Sunday, 28 October 2012

After-test Photos



What do you do when you get a bit bad mood after doing a test?? Eating ice cream? Drinking a cup of hot coffee? Just cry little bit?? Eat a lot?
For me, taking expressive pictures is just enough.
Don’t stress over about something happened in the past, just do something FUN and just get a move on!

Picture taken after nature science test, October 25th 2012

Tuesday, 23 October 2012

8 Must-Bring Items



Assalamualaikum, the world!

Sehabis mbaca blognya sohabat yang aku kagumi dan banggakan, si Sepha nama asli Umami, aku jadi terinspirasi buat nulis lagi. Ini cerita terbaru dianya yang bagus beuth! Klik! :D (promosi)
Dan ini penampakannya... si petualang dari Tarukan:D




Bagiku, dia itu sohabat paling inspiratif dan paling harus ditiru. Pola hidupnya yang mobat mabit kerja keras memeras tenaga dan segala upa daya otak yang ada, semuanya berbuah manis. Dia itu tak suka dandan, apa lagi belanja, atau pergi ke salon. Yang dia suka itu, HUTAN. Kebanyakan waktunya dia habiskan di dalam hutan, semedi dan meneliti sana sini demi masa depan yang cerah luar biasa. Dia juga pernah ke luar negeri. Dia berprestasi, amazing!!:D

Aku juga pingin seperti dia. Tapi, kalau mengingat tingkahku yang kebanyakan ketawa sendiri di kamar liat Running Man begini, aku jadi pesimis.

Tapi aku tetep usaha. Dan salah satu usahaku yaitu mbikin daptar ini.

Entah apa pengaruhnya, untuk menghindari rasa tertatih tatih karena kelupaan bawa salah satu barang, aku tulis saja daptar ini dengan judul “Must-Bring ITEMS”. Bagi sebagian orang yang rumahnya Cuma 15 menit dari kampus sih tak perlulah memerinci barang barang yang akan dibawa. Toh pulang juga bisa. Tapi untuk commuter yang tiap mau ke kampus harus meniti jembatan menaiki bukit menuruni lembah sepertiku, agaknya memastikan barang barang terbawa semua itu sangat fardhu.

1. WALLET. Alias dompet. Mengingat although money is not everything, but without money you can’t buy anything, dompet itu nomor satu untuk dibawa. Pernah kejadian, seperti biasa aku tunggang langgang ke jalan raya, 7 detik setelah naik angkot, ternyata dompetku kelupaan. Serta merta aku turun dan pulang lagi, jalan. Jalan, sodara sodara.. Niat semula biar nggak telat, karena stress akhirnya aku bolos sekalian.

2. HP, charger, dan dompet HP. Ini juga... sehari tanpa HP itu benar benar bikin tertatih tatih. Tiga hari yang lalu, karena entah demi apa aku Cuma bawa chargernya doang, HP masih di meja belajar. Seharian aku galau. Bisnisku terhambat. Separuh jiwaku pergi.
Dompet HP juga harus dibawa. Isinya bisa headset untuk menemani sepanjang kegiatan menaiki bukit menuruni lembah meniti jembatan, dan juga flashdisk demi kesuksesan kegiatan menimba ilmu pengetahuan.

3. Dosgrip, tempat make up, note book, kipas.
Jelas dosgrip buat nulis menulis juga harus dibawa. Tempat make up? Uhm... mungkin kalau si commuternya semacam Umami tak perlu bawa beginian.. maksimal tissue basah. She’s so simple. Hehe.. tapi bukannya apa apa, karena harus menghabiskan sepanjang hari di kampus dan sekitarnya, sementara wajah juga kadang perlu dipelihara. Orang udah dipelihara juga masih aja suka serba salah, jadi bawa si tempat make up beserta isinya itu wajip. Oke sip.
Note book, buat nyatetin pr, jadwal test, presentasi dan detail detailnya. Isinya juga ada jadwal beserta nomor ruangnya. Penting biar nggak salah ruang. Sudah hati tersesat, Cuma ruang kelas aja juga tersesat kan yo pie men.
Kipas. Gambar : Angry Bird. Karena Bis Sari seumur umur belum pernah ada ACnya, maka bawa kipas itu fardhu. 

4. Gembes. Ini juga aku terinspirasi si Umami yang bawa gembes segede galon, 1 liter. Akhirnya beberapa waktu yang lalu aku juga beli gembes isi 1 liter. Itu juga pasti habisnya. Bersamaan dengan himbauan untuk minum 8 gelas per hari, aku juga pingin sehat, jiwa dan raga.

5. Mukena. Biar sholat dimana pun bisa khusyuk setelah memastikan mukenanya bersih, bawa mukena sendiri itu sangat disarankan. Warnanya bisa warna kesukaan seperti biru biar sholat jadi makin semangat. :D

6. Payung. Karena cuacanya pun ikutan galau, kadang panas kadang hujan, payung itu sangat wajib dibawa. Toh, mau panas mau hujan juga bisa dipakai. :D

7. Tissue. Nggak perlu dijelasin, tau faidahnya bawa tisuue kan?:D

8. Laptop dan chargernya. Ya optional tergantung lagi butuh buat bawa atau nggak. Makanya aku tempatin di urutan terbawah. Dan yang juga nggak aku tulis karena pasti juga kebawa ya buku mata kuliahnya. Kalau ke 8 macam barang ini dibawa tapi buku pelajaran nggak dibawa ok ya pie men -.-
Makanya aku tiap bawa tas ke kampus itu berasa kayak bawa karung beras. Banyak yang harus dibawa demi survive di perantauan sana. It’s okay, though. Semuanya pasti terbayar. Pasti... :D

My blue room, while listening galau songs accompanied by a cup of coffee
Ready to sleep,
21.10.2012 22:58
Wassalam :D 

Teaching Practicum's Story


20.10.12 14:33

Assalamualaikum the world!!

Setelah lama tidak menjamah blog karena sibuk tiada tara, akhirnya tersempatkan juga barang satu dua paragraph hasil kerjasama jari dan otak terlihat di layar.:D

Sibuk banget sumpah berangkat pagi pagi pukul 6 sambil setengah lari lari karena takut bis nggak terkejar. Tragis banget kalau hal lain sudah tak terkejar, ini Cuma bis aja juga ikut ikutan ninggalin aku.

Menurutku, hidup ini adalah kegiatan mengejar dan dikejar. Mengejar antara lain bisa dikarenakan mengejar cita cita, cinta, nilai, rejeki, dan tetap tak bisa terhindarkan, mengejar bis tiap hari. Sementara itu, hal lain yaitu dikejar bisa dikarenakan dikejar waktu, umur, deadline, dan bagi beberapa orang bisa jadi dikejar cinta atau pun penagih hutang. Saat kecil dikejar kejar biar pintar, SD dikejar masuk SMP favorite, begitu halnya sampai SMA. Waktu SMA dikejar biar bisa masuk IPA. Selesainya, dikejar biar masuk perguruan tinggi favorit, masih lagi dikejar keadaan untuk mendapat IPK menyilaukan. Hampir 4 tahun dikejar kejar biar cepetan lulus, plus IPK yang tetap bersinar. Sudah lulus, dikejar kejar biar dapet pekerjaan bagus untuk meraih pendapatan menganak pinak. Sudah begitu, agak tuaan dikit dikejar kejar biar cepetan nikah. Udah nikah, dikejar biar cepat memulai program pelestarian jenis supaya tidak punah. Sudah dikasih satu, dikejar kapan adiknya nyusul. Sudah begitu dikejar kejar biar dapet penghidupan yang layak demi anak anak dan begitu aja terus sampai nanti dikejar kejar. Jadi, hidup itu melingkupi dua hal. Kegiatan mengejar dan dikejar.
At least, dengan pengejaran itu, kita tidak stuck di satu titik. Karena dikejar kita harus berlari. Dan karena lari itulah kita bisa berkembang dan maju ke depan. Mungkin kebanyakan liat Mario Teguh dan baca buku motivasi pikiran gue jadi agak complicated.

Dan karena kesibukanku yang memuncah muncah, aku nggak sempat melenggang lenggongkan jari jari lentik kayak biting pedesku di atas keyboard.

Aku  masih di kesibukan terbaruku, jadi student’s teacher di SMA ku dulu. Dan seperti entry sebelumnya, click! Bagi sebagian orang mungkin hal itu tergolong hal biasa, tapi bagiku bisa PPL di SMA itu adalah impianku semenjak aku tahu kalau aku akan mengalami satu masa dimana aku harus mengajar beneran di mata kuliah tertentu yaitu teaching practicum.

Sebenarnya menjadi guru adalah hal yang tidak terbayangkan bagiku. Dosen ELTM ku bilang, kalau hal pertama yang ingin kamu dapatkan di pekerjaan itu adalah uang, don’t choose to be a teacher. Kalau teacher itu uang adalah tingkat ke 4 atau 5 an, yang utama mungkin mengemban misi ikut mencerdaskan bangsa, atau suka anak kecil, atau semacamnya yang mulia. Kalau tujuan utama adalah mengumpulkan pundi pundi materi, working in the company could be the best one.

Dan memang mau tidak mau semua harus dilakoni, dan di sini aku sekarang. Semester ini aku harus PPL dan bergelut dengan lesson plan, management class, dan juga panggilan ‘bu’. Dan jujur dari hati paling dalam, aku menikmatinya.

Bisa mentransfer ilmu kepada orang banyak itu rasanya sesyuatu banget. Yang terakhir aku mengajari anak anak kelas 10 tentang noun clause dan adjective clause. Dan karena entah demi apa hal yang paling aku suka dari Bahasa Inggris adalah grammarnya, aku mengajari mereka dengan menggebu gebu. Dan saking menggebu gebunya, di hari kedua dimana itu Cuma merampungkan lesson plan karena waktunya tidak cukup untuk menampung seluruh aktivitas yang aku susun di lesson plan, yang hari kedua itu aku pure ngajarin mereka perbedaan kedua clauses itu tanpa dinilai, itu juga aku masih menggebu gebu. Melihat murid murid yang hanya beda sekitar 5 tahunan saja yang rasa rasanya pingin aku anggap teman saja itu mudeng apa yang aku maksut itu rasanya benar benar menyenangkan. Melihat mereka excited, lalu kalau nggak mudeng tanyak, terus tetap menghargai, dan bersikap hangat itu sangat sangat menyenangkan. Dan saat kemarin hari Kamis itu aku ngerasain how wonderful being a teacher is!!

Memang ada saatnya aku merasa diacuhkan, tidak diindahkan dan semacamnya. Tapi entah miapah gitu, I feel so amazed. Menyuruh mereka membuat dialogue atau bikin 10 kalimat, atau menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan mereka mengerjakan dengan ‘terlihat’ sepenuh hati itu rasanya bikin bahagia, banget. Itu semacam recognition buatku.

“Well, I exist, they know I exist, and they appreciate me”

Rasanya seperti itu. PPL ini memberiku banyak pelajaran dan sejauh ini bikin bahagia. What we need is recognition, right?? And being a student’s teacher, I get such a thing!

Dan PPL ini akan aku kerjakan dengan sebaik baiknya, I know Iike teaching although I am not going to be a teacher. Selagi ada kesempatan mengajar SMA seperti ini, I will do my best for sure.


Wish me luck!! :D

Tuesday, 9 October 2012

Slumdog Millionaire


Assalamualaikum, the world!!:D


Baru saja menonton film India berjudul Slumdog Millionaire dan langsung menulisnya sekarang.

“Baru nonton sekarang??Iuuuuuh...ketinggalan banget sih deeeeh...”

Dan untuk mendapatkan feelnya lebih, I am listening to the Bollywood songs right now. Hehehehe...:D

Bermula kisah dari diberikannya beberapa film dari teman kuliah bernama Ayiek, yang salah satunya adalah film ini. Menurutku dilihat sekilas film ini hampir sama dengan serupa Laskar Pelangi, dan film perjuangan anak anak lainnya. Hanya saja film ini tidak hanya menceritakan soal masa kanak kanak tetapi juga masa dewasa sampai bertemunyalah dengan cinta pertama dan terakhirnya di usia matang dilanjutkan nari nari di stasiun kereta api di akhir film. Dan jauh sebelum itu, kisah kisahnya wuiiihh..mengerikan kadang lucu, kasian, menyentuh, dan ya begini inti ceritanya.

PLOT

Ceritanya itu pakai flash back. Jadi pertama tiba tiba ada scene si Jamil, eh, Jamal disiksa sama pak polisi, ternyata oh ternyata dia dikira curang -mainan- ikutan Who wants to be a millionaire versi India, karena dia memenangkan 10 juta rupee, dan itu kalau dirupiahkan setara dengan 1.836.490.000.0000. berhubung dia hanyalah seorang gelandangan, tidak oh tidak mungkin bisa segitu pintarnya menjawab hampir semua pertanyaan dengan benar. Nah, saat diinterogasi sambil menayangkan ulang saat dia ikutan kuisnya, akhirnya dia menceritakan kisah per kisah masa lalunya. Karena jawaban dari pertanyaan pertanyaan itu tersedia di serpihan serpihan masa lalunya. Sudah semua begitu, alur maju di akhir..jadi, masa sekarang, menceritakan masa lalu, dan berjalan menuju masa depan. Seperti itu. Di akhir cerita, akhirnya dia dibebaskan dan pertanyaan terahir itu sangat lekat dalam ingatannya, and as expected, he won the prize, 20 juta rupeee. Tidak hanya kaya mendadak, dia bisa mendapatkan cintanya yang dia tunggu sejak kecil.  ada aja gitu cowok dari kecil suka satu cewek, suka aja gitu terus sama menginjak usia matang. Dan mau menerima si cewek apa adanya juga gitu. What a man!!!!

JALAN CERITA ( aku tulis dengan alur maju saja yaaaa)

Dikisahkan ada dua bersaudara anak India bernama Jamal dan Salim. Ditilik dari sifat, mereka bak bumi dan langit. Mereka adalah anak dari seorang janda yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kemiskinan di India dilihat dari film ini itu tragis banget. Ya mirip mirip sama pemukiman kumuh d Jakarta yang di belakang gedung gedung pencakar langit itu...Cuma di india kelihatan lebih tragis. Anak anak bermain di bandara yang kualitasnya juga minimalis, terus dikejar kejar petugas satpam ato apaan gitu, yang aku inget begini,

“If plane doesn’t kill you, I willllllll...”
Gile aje, kalau kamu nggak digiles pesawat, sini aku aja yg mbunuh kamu. Terus mereka dikejar kejar sampai perumahan kumuh itu. Yang aku tangkap dari film ini, polisi atau satpam atau apa gitu di India tu serem gilak. Kasar..

Dan scene nggilani itu waktu si Jamal junior buang air besar di WC umum. Itu WC terbuat dari kayu lapuk, beratap langit, dan systemnya pake system plunglang. Sekali keluar gitu, langsung menyampur dengan alam. Tinggal lantai kayunya dibolong sedemikian rupa, dan bermuara ke serupa danau tapi nggak ada airnya gitu. Nah, wakti itu si Amitha Bachan datang pakai helicopter, dia itu ngefans setengah mati dan langsung mau keluar. Tapi, si Salim menguncinya dari luar. Karena cintanya begitu dalam untuk Amitha Bachan, who know what he did?? Nyemplung!!!

Dengan berlumuran sesuatu yang tidak manusiawi, akhirnya dia malah bisa mendapatkan tanda tangan si aktor. Lha orang orang pada minggir semua. @.@

1.   Kisah  tragis pertama waktu Jamal dan Salim lagi mainan air di kolam susu ( sumpah warna airnya itu lho, coklat banget. Udah gitu itu air Cuma sekolam kecil gitu doang kok buat nyuci buanyaaaaaaak orang, dan bajunya itu dikeringin dengan digelar gitu aja di atas tanah berdebu begitu) bersama ibu nya dan banyak orang di sana. Itu kolam di samping perlintasan kereta api, di antara rumah rumah papan berjejalan di satu area kumuh. Tiba tiba, entah ada apa, banyak laki laki bawa pentungan lari ke arah mereka dan berkata, “They are all Muslem..” si Ibu mereka yang cantik khas orang India langsung menyuruh mereka untuk lari. Saat dia memalingkan wajahnya ke arah para laki laki tak manusiawi itu, tiba tiba seorang laki laki memukul keras wajahnya, dan you know what happened next. Aku pikir itu seperti tawuran agama. Antara yang berTuhan Alloh SWT dan berdewa Rama.

Jamal melarikan memorinya ke masa ini saat dia dihadapkan pada pertanyaan,

“In depiction of God Rama, he is famously holding what in his right hand?”

Waktu itu entah gimana, saat dia melarikan diri bersama Salim di hiruk pikuk kepanikan massa setelah dengan matanya sendiri dia melihat Ibunya tenggelam, dia melihat anak berpakaian seperti Rama. Aku nggak mudeng sebenarnya dia itu diliatin Rama beneran apa gimana, tapi dari memori itu dia bisa menjawab “a bow and arrow”. Jadi alurnya begitu. Dia ada pertanyaan begini, dia jawab karena dia mengalami hal ini dia jadi tau jawabannya. Terus juga, waktu ada yang dibakar hidup hidup lho, itu ada kumpulan polisi kok malah main kartu.. benar benar.. Is India that bad? Maybe.. sewaktu mereka lari ke bukit dan melihat bahwa kota kumuh mereka terbakar, mereka menginap di sana. Dan di situlah, ada seorang cewek membuntuti mereka. Sewaktu hujan lebat, si Jamal menyuruh si anak yang hujan hujanan untuk ikut berteduh.
“What’s your name?”
“My name is Atika..”

2. Yang tragis berikutnya waktu mereka bertiga sudah tidak ber-ayah ibu, mereka tidur dan cari makanan di serupa TPA. Ada laki laki membawa mereka ke suatu tempat. Di tempat itu sudah banyak sekali anak anak, hanya saja banyak yang cacat. Buta, kaki nggak ada sebelah, tangan juga. Cacat semua. Di situ feelingku udah nggak enah banget ni. Suatu malam, si Salim disuruh mengantarkan seorang anak untuk semacam audisi nyanyi yang disaksikan oleh pemimpin tempat itu yang kemarin merekrut mereka juga. Setelah menyanyi begitu, tiba tiba si anak di bius, and you know what???? Matanya dibutakan oleh zat kimia apaan gitu. The reason : kalo mereka itu ngemis dengan keadaan cacat, pendapatan bisa menjadi dobel. Gileee... sebegitu kerasnya hidup di jalanan..India.. Jakarta gitu juga nggak ya?:( nah, sewaktu mau gilirannya Jamal, si Salim menyelamatkannya. Habis si Jamal nyanyi, si Salim melemparkan cairan itu ke si tukang bikin cacat, dan mereka bertiga bersama Atika lariiiiiiii...ada kereta jalan..si Jamal dan Salim bisa naik, si Atika nya waktu mau naik, dilepas tangannya sama si Salim. Atika tertangkap.

3.  Cerita tragis berikutnya, beberapa tahun kemudia setelah si Jamal dan Salim sudah punya lumayan banyak uang dari hasil nyolong sana nyolong sini, kriminal sedemikian rupa, mereka kembali ke tempat itu untuk mencari Atika. Mereka sampai di tempat dimana cewek cewek dengan busana belum jadi dadah dadah, terus yang banyak kamar seliang lahat yang Cuma ditutupi gordenn doang, di dalamnya bapak bapak sama mbak mbak kelon kelonan gitu. Atika was there. Saat ketemu, si Maman ( nama perekrut mereka dulu buat jadi pengemis; sumpah namanya eye-hearing banget nggak sih, bikin aku inget sinetron pocongan di Indosiar jaman SD dulu, Mumun.) datang, dan tak dinyana, ternyata Salim membawa pistol, dan ngebunuh Mas Maman. There he went, a killer. Waktu mereka bertiga bisa berkumpul lagi di hotel gitu, tiba tiba si Salim ngusir Jamal. Dia pergi apa dibunuh. Untuk apa?? ‘merasakan’ Atika.

Itu bedanya si Salim dan Jamal. Jamal tetap tumbuh menjadi orang innocent yang entah apa pun yang terjadi, dia tetap berkembang menjadi orang yang baik. Sebaliknya, Salim tumbuh dibentuk oleh keadaan yang ada. Keadaan yang keras, membuat dia menjadi keras, keadaan yang tidak manusiawi mengubahnya menjadi serupa itu juga.

4.       Beberapa tahun kemudian, Jamal sudah menjadi dewasa dan ganteng gitu. Muka muka India yang menurutku, ada Arabnya apa gimana gitu. Dan singkat cerita, dia bertemu Atika lagi!! Di suatu rumah, dan ternyata dia masih tersesat di jalan yang sesat @.@. Salim itu direkrut oleh seseorang untuk menjadi semacam pembunuh, dan Atika ya taulah jadi apanya bosnya.. dan menurutku ini tragis. Mengapa?? Di saat dua orang yang saling mencintai itu tidak bisa bersama, itu sangat sangatlah tragis.

Then there he went, duduk di kursi panas di acara itu. Karena apa?? Itu acara kesukaan Atika, jadi dia ingin ada di sana dan ditonton oleh Atika. So sweet ra to @.@

10 juta rupee di tangan, dan saat dia pulang setelah waktunya habis dan harus dilanjutkan di minggu depan, si pembawa acaranya langsung nangkap dia. Dia pikir Jamal curang karena dia sudah memberi jawaban saat mereka di WC, tetapi Jamal tetap memberi jawaban yang lain, dan benar. Grrrrr!!!

Nah, ketika di kantor polisi itu juga Jamal menceritakan semuanya, dan akhirnya dibebaskan J

Jamal kembali ke the show, dan Atika sukses kabur dibantu oleh Salim. Begitu begitu Salim baik juga, pernah Jamal mendapati Salim sholat sebelum pergi.

Dan akhirnya Jamal bisa menjawab pertanyaannya,
“In Alexander Dumas’ Book,  “ The Three Musketeers’, two of the Musketeers are called Porthos and Arthos. What was the name of the third Musketeer??”
“Aramis”

Sewaktu kecil, Jamal, Salim dan Atika membayangkan mereka adalah The Three Musketeers. Mereka tahu itu karena sewaktu sekolah sebelum kerusuhan, si guru melempar buku ke arah mereka untuk dibaca, dan itu buku soal The Three Musketeer. Tau nggak, dan itu kelasnya itu sempit buanget!! Dan muridnya itu benar benar sangat banyak sampai ada yang ngesot ngesot di depan papan tulis, di deket pintu, di mana mana. Sangat memprihatinkan.

And the end is just soooooo good. Happy ending. Sehabis acara, mereka bertemu di stasiun, berpelukan, Atika said,
“Kiss Me”

Di scene lain, si Salim tiduran di bathup bermandikan uang nembakin bosnya dan diganti ditembak dan mati bersama sama @.@

Dan setelah itu entah demi apa tiba tiba banyak orang nari bareng Jamal dan Atika di stasiun, memang the nature of Film India..

-The End-

THE LESSONS

1.       Apa yang tanam, itu yang kau tua. Menanam angin, menuai badai.

2.       Belum tentu yang kamu remehkan itu lebih remeh darimu. Wakti ikutan acara itu, hostnya intimidasi dan memandang sebelah mata banget. Dia bilang, pembantu dari daerah kumuh Mumbay dan sebagainya. Dan hasilnya?? Setelah show, Jamal lebih kaya dari hostnya :D

3.       Love will find its way. Hehehe... yang aku kagumi dari tokoh Jamal adalah, dia suka Atika dari kecil, dan itu tidak berubah sampai dewasa. Tidak peduli Atika menjadi apa dan bagaimana. Dan Jamal terus mencari Atika. It leads me to the next lesson, Love is accepting just the way he/she really is. So sweet!!

4.       Don’t let condition change you into the worse you. Let the condition change you into the better one. Bukan karena keadaan tengik, ikutan jadi orang tengik kayak Salim..

5.       Sumber dari ilmu adalah kehidupan itu sendiri. Tidak harus dari bangku sekolah dan kegiatan pendidikan serupa, ilmu bisa didapat darimana saja. Bahkan, dari pengalaman pengalaman terburuk pun masih bisa menyerap ilmu yang ada. Ini kerangka filmnya gitu menurut aku..

6.       Saat bahagia, menarilah...


Wassalam :)

Saturday, 6 October 2012

My Laptop's Story


Assalamualaikum the world!!


Sumpah ini interface blog bikin rempong tak terhingga, karena entah kenapa Cuma mau post entry saja kebanyakan eror dan susahnya setengah mati. Kadang maksut hati mau dipublish, entah demi apa malah ke-draft dan nggak terpost dengan semestinya. Sooooooooooooooo tiring! Kalau boleh pilih, kembalikan blog ku yang duluuu...kembalikan!!!!! Oke, protest time is up.

Teng teeeeeeeeeeeng!!!!!




Alhamdulillah setelah tertatih tatih selama kurang lebih dua bulanan, terombang ambing sedemikian rupa karena netbook kesayangan dan satu satunya rusak, sekarang mendapat gantinya yang lebih baik.
Jadi  asal mulanya begini..Sewaktu itu..aku lagi asyik liat Drama Korea Romantic called “Love Rain”, tiba tiba sewaktu di tengah tengah pemutaran film, tiba tiba selama beberapa detik muncul garis horizontal berwarna menghiasi layar, lalu efeknya menghilang. Lalu, muncul lagi dan juga hilang lagi. Begitu berkali kali. Aku pikir ini pasti kualitas gambarnya yang kurang bagus. Maklum, hasil jarahan dari bandar dari segala bandar drama Korea hasil download gratisan di internet, Tince Martince. Okeh, ini perwujudannya!


Terjadi berkali kali seperti itu. Suatu saat aku mau buat tugas, aku buka itu khan ya, lah tiba tiba di sudut atas bagian kanan muncul garis serupa dan sekarang muncul permanen nggak mau hilang. Perasaanku mulai tak enak. Ada apa dengan netbook yang aku beli tertanggal 28 November 2010 ini???

Aku periksakan dia ke suatu conter komputer di Ambarawa.

Si Om bilang, “ ini kalau nggak kena virus, cip VGAnya yang kena, atau, atau kalau nggak malah LCD nya kena ini..” 

Lebih lanjut si Om menjelaskan, kalau kena virus tinggal diinstal modal 50 ribu beres, kalau chip VGA nya yang kenal modal jadi 10 kali lipat sekitar 500 ribu untuk mengganti chip di dalamnya. Nah ini, yang terakhir kalau nggak, ya kena LCD nya. Bayar dulu sekitar sejuta tertambah 50 ribu biaya instal ulang baru bisa sembuh seperti sedia kala. Itu pun tidak menggaransikan bisa langgeng hidupnya. Kalau memang lagi apes, kapan kapan bisa kambuh lagi.

Ibarat kata setelah diperiksakan, ada tiga kemungkinan. Masuk angin tinggal biaya 25ribu di dokter deket rumah juga beres, atau lambungnya bisa saja sudah maag kronis jadi harus dipondokkan di rumah sakit dan diambil gambar lambungnya dengan cara memasukkan kamera super kecil yang disalurkan dengan semacam sedotan kecil melalui saluran pencernaan yang pasti tidak memakan biaya sedikit, atau gejala stroke yang ditandai mini-stroke dulu. Kalau lagi apes, setengah badannya akan lumpuh dan kalau pun misal disembuhin sudah sembuh juga harus hati hati karena kalau memang lagi apes, kapan kapan bisa kambuh lagi.

And well, since life is so complicated, beberapa kemudian, di akhir semester 6 kemarin saat tugas serupa gunung merbabu, saat aku sedang asyik bermain kata kata untuk tugas American Culture and Literature, saat si netbook minta diisi asupan energi, begitu aku mencolokkan kabel charger, klek!!! Aku berbalik badan dan aku dapati semburat semburat warna warni menghiasi setengah layar netbookku. Kali ini semua separo bagian dari netbookku seperti itu. Rame sekali. Aku terpana, aku kalang kabut, aku panik.

“Piye iki??piye iki??” kataku dalam segala ketidakberdayaan.
Aku cabut si kabel, semburat pelangi tak mau hilang. Aku matikan, lalu berdoa, lalu aku hidupkan lagi, tetap saja semburat menampakkan wujudnya. Aku frustasi. Kenapa ini terjadi pada netbookku ya Alloh?? Apa salah dia? Dia tidak berdosaaa.... Depresi.


Aku lari tunggang langgang menyelusuri jalan menuju rumah nenekku. Di sana tersimpan dengan anggun komputer dengan monitor tabung renta yang kemarin baru saja diservice karena tidak mau menyala. Dan komputer yang sudah menempati kamar itu semenjak aku SMP menyelamatkan tugasku hari itu. Apenya, beberapa hari setelah itu juga si monitor kembali tewas dan sampai berita ini diturunkan, dia masih belum terjaga. Malang sekali, kapan kapan aku service lagi deh ya.. Lalu aku pulang karena tugas sudah beres. Untungnya rumah nenekku hanya dibatas tembok saja alias dempet, jadi tiap lebaran tak perlulah pakai mudik segala. Melangkah beberapa langkah juga sudah bisa saling menyapa. :D Alangkah indahnya.
Hari berikutnya, dengan perasaan campur aduk tidak menentu, aku membukanya lagi. Berharap bisa melihat perubahan mengarah pada kebaikan di sana. Dan yang aku dapati bukanlah semburat seperti kemarin, sekarang semburat berkembang menjadi blok. Ngeblok putih, lalu hitam, kadang biru, tak jarang hijau. Macam macam. Dan aku makin terguncang.

Ini benar benar mimpi buruk, bagaimana bisa dia berubah seperti sekarang?? Aku mau dia yang dulu, menemaniku membuat tugas dan wifian, menemaniku sambil menyeruput secangkir kopi, menyuguhkan berbagai macam film, dan menyanyikan ratusan lagu untukku. Membuat hidupku lebih berarti. Dan sekarang??? Nightmare. Dia telah berubah. Seperti ini.


Aku bawa netbookku ke conternya di bilangan Laris, Ambarawa. Ini sudah out of garansi. Setahun sudah lewat. Aku titipkan dia di mbaknya untuk bisa ditindaklanjuti. Itu aku masih belum tahu apa penyakit sesungguhnya. Masuk angin, maag kronis, atau gejala stroke.

Sehari kemudian, aku mendapat telepon ketika berkumpul bersama teman teman yang lain.
“Maaf mbak, dia....ah, bagaimana mengatakannya, dia mbak...dia terkena....ah, maaf mbak, kami telah membantu semaksimal mungkin, dia terkena gejala stroke. Sini uang 1.050.000 dulu nanti kami sembuhkan dia seperti sedemikian rupa.”

“Apa???????? Apa yang sebenarnya terjadi mbak?Garansi berapa tahun mbak??”

“Tiga bulan mbak...”

“Jadi bisa saja gitu tiga bulan kepungkur dia terkena serangan lagi???”

“Ya gitu deh mbak..”

“Besok dia aku bawa pulang saja, mbak..saya rawat di rumah saja,terimakasih. Semoga harimu menyenangkan.”

“Terimakasih, you too..”

Separuh jiwaku pergi saat itu juga.. mereka menyarankan aku untuk mencari yang baru lagi.

“Sing uwes yo uwes lah mey, golek anyar neh we...mungkin pancen kudu ganti..”

Oke fine, saat itu aku memutuskan untuk tidak melihat ke belakang dan terus mengarah ke depan, aku yakin aku akan mendapatkan yang lebih besar, lebih tangguh, lebih tahan banting, dan lebih bisa diandalkan..... LAPTOP ASUS.

Saat itu juga, aku print gambar laptop ASUS dan aku lihat setiap hari, seperti ini..


Karena aku adalah golongan orang yang jika menginginkan sesuatu tidak bisa langsung mengacungkan jari dan terjadi, melainkan harus berusaha dan berjuang dulu, maka sejak itu aku bertekad, setelah Lebaran, aku harus sudah mendapat penggantinya. Yang lebih baik!! Of course YES!!!!


Alhamdulillah, sekarang aku mendapatkannya :D

Mereka jika disandingkan bersama menjadi seperti ini.


Dan semua ini mengajarkan ku begitu banyak pelajaran berharga,

“Terkadang Alloh bilang tidak untuk hal ini, karena Alloh menyiapkan hal lain yang jauh lebih baik.”
“Meykke, kamu itu bisa mendapatkan yang lebih daripada ini, tinggal dimaksimalkan kemampuanmu, ni aku kasih cobaan ini. Nanti dapat yang lebih baik lagi.”

Mungkin begitu kira kira...
Lalu bermuara pada kesimpulan,

“Jangan terlalu bersedih kehilangan apapun di dunia ini, Percayalah Alloh tahu yang terbaik untuk umat-Nya. Alloh akan menggantinya dengan yang lebih baik. Toh Alloh Bersabda, Dia akan menjodohkan hal hal yang baik dengan yang baik dan sebaliknya... jadi, tugas Umat-Nya adalah memperbaiki diri. Agar Alloh menaikkan kualitas jodoh masing masing Umat, Umat pun harus menaikkan kualitas diri mereka.”

Itu serupa kalau kita belajar di level keseriusan 8, kita akan mendapatkan nilai 8, kalau all out, bisa saja nilai sempurna di tangan, tapi kalau ngerjainnya asal asalan, 4 atau 3 bisa saja jatuh di pangkuan. Dan semua itu juga nggak melulu soal ikhtiar, karena orang pintar kalah dengan orang bejo. Jadi juga berdoa biar bisa dapat nilai semaksimal mungkin. Entah ini soal laptop, mate, atau ulangan, semuanya membawa misi pelajaran hidup yang sama.

Wassalam :D
Thanks for reading...
04.09.2012.21:57

Colorful Teaching Practicum


Assalamualaikum the worrrlllldddddddd!!! :D

Huah, lama sudah nggak pernah ngepost kegiatanku. Now, I come back!!:D

Sejak sebulan yang lalu, tepatnya tertanggal 3 September 2012, aku harus mengikuti PPL, Practicum teaching bahasa Inggrisnya..kalau singkatannya PPL itu apa, aku lupa -.- Intinya pelatihan mengajar di sekolah begitu. A teacher wanna-be lah bisa dikata. Walau pun insyaAlloh cita citaku adalah menjadi pekerja kantoran, atau reporter, atau jurnalis atau columnist, still I have to passionate joining such an requirement!!!

Tetetetetetetetttttttttttttt!!!

 Kembali ke awal tahun 2012, seperti awal tahun seperti biasa, aku membuat plan plan jangka panjang dengan susunan jangka pendeknya.. Long-term can not be achieved without taking a short-termn, right?? Dan salah satunya adalah ini :D

Alhamdulillah, it works as expected!!!

Aku bisa kembali menjamah ex-SMA, memandang luas lapangan yang sekarang sudah berrumput dan menerbangkan ke 4 tahun lalu saat masih sangat gersang dan debu selalu berterbangan. Lalu ada bekas kelas X yang sudah diratakan karena dulu itu bangunan sudah tua dan paling jelek sendiri. -.-. lapangan basket, mesjid, bekas kelasku waktu kelas 11 dan 12. Everything has memorable value :D



Pertama masuk langsung ikut upacara gitu, dan selama 3 tahun terakhir, itu upacara pertama dalam hidupku. Dan juga pertama kali dalam sejarah hidupku, aku memakai high-heels. Well, sebenarnya tidak bisa dikatakan high-heels juga karena permukaan dasarnya juga tumpul begitu, dan juga tidak tinggi tinggi amat. 

Tapi tetep, beginner sepertiku jalan dengan sepatu model begitu membuatku semakin tertatih tatih. Tidak pakai saja sudah tertatih tatih.
Dan waktu terus berlalu, dan tepat sebulan aku mengabdikan hari hariku terutama hari Senin di sana. Once again, my dream comes true J


Sejauh ini aku sudah observasi, do peer teaching sebanyak 3 kali bersama kakak Angkatan named Antonius, dan juga personal teaching sebanyak 2 kali, terakhir tadi.

Do teaching practicum is just colorful. Ada senengnya, ada malesnya, ada deg deg annya, ada galaunya, ada tertatih tatihnya. Lengkap! Senang kalau saat mood stabil, kelas riang gembira dan terlihat tidak membosankan. Yang mana belum pernah tercapai. Well, kelas riang gembira tiada tara, tapi saat itu mood sedang terjepit di palung. Lalu, saat mood sudah stabil, entah kenapa semuanya terlihat boring dan yah...... it was just boring. 

Dan kegiatan kali ini mengantarkanku pada pelajaran hidup nomor 89 :
Teaching is Teaching, Your problem is your problem. No matter how you feel inside, show must go ooooon!!! Just put the problem aside and face the class !!!!
Yeah, allright!!!

Aku pernah mengajar dalam keadaan emosi tidak stabil karena sesuatu hal. It was just my worst day!! But then, since teaching must go on, then I faced it. Dan saat itu aku benar benar tersadar, kamu akan sadar betapa kuatnya kamu saat kamu mengalami yang namanya patah hati. Karena pada akhirnya, kelasnya begitu menyenangkan, kita bersama Mas Antonius bercanda, blah blah blah di dalam kelas, and well...I was so alright then. :D dan semuanya terlewati dengan indah kok :D

Dan syukurnya adalah mendapat teman satu team PPL yang menyenangkan juga. Karena kita sudah sekelas selama satu semester menekuni Micro Teaching bersama, kita juga sudah akrab satu sama lain. Dan itu sangat memudahkan kita untuk beradaptasi.
Some of them are here!!:D



Bener bener deh, PPL itu sesuamthing banget!! Membuat hari hari semakin berwarna. Mengajarkanku banyak hal juga, yaitu :
1.       Belajar pakai high heels.
2.       Belajar untuk bisa mengajar dengan baik dan benar, juga menghandle kelas.
3.       Belajar bekerja di suatu instansi.
4.       Belajar bekerja sama dengan orang lain.
5.       Belajar bertanggung jawab atas berpuluh puluh anak orang.
6.       Dan juga....belajar menggali kenangan @.@
Thank you for reading :D  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...