Wednesday, 1 August 2012

"Kok Putusin Gue" Beserta Kiat Kiat Mengatasi Hati Yang Patah


Assalamualaikum, the world!!

Aku kembali menulis review sebuah buku. Well, sebenarnya ini bukan review juga sih. Sepengetahuanku kalau review itu identik dengan buku yang baru saja direlease alias masih fresh. Lah ini buku tahun 2008an yang aku pinjam dari perpustakaan Daerah Ambarawa :D

Ya seperti mengupas buku dan diambil pesan yang tersirat ataupun tersurat di dalamnya. Semacam itu. :D

As I told you before, I have just read a book entitled Travelers’ Tales yang salah satu penulisnya itu bernama Ninit Yunita, dimana novel itu menawarkan cerita tak biasa, tak seperti novel Indonesia cinta cintaan lainnya. Ceritanya dikupas secara apik dan banyak lucunya. Nah, buku satu ini juga ada lucunya walau cenderung banyak pilunya. Dari judul, you can know, “Kok Putusin Gue?” aduh, gamang sekali..

Profile Novel

Biar terlihat sedikit professional gitu, alangkah baiknya ada sekadar profilenya gitu, serupa ini

Novel : Kok Putusin Gue?

Penulis : Ninit Yunita

GagasMedia, 2004 - 250 halaman

Alur cerita (versi aku) dan Pelajaran di Baliknya

Ceritanya soal seorang cewek yang sewaktu merayakan anniversary yang pertama bareng kekasihnya, called Hary di sebuah resto terkenal, eh, dianya diputusin dengan dalih “Kamu terlalu baik untuk aku. Kamu secara akademis dan prestasi selalu di atas aku. Berpacaran dengan kamu membuat pride ku sebagai lelaki terlukai.” And here is the first life-lesson :

Jika pacar kamu itu minta putus dengan dalih “you are too good for me. I am not the best for you. Let me goo..”, u say “iuuuuuuh”, then just go. Besar kemungkinan itu Cuma topeng untuk bisa lepas darimu, dan kemungkinan udah punya selingkuhan!! (suudzon men..-.-). Kalau dilogika, kalau memang cinta ya malah bisa jadi motivasi untuk bisa lebih baik lagi kalau ternyata pacarnya (cewek) itu secara kemampuan berada di atasnya. Untuk amannya, carilah cowok yang lebih cerdas, missal dia adalah asisten dosen, atau IPK nya melewati batas 3,5. Jadi he would not have a chance to have such an excuse!! He he..

Dua hari setelahnya, si cewek yang namanya Amaya, nama beken : Maya datang ke kampusnya, ngajak balikan. Eh, liat ternyata Hary sedang bermasyuk ria dengan seorang cewek yang akhirnya diketahui bernama Juni, nama beken : Juju. Tapi si Maya tidak langsung nyamperin dan mendamprat si cewek, mungkin bisa ditambah adegan menyiram jus jeruk di muka si cowok sambil sumpah serapah. She goes back and says “I’ll be your worst nightmare”, dan menyodorkan aku di lesson-life number two :

Jikalau kamu berumur 18 tahun ke atas dan memergoki pacarmu berasyik masyuk alias selingkuh, jangan oh jangan langsung didamprat. Itu justru bisa bikin kamu dipandang sebagai seseorang yang temperamental, dan please deh iuuuuuuh banget kalau udah dewasa gini kok melengking lengking Cuma ngributin cowok.. tapi kalau masih 18 tahun ke bawah,damprat saja, toh masih masa labil gini, orang akan memaklumi. Hehe.. yuk mari dilanjuuuuut…

Di rumah jelas Maya meratap ratap, tertatih tatih galau karena kegamangan hatinya yang dikadali oleh pacar setahunnya. Dia menangis sampai matanya bengkak, hatinya sembab, cintanya memar.. dan tibalah saatnya lesson-life number three :

You will be really hurt by the person you love the most. Yah, it is a classic advice sih, love the person ala kadarnya saja. But teori hanyalah teori, rangkaian kata idealistic yang terkadang susah diaplikasikan. Since love is not a thing we can take control of, since love is heart matter, and since heart is not a thing we can easily command and control. So, the advice is don’t love the person you haven’t-get- married-with too deep, unless you are ready to fall too deep, fall into pieces. #tsaaaaah

Eh singkat cerita ternyata si Hari Cuma dijadiin sebagai selingkuhan oleh si juju, si pedandan tulen, hobi menghamburkan hamburkan uang demi berkotak kotak barang branded. Pacar utamanya si Juju sekolah di Jerman. Si Hary cumin buat sampingan ajah.

Dan wahai peselingkuh, bacalah ini :

“Karma does exist. Menyelingkuhi pasti ada saatnya diselingkuhi. Lagian misalnya si A selingkuh dengan B, C diterlantarkan. Toh si B apa nggak mikir kalau si A bakalan melakukan hal yang sama? Menyelingkuhinnya bila tiba saatnya ada cewek bening deket? Dan juga, wanita baik baik tidak akan mau jadi selingkuhan. Dan lagi, hubungan yang dimulai dari tindakan perselingkuhan, yang dimulai dari hal yang tidak baik apakah ada dasar dasar pacaran yang seharusnya dimiliki? Trust, understanding, dll?? Hehehe…”

Di novel diceritakan si Maya sok sok meneror Hari demi sebuah tujuan : Hari menyadari kesalahan dan mengemis ngemis cinta padanya. And it seems not to work out. Balas dendam bukan cara bijaksana untuk memberi pelajaran bagi mantan yang kasus putusnya karena selingkuh. Ada cara lain untuk balas dendam, di bab Menanggulangi Perih Pasca Patah Hati (masih berdasarkan novel ini lho, bukan aku. Tau apa aku tentang benda tak bisa disentuh dan dilihat itu? Abstract!)

Oh ya, sampai akhirnya mereka bertemu di pernikahan kakaknya sahabat Maya bernama Rini, dia belum tahu bahwa sebenarnya si Maya sudah tahu perselingkuhannya sejak awal, berkat dia tahu password email Hary dan mengecek semua inbox termasuk pesan pesan cinta si Juju buat Hary dan sebaliknya. Nah, di akhir cerita, saat istilah kata she lets him go, eh mereka bertiga bertemu di pernikahan itu. Dan jangan salah, si Juju kenal baik dengan Maya karena pernah bertemu di mall yang mana Juju itu temannya pacarnya si Rini. Dan Maya mengaku bernama Mamay karena dia tidak mau penyamarannya terbongkar. Waktu itu dia mau mengorek soal hubungan mereka. Dari situ juga Maya tahu bahwa Hary Cuma buat main main sekedar sebagai pengantar meni pedi dan beli sepasang sepatu, while Maya loves him so damn. Mereka bertiga bertemu, dan Maya membongkar semuanya, and that’s the end of all the story. Si Hary walau akhirnya memang ingin dia kembali, Maya can move on… Great ending!!! Aku kira Cuma karena malam itu si Hary ngusap ngusap kepalanya, nyium keningnya sambil minta maaf, minta balikan, si Maya yang aku lihat cinta mati dan mikir kalau Hary itu, “yeah, he is Mr. Righ!”, bakalan luluh dan menerima lagi. But, you know what?? It is such an gorgeous ending!! Bahasa nya juga bagus dan mengalir gitu. And Ninit Yunita is such an extraordinary writer. She also wears a hijab..hehehe…

Kiat Menanggulangi Galau Pasca Patah Hati ( based on the novel dan diimprovisasi sekadarnya.)

1. Kalau sedang perih menjalar karena kasus perselingkuhan, sediakan barang di bawah ini :

# foto pacar, eh, mantan buaya edan

# spidol yang permanent

#crayon

#tipe-X

#korek apik (optional)

You surely know what to do khan?? Spidol untuk mencoret coret fotonya, yang permanen loh ya, seraya berujar “Gue coret coret loe!! Kayak loe coret coret hati gue. Permanen bekasnya, nggak bisa ilang, goblok!” lalu crayon untuk memulasnya sambil berujar, “hidup gue tetap bisa berwarna tanpa loe!!dasar buaya jalan kurang diajar!” lalu mengoleskan tipe-X ke sekujur wajah di foto sambil mengumpat, “Gue tipe-X loe dari hati gue, sampai bersiiih..gue tipe-X rasa cinta gue, Tipe-X tunjukkan kekuatanmuuuuuuuuuuuuuuu ciaaaaaaaaaaaaaaaaaaat!!!” lalu, yang ini optional sih, membakarnya sambil bilang, “Semoga Alloh membakarmu di neraka jahanam! Amien.”

2. ganti nickname di HP dari missal ‘sweetheart’, ‘hatiku’,’qolbuku’,’hidupdanmatiku’,’sempurna’,’tanpamuakutakbiasa’ , atau apapun itu, cobalah ganti dengan ‘Cucokrowo’, ‘Kluwek’, atau apa pun yang bisa melegakan hati seperti melegakan kerongkongan dengan permen peppermint. Tapi, on the top of everything, it would be wiser if you just delete the number, as if you delete his name and everything about him in your deepest heart. Hehe..

3. Semangat ikut kursus menembak atau memanah dengan fotonya sebagai sasarannya. Namun, karena itu semua biayanya mahal, aku menawarkan hal yang lebih murah. Cobalah mengganti tembakan dan pemanah dengan sebatas plinteng dan tulup. Plinteng foto wajahnya dengan biji salak, dan tulup juga dia dengan mamahan daun. Great!

4. Jangan berlarut larut mengenang hal hal indah. Toh, karena nila setitik, rusak susu sebelanga kan? Yes he is the one who enlighten your world, but then he turns down your lamp, hit you so bad, and ruin your entire heart. Hehehe..

5. ini kata novel, mendengarkan lagu lagu patah hati saat patah hati bukan sesuatu yang salah. Tapi menurutku, itu hanya menambah hatinya menjadi berdarah darah. Tapi memang orang cenderung memilih untuk menikmati sakit, menikmati kesedihan dengan menambah hal hal semacam itu. Tapi, sebenarnya hal semacam itu tidak perlulah dilakukan. Itu bak hati sudah luka, eh, dikasih garam beryodium…periiiiih berkali kali lipat.

6. Siapkan tissue dan inhaler di malam hari. It’s okay to feel blue. Tissue jelas untuk brush away air mata yang menganak pinak, dan inhaler jelas untuk menanggulangi umbelen yang berlebihan. Feeling blue is okay, tetapi tidak terus berkubang di derita dan rasa perih yang sama. Nangis sejadi jadinya, besoknya move on.. Ah, andai cinta semudah itu..

7. manjakan diri kamu dengan mencoba hal baru, melakukan hal yang jarang atau tidak pernah dilakukan. Ada seorang cewek saat hatinya sedang terbentur, dia ingin do something new. Fitness.. tapi karena terlalu keras exercise, pulang pulang tangan kaki gemetaran, langsung tidur sampai dini hari. Jadi, mencoba boleh saja asal tahu diri dan tidak semena mena. Be wiser!!

8. Buatlah diri kamu secantik mungkin dan berfikir bahwa pacar semi buaya itu menyesal sudah mutusin kamyuuuu… jadi inget ada temen kuliah yang tiba tiba dandan pake lipstick, tidak ketinggalan eye liner dan eye shadow serta blsh on yang tersapu samar samar. Saat ditanya kok sekarang jadi feminine, she said : bar putus, patah hati. Wah, great banget itu!! Pertanda move on itu daripada terus jalan kayak zombie, mata tak berbinar, udah nggak bernyawa, jilbapan seadanya, nggak pernah ketawa bawaannya awan mendung halilintar menyambar nyambar mulu. Itu tidak baik… dandan dong! Because sometimes by putting on make up, we would be happier, feel beautiful and can enjoy the life. Just that simple, if people want to think simply.

Dan lagi dibuku ada kalimat begini, “Menghabiskan hidup dengan seseorang itu penting, tetapi yang lebih penting lagi dengan siapa kita menghabiskannya.”

Wassalaaaaam J

No comments:

Post a Comment