :)

    ReplyDelete